
bintang yang biasanya selalu cekatan dalam bekerja, hari ini berbeda dari biasanya. entah sudah berapa barang yang tidak sengaja ia jatuhkan tadi. pikiran nya berlarian kemana mana.
tadi malam pun dia tidak bisa tidur. terjaga sampai pagi menjemput dan sarapan pun terlewatkan.
sampai di tempat kerja pun dia harus susah payah menjauh dari Bayu yang ingin berbicara dengan nya. dia ingin sendiri saat ini.
"Bi Lo nggak apa-apa?" tanya Amel yang khawatir melihat wajah sahabatnya itu tampak pucat, mata yang bengkak walaupun sudah tertutup dengan makeup.
bintang hanya menggeleng tidak bersuara sama sekali. Amel yang tahu betul sifat sahabatnya itu hanya menghela nafas.
"berantem sama Bayu ya?" tebakan Amel tepat sasaran. terbukti bintang langsung menoleh ke arah nya. Amel tersenyum karena tebakan nya benar.
"dari tadi pagi Lo berusaha menghindar dari Bayu. nggak cape' bi?" sindir Amel.
"maksud lo?" akhirnya bersuara juga setelah di sindir.
"nggak semua masalah bisa Lo hindari Bi, kapan kelar nya?. itu semua harus di hadapi! biar Lo nggak terjebak diantara rasa takut dan cemas Lo kayak gini."
bintang hanya terdiam, mencerna semua ucapan Amel untuk nya.
"ta..tapi gue takut ini bakal ke ulang lagi Mel. butuh waktu lama gue bangkit dari kejadian itu" tukas bintang jemari tangan nya saling meremas.
"dulu..itu dulu Bi. beda sama yang sekarang. dulu Adi yang menyerah dan memilih untuk meninggalkan lo. tapi sekarang Bayu itu memperjuangkan Lo Bi, bahkan dia rela tengah malam datang kerumah Lo buat ngasih tahu ini semua karena dia takut kehilangan Lo." jelas Amel. berharap bintang mau mendengarkan penjelasan nya ini. Amel juga tidak tega pada bintang yang terus-menerus terjebak dalam kisah masa lalu nya. dia melihat sendiri dari saat bintang sedang menghadapi masa terpuruk nya sampai bisa bangkit lagi.
"Lo tahu darimana?" bintang terdiam sejenak, "pasti Bayu udah cerita ya."
"Bayu emang udah cerita sama gue. tapi ucapan gue tadi sama Lo bukan buat Bayu. tapi itu semua gue lakuin buat Lo. semangat ya Bi." mengusap pundak bintang pelan lalu beranjak pergi.
***
bintang yang sudah sampai didepan rumah nya menoleh saat motor yang sangat dikenalinya berhenti di depan rumah nya.
bintang berdiri menatap orang itu yang tak lain adalah Bayu. mereka berdiri berhadapan sekarang tapi tidak berdekatan. karena Bayu diluar pagar yang terbuka dan bintang sudah berada di dalam halaman nya.
"Bi.. aku nggak bakal mendekat, jadi kamu jangan menjauh ya. tetap berdiri di situ dengerin penjelasan ku. aku mohon." pinta Bayu pada bintang, laki laki itu mengatupkan tangan didepan dadanya.
"Aku tahu aku salah, udah bohongin kamu dan nyembunyiin fakta ini. tapi aku punya alasan Bi. aku cape' di manfaatin orang lain terus karena latar belakang ku. dulu teman teman ku tidak ada yang tulus berteman. mereka hanya Mandang kekayaan orang tua ku. memanfaatkan itu untuk kepentingan mereka masing-masing agar ayah mereka bisa bekerja sama dengan perusahan papa ku." Bayu mengehela nafas sebentar menatap bintang, dia was was kalau bintang menjauh lagi darinya.
"tapi ditempat kerja kita. aku dapat teman yang tulus. aku dipandang sama dengan orang lain. mereka berteman dengan ku karena tulus ingin berteman. dan beruntung nya aku dapat kamu yang juga tidak memandang materi ku. aku merasakan ketulusan mu untuk ku bi. kamu yang nggak pernah protes jika aku ajak makan dipinggir jalan. kamu yang nggak pernah ngeluh kalau kita jalan jalan ditempat biasa. panas panasan naik motor. kadang kehujanan dan harus neduh dulu. kamu tetap dengan senyum ceria mu bertahan di samping ku."
