Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 41, menjatuhkan harga diri


__ADS_3

keluar dari kamar bintang berjalan menuruni tangga, Bayu berpas-pasan dengan Amel. keduanya saling memandang.


"gue pulang dulu Mel. titip bintang, dia baru tidur." ucap Bayu pada sahabat bintang.


meletakan lakban dilantai, Amel berdiri dan berhadapan dengan Bayu.


"ada yang mau gue bicarain sama Lo. duduk sini." Amel meraih 2 kursi plastik di ujung lemari.


Bayu menurut, ikut duduk di kursi. pria itu melirik ke atas kalau-kalau istrinya bangun dan tahu dia masih ada di butik. tangisan memilukan dari istrinya yang berbarengan dengan pengusiran nya membuat pria itu sedih.


"ada apa?" tanya Bayu.


"gue seharus nya nggak harus bilang ini karena gue udah janji sama bintang. tapi melihat kalian yang terus salah paham gara-gara pil KB sialan itu membuat gue harus menyatakan ini." bintang memulai Dengan hati-hati.


"langsung aja Mel, nggak usah berbelit-belit. keburu bintang bangun, dia bisa marah kalau lihat gue masih disini." pria itu tampak gusar, melirik ke atas lagi.


"nggak bakal, semenjak dia ham.." Amel buru-buru menutup mulut nya saat dia hampir keceplosan.


"maksud gue beberapa hari ini bintang tidur nya lama, mungkin karena kelelahan dan stres. dia nggak bakal bangun kalau belum lapar." Amel meralat ucapan nya.


Bayu mengangguk, untung nya pria ini tidak curiga apapun.


"Lo yakin mama Lo udah setuju sama pernikahan kalian?"


"yakin lah Mel. nyatanya kita udah nikah sekarang. Lo ngaco kalau ngomong." Bayu mengernyit heran.


"Tapi sayang nya nggak bay, mama Lo hanya pura-pura ngrestuin kalian." ucap Amel serius.


"Mel jangan bikin keadaan makin ricuh deh. Lo tahu kan gue sama bintang aja belom ada titik temu nya. Lo malah nambahin kayak gini." ucap Bayu gusar. tak percaya pada wanita di depan nya ini.


"Lo tahu nggak siapa penyebab guru hara di dalam rumah tangga Lo. kalau tahu kayak gini akhirnya, dulu gue nggak bakal ngizinin kalian nikah. nggak bakal dukung gue. lebih baik bintang sama Adit aja yang jelas-jelas mama nya baik banget sama bintang." omel bintang panjang lebar.


"apaan sih Mel, kenapa bawa-bawa Adit segala. "


"Bayu! mama Lo yang nyuruh Bintang minum pil KB!"


deg ...

__ADS_1


kali ini ucapan Amel mampu membuat Bayu terdiam. "jangan bohong Mel. gue udah cape' banget ngadepin ini semua. jangan nambahin masalah gue."


"gue nggak bohong. suatu saat Lo pasti tahu kebenaran nya." ucap Amel menggebu-gebu. "yang penting sekarang Lo harus mikirin gimana caranya bintang bisa percaya sama Lo. suruh wanita cabe-cabean itu berlutut di depan bintang kalau perlu!" ucapan Amel tajam seperti ujung tombak yang baru di asah.


***


di mobil Bayu termenung memikirkan semua ucapan Amel. mau percaya, tapi rasanya Bayu tak sanggup.


wajah tulus mamanya saat merestui hubungan nya terngiang di otak. tak mungkin mama melakukan itu kan.


***


seminggu berlalu, hubungan kedua manusia itu tak kunjung membaik. setiap hari datang ke butik istrinya tapi selalu penolakan yang Bayu dapat. bahkan istrinya dengan dingin mengusir nya. merasa kalau bintang sekarang seperti bukan dirinya saja. lebih kejam dan kasar, emosinya naik turun. yang lebih membuatnya prihatin adalah tubuh bintang semakin kurus, wajah nya pucat dan tampak sangat lelah.


tinggal di apartemen sendirian membuat pria itu dilanda kesepian teramat dalam. wajah ceria istrinya yang setiap hari menghiasi sudut apartemen sekarang tak terlihat. hilang di telan kesalahpahaman yang tak kunjung mendapat jalan keluar.


mengemudikan mobil menuju rumah orang tua nya, Bayu akan tinggal disana sampai bintang mau kembali padanya lagi. sendirian di apartemen dengan bayang-bayang istrinya sungguh membuat hati pria itu sakit.


melenggang masuk ke halaman luas kediaman permadana, Bayu di sambut asisten rumah tangga yang baru turun dari lantai atas.


