Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 11, pertengkaran di meja makan


__ADS_3

Bayu dan bintang sudah berada di cafe. duduk berhadapan menikmati makanan yang mereka pesan. pandangan mereka berdua teralihkan pada meja sebelah nya. terlihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar sepertinya.


"maaf ya aku telat, aku nganterin ibu dulu tadi." jelas laki laki itu yang terus memegangi tangan sang perempuan yang terlihat emosi.


"kamu udah berani bohong ya sama aku?" teriak perempuan itu menepis tangan laki laki itu dengan kasar.


pengunjung yang berada di cafe itu sempat terganggu tapi kemudian mengacuhkan dan kembali menikmati makanan didepan nya. tidak mau ikut campur masalah orang lain.


"aku tadi kerumah kamu, tapi ibu kamu ada di rumah tuh. terus dia bilang kalau kamu nganterin cewe!" tukas sang perempuan dengan emosi yang menggebu-gebu. "kamu nganterin mantan kamu kan?"


"nggak. aku bisa jelasin sama kamu." ucap sang laki laki mencoba menenangkan.


"mulai sekarang kita putus. aku nggak suka ya dibohongin kayak gini. kalau belum selesai dengan masa lalu mu, jangan dulu main perasaan sama orang lain! dasar bre'ngsek!!" wanita itu langsung melangkah pergi. terlihat sang laki laki mengejar nya.


"itu kenapa sih mereka? drama amat berantem nya." ucap Bayu sambil terkekeh.


"aku juga ngerti lah perasaan cewe nya." ujar bintang masih fokus menikmati makanan didepannya.


"kenapa?" tanya Bayu menatap bintang.


bintang pun menghentikan makan nya. balik menatap Bayu.


"ya aku kalau jadi dia juga bakalan marah banget kalau di bohongin." jawab nya dengan santai meneruskan memasukan kentang goreng kedalam mulutnya.


"aku tuh pernah baca dimana gitu. ada quotes isinya gini. kalau kebohongan sudah menjadi kebiasaan maka kejujuran tidak lagi memberi rasa nyaman." imbuhnya.


Deg...


Bayu terdiam Menundukkan kepalanya, menatap nanar makanan di depan nya itu. kata kata bintang tepat menusuk jantung nya.


sedangkan bintang memicingkan mata menatap Bayu yang tiba tiba berubah ekspresi.


"kok diam? Hem... jangan jangan kamu juga punya rahasia dari aku ya? bohong juga kayak cowo tadi."


"nggak! aku nggak selingkuh!" tukas Bayu gelagapan.


"eh siapa yang bilang selingkuh?" menatap tidak beres pada Bayu.


"awas ya, kalau kamu berani selingkuh. aku bejek-bejek kayak gini" tangan bintang menusuk nusuk makanan didepan nya dengan garpu lalu melahap nya.


"iya iya, ya udah sih. kamu makannya jadi belepotan gini jadinya kan" ucap Bayu sambil mengusap saos disudut bibir bintang.


 


malam semakin larut, mesin penunjuk waktu yang terpasang di dinding sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam. Bayu masih terjaga didalam kamarnya. kata kata bintang tadi berputar-putar memenuhi kepalanya.


"gimana caranya jujur sama bintang ya? apa dia bakal marah kalau selama ini aku bohongin dia?" gumam Bayu, jemari tangan nya memijit pelipis nya sendiri. rasa pusing tiba-tiba datang menyergapnya. Bayu melompat dari tempat tidur, berjalan mondar-mandir kesana kemari.


"apa mama bakal ngrestuin hubungan kita?" gumam nya lagi. "Akh....!" Bayu meremas rambutnya frustasi.


***


pagi hari di kediaman permadana. penghuni rumah tampak sedang menikmati sarapan mereka.


"bay, kapan kamu akan berhenti dari pekerjaan mu itu?. sudah cukup main mainnya." ucap mama Bayu memecah keheningan. " kamu sudah waktunya kuliah diluar negri. kelak kamu adalah penerus perusahaan papamu." imbuhnya.


"nanti ya ma. Bayu masih belum ingin." ucap Bayu santai masih meneruskan sarapan nya.


