
Toni yang sedari tadi memperhatikan Bayu pun merasa jengah. bagaimana tidak saat meeting dengan klien saja Bayu berulang kali tidak fokus.
"jangan menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan bay. hancur semua nya nanti!"
"Bintang tidak mencintai ku lagi bang!" ucap Bayu datar. ia menatap nanar ke arah luar jendela ruangan nya. terlihat cafe diseberang jalan yang nampak ramai dengan pengunjung.
"jangan menyimpulkan sendiri seperti itu. bukan nya kamu bisa melihat dari sorot mata bintang. cinta untuk mu masih ada. aku saja bisa melihat nya saat di cafe kemarin. tatapan nya saat melihat mu seperti menyimpan kerinduan teramat dalam." ujar Toni menenangkan Bayu.
"tapi bintang sendiri yang bilang padaku tadi." lirih nya .
"apa! Kamu berhasil bertemu dan mengobrol dengan nya?" Toni tampak terkejut karena beberapa hari ini Bayu berusaha menemui bintang tapi bintang malah menghindar.
Bayu mengangguk tatapan nya masih tertuju pada jalanan diluar sana.
"jangan menyerah bay. mungkin ada sesuatu yang membuat bintang bicara seperti itu. apa kamu melakukan kesalahan yang besar?"
deg--
Bayu baru teringat saat mendengar ucapan Toni.
"Bintang tadi bilang kalau dia tahu aku selama ini baik baik saja dan berganti ganti wanita. apa itu maksud nya bang?" Bayu menghampiri Toni, dan duduk disebelah nya.
"kenapa kamu tidak menanyakan pada bintang langsung tadi?"
"masalahnya bintang nggak mau jawab dan langsung pergi gitu aja bang" Bayu meremas rambutnya frustasi.
"mungkin dia pernah lihat kamu berdua'an dengan perempuan lain." ucap Toni asal.
"aku kan hanya menemui perempuan saat mama menjodohkan aku bang. tapi semua nya aku tolak kok."
"bodoh sekali kamu bay. kenapa kamu datang. pasti bintang pernah melihat mu kalau seperti itu." memonitor kepala Bayu dengan kesal.
"hei! tapi aku bertemu dengan wanita wanita itu ditempat privasi bang. dan datang nya juga sendiri-sendiri." tukas Bayu membela diri.
"hmm kalau begitu pasti ada orang yang memberi tahu nya"
"Bintang nggak gampang percaya sama orang bang kecuali ada bukti."
"ya mungkin orang yang memberitahu itu juga mengirim bukti." Toni berdiri dari duduk nya.
"mungkin ...." ucapan Toni terhenti saat matanya menatap Bayu yang juga menatap nyam seperti dugaan mereka itu sama.
"mama!" seru Bayu.
_________
Bintang yang berada di taman menatap kosong kedepan, cahaya temaran dari lampu-lampu tangan seakan memberi kehangatan tapi itu tidak dirasakan oleh bintang. Dia mengingat kejadian saat dikantor Bayu tadi.
"kenapa di saat aku mau melupakan mu kamu malah muncul. dan ya.. kamu membuat dada ku berdebar lagi seperti dulu." gumam nya.
"kenapa kisah cinta ku selalu berakhir seperti ini? hiks hiks kenapa?" bintang menunduk ia melihat sepasang sepatu berada didepan nya.
"pak Adit!" panggil bintang saat ia mendongak menatap laki laki di depan nya yang tengah tersenyum. tangan nya terulur memberi bintang minum.
Bintang mengusap kasar air matanya, lalu menerima minuman itu.
"Boleh aku duduk disini?" tanya Adit pada bintang.
bintang mengangguk "kenapa pak Adit bisa ada disini?"
"aku tidak sengaja lewat dan melihat mu menangis disini." balas Adit menatap bintang. tanpa sadar jemari nya terulur mengusap air mata yang masih menempel di pipi bintang.
"Apa ada masalah di cafe?"