"di atas den, emm maaf sepertinya sedang bertengkar. bibi tidak sengaja mendengar saat mengantarkan teh tadi." perempuan itu menunduk. mengadu pada putra majikan nya. "seperti nya membahas tentang non bintang."


ucapan asisten rumah tangga berhasil mengulik rasa penasaran di hati Bayu. bintang? ada apa?


semua pertanyaan itu mengusik relung hatinya, berjalan cepat dan memperlambat langkah saat sudah di dekat kamar kedua orang tua nya yang memang tidak di tutup rapat. berdiri di belakang dinding Bayu pertama kali mendengarkan pertengkaran orang tua nya.


"Apa sebenarnya yang ada di otak mu Sar? kamu tega pada anak sendiri?" Hardi permadana menggeleng frustasi. ia dapat berita dari anak buah nya beberapa hari yang lalu istrinya menemui menantunya.


bukan untuk temu kangen atau menanyakan kabar, tapi untuk memberi pil KB dan memaksa menantunya meminum nya. Hardi tak habis fikir, ia mengira istrinya sudah berubah tapi nyatanya tidak sama sekali.


"kenapa kamu marah seperti ini har, aku melakukan ini karena ini yang terbaik untuk putra kita." sari membela diri.


"terbaik apa nya? memisahkan anak kita dari istrinya itu baiknya dari mana?"


"aku bukan mau memisahkan mereka, aku hanya mau penerus keluarga kita lahir dari rahim wanita yang berpendidikan dan semartabat dengan kita. dan bintang tidak memenuhi kriteria itu, jadi aku memutuskan untuk menyuruh bintang minum pil kb agar tidak punya anak." sari begitu lantang nya berucap seperti itu.


brak...

__ADS_1


dentuman pintu terdengar keras membuat kedua orang tua itu menoleh.


sari membelalak saat melihat putra nya berdiri dengan tangan terkepal erat, tatapan matanya tajam. wajah nya memerah tanda menahan amarah yang sangat besar.


"jadi benar, mama yang memaksa bintang minum pil KB?" tanya Bayu dengan dingin.


"sayang, Bayu mama melakukan ini demi kebaikan mu. kamu tidak perlu menceraikan bintang. tapi kamu akan menikah dengan Rena wanita yang berkelas dan berpendidikan untuk melahirkan keturunan penerus keluarga kita." sari mendekat ke arah putra nya tapi tangan nya di tepis.


"egois sekali ..." Bayu tersenyum sinis.


"itu bukan demi kebaikan ku, tapi demi kebaikan mama."


"kenapa mama melakukan ini? kenapa ma?" Bayu meremas rambut nya sendiri "mama tahu, perbuatan mama membuat pernikahan ku hampir hancur. aku malu sekali pada bintang ma, mau di taruh mana muka ku? di keluarga bintang, aku diterima dengan sangat baik oleh kedua orang tua nya. tapi disini, istriku tidak mendapatkan perlakuan yang sama. mama menyuruh istriku ini itu seperti pembantu di depan teman-teman arisan mama. istriku tidak serendah itu ma" bayu berteriak frustasi.


sari terkejut, darimana Bayu tahu tentang hari itu. hari dimana memperalat menantunya seperti pembantu.


Hardi yang melihat putra nya tampak kacau hanya bisa memaklumi teriakan itu. ia tahu kekecewaan sedang di rasakan putra nya.


"darimana kamu tahu, bintang mengadu padamu?. lihat kan dia bukan menantu yang baik dia mengadu berlebihan padamu bay. mama hanya meminta tolong karena bibi sedang pulang kampung saat itu. bintang juga menyanggupi nya." sari masih membela diri.


"bintang tidak pernah mengadu apapun tentang perlakuan buruk mama, dia menyimpan nya sendirian walau terluka harga dirinya. bintang ku itu istri yang baik ma. bibi yang sudah memberitahuku." Bayu mendesah pelan.


"apa!" ,sari membelalak.


"aku kecewa padamu ma, aku kira mama tulus ternyata tidak. untuk pertama kali aku membenci mama."


sari mencegah putra nya yang mau keluar dari kamar nya. "jangan pergi bay, jangan. kamu harus percaya sama mama."


"cukup ma, aku muak dengan drama yang mama buat. jangan muncul di hadapan ku sampai bintang mau kembali pada ku." ucap Bayu dengan tegas dan dingin.


sari meraung-raung di lantai, ucapan putra nya begitu menyayat hati nya yang seorang ibu.


***


Bayu mengendari mobil dengan kecepatan tinggi, hatinya berantakan dan kecewa. mama nya melakukan perbuatan tercela dan hampir membuat nya kehilangan istri tercinta.


sampai di depan pintu apartemen, Bayu mengetuk pintu perlahan. saat pemilik apartemen membuka pintu, Bayu langsung menekuk kaki dan berlutut di hadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2