"mau sampai kapan?. kamu tidak bisa seperti ini terus. ayolah turuti permintaan mama kali ini." rengek Bu sari.

__ADS_1


Bayu mengentikan makannya. melepas sendok dan garpu yang ada di tangan nya, menaruh ke atas meja dengan kasar lalu mendongak menatap tajam pada mamanya.


" memang kapan Bayu pernah tidak menuruti keinginan mama!?" tanya nya dingin.


pak Hardi hanya memperhatikan istri dan anak nya yang sedang berdebat. melirik nya satu persatu.


"ini masih pagi..kenapa kalian sudah membuat keributan seperti ini?" tegas pak Hardi.


"papa tidak akan terlalu memaksa mu Bayu. tapi perlu papa ingatkan cepat atau lambat kamu akan meneruskan perusahaan papa. jadi mulai lah bersiap dari sekarang. mau kuliah di luar atau dalam negri papa tidak mempermasalahkan." ucapnya menatap putranya.


"pa!" panggil Bu sari pada suaminya.


pak Hardi menaruh telunjuknya di depan bibir. menyuruh istrinya untuk diam.


"kamu tidak lelah berdebat dengan putra mu ma? jangan terlalu mengaturnya. dia sudah dewasa. sudah tahu apa yang terbaik untuk hidup nya sendiri."


"lanjut kan sarapan kalian!" titah pak Hardi.


sedangkan Risa kakak Bayu hanya mengamati tidka mau ikut campur. dia akan bertanya pada adiknya sendiri nanti.


suasana dimeja makan menjadi hening. hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.


.


.


tok tok tok


terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar nya, Bayu bergegas ke arah pintu membuka nya.


"sudah pulang ternyata." ucap Risa tersenyum.


"boleh kakak masuk?" yang punya kamar belum menjawab tapi sudah nyelonong masuk dan duduk di kursi dekat jendela.


Bayu pun menghampiri kakaknya. sudah kebiasaan Risa jika masuk kamarnya pasti memilih duduk di dekat jendela. perempuan muda yang tubuhnya sedang melawan penyakit mematikan itu memandangi setiap sudut kamar sang adik. tatapan nya tertuju pada sebuah foto yang ada di samping nya.


"ini pacar mu?" tunjuknya.


"ya." jawab Bayu singkat. dia khawatir Risa akan memberitahu Mama nya tentang hubungan nya.


"jadi mama benar, kalau kamu masih menolak untuk berhenti bekerja karena ada wanita yang kamu sukai." Risa masih memandangi foto gadis yang ada di foto. wajah yang tersenyum ceria di rangkulan adiknya.


deg..


Bayu tersentak, dia langsung merebut foto itu dari tangan kakak nya. menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.


"sejak kapan?" tanya Bayu dingin. menatap datar kakak nya yang malah tersenyum dengan santai nya.


"apanya?" tanya Risa pura pura tidak tahu.


"sejak kapan mama mengetahui aku punya pacar.?" Bayu duduk ditepi ranjangnya. mendesah frustasi. wajah nya sudah terlihat panik saat ini.


" baru baru ini. mama menyuruh ku membujuk kamu agar kamu mau memutuskan hubungan mu itu."


"apa!" Bayu berdiri dan langsung menghampiri kakak nya. " kak aku mencintai nya. aku tidak mau putus dengan nya." ucap Bayu dengan sorot mata memohon.


Risa yang melihat wajah memohon adiknya tergelak dengan keras.


"sejak kapan kamu belajar memelas seperti ini?. apa benar kamu itu adik ku. biasanya adik ku tidak akan takut dengan apapun. kenapa sekarang memelas dan memohon sampai seperti ini?" mengusap kepala adiknya lembut menyalurkan kasih sayang.

__ADS_1


"hebat sekali dia, berhasil mendapatkan cinta adiku. siapa namanya?"


"bintang.. bintang arunika." jawab Bayu tersenyum, wajah ceria kekasihnya melintas di pikiran nya.


"nama yang cantik. tapi apakah takdirnya nanti secantik namanya."


"kak..." protes Bayu.


ris tergelak lagi. "aku hanya becanda, astaga kamu ini sensitif sekali."


