Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 17, dipermalukan


__ADS_3

Bintang yang sudah siap sejak tadi tengah menunggu Bayu menjemput nya.


dia merasa gugup, ini pertama kali nya ia akan datang ke rumah Bayu.


"Bayu belum datang Bi?" tanya Bu Rumi saat melihat anak nya yang sudah siap daritadi tapi belum juga berangkat.


bintang menggeleng, lalu hp nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.


"maaf Bi, aku nggak bisa jemput. tapi kamu tetap datang ya. aku tunggu disini. maaf .."


bintang menghela nafas, lalu membuang nya dengan kasar. akhirnya dia memesan ojek online.


"sudah sampai neng.." ujar tukang ojek itu setelah sampai di alamat yang di tuju.


"akh iya pak terimakasih" ucap bintang sembari mengembalikan helm yang tadi di pakai nya.


bintang berdiri di depan rumah megah itu sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan. dengan menenteng paper bag kecil, ragu-ragu dia memasuki rumah yang sedang mengadakan pesta itu.


pesta ini terlihat sangat mewah sekali, para tamu pun terlihat seperti kalangan atas semua. bintang celingak-celinguk mencari Bayu tapi tidak juga ketemu. beberapa pesan yang ia kirimkan pun belum ada yang di balas.


"tenang bi, santai. kamu hanya perlu datang lalu mencari Bayu. semua nya selesai. semangat Bi" batin bintang menyemangati diri sendiri.


bugh..


"maaf, maafkan aku. apa kamu baik baik saja?" tanya lelaki itu pada bintang sembari membantu bintang bangun dari duduk terjatuh nya.


"aku tidak apa-apa, maaf tadi salah ku juga karena tidak memperhatikan anda yang di depan ku." bintang merapikan baju nya.


"kamu teman nya Bayu atau Risa?" lelaki itu memandang bintang dengan tatapan menelisik. dia merasa tidak pernah melihat atau mengenal nya.


"aku...aku teman nya Bayu." jawab bintang gugup "apa anda melihat Bayu .."


"panggil saja aku kak,, sepertinya kamu lebih muda dari ku" ucap laki laki itu tersenyum menatap bintang yang sepertinya bingung akan memanggilnya apa. "nama ku Toni. Antoni Saputra sepupu nya Bayu." Toni memperkenalkan diri.


bintang meraih uluran tangan Toni " aku bintang,"


degh..


"jadi ini yang nama nya bintang. pantas saja Bayu tertarik padanya. wajah cantik dan senyum ceria nya terasa menenangkan sekali."


"kak,,kak apa kamu melihat Bayu?" tanya bintang saat melihat Toni yang malah terdiam.


"ah..Bayu di sebelah sana sedang bersama orang tua dan kakak nya menyambut tamu." tunjuk Toni pada sebelah ujung taman tempat pesta itu berlangsung.


"terimakasih" bintang pun berjalan kearah yang ditunjukan oleh Toni. gugup dan malu ia merasa di perhatikan orang-orang yang berada di sana.


bintang sudah mulai melihat Bu sari disamping nya ada perempuan muda.

__ADS_1


"mungkin itu kakak Bayu. dan itu pasti ayah nya." batin bintang saat melihat laki laki yang selalu berada di sisi Bu sari.


"dimana Bayu?" gumam nya lirih.


Bu sari yang tengah asik mengobrol dengan teman nya pun ta sengaja melihat bintang dan langsung menghampiri nya.


"ikut saya." titah Bu sari pada bintang dan bintang pun mengikutinya.


"ini siapa jeng?" tanya teman Bu sari yang bernama Bu Ajeng.


"ini.. asisten saya." ujar Bu sari pada teman teman nya.


Risa yang mendengar mamanya memperkenalkan bintang sebagai asisten pun memegang lengan mama nya "ma..."


tapi Bu sari menyuruh Risa diam.


degh..


bintang terkejut, kenapa Bu sari memperkenalkan diri nya sebagai asisten. alih alih pacar dari anak nya. tapi bintang pun tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya diam menunduk.


"oh asistent, jadi bisa tolong ambilkan minum untuk saya ya.." ucap Bu Ajeng.


"bisa dong jeng, bintang ambilkan minum untuk Bu Ajeng" perintah Bu sari pada bintang. ia pun menurut mengambilkan minum tapi saat berbalik badan dia menabrak seseorang.


"Lo punya mata nggak sih! basah nih baju gue. ini baju mahal." gerutu wanita itu. bintang pun meraih tissue dan membantu membersihkan baju wanita itu tapi tangan nya dihempas dengan kasar.


Risa yang melihat itu pun langsung berlari menghampiri bintang, membantu nya berdiri.


"kamu nggak apa-apa bi?" tanya Risa khawatir dan melihat lengan bintang yang sedikit lecet.


"nggak apa-apa .." bintang pun ragu ingin memanggil Risa kakak.


"panggil aku kak Risa, aku kakak nya Bayu." ucap Risa tersenyum.


