Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 15, beli baju.


__ADS_3

"kamu baik-baik saja bi?" tanya Bayu saat melihat bintang yang hanya bengong mengacak-acak makanan didepan nya.


"sayang.." panggil Bayu lagi saat bintang masih belum menjawab pertanyaan nya.


"hmm.. akh iya gimana bay?" jawab bintang baru tersadar dari tadi dia mengabaikan nya.


"kamu baik-baik saja?" menelisik wanita didepan nya "kamu lagi banyak pikiran ya?"


"nggak kok. aku nggak apa-apa." jawab bintang tersenyum.


Bayu mengangguk, lalu mereka melanjutkan makan nya lagi.


"habis ini mau kemana lagi nih?" tanya Bayu pada bintang saat sudah berada disamping motor nya. mereka berdua habis makan sate ayam langganan mereka. bau sate ayam dibakar masih menyeruak masuk ke hidung.


"apa suatu saat kita bisa makan disini lagi berdua bay?. apa nanti kamu akan tetap memperjuangkan ku. aku merasa hubungan kita akan lebih berat kedepan nya."


Bayu menoleh pada bintang yang netra nya masih terus saja menatap bapak-bapak yang sedang membakar sate.


"kamu mau lagi Bi?" tanya Bayu.


"nggak. aku sudah kenyang hehe" jawab bintang "kita ke taman yuk.."


"boleh. mari kita berangkat nyonya. sini aku pakaikan helm nya." bintang pun mendekat ke arah Bayu. helm sudah terpasang dengan baik tapi Bayu masih saja belum melepas tangannya. menatap dalam pada bintang. bintang yang ditatap seperti itu langsung memalingkan wajahnya.


"kamu jangan lihatin aku kayak gitu. Malu tahu." ucap bintang tersenyum malu-malu.


Bayu tersenyum dan langsung meminta bintang naik ke motor nya. melajukan nya pelan.


bulan sabit dan bintang yang bertaburan di langit seakan menghiasi malam Minggu mereka. membuat suasana menjadi lebih hangat. jalan terpantau ramai lancar, para anak muda yang juga sedang menikmati malam Minggu bersama pasangan mereka bersendau gurau diatas motor yang melaju pelan. tak jarang jika saling mendekatkan kepala kala tidak mendengar omongan yang dibicarakan.


"kita duduk disana saja bi" ajak Bayu pada bintang. menunjuk kursi paling ujung. agar kebersamaan mereka tidak terganggu dengan orang lain yang juga sedang berada ditaman itu.


"kenapa milih kursi ini sih bay? ini kan agak jauh dari orang-orang. kamu jangan macam-macam ya!" ancam bintang saat mereka sudah duduk.


"astaga bi, pikiran kamu ini negatif banget. aku milih kursi disini karena udah nggak ada kursi kosong lagi!" jelas Bayu.


bintang pun memperhatikan sekelilingnya, ternyata yang dikatakan Bayu benar tinggal kursi ini saja yang kosong.


"dari tadi kamu kayak nya banyak diam nya, nggak kayak biasanya." Bayu menatap bintang.


"kayak biasanya kok" elak bintang.


"nggak ada masalah kan bi? nggak ada yang ganggu kamu kan?" Bayu khawatir.


bintang menggeleng "apa nanti suatu saat orang tua mu bakal ngrestuin kita bay?" menatap laki laki di depan nya dengan tatapan sendu.


Bayu terdiam, dia sebenarnya juga ragu tapi hatinya mengatakan kalau dia harus memperjuangkan bintang.


"kita harus tetap berusaha bi, aku yakin kita bisa melewati ini semua." ucap Bayu meyakinkan bintang.


"tapi aku takut, kamu akan berubah pikiran dan ninggalin aku." bintang menunduk, air mata yang disembunyikan nya sejak tadi tidak bisa ia bendung lagi.


"hei.. aku nggak akan ninggalin kamu. pegang janji ku ini bi." ujar Bayu mengangkat dagu bintang lalu menghapus air mata dengan jarinya.


"kemari sayang" Bayu membawa bintang ke pelukan nya. mendekap nya erat,.


Bayu menatap mata bintang dalam, bintang pun juga menatap nya.


cup..


"kamu harus yakin dan percaya sama aku ya.." ujar nya setelah melepaskan ciuman nya pada bintang.


bintang mengangguk dan tersenyum.


"aku akan terus perjuangin kamu apapun yang terjadi bi. butuh waktu lama aku dapetin kamu jadi tidak semudah itu juga aku lepasin kamu. aku cinta sama kamu bi. aku nggak tahu akan seperti apa nanti tapi aku janji. aku janji akan menikahi mu dengan atau tanpa restu mama ku."


***


satu purnama telah terlewati, hubungan Bayu dan bintang menjadi semakin erat. kedua nya bersikeras untuk mempertahankan hubungan mereka apapun yang terjadi.


Bayu yang baru pulang lantas menghampiri mama nya saat dipanggil.


"besok ulang tahun mama, kamu boleh mengajak bintang untuk datang" ucap Bu sari tersenyum.