"aku saja belum memberitahu bintang tentang statusku. tapi malah mama sudah mengetahui lebih dulu. bagaimana ini kak?" memandang wajah kakak nya meminta saran. wanita yang duduk dihadapan nya itu sedang terlihat berfikir.


"dia pasti senang kalau mengetahui ternyata kamu anak orang kaya. putra bungsu pemilik perusahaan HPD grup. yang sebentar lagi mengambil alih jabatan CEO disana."


"tapi bintang ku bukan wanita seperti itu kak. dia tidak pernah memandang seberapa materi yang ku punya. selama hampir dua tahun ini dia tidak pernah mengeluh jika aku ajak makan dipinggir jalan, di cafe hanya sesekali saja. kadang malah dia yang bayar." jelas Bayu pada kakaknya.


"kamu pasti bangga sekali memilikinya kan?" dia tahu, adiknya pasti tidak main main dengan pacar nya. terlihat dari caranya menceritakan tentang pacarnya. membanggakan nya.


risa terlihat ragu akan memberitahu satu hal lagi yang disampaikan mamanya tadi padanya.


menoleh pada adiknya yang kini juga menatap nya. dia tidak tega, dia bingung.


"sebaik nya kamu cepat katakan dirimu yang sebenarnya padanya. jangan sampai dia tahu kebenarannya dari orang lain." menepuk bahu sang adik. itu bukan tepukan menyemangati tapi memperingatkan.


"sebelum mama akan menjodohkan mu dengan Vera sepulang nya dari luar negri."


deg..


tanpa pikir panjang. Bayu bergegas menyambar jaket dan kunci motor nya. dia akan menemui bintang sekarang. apapun resiko nya. dia akan jujur padanya.


Risa yang berdiri dari tempat duduk nya hanya memandang nanar punggung sang adik yang menghilang dibalik pintu. dia menghela nafas kasar dan keluar dari kamar adiknya menuju kamar mama nya.


"ada apa ris?, apa kamu merasa ada yang sakit ditubuhmu?" tanya Bu sari menatap putri sulung nya itu dengan khawatir.


"tidak ada ma. aku mau bicara soal Bayu." ucap Risa yang mendudukan diri di sisi ranjang sang mama.


"apa Bayu sudah setuju dengan permintaan mama?" tanya Bu sari antusias. ikut duduk disamping putrinya. wajah tersenyum penuh harap itu tercetak jelas. dia yakin Bayu tidak akan menolak jika Risa yang meminta. putranya itu memang lebih dekat dengan kakak nya dibandingkan dirinya.


"apa mama serius dengan rencana mama yang akan menjodohkan Bayu dengan Vera?" Risa menatap wajah mamanya was was.


"sangat yakin. lagipula Bayu dan Vera itu sudah berteman dekat sejak kuliah. pasti mereka ada rasa suka kan." Bu sari sangat yakin dengan itu. tapi dibalik itu sebenarnya dia menginginkan Vera menjadi menantu nya karena dia anak dari kolega suami nya. yang pasti sudah sangat jelas bibit bobot bebet nya. bisa dia pamerkan pada teman teman sosialitanya.


"tapi Risa tidak melihat itu dalam diri Bayu. Bayu tidak mencintai Vera ma. dia mencintai pacarnya." tukas Risa mencoba membujuk mamanya. sebagai kakak dia pasti akan mendukung apapun yang membuat adiknya bahagia.


"Risa melihat cinta yang sangat besar untuk wanita itu dalam mata Bayu. Risa yakin Bayu tidak akan sembarangan memilih kekasih untuk hidup nya ma." imbuhnya.


"cukup! mama tidak peduli dengan wanita itu. sebaik apapun hatinya. tapi dia dari keluarga miskin. mau ditaruh dimana muka mama kalau punya menantu seperti dia?." ucap Bu sari dengan lantang.


"mama akan lakukan apapun untuk membuat Bayu berpisah dengan wanita itu!" Bu sari meraih hp nya terlihat sednag menelfon seseorang.


Risa yang melihat sikap mama nya hanya menghela kasar. dia tahu pasti mama nya tidak akan menyerah.


"Alex cari tahu semua tentang wanita yang bernama bintang arunika. wanita yang saat ini dekat dengan putraku!"


.


.


.

__ADS_1


trmksh


__ADS_2