
Seminggu berlalu, Hubungan Bayu dan bintang semakin membaik tidak ada acara saling menjauhi atau menghindar. Kedua nya sepakat menjalin hubungan sebagai teman. walaupun Bayu sebenarnya hanya menuruti keinginan gadis itu agar dirinya tidak menjauh darinya.
jam makan siang, Bintang ditugaskan mengantar pesanan sang pemimpin perusahaan di seberang jalan. perusahaan yang berjalan di bidang perhotelan itu berdiri dengan gagahnya tersinari oleh sang Surya.
"permisi pak, ini pesanan yang bapak pesan dari resto kami." ucap bintang, yang baru masuk kedalam ruangan bayu.
Bayu tersenyum berjalan menghampiri bintang.
"duduk Bi, aku sengaja memesan dua menu karena ingin mengajak mu makan siang." ujar Bayu menghempaskan tubuhnya di sofa, hampir enam jam duduk dikursi kebesaran nya membuat badan nya pegal-pegal.
Bintang masih berdiri di tempat nya, dia merasa tidak enak jika nanti ada yang melihat. apa kata orang kalau pemimpin mereka makan berdua dengan pelayan restoran diruangan nya.
"tidak usah bay, aku langsung pergi saja." tolak bintang.
"kamu kan sudah janji nggak bakal nolak kalau aku ajak makan atau jalan." ekspresi bayu memelas, berharap gadis keras kepala itu mau menuruti nya.
dan benar saja, akhirnya bintang duduk di sofa lain. menyiapkan semua makanan yang ada didepannya.
"selamat makan" ucap bintang tersenyum menatap Bayu.
ditengah acara makan siang dadakan yang di buat Bayu, tiba tiba pintu diketuk dari luar. Bayu dan bintang saling berpandangan.
"Masuk!" ujar Bayu. dia berfikir palingan juga bang Toni.
alih alih Toni, yang masuk kedalam ruangan nya adalah gadis cantik yang berjalan lemah gemulai menghampiri Bayu dan bintang. Bayu dan bintang hanya memandang gadis itu yang kian mendekat ke arah nya.
"Bintang ternyata disini," ucap Tere, matanya melirik pada makanan di atas meja. "sedang makan siang berdua?"
"Ada urusan apa re?" tanya Bayu tidak menjawab pertanyaan Tere.
"aku mengantarkan berkas pembangunan hotel yang di Lombok." jawab Tere.
"ini kan masih jam makan siang re, apa tidak bisa nanti saja?" Bayu melirik bintang yang masih menikmati makan nya.
"pelan pelan saja makan nya Bi." ujar Bayu, yang melihat bintang terburu-buru menghabiskan makanan nya. ia tahu bintang melakukan itu karena tidak enak dengan kedatangan Tere.
Bayu mempersilahkan Tere duduk di kursi, dan Bayu kembali duduk di kursi kebesaran nya.
Bintang tertegun mendengar percakapan mereka berdua, dia tidak paham apa yang dibicarakan Bayu dan Tere. tapi di hatinya menatap kagum pada Tere yang sedang menjelaskan proyek mereka. tiba tiba hati nua merasa tidak enak.
"mereka cocok sekali, Tere pintar dan cantik pasti bisa mengimbangi Bayu."
setelah beberapa menit selesai membahas proyek nya. Bayu kembali menghampiri bintang. tere sudah keluar dari ruangan Bayu.
"sudah selesai makan nya Bi?" tanya Bayu yang di angguki oleh bintang. "maaf ya, Tere mau keluar kota jadi mendadak siang ini mengantar berkas." jelas Bayu.
"tidak apa-apa bay, aku pergi dulu ya. sudah habis jam makan siang." pamit bintang, Bayu terpaksa menyetujui nya walaupun sebenarnya hatinya tidak rela. dia masih ingin berduaan dengan Bintang.
"nanti sore aku antar pulang Bi." ujar Bayu, hanya dia angguki oleh bintang.
***
sekitar jam lima sore, Bayu buru buru ke arah parkiran mengambil mobil nya.
saat sudah di depan restoran, Bayu menunggu bintang tapi tidak kunjung keluar juga. terpaksa ia turun dari mobil dan menghampiri satpam didepan restoran.
"Bintang kemana pak?" tanya Bayu.
"bintang sudah pulang dari tadi bersama pak Adit." jawab satpam itu yang seketika membuat darah Bayu mendidih.
di dalam mobil Bayu terus menghubungi bintang tapi tidak di angkat.
"kenapa kamu melakukan ini. mau menunjukan apa lagi padaku Bi?" ucap Bayu kesal, mencengkram erat kemudinya.
__ADS_1
Sedangkan bintang sekarang tengah berada di rumah Adit, Adit mengajak bintang kerumahnya tadi karena ibunya sedang sakit. sudah kenal baik dengan ibu Kumala bintang tak kuasa menolak permintaan Adit. dia juga khawatir pada wanita tua itu.