"ti--tidak ada pak. semua nya berjalan dengan baik." jawab bintang.
"kenapa memanggil pak lagi?" tanya Adit lembut.
"eh maaf mas aku belum terbiasa." ucap bintang tersenyum.
"Ada masalah apa? kamu boleh cerita atau menangis sekarang bi. aku akan Disini."
mendengar ucapan Adit, tangis bintang kembali pecah.
"huaa...hiks hiks Kenapa kisah cinta ku seperti ini. kenapa mama nya tidak merestui hubungan kita. hiks lalu kenapa dia bisa bermesraan dengan perempuan lain saat hubungan kami belum berakhir. hati ku sakit melihat nya. hiks" Isak bintang.
Adit yang melihat bintang menangis menyandarkan kepala bintang dipundak nya. diusap nya punggung bintang yang bergetar.
"siapa yang kamu maksud sebenarnya bi? apa mantan pacar mu?. brengsek sekali laki laki itu. kalau aku bertemu dengan nya akan ku hajar dia.!"
tak jauh dari sana tampak laki laki yang berdiri dengan kedua tangan mengepal.
"ah maaf mas Adit. baju kamu jadi basah" bintang mengusap pundak Adit yang basah karena air matanya.
"tidak apa-apa. apa kamu sudah tenang sekarang?" Adit menatap lekat bintang mengusap air mata dipipi wanita cantik itu.
__ADS_1
"sudah. terimakasih mas. ahh aku cengeng sekali ya"
Adit tersenyum, " ayo aku antar pulang bi" tawar Adit.
"tidak usah mas. aku masih ada urusan nanti dan aku masih ingin disini sebentar lagi."
Adit melihat pergelangan tangan nya " aku ingin sekali menemani mu bi. tapi sebentar lagi aku akan menjemput adik ku di bandara. aku tinggal dulu ya. jangan pulang terlalu malam."
bintang mengangguk, ia menatap Adit sampai masuk ke mobil nya.
setelah itu ia berdiri dari duduk nya. menghela nafas sebentar mengeluarkan nya dengan pelan. ia beranjak dari taman menuju jalan raya.
"Ayo aku antar" tawar Bayu yang sudah berdiri disamping bintang.
"nggak! aku bisa sendiri." ketus bintang menolak ajakan Bayu.
" kamu bisa ngomong lembut sama Adit, tapi kalau sama aku , kamu ketus kayak gini!" omel Bayu.
"bukan urusan kamu!" sentak bintang yang membuat Bayu terkejut.
tanpa basa basi Bayu menarik tangan bintang menuju mobil nya. memaksa nya masuk.
saat sudah di dalam mobil. Bintang masih diam saja menyilangkan kedua tangan nya. menunjukan raut wajah kesal.
"masih marah?" tanya Bayu memecah keheningan. menatap pada wanita disamping nya.
bintang tidak menjawab, membuang pandangan nya ke arah luar jendela.
"kamu bisa nggak , nggak usah terlalu dekat sama Adit" pinta Bayu.
"kenapa? bukan urusan kamu aku dekat dengan siapa!" ketus bintang.
"Aku cemburu bi" ucap Bayu dingin.
"nggak ada hak untuk kamu cemburu bay. kita udah nggak ada hubungan apa apa lagi. ingat itu!" bintang menatap tajam ke arah Bayu.
"pokoknya jangan dekat-dekat sama Adit." pinta Bayu dengan memaksa. " kita masih pacar sekarang. dan kamu nggak bisa sembarangan dekat dengan laki laki lain seperti ini."
"apa? kamu ngelarang aku dekat dengan laki laki lain sekarang saat aku sudah mengakhiri hubungan ini. lhah kamu? nggak ingat dulu kamu berganti ganti wanita selama kita jauh hah? padahal hubungan kita belum berakhir. egois kamu!" sinis bintang tangan nya sudah memegang pintu mobil tapi tidak bisa dibuka.
tapi Bayu masih menatap nya dengan santai.
"buka! aku mau keluar!" teriak bintang.