"beneran ma?" tanya Bayu antusias.


"iya beneran dong."


"mama sudah setuju aku sama bintang?"


Bu sari mengangguk. "terimakasih ma." Bayu memeluk mama nya.

__ADS_1


Risa yang melihat itu merasa aneh. apa yang membuat mama nya sekarang tiba-tiba menyetujui hubungan adiknya. tapi dengan segera dia menggeleng membuang pikiran negatif di dalam otaknya.


kalau itu benar adanya. ia pun ikut bahagia akhirnya usaha adiknya tidak sia-sia.


 


saat sedang duduk santai di depan rumah nya, bintang melihat mobil yang berhenti di depan rumah nya. matanya terus menatap sampai sang pemilik mobil keluar.


deg..


"Bayu" lirih nya. bintang segera menghampiri kekasih nya itu.


"kamu kenapa bawa mobil?" tanya nya saat sudah berada di hadapan sang kekasih.


"motor ku di bengkel bi, jadi aku terpaksa bawa mobil. nggak apa-apa kan?"


bintang menggeleng, sebenarnya dia merasa agak tidak nyaman.


"ayo" ajak Bayu.


"kemana?" tanya bintang Bingung.


"nanti kamu tahu sendiri, ganti baju sana gih." perintah Bayu dengan lembut.


bintang pun hanya menurut, dia bergegas masuk ke kamar nya berganti pakaian. meninggalkan Bayu dan ayah nya mengobrol di ruang tamu.


setelah beberapa menit bintang keluar dari kamar, menghampiri Bayu dan ayah nya.


mereka berdua berpamitan pada pak sofyan.


pak Sofyan hanya menatap putri nya dengan tatapan sendu. dia sudah tahu kisah antara bintang dan Bayu dari istrinya. dia tidak bisa memaksakan kehendak anak nya. dia hanya bisa berdoa semoga putri nya selalu bahagia.


mobil Bayu pun melaju menjauh dari rumah bintang..


.


.


"kamu pilih mana yang kamu suka" titah Bayu pada bintang setelah mereka masuk di toko baju ternama di sebuah mall.


Bintang menurut dan menghampiri deretan dress yang tertata rapi. netra nya tertarik dengan sebuah dress model Sabrina berwarna putih. tapi saat melihat harga yang tertera di dress itu membuat bintang tidak jadi memilih nya. dia melihat baju yang lain tapi lagi-lagi dia mundur saat melihat harga nya.


"sudah dapat wi?" tanya Bayu yang melihat bintang menghampirinya.


"nggak apa-apa pilih aja yang kamu suka bi. berapapun harga nya nggak masalah." Bayu mengambil dress yang tadi di pegang bintang pertama kali. "ini kamu suka?"


"ta..tapi itu mahal bay." ucap bintang jemari nya saling meremas. sebenarnya dia menyukai nya tapi dia tidak mau berubah jadi wanita matre karena sudah mengetahui status pacar nya.


"nggak usah pedulikan itu bi. ini .. kamu coba dulu gih." titah Bayu lalu memanggil pegawai toko itu untuk membantu bintang mencoba dress itu.


bintang akhir nya menurut, lalu mengikuti pegawai toko itu ke ruang ganti.


setelah beberapa saat bintang keluar , dia melihat Bayu yang sibuk dengan ponsel nya duduk di sofa ruang tunggu.


"bay.." panggil bintang.


"ya sa....yang" mata Bayu membulat, senyum di wajah tampan nya terkembang.


"cantik sekali.." lirih Bayu.


"apa bay, kamu ngomong apa?" tanya bintang saat samar samar mendengar ucapan Bayu yang sangat pelan.


"cantik banget bi." ucap Bayu lalu menghampiri bintang.


bintang tersenyum malu-malu. "oke kita pilih yang ini ya"


___


"sebenarnya kamu beli'in aku baju buat apa sih bay?. itu harga nya mahal banget. gaji aku dua bulan aja nggak cukup." ucap bintang sambil terus memakan es krim yang di belikan Bayu tadi.


"buat acara ulang tahun mama nanti malam. kamu datang ya." ujar Bayu sambil mengusap sudut bibir bintang yang terdapat sisa es krim menempel.


bintang terkejut, matanya membulat menatap Bayu. "mama kamu kan nggak suka sama aku. kenapa mau undang aku?"


"mama sudah setuju kok. kemarin mama sendiri yang minta aku buat ajak kamu." Bayu tersenyum.


bintang mengangguk, dia merasa lega tapi juga merasa aneh. sudah sebulan ini dia di minta untuk menjauhi Bayu tapi kenapa tiba-tiba sekarang Bu sari menyetujui.


"mungkin Tuhan sudah merubah pandangan mama Bayu terhadap ku"


saat di perjalanan pulang di dalam mobil bintang terus saja menatap Bayu.

__ADS_1


"apa aku bisa mengimbangi kamu bay?"


Bayu yang merasa di tatap bintang pun tersenyum. "aku ganteng ya Bi?"


