Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 47.insecure


__ADS_3

"Aku cemburu karena dia menargetkan mu menjadi suami keduanya. kali ini aku tidak sedang cemburu buta sayang!. cemburu ku ini beralasan. aku melihat Dengan jelas bagaimana dia berusaha menggoda mu tadi!" sungut bintang, wajah ibu hamil itu memerah menahan amarah.


"iya aku tahu, tapi bukankah lebih penting respon ku terhadap nya. aku sama sekali tidak tergoda sayang, tolong percaya padaku. aku menerimanya karena kinerja nya yang bagus bukan hal lain seperti yang sedang kamu fikirkan itu!" entah kenapa Bayu tersulut emosi, pekerjaan menumpuk yang belum ia sentuh sama sekali menunggu nya. tapi istrinya membuat drama yang membuat kepala nya pusing.


"itu sekarang, kalau nanti? saat kalian sering bersama dikantor apa kamu yakin tidak akan tergoda? sama seperti dulu?" bintang tersenyum sinis.


"kamu tidak percaya padaku?" tanya Bayu dengan suara dingin. di ingatkan kejadian dulu membuat pria itu terpancing.


"tidak! karena kamu telah berbohong padaku jadi tidak salah kan kalau aku tidak percaya padamu?. pokoknya aku mau kamu pecat dia!" tegas bintang. "aku tidak mau kejadian dulu kembali terulang, bisa saja kan kamu terkecoh dengan bisa yang keluar dari bibir cantik janda anak satu itu!"


"baik! aku akan memecat nya. tapi konsekuensi nya kamu harus mencarikan ku sekertaris baru yang kinerja nya sesuai dengan kriteria yang aku butuhkan. apa kamu bisa?" tantang Bayu, pria itu kembali berdiri dan melepas jas nya. melemparkan dengan kasar ke atas sofa tak jauh dari meja kerja nya. ia lelah mendengar semua protes yang dilayangkan istrinya.


"Tidak bisa kan? kamu tidak akan mengerti tentang sekertaris atau pekerjaan ku. jadi aku mohon, jangan ikut campur tentang hal yang tidak bisa kamu lakukan. buang jauh-jauh cemburu buta mu itu! cukup diam dirumah dan fokus pada kehamilan mu!" imbuh Bayu, tanpa menyadari raut wajah bintang yang sudah mulai berubah mendung.


mengepalkan tangan dengan erat, hati bintang sakit saat kekurangan nya di beberkan sang suami. dari yang tadinya hanya insecure Masalah fisik sekarang merambat pada hal yang tidak ia miliki yaitu pendidikan tinggi.


"dari awal kamu tahu sendiri kan aku memang tidak paham dengan urusan kantor, aku yang lulusan SMA ini hanya tahu soal harga barang di swalayan. dulu kamu tidak pernah mempermasalahkan, dan sekarang kenapa kamu mengungkitnya?" bintang mendongak menatap sang suami.


"cukup! jangan merembet kemana-mana bee!" Bayu menyuruh bintang untuk berhenti berbicara.


"kenapa? apa kamu baru menyesal sekarang mempunyai istri bodoh seperti ku?. setelah melihat mira yang tak hanya cantik tapi juga pintar?" bintang tersenyum getir.


"diam!" sentak Bayu, suara nya menggelegar diseluruh ruangan. jika saja ruangan nya tidak kedap suara, bisa dipastikan teriakan nya akan terdengar dari luar.


bintang yang terkejut dengan bentakan Bayu kini tidak bisa menahan air matanya. dengan hati yang sakit, bintang keluar dari ruangan Bayu.

__ADS_1


bintang mengabaikan sapaan Mira saat melewati meja wanita yang membuat nya bertengkar dengan Bayu. saat di depan lift, bintang menoleh ke arah ruangan Bayu. hatinya merasa terpukul kembali saat Bayu tidak mengejar nya.


"Aku tahu aku memang tidak berpendidikan tinggi, kamu juga tahu pasti itu dan tetap keukeh untuk menikahi ku. tapi kenapa sekarang kamu mengungkit nya? hatiku sakit Bayu."


bunyi pintu lift yang terbuka membuyarkan lamunan bintang, dengan cepat menghapus air matanya saat melihat orang yang keluar dari dalam lift adalah Andi.


