Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 14, bertemu mama Bayu.


__ADS_3

"gue bisa nebak nih, kalau muka Lo ini menandakan lagi bahagia, berbunga-bunga, serasa terbang ke langit ke tujuh ya kan?" goda Amel pada bintang yang malah cengengesan.


"mati dong, terbang ke langit ke tujuh!" bintang menggelengkan kepala.


"ya nggak gitu juga. gimana nih ja..." ucapan Amel terputus saat salah satu teman kerja mereka menghampiri. mereka pun menoleh ternyata Roni yang sedang memanggil tadi.


"bi,, dipanggil pak Roy ke ruangan nya!" ucap Roni saat sudah berada di depan bintang.


"ada apa emang nya?" tanya Amel pada Roni. Roni pun hanya mengangkat bahu yang berarti tidak tahu.


"emang Lo bikin salah apa bi?" tanya Roni.


"perasaan gue nggak bikin salah apa-apa deh Ron" jawab bintang yang juga tengah bingung sekarang. mengingat apa dia telah membuat kesalahan. tapi sepertinya tidak ada.


"sudah cepat kesana. nggak usah takut kalau nggak bikin salah." ucap Roni.


bintang pun bergegas pergi ke ruangan pak Roy atasan nya. saat sampai di depan pintu ruangan manager, bintang mengetuk pelan. terdengar sahutan dari dalam yang mempersilahkan nya masuk.


"permisi pak apa bapak memangil saya?" tanya bintang sopan, dilihat nya sekilas wanita yang duduk di sofa. wanita yang terlihat anggun walaupun sudah berumur. sepertinya bukan orang biasa.


bintang berdiri didepan meja kerja atasan nya, mendengar apa yang nanti akan di sampaikan padanya.


"apa saya membuat kesalahan pak?" tanya bintang lagi.


"tidak bintang. silahkan nyonya sari ingin bertemu dengan mu." ucap pak Roy, tangan nya menunjuk wanita yang duduk di sofa.


"saya tinggal dulu, silahkan mengobrol senyaman anda nyonya." pamit pak Roy berlalu keluar dari ruangan nya.


bintang semakin bingung sekarang, manager yang memanggilnya malah meninggalkan nya sendiri bersama orang yang sama sekali tidak di kenal nya. masih berdiri di depan meja menatap wanita yang dengan anggun nya duduk di sofa dengan tatapan menelisik nya.


"kemari, duduk disini. tidak usah takut." titah wanita itu tersenyum.


"ini yang namanya bintang arunika?" tanya Bu sari pada bintang setelah bintang duduk di sofa depannya.


"iya nyonya." jawab bintang sopan. dia memanggil nya nyonya karena mengikuti manager nya tadi.


"saya Sari permadana, mama Bayu." Bu sari memperkenalkan diri.


deg..


bagai tersambar petir di siang bolong, bintang panik. secepat ini dia bertemu calon mertua nya.


Bu sari menyerah kan amplop coklat yang terlihat tebal ke arah bintang. menggesernya.


"apa ini nyonya?" bingung.


"buka saja." ujar Bu sari santai.


bintang pun membuka amplop itu dengan tangan gemetar.


"itu yang kamu inginkan dari anak saya kan. terima lah lalu tinggalkan Bayu!" tegas Bu sari saat bintang sudah membuka amplop itu.


bintang menggeser amplop itu dengan berani ke hadapan Bu sari yang terus memperhatikan apa yang di lakukan nya.


"maaf nyonya. saya mencintai putra anda karena saya tulus mencintai nya." tolak bintang.


"berapa uang yang kamu minta? saya akan mengabulkannya. Lima puluh juta , seratus juta?" ujar Bu sari yang berfikir kalau uang yang di tawarkan pada bintang kurang.


"maaf. saya tidak tertarik dengan berapapun uang yang anda tawarkan." tegas bintang. dia sudah pernah mengalami ini sebelum nya. tapi kali ini dia merasa sangat di rendahkan harus menukar perasaan nya dengan uang.