Dirumah Adit, bintang dengan telaten menyuapi makan Bu Kumala. sekitar jam setengah sepuluh bintang pulang di antar Adit.
memasuki halaman kos nya dengan lesu, bintang terkejut saat Bayu tiba tiba berdiri di depannya.
"Darimana saja jam segini baru pulang?" cerca Bayu, dia mengeram kesal melihat interaksi Adit dan bintang tadi.
"da .. dari rumah mas Adit, ibu nya sedang ..." belum selesai berbicara Bayu sudah memotong perkataan bintang.
"Kamu melupakan janji dan memilih untuk kerumah Adit! Aku nungguin kamu di depan restoran tapi kamu malah asik berduaan sama Adit!" Bayu tersenyum sinis menatap bintang.
Bintang menunduk, dia tahu dia salah. tidak kuasa menolak permintaan Adit dan melupakan janji nya dengan Bayu yang akan mengantarnya pulang.
"maaf, tadi ibu mas Adit sedang sakit jadi aku tidak enak kalau menolak."
"kan bisa kabarin dulu." Bayu mulai melunak melihat bintang yang sepertinya ketakutan.
"hp ku mati tadi." ucap bintang asal, dia berfikir mungkin ini saat nya menjauhi Bayu. dia mengangkat pandangan nya.
"mati? mati atau kamu sengaja tidak mengangkat!" Bayu mulai kesal lagi mendengar jawaban konyol bintang. jelas jelas tadi ia menghubungi bintang dan tersambung.
"sudahlah bay aku lelah, kamu pulang ya." ujar bintang yang mulai melangkah kan kaki tapi tangan nya ditarik Bayu.
Bayu menatap lekat gadis dihadapannya ini, dia merasa ada yang aneh.
"apa yang terjadi? kamu nggak apa-apa bi?" tanya Bayu khawatir, rasanya bintang seperti ingin menjauhinya lagi.
Bintang menggeleng, dia melepas kan tangan Bayu yang memegang tangan nya. lalu ia masuk kedalam kosan nya meninggalkan Bayu sendirian mematung mengamati setiap pergerakan nya. tangan nya terkepal kiri dan kanan lalu berganti mengusap rambutnya kasar.
"Apa yang akan kamu lakukan lagi Bi? susah sekali merebut hati mu kembali!"
.
.
dia terkejut bangun dari acara rebahan nya kala yang mengantarkan makanan bukan bintang tapi orang lain, walaupun seragam nya sama dengan bintang.
"kemana bintang, kenapa bukan dia yang mengantar?" tanya Bayu dingin pada pelayan restoran itu yang ternyata Sasa.
"bintang sedang ada urusan lain pak, saya disuruh menggantikan." Sasa menunduk tidak berani bertatap muka. tatapan dingin Bayu membuat nyali nya menciut.
"baiklah, kamu boleh pergi." titah Bayu dan sesaat Sasa pun sudah keluar dari ruangan nya.
sepanjang perjalanan keluar dari kantor HPD Grup itu Sasa selalu menggurutu.
"apa apaan bintang, katanya bos nya baik dan ramah. hah! ramah apanya? tatapan nya saja membuat ku takut tidak ada ramah-ramah nya sama sekali." gerutu Sasa, ia berjalan dengan kesal. tampak pegawai kantor yang memperhatikan tiap langkahnya tapi Sasa tidak peduli.
"lihat mereka, kenapa terus menatap ku? aku kan bicara apa adanya tentang bos mereka. aku tidak mau menggantikan bintang lagi!" Sasa masih saja terus mengomel.
sedangkan bayu di dalam ruangan kerja nya tampak sedang berfikir kenapa bintang seperti menjauhi nya lagi.
selama beberapa hari, keadaan masih sama. bintang tidak lagi mengantarkan makanan yang dipesan Bayu. Bayu semakin frustasi sendiri. dia menatap kosong pada arah luar jalanan raya.
lamunan nya terhenti kala mendengar pintu ruang kerja nya dibuka dengan kasar.
"Bay hotel yang di Lombok sedang ada masalah, lusa kita akan berangkat kesana dengan Tere juga." ujar Toni sambil menunjukan berkas pada Bayu.
"kenapa bisa begini?" tanya Bayu, ia tiba tiba panik.
"masih belum tahu pasti penyebab nya, tapi tuduhan sementara mengarah pada kontraktor yang memilih bahan tidak sesuai dengan yang kita minta." jelas Toni, laki laki yang usia nya menuju kepala tiga itu tampak serius menjelaskan masalah yang terjadi.
"Berapa korban nya?" tanya Bayu,
__ADS_1
" sekitar tujuh belas orang. semua nya sudah di tangani RS di sana. tidak ada korban jiwa." jelas Toni lagi.
Bayu meremas rambut nya, pikiran nya kalut. belum bisa menyelesaikan apa yang terjadi pada wanita yang dicintai nya, sekarang ditambah dengan masalah di kerjaan nya.
Dia tidak peduli dengan biaya yang akan di gelontorkan, dia memikirkan nasib para pekerja nya. semua pekerja nya pasti tulang punggung keluarga. Bayu tidak bisa membayangkan perasaan keluarga yang sedang menanti sang kepala keluarga dirumah masing masing.