"iya." Bayu tergelak mendengar jawaban polos bintang. bintang yang baru sadar atas jawaban nya sendiri pun tampak malu. memukul pelan lengan Bayu yang sedang menyetir.


"kamu ih, Suka banget godain aku. lagian kamu kan pacar aku. wajar dong kalau aku bilang ganteng."


mendengar perkataan bintang membuat Bayu langsung meminggirkan mobil nya.


"kamu mau apa? jangan macam-macam bay ini di mobil!" pekik bintang saat melihat Bayu mendekatkan wajah nya. nafas bintang memburu melihat Bayu semakin mendekati nya.


Bayu menghentikan aksinya kala mendengar dering telfon dari hp nya.


"ya halo ada apa pa?" tanya Bayu saat sang penelepon ternyata papa nya. "oke Bayu akan pulang sekarang." ucap nya lalu memutuskan panggilan.


"ada apa?" tanya bintang


"papa menyuruh ku pulang sekarang. ada kejutan katanya" Bayu menggeleng gelengkan kepalanya. papa nya selalu seperti itu tidak mau berterus terang malah membuat nya penasaran kejutan apa yang di maksud.


"aku turun disini aja, kamu langsung pulang sepetinya itu urusan penting. rumah kamu kan berlawanan arah sama rumah ku."


"bi kamu pikir aku ini pacar yang jahat apa sampai nurunin pacarnya ditengah jalan.?" Bayu menggeleng heran dengan sikap bintang. dia tidak mau di cap sebagai pacar tidak bertanggung jawab oleh ayah nya.


"ya nggak gitu. siapa tahu itu urusan penting. ayah pasti bisa ngerti kok." tukas bintang mencoba memberi pengertian.


"nggak. kamu duduk aja yang tenang. aku anterin kamu pulang dulu baru aku pulang. papa ku emang gitu suka bikin orang penasaran." tukas Bayu.


bintang pun menurut kalau Bayu sudah berkata begitu.


***


sesampai nya di rumah, Bayu menghampiri papa nya yang duduk di sofa ruang tamu. nampak tengah mengobrol dengan seorang lelaki. tapi dari arah pintu Bayu belum bisa melihat wajah laki laki itu karena posisinya membelakangi nya.


"ada apa pa?" tanya Bayu sambil berjalan menghampiri papa nya.


laki laki itu menoleh ke arah suara yang sangat di kenal nya.


"Toni!" pekik Bayu senang saat melihat sepupu yang ia anggap sebagai sahabat sendiri ternyata adalah kejutan yang di maksud papanya.


mereka berdua pun berpelukan melepas rindu. karena Toni kuliah di luar negri selama tiga tahun.


"apa kabar bay?" tanya toni.


"baik, Lo kapan balik ke sini ? nggak bilang-bilang lagi." one Bayu.


"ya gimana om Hardi yang maksa gue pulang buat jadi sekertaris Lo." ujar Toni santai, melirik pak Hardi yang tengah asik bermain ponsel nya.


"sekertaris?" Bayu menoleh pada papanya. pak Hardi yang merasa ditatap Bayu pun menaruh hp dibatas meja. dia tersenyum melihat Bayu yang bingung dan butuh jawaban.


"iya, Minggu depan kamu mulai menggantikan papa. kamu sudah cukup siap untuk menggantikan papa mu ini bay." ucap pak Hardi santai. "kamu kan sudah mempelajari semua tentang perusahaan selama ini. kapan lagi kalau bukan sekarang kan."


"Bayu tahu, tapi Bayu kan belum mengundurkan diri dari kerjaan Bayu sekarang pa!" gerutu Bayu merasa keputusan papa nya terlalu cepat.


"ya tinggal mengundurkan diri saja apa susah nya. apa perlu papa telfon om Cakra?" tawar pak Hardi.


"tidak perlu. Bayu bisa sendiri." tolak Bayu.


"ya sudah kalau begitu. anggap saja ini semua untuk membalas usaha papa yang membujuk mama mu untuk merestui hubungan mu dengan bintang."


deg..


"jadi papa yang sudah bujuk mama?" tanya Bayu penasaran. pantas saja mama nya tiba tiba merestui nya.


pak Hardi mengangguk, lalu berdiri dari duduknya menuju ruang kerja nya. meninggalkan Bayu dan Toni yang sedang melepas rindu.


"Lo kerja apa emang nya bay? bintang itu siapa? pacar Lo?" cerocos Roni penasaran.


"SPG di mall nya om Cakra."


Toni tergelak " hahaha jadi Lo lakuin beneran saran gue."


Bayu mengangguk " karena saran Lo, gue ketemu bintang pacar gue."


Toni yang melihat sorot mata Bayu pun mengerti seberapa penting nya bintang buat Bayu. dia bahagia akhirnya Bayu berhasil mendapatkan pujaan hati nya yang dia kejar dalam diam beberapa tahun yang lalu


.


.


.

__ADS_1


terimakasih, mohon kritik dan saran nya ya..


__ADS_2