"sombong sekali kamu. gaji mu satu tahun bekerja di sini saja tidak akan bisa sebesar itu!" ujar Bu sari lantang. mulai terbawa emosi.


bintang berdiri dari duduknya. " kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi. saya pamit pergi. pekerjaan saya masih banyak." pamit bintang sopan membungkukan badan lalu beranjak pergi.


bintang menghentikan langkah nya saat tangan nya sudah memegang handle pintu.


"tinggalkan Bayu kalau kamu tidak mau mendapat masalah!" ancam Bu sari yang sudah meradang.

__ADS_1


tanpa menoleh ke arah lawan bicara nya bintang pun menjawab " selama Bayu masih memperjuangkan saya. saya juga tetap akan bertahan di sisinya."


"KAMU!" teriak Bu sari yang berjalan menghampiri bintang. memegang erat lengan nya. bintang pun menoleh.


"jangan macam-macam sama saya. saya akan berbuat apapun untuk memisahkan kalian. jadi sebelum saya bertindak. tinggalkan Bayu mulai sekarang!"


dengan berani bintang menatap Bu sari dengan tajam " silahkan minta Bayu meninggalkan saya. jika nyonya berhasil, saya akan meninggalkan nya." ucap bintang yang langsung menghempaskan tangan Bu sari. lalu beranjak pergi dari ruangan itu.


"sialan, wanita itu keras kepala sekali. awas saja kamu!"


.


.


"kamu baik-baik saja bi?" tanya Bayu saat melihat bintang yang hanya bengong mengacak-acak makanan didepan nya.


"sayang.." panggil Bayu lagi saat bintang masih belum menjawab pertanyaan nya.


"hmm.. akh iya gimana bay?" jawab bintang baru tersadar dari tadi dia mengabaikan nya.


"kamu baik-baik saja?" menelisik wanita didepan nya "kamu lagi banyak pikiran ya?"


"nggak kok. aku nggak apa-apa." jawab bintang tersenyum.


Bayu mengangguk, lalu mereka melanjutkan makan nya lagi.


"habis ini mau kemana lagi nih?" tanya Bayu pada bintang saat sudah berada disamping motor nya. mereka berdua habis makan sate ayam langganan mereka. bau sate ayam dibakar masih menyeruak masuk ke hidung.


"apa suatu saat kita bisa makan disini lagi berdua bay?. apa nanti kamu akan tetap memperjuangkan ku. aku merasa hubungan kita akan lebih berat kedepan nya."


Bayu menoleh pada bintang yang netra nya masih terus saja menatap bapak-bapak yang sedang membakar sate.


"kamu mau lagi Bi?" tanya Bayu.


"nggak. aku sudah kenyang hehe" jawab bintang "kita ke taman yuk.."


"kamu jangan lihatin aku kayak gitu. Malu tahu." ucap bintang tersenyum malu-malu.


Bayu tersenyum dan langsung meminta bintang naik ke motor nya. melajukan nya pelan.


bulan sabit dan bintang yang bertaburan di langit seakan menghiasi malam Minggu mereka. membuat suasana menjadi lebih hangat. jalan terpantau ramai lancar, para anak muda yang juga sedang menikmati malam Minggu bersama pasangan mereka bersendau gurau diatas motor yang melaju pelan. tak jarang jika saling mendekatkan kepala kala tidak mendengar omongan yang dibicarakan.


"kita duduk disana saja bi" ajak Bayu pada bintang. menunjuk kursi paling ujung. agar kebersamaan mereka tidak terganggu dengan orang lain yang juga sedang berada ditaman itu.


"kenapa milih kursi ini sih bay? ini kan agak jauh dari orang-orang. kamu jangan macam-macam ya!" ancam bintang saat mereka sudah duduk.


"astaga bi, pikiran kamu ini negatif banget. aku milih kursi disini karena udah nggak ada kursi kosong lagi!" jelas Bayu.


bintang pun memperhatikan sekelilingnya, ternyata yang dikatakan Bayu benar tinggal kursi ini saja yang kosong.