"kamu cemburu aku jalan sama wanita lain. berarti kamu masih cinta sama aku dong.?" Bayu tersenyum menatap bintang. tidak mempedulikan teriakan bintang yang memintanya membuka pintu.
"Aku udah nggak cinta sama kamu. jadi biarkan aku pergi."
"nggak akan!" ucap Bayu lalu melajukan mobil nya menjauh dari taman.
"kamu mau bawa aku kemana bay? aku mau pulang." protes bintang menggoyangkan lengan Bayu. tapi Bayu tidak peduli dan masih melajukan mobil nya.
.
.
setelah beberapa menit, mobil bayu berhenti di depan penjual sate ayam.
Bintang terkejut saat Bayu membawanya kesini. tempat makan favorit mereka berdua sewaktu pacaran. sketika kenangan-kenangan indah itu bermunculan di kepala bintang.
Bayu mengajak bintang untuk duduk, makan ditempat lesehan seperti ini dengan ditemani suasana jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan membuat suasana menjadi hangat.
"pak, sate nya dua porsi ya" ucap Bayu pada sang penjual sate yang selalu ditemani istri nya itu.
"lho mas Bayu, lama ndak kesini kemana saja to?" tanya bapak penjual sate dengan logat khas Jawa nya.
"maklum pacar saya lagi ngambek pak." jawab Bayu terkekeh saat bintang memelototi dirinya.
"ngambek nya selama itu to mas?" ujar bapak penjual sate lagi.
"kelamaan ya pak, hahaha" Bayu semakin terkekeh saat bintang cemberut dan mencubit pinggang nya.
"ihh kamu apaan sih, malu tau!" protes bintang masih mengerucutkan bibir nya.
"iya iya udah dong jangan cemberut gitu. nanti aku cium di sini lho." ancam Bayu yang masih tergelak menatap bintang memalingkan wajahnya.
sesaat sate pesanan mereka pun datang,
"Rasanya masih sama ya Bi, tapi malah hubungan kita yang sekarang berubah." ucap Bayu menatap lekat bintang yang menoleh kearah nya.
Bintang tertegun melihat raut wajah Bayu yang nampak sedih kala mengatakan itu. tapi bintang tidak bisa menjawab apa apa.
mereka berdua menikmati sate ayam, tanpa ada yang berbicara sama sekali. fikiran mereka berselancar masing masing. entah apa yang kedua nya pikirkan.
malam sudah semakin larut Bayu dan bintang masih menikmati pemandangan jalanan ibukota yang semakin ramai.
__ADS_1
Bayu dan bintang duduk di bagasi mobil yang dibuka. menikmati secangkir kopi hangat yang melengkapi malam mereka kali ini.
"emang hubungan kita sudah tidak bisa di selamatkan lagi ya Bi?" tanya Bayu tiba tiba membuat bintang menoleh ke arah nya dengan tatapan sendu.
Bintang menggeleng, ia sebenarnya bingung. disatu sisi dia masih mencintai laki laki disampingnya ini tapi disisi lain dia tahu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa mengimbangi seorang Bayu permadana.
ditambah penolakan keras dari sang calon mertua membuat nya tidak berani melangkah sedikit pun dari tempat nya berdiri.
kalau ia melangkah lagi bersama Bayu entah apa lagi nanti yang akan Bu sari lakukan pada keluarga nya. Bintang tidak mau itu terjadi.
bukan itu saja, Bintang merasa wanita wanita yang berada di foto yang diterimanya dari nomor tidak kenal membuat nya yakin kalau wanita itu yang pantas untuk Bayu, bukan dirinya. meski dia tahu itu akan menyakiti hati nya. tapi dia bisa apa.
"Kita bisa menjadi teman bay," ucap bintang tersenyum setelah beberapa saat terdiam.
Bayu tersenyum getir, bukan itu yang dia inginkan. dia ingin hubungan nya kembali seperti dulu bahkan dia ingin hubungan yang lebih serius.