Bayu tersenyum menatap bintang yang masih juga menatap nya. dia lega bisa mengutarakan ini semua dihadapan orang yang dicintai nya.
"kita udah hampir dua tahun pacaran. dua tahun bay. dan kamu baru bilang sekarang. kamu pikir kalau kamu jujur dari awal aku bakal manfaatin kekayaan mu gitu!?" ucap bintang dengan lantang, tapi matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"berarti kamu nggak percaya sama aku!"
"nggak. nggak gitu Bi. aku takut kalau kamu akan menjauhi aku karena aku anak orang kaya. aku tahu kamu trauma sama orang seperti aku. makanya aku belum siap jujur sampai sekarang." Bayu hendak mendekati bintang yang terlihat sudah menangis tapi bintang menahan nya.
"jangan mendekat." Bayu pun mundur lagi dan tetap berdiri ditempat nya.
"pasti orang tua mu sudah tahu hubungan kita. dan tidak merestui nya kan?" tanya bintang dengan suara bergetar.
deg..
Bayu tersentak sampai mundur kebelakang.
"bagaimana kamu tahu?"
"karena ini yang aku alami dulu. dan pasti sekarang kamu mau ninggalin aku kan. iya kan?" bintang mengusap kasar air mata yang mengalir di pipinya.
"silahkan kamu boleh pergi. ini masih belum terlambat" ujar bintang yang mulai beranjak dari tempat nya berdiri. tapi dengan sigap Bayu menarik tangan nya membawanya kedalam pelukan nya. bintang memberontak ingin melepaskan diri tapi Bayu mempererat pelukannya.
__ADS_1
merasa bintang sudah tidak melawan lagi, Bayu pun mengusap punggung bintang lembut menyalurkan ketenangan.
"aku bukan seperti mantan mu. aku nggak akan ninggalin kamu seperti dia. aku akan perjuangin kamu. aku mohon izinkan aku berjuang ya. dan aku mohon juga kamu mau berjuang sama aku. aku cinta sama kamu Bi. aku nggak bisa kalau harus kehilangan kamu lagi."
deg..
bintang mendongak menatap wajah laki laki yang sedang memeluknya erat saat ini. karena tingginya hanya sepundak Bayu. jadi dia harus mendongak agar bisa menatapnya.
"lagi?" tanya nya lirih.
Bayu mengangguk, mengusap air mata bintang dengan jari nya.
"kamu ingat nggak? waktu SMP ada cowo SMA yang tiba-tiba lari dan nyium kamu?" tanya Bayu
"iya, tapi aku nggak lihat wajahnya. jadi aku nggak bisa ngejar dia dan marahin dia. bisa bisa nya dia nyuri ciuman pertama ku" sungut bintang "eh.. berarti kamu..."
Bayu tergelak saat bintang baru menyadari.
"hahaha iya itu aku bi. waktu itu aku kalah lomba minum kopi pahit." jelas Bayu "tapi aku berterimakasih sih sama kejadian itu. aku jadi ketemu sama kamu."
"darimana kamu tahu aku kerja di mall itu?"
tanya bintang penasaran.
.
.
"dari hari itu aku selalu kepikiran kamu. gadis SMP dengan rambut kuncir kuda dan ransel kuning nya. selalu nunggu angkot kalau pulang sekolah." ujar Bayu mencubit hidung bintang.
"aku sempat beberapa hari nggak lihat kamu lagi. tapi akhirnya aku ketemu kamu saat kamu dijemput ayah kamu. aku ikutin sampai rumah kamu." jelas Bayu tersenyum.
deg..
"iya hehe. kalau soal aku tahu kamu kerja di mall itu dari Roni. Roni teman SMA ku. saat aku main kerumah nya ternyata nglewati rumah kamu bi. jadi aku selalu nanya soal kamu ke dia." jelas Bayu.
bintang mengangguk lalu mendongak tatapan nya bertemu dengan tatapan Bayu.
"kamu mau kan berjuang sama aku?" pinta Bayu dengan serius.
"iya.." lirihnya.
"apa? ulangi lagi nggak dengar aku." pinta Bayu.
"iya.." ucap bintang malu malu.