"Tidak usah menunggu lusa, nanti malam kita berangkat!" titah Bayu dan di angguki oleh Toni.
Bayu sedikit lega tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. ia meraih kunci mobil nya dan keluar dari ruangan. tidak mempedulikan Toni yang terus memanggil nya.
mobil Bayu melaju dengan kecepatan tinggi, beberapa menit ia sudah sampai di tempat yang ia tuju. ya, kosan bintang. dia menunggu bintang dengan bersandar pada mobil nya.
sesaat terlihat sang pujaan hati yang ia tunggu datang juga dengan naik ojek online.
saat bintang menyerahkan uang dan helm pada tukang ojek itu, ia terpaku saat melihat Bayu yang tengah menatapnya.
Bintang menghela nafas sebentar lalu masuk kehalaman kos nya. saat hendak melewati Bayu, tangan nya di tarik oleh laki laki itu.
"Kenapa kamu menjauhi ku?" tanya Bayu dingin, ingin sekali rasanya memeluk wanita didepan nya ini. wanita yang selama beberapa hari dirindukan nya.
"aku sibuk," jawab bintang tanpa menoleh pada Bayu. tangan nya memegang erat tali tas nya.
"mau sampai kapan seperti ini? mau kamu sembunyi dimanapun aku pasti akan menemukan mu." ujar Bayu mengangkat dagu bintang, memaksanya untuk menatap nya.
"kamu sudah punya pacar seperti Tere, kenapa masih kurang kerjaan mencari ku!" ketus bintang.
"Bukan kah kamu sudah tahu kalau Tere itu hanya rekan bisnis ku. aku tidak ada hubungan apapun dengan nya selain pekerjaan." ada sedikit rona kebahagiaan di wajah tampan laki laki itu saat mengetahui bintang masih punya rasa cemburu padanya.
"Aku tidak peduli! aku mau kamu jauhi aku!" tegas bintang menghempaskan dengan kasar tangan Bayu yang masih menggenggam tangan nya. bintang berjalan cepat menjauhi Bayu tapi sesaat Bayu bisa mencegah nya.
Berdiri dihadapan bintang seperti ini, Bayu bisa melihat jelas wajah gadis itu.
"Apa mau mu sebenarnya?" akhirnya Bayu mengalah. dia lelah bermain kucing kucingan seperti ini.
"kamu mau aku pergi?" tanya Bayu tatapan nya tidak pernah lepas dari bintang. " disaat mama sudah merestui hubungan kita, sudah tidak ada yang mencegah hubungan kita. tapi kenapa sekarang kamu seperti ini. kenapa kamu selalu menghindari ku?"
"rasanya semakin aku kejar, kamu semakin jauh Bi." ujar Bayu suaranya terdengar frustasi.
"Aku mencintai orang lain."
Degh ...
apa ini,rasanya seperti ada ribuan panah melesat tepat di dada Bayu. Hanya dengan empat kata itu bisa membuat hati Bayu pecah berkeping-keping.
"siapa?" tanya Bayu dingin, ia berharap bintang hanya salah ucap tadi. " Adit ?" imbuhnya lagi.
"siapapun itu bukan urusan mu." ucap bintang, dia menatap ke arah lain tidak berani menatap Bayu.
"Kamu bahagia dengan nya?" tanya Bayu lagi, ia ingin memastikan.
"tentu saja" jawab bintang dengan tersenyum menatap Bayu. butuh waktu lama ia berani menatap mata laki laki di depan nya ini.
hati Bayu semakin teriris saat melihat senyum yang di tunjukan bintang. senyum yang menandakan kebahagiaan. Bayu menghela nafas dengan kasar. dia kalah sekarang. beberapa bulan hatinya sangat yakin kalau bintang tidak akan berpaling darinya ternyata salah. nyatanya gadis di depan nya ini sudah mencintai orang lain.
"Baiklah, jika kamu bahagia. aku akan pergi dari hidup mu." ucap Bayu, matanya terasa panas dan berkaca-kaca.
Bayu mengulurkan tangan nya, dengan ragu bintang menggapai uluran tangan itu.
"berjanjilah padaku, kamu akan selalu bahagia Bi. agar aku bisa tenang, hari ini semua nya selesai. aku akan pergi." ucap laki laki itu, ia mengusap kasar air mata yang jatuh membasahi pipi nya.
Bintang terdiam, menatap kepergian Bayu. sesaat mobil putih itu sudah keluar dari gerbang. Bintang tersentak ia tersadar dari diam nya. lalu ia berlari keluar gerbang, tapi telat mobil putih itu semakin jauh dan tidak terlihat.
tanpa sadar air mata itu sudah lirih membasahi pipinya. dia menatap sendu ke arah jalan yang dilewati Bayu.
__ADS_1
"Maaf kan aku, aku harus melakukan ini. agar kamu bisa menikah dengan orang yang pantas untuk mu. aku mencintai mu Bayu. akan tetap seperti itu."