"kak Risa ngapain sih bantuin orang nggak jelas ini. jelas jelas dia udah ngotorin baju aku." angel masih saja terus marah marah.


Risa menggeleng " kamu bisa jaga sedikit aja sikap kamu nggak.?" ketus Risa pada angel.


semua tamu yang berada di sana tampak memperhatikan kegaduhan yang terjadi. Bayu yang berjalan dari dalam rumah nya melihat orang-orang tengah memperhatikan suatu kumpulan orang yang bertengkar.


"ada apa ini!?" tanya Bayu saat di depan Risa dan angel yang sedang berdebat. Toni yang melihat bintang meringis memegangi lengan nya pun menyenggol Bayu. memberitahu nya kalau bintang ada di sana.


Bayu pun menoleh pada bintang "kamu sudah datang Bi. kenapa tidak mengabari?"


"kalian ini bisa diam tidak!" sentak Bayu pada Risa dan angel. mereka pun menghentikan perdebatan mereka. angel yang melihat Bayu pun langsung menghampiri nya dan bergelayut manja di lengan nya.


"bay, wanita itu sudah mengotori baju ku. lihat ini" adu angel sembari menunjuk bagian baju nya yang kotor tertumpah oleh minuman berwarna merah yang dipegang bintang tadi.

__ADS_1


"a..aku sudah meminta maaf tadi bay. aku tidak sengaja." bintang menunduk saat angel kembali bergelayut manja pada lengan kekasih nya.


Bayu yang peka pun menghempaskan tangan angel. lalu meraih tangan bintang membawa nya kehadapan mama nya.


"ma..ini bintang calon istri Bayu." teman teman Bu sari yang mendengar ucapan Bayu pun langsung berbisik "Bi.. ini mama ku"


"hallo Tante saya bintang." bintang mengulurkan tangan nya. dia berpura-pura belum mengenal Bu sari. karena ia tidak mau Bayu mengetahui selama sebulan ini dia diminta mama nya untuk menjauhinya.


Bu sari tidak membalas uluran tangan bintang "saya tidak mau mempunyai calon menantu yang tidak selevel dengan saya!"


"ma!" panggil Bayu dengan suara berat nya.


"kamu lihat keseliling kamu. apa kamu bisa mengimbangi Bayu yang notabene merupakan orang terpandang. dia akan menggantikan posisi CEO di perusahaan papa nya. saya butuh wanita yang berpendidikan untuk menjadi istri dari Bayu!" ucap Bu sari lantang "kamu.. kuliah saja tidak!, hanya lulusan SMA dan bekerja sebagai SPG di mall teman saya!. ayah mu Hanya buruh mebel di toko langganan saya. dan ibu mu! ibu mu hanya penjual nasi kuning. apa kamu merasa pantas untuk Bayu!? tidak kan! tinggalkan dia!" tegas Bu sari menunjuk bintang.


"saya tahu nyonya!" teriak bintang. yang membuat Bu sari melototkan matanya.


"kamu! berani kamu berteriak pada saya!"


bintang yang di permalukan oleh Bu sari dihadapan banyak orang masih bisa bersabar, tapi kalau menyangkut kedua orang tua nya bintang tidak bisa lagi hanya terus diam.


"ma.. mama belum mengenal bintang. mama tidak seharus nya berkata seperti itu!" ketus Bayu.


Bayu yang melihat situasi semakin tegang pun mengajak bintang untuk pergi tapi bintang menahan nya.


"Bi.." panggil Bayu lembut. berharap bintang mau mengikuti nya. tapi ternyata usaha nya sia sia.


"dengar nyonya! saya tahu saya tidak pantas untuk bersanding dengan putra anda. saya bisa terima bila nyonya hanya mempermalukan saya. tapi saya tidak akan tinggal diam jika nyonya menghina kedua orang tua saya!" ucap bintang menggebu-gebu, menatap tajam Bu sari.


"memang nya kenapa kalau ayah saya hanya buruh mebel? apa itu merugikan nyonya? saya bangga dengan ayah saya. setidak nya kami masih mempunyai perasaan. tidak seperti nyonya yang hanya memandang seseorang dari materi nya saja!" teriak bintang.


"KAMU!"


"Kenapa? saya sudah pernah bilang kan. jika nyonya meminta saya meninggalkan Bayu, maaf saya tidak bisa. tapi silahkan nyonya meminta Bayu yang meninggalkan saya!"


Bayu yang mendengar ucapan bintang sampai terkejut. memandang bintang lekat. "Bi.. kita pulang ya" ucap nya lembut.


"ini rumah kamu bay. aku sendiri yang akan pulang!" bintang pun melangkah keluar dari pesta itu.


"lihatkan Bayu. wanita seperti ini yang akan kamu pilih menjadi istri. wanita tidak berpendidikan ini!"


"cukup ma.. Bayu mohon." ucap Bayu dengan suara tertahan. dan langsung mengejar bintang.


disudut taman itu seorang lelaki tersenyum, menatap lekat bintang.


.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2