"yang jelas dong bi. aku nggak dengar." goda Bayu. sebenarnya dia sudah mendengar jawaban bintang tapi dia hanya ingin menggoda wanita yang di cintai nya ini.
"IYA!" teriak bintang mundur beberapa langkah menjauh dari bayu karena tersadar dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"ya nggak usah teriak juga kali Bi." ucap Bayu "kesini bi!" pintanya saat melihat bintang menjauh dari nya.
bintang yang mendengar itu langsung berjalan ke arah Bayu memeluknya tanpa diminta.
"wah tumben langsung meluk tanpa di minta" Bayu terkekeh tangan nya memeluk erat bintang.
"kamu ihh.." protes bintang malu malu, menggosokkan wajahnya ke dada bidang Bayu. uyel uyel gemes.
"terimakasih ya Bi. aku janji aku akan tetap pertahankan kamu apapun resiko nya!" janji bau pada bintang.
dari dalam rumah tampak Bu Rumi meneteskan air matanya, tersenyum menatap putrinya dari balik gorden jendela ruang tamu nya. Bu Rumi mengehela nafas merasa lega Bayu tidak seperti Adi yang menyerah dan meninggalkan bintang.
__ADS_1
***
dikediaman permadana. tampak Bu sari sedang kesal saat mengetahui semua laporan yang diberikan Alex utusan nya yang bertugas mencari tahu tentang bintang.
"jadi dia anak Rumi!. ibu dan anak sama saja tidak tahu diri!" sungut Bu sari.
"kenapa om Alex disini ma?" tanya Bayu saat baru saja masuk kedalam rumahnya.
"duduk sini, mama mau bicara!" titah Bu sari pada anak nya.
Bayu pun duduk di sofa menghadap sang mama.
Bu sari melempar foto dan berkas ke meja dengan keras.
"apa ini ma?" tanya Bayu sembari meraih maps berwarna coklat itu beserta foto yang terbalik.
"tinggalkan dia!" tegas Bu sari.
"nggak! Bayu nggak mau ninggalin bintang ma!" tolak Bayu dengan tegas.
"bay! kamu tahu kamu ini siapa kan? dia nggak pantas buat kamu!"
"darimana nya yang nggak pantas ma? mama nggak bisa nilai seseorang cuma dari materinya saja!." ucap Bayu sedikit meninggikan suaranya.
"Bayu cinta sama bintang. Bayu nggak akan ninggalin dia apapun yang terjadi kedepan!" imbuhnya lagi.
"ma,, cobalah menilai dari sisi lain seseorang. rubah mindset mama yang seperti itu."
"tidak!. mama tetap tidak merestui kalian."
"terserah mama. tapi Bayu nggak akan menyerah apalagi meninggalkan bintang." tegas Bayu yang langsung berlari menaiki tangga menuju rumah nya.
saat melewati kamar Risa dia bertemu dengan Kaka nya yang baru keluar dari pintu. Risa menyapanya tapi Bayu tidak mempedulikan nya dan langsung masuk kekamar nya menutup pintu dengan keras.
Risa tersentak kaget saat Bayu membanting pintu. melihat kelakuan adik nya dia sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Risa berjalan ke arah tangga, dan benar saja dia melihat mama nya dan Alex sedang berbicara serius.
"pasti Bayu berdebat dengan mama tadi"
tok tok tok.
Risa mengetuk pintu kamar adiknya pelan.
"masuk saja kak, nggak dikunci" teriak Bayu dari dalam kamar nya.
"kamu kenapa marah kayak gitu? bintang belum mau maafin kamu?" tanya Risa saat menghampiri adiknya yang duduk di kasur dengan rambut acak-acakan.
"bintang sudah mau maafin aku. tapi mama menentang hubungan kita dan menyuruh om Alex mencari tahu semua tentang bintang termasuk keluarga nya.apa maksud nya coba?" ucap Bayu datar.
"kamu kan tahu mama memang seperti itu. kamu jangan menyerah, pelan pelan saja membujuk mama. atau kamu bisa minta bantuan papa." tawar Risa mencoba menenangkan adik nya.
Bayu hanya terdiam, di satu sisi ia bahagia karena akhirnya bintang mau berjuang bersamanya. tapi disatu sisi dia marah karena mama nya selalu memandang seseorang dari materinya bukan hatinya.
.
.
.
terimakasih
__ADS_1