"dari tadi kamu kayak nya banyak diam nya, nggak kayak biasanya." Bayu menatap bintang.


"kayak biasanya kok" elak bintang.


"nggak ada masalah kan bi? nggak ada yang ganggu kamu kan?" Bayu khawatir.


bintang menggeleng "apa nanti suatu saat orang tua mu bakal ngrestuin kita bay?" menatap laki laki di depan nya dengan tatapan sendu.


Bayu terdiam, dia sebenarnya juga ragu tapi hatinya mengatakan kalau dia harus memperjuangkan bintang.


"kita harus tetap berusaha bi, aku yakin kita bisa melewati ini semua." ucap Bayu meyakinkan bintang.


"tapi aku takut, kamu akan berubah pikiran dan ninggalin aku." bintang menunduk, air mata yang disembunyikan nya sejak tadi tidak bisa ia bendung lagi.


"hei.. aku nggak akan ninggalin kamu. pegang janji ku ini bi." ujar Bayu mengangkat dagu bintang lalu menghapus air mata dengan jarinya.


"kemari sayang" Bayu membawa bintang ke pelukan nya. mendekap nya erat,.

__ADS_1


Bayu menatap mata bintang dalam, bintang pun juga menatap nya.


cup..


"kamu harus yakin dan percaya sama aku ya.." ujar nya setelah melepaskan ciuman nya pada bintang.


bintang mengangguk dan tersenyum.


"aku akan terus perjuangin kamu apapun yang terjadi bi. butuh waktu lama aku dapetin kamu jadi tidak semudah itu juga aku lepasin kamu. aku cinta sama kamu bi. aku nggak tahu akan seperti apa nanti tapi aku janji. aku janji akan menikahi mu dengan atau tanpa restu mama ku."


***


satu purnama telah terlewati, hubungan Bayu dan bintang menjadi semakin erat. kedua nya bersikeras untuk mempertahankan hubungan mereka apapun yang terjadi.


Bayu yang baru pulang lantas menghampiri mama nya saat dipanggil.


"besok ulang tahun mama, kamu boleh mengajak bintang untuk datang" ucap Bu sari tersenyum.


"beneran ma?" tanya Bayu antusias.


"iya beneran dong."


"mama sudah setuju aku sama bintang?"


Bu sari mengangguk. "terimakasih ma." Bayu memeluk mama nya.


Risa yang melihat itu merasa aneh. apa yang membuat mama nya sekarang tiba-tiba menyetujui hubungan adiknya. tapi dengan segera dia menggeleng membuang pikiran negatif di dalam otaknya.


kalau itu benar adanya. ia pun ikut bahagia akhirnya usaha adiknya tidak sia-sia.


 


saat sedang duduk santai di depan rumah nya, bintang melihat mobil yang berhenti di depan rumah nya. matanya terus menatap sampai sang pemilik mobil keluar.


deg..


"Bayu" lirih nya. bintang segera menghampiri kekasih nya itu.


"kamu kenapa bawa mobil?" tanya nya saat sudah berada di hadapan sang kekasih.


"motor ku di bengkel bi, jadi aku terpaksa bawa mobil. nggak apa-apa kan?"


bintang menggeleng, sebenarnya dia merasa agak tidak nyaman.


"ayo" ajak Bayu.


"kemana?" tanya bintang Bingung.


"nanti kamu tahu sendiri, ganti baju sana gih." perintah Bayu dengan lembut.


bintang pun hanya menurut, dia bergegas masuk ke kamar nya berganti pakaian. meninggalkan Bayu dan ayah nya mengobrol di ruang tamu.


setelah beberapa menit bintang keluar dari kamar, menghampiri Bayu dan ayah nya.


mereka berdua berpamitan pada pak sofyan.


pak Sofyan hanya menatap putri nya dengan tatapan sendu. dia sudah tahu kisah antara bintang dan Bayu dari istrinya. dia tidak bisa memaksakan kehendak anak nya. dia hanya bisa berdoa semoga putri nya selalu bahagia.


mobil Bayu pun melaju menjauh dari rumah bintang..


.


.


.


.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2