Pada akhirnya Bayu mengalah, dia menerima pertemanan yang diajukan bintang. mengingat wanita di samping nya ini sangat keras kepala.
"ahh Oke kita teman sekarang. jadi kamu tidak boleh menghindari aku kalau kita bertemu atau aku mengajak mu jalan jalan." ujar Bayu tersenyum menatap bintang.
"Oke, tidak masalah asal di traktir ya."
mereka akhirnya tertawa bersama. tawa yang terlihat menyimpan begitu rahasia di dalam nya.
"*Aku akan lakukan apa saja asal kamu tidak jauh dari ku bi. termasuk permintaan mu ini."
"maafkan aku bay, aku tidak tahu harus berbuat apa. aku terlalu takut untuk melangkah bersama mu lagi. kamu pantas mendapat kan wanita yang berpendidikan tinggi. yang bisa mengimbangi mu. tapi bukan aku*."
***
"Bi apa nanti saat pulang kerja kamu bisa menemani ku membeli kado untuk ulang tahun ibu ku?" tanya Adit pada bintang.
"Bisa pak," jawab bintang tersenyum. ia melanjutkan pekerjaan nya.
dia senang bekerja disini, teman teman kerja nya sangat baik. tidak pernah membeda-bedakan saat ia menjadi karyawan baru disini.
"Bi kamu pacaran sama pak Adit ya?" tanya Lilis yang melihat Adit mengajak bintang tadi.
"huss sembarangan kamu Lis. pak Adit cuma minta di temani untuk beli kado ibu nya."
"yah.. ku kira pacaran, padahal aku mendukung seratus persen lho Bi" ucap Lilis kecewa.
"ya kan sa?" sambung nya menatap Sasa yang dari tadi mengamati.
"Iya Bi, kenapa nggak pacaran aja. kalian berdua itu kalau dilihat-lihat cocok banget, aku jadi iri, secara pak Adit itu kan ganteng macho." balas Sasa mengompori suasana.
"kalian apaan sih. nggak jelas banget tau." omel bintang.
"Emang kamu nggak suka sama pak Adit bi, kalau nggak suka gue tikung nih." seru Sasa.
Bintang tidak menggubris, ia berjalan mengantarkan pesanan ke meja paling ujung.
"silahkan nyonya, selamat menikmati." ucap bintang saat sudah selesai menaruh pesanan ke meja.
"Bintang!" panggil seorang wanita yang memesan pesanan itu.
"nyo-nyonya." bintang terkejut, ia tak menyangka bertemu Bu sari di tempat kerja nya.
"Boleh saya meminta waktu mu sebentar. saya mau bicara." pinta Bu sari tersenyum menatap bintang.
bintang pun duduk didepan Bu sari, dia tahu pasti Bu sari memintanya menjauhi Bayu lagi.
"maaf nyonya, saya dan Bayu sudah tidak ada hubungan apapun. jadi nyonya tidak perlu khawatir dan ..."
"Maaf." ucap Bu sari memotong perkataan bintang.
Bintang tersentak mendengar kata maaf keluar dari mulut wanita yang selama ini menentang hubungan nya dengan putra nya.
"Maaf kan saya bintang, selama ini saya memang salah. tolong maafkan saya." ucap Bu sari memegang tangan bintang didepan nya.
Bintang masih terdiam, dia masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"saya sudah memaafkan nyonya. tidak perlu sampai seperti ini." ujar bintang.
"terimakasih, kamu bisa kembali bersama Bayu. saya tidak akan melarang lagi." ucap Bu sari kali ini membuat bintang terkejut lagi.
"Maaf nyonya, saya memang sudah memaafkan anda. tapi tentang hubungan saya dan Bayu. itu keputusan saya. jadi nyonya tidak perlu seperti ini." ujar bintang seraya berdiri.
"saya permisi nyonya," bintang Menundukkan kepala hormat lalu beranjak pergi.
Bu sari hanya menatap pergerakan bintang sampai gadis itu pergi dari hadapan nya.
.
.
__ADS_1
terimakasih