"pagi nyonya." sapa Andi ramah, tatapan nya fokus pada jejak basah di pipi sang nyonya.


bintang hanya mengangguk dan masuk kedalam lift saat Andi sudah keluar.


***


"tidak mengantar nyonya sampai bawah bos?" tanya Andi pada Bayu yang sudah sibuk dengan tumpukan berkas di meja nya.


"saya tidak sengaja berpas-pasan saat di lift tadi. emm seperti nya sedang ada masalah, nyonya terlihat sedih tadi."


"kau tahu An, bintang menyuruhku memecat Mira yang baru saja bekerja. padahal aku sedikit lega karena terbantu oleh kinerja nya yang luar biasa." Bayu tanpa ragu curhat dengan Andi yang sudah seperti sahabat nya.


"nyonya tidak akan sembarangan meminta Mira dipecat kalau tidak ada alasan, apa ada sesuatu yang terjadi sebelum aku kesini?" Andi mendudukan dirinya dikursi, ia sudah berubah menjadi mode pendengar yang baik untuk bos nya.


"alasan nya hanya karena dia cemburu." akhirnya Bayu menceritakan soal interview dadakan tadi pada Andi.


"wajar saja kalau nyonya cemburu bos, wanita mana yang tidak marah kalau melihat wanita lain yang terang-terangan mengibarkan bendera perang terhadap nya. apalagi yang mau direbut adalah suami nya. orang sesabar nyonya bisa saja berubah menjadi panda yang galak mengingat dulu anda pernah melakukan hal yang sama." Andi tergelak pelan.


"kau mau ku pukul an!" ancam Bayu menatap tajam sang asisten.

__ADS_1


"ti-tidak bos!." Andi menutup mulutnya rapat-rapat.


sedangkan Bayu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil menengadah ke atas.


"wanita hamil memang sensitif bos, masalah kecil akan dia perbesar. hormon wanita hamil sedang tidak stabil itu membuat nya mudah marah dan tersinggung. apalagi menyangkut wanita lain yang mau merebut suaminya." Andi mencoba menjelaskan.


Bayu membenarkan posisi duduk nya, ucapan Andi ada benar nya. tapi entah kenapa Bayu memilih mempertahankan ego nya. mungkin karena pekerjaan nya menumpuk.


***


pukul 21:15 malam Bayu baru sampai apartemen nya dengan wajah lelah. menaruh asal tas nya pada sofa ruang tamu, pria itu melihat sang istri yang belum tidur dan sedang menonton tv.


ingin rasanya menghampiri bintang, tapi karena rasa lelah dan malas berdebat membuat Bayu melenggang masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dari peluh yang melekat di tubuh.


sempat melirik saat suaminya masuk kedalam apartemen, bintang memilih mengabaikan dan kembali menonton tv. dia juga mengabaikan saat sang suami tidak menghampiri nya dan memilih langsung masuk ke dalam kamar. walaupun hatinya kecewa, tapi bintang juga belum bisa melupakan perkataan Bayu tadi pagi.


berendam dalam air hangat yang diberi aroma terapi selama 15 menit membuat tubuh Bayu merasa lebih segar. memakai celana pendek dan kaos polos Bayu menatap ranjang yang kosong. tapi mengingat dirinya masih bertengkar membuat bayu tidak peduli dan langsung merebahkan tubuh di atas tempat tidur dan beberapa menit kemudian pria itu terlelap.


sedangkan bintang yang masih berada di ruang tv tampak beberapa kali menguap dengan mata yang tampak mengantuk. memilih mematikan tv dan berjalan menuju kamar, tapi saat berada di depan pintu kamar nya bintang baru tersadar kalau dia sedang bertengkar dengan Bayu.


ibu hamil itu memilih masuk ke kamar lain daripada masuk ke dalam kamar nya.


tengah malam bintang terbangun saat merasa haus, meneguk satu gelas air putih di atas meja kecil mata bintang entah kenapa menjadi terang dan rasa kantuk hilang.


memijat pelan pinggang nya yang sudah merasa pegal di usia kehamilan 17 Minggu, wanita hamil itu tak sadar meneteskan air mata. biasanya Bayu lah yang memijat pinggang nya setiap malam tapi malam ini ia harus memijat sendiri karena masih pernah dingin dengan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2