Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 22, membeli kado


__ADS_3

"Apa ini bagus Bi?" tanya Adit memperlihatkan barang ditangan nya kepada bintang.


"bagus mas, ibu nya mas Adit suka baju yang seperti ini?" bintang melihat baju itu memeriksa nya.


"tidak tahu Bi, ibu ku itu suka lukisan dan ... " Adit berhenti terlihat dia sedang berfikir.


"Dan apa mas?" tanya bintang penasaran, ia menunggu Adit melanjutkan ucapan nya.


"kamu Bi"


"melukis tentu nya!" seru Adit membuat bintang memukul pelan lengan nya.


"mas Adit ini ... cuma melukis saja bicaranya lama banget."


"hahaha muka kamu lucu banget kalau lagi penasaran kayak tadi Bi" Adit masih tergelak kala melihat bintang malah mengerucutkan bibir nya.


"aku ke kasir dulu ya,," ucap Adit lalu melangkah ke kasir guna membayar belanjaan nya.


Bintang menunggu Adit sambil melihat-lihat baju sekeliling.


sampai dia terkejut kala ada sosok laki laki berdiri di depan nya.


"Bayu ... " lirih bintang menatap Bayu di depan nya.


Bayu mengepalkan tangan kala ternyata memang bintang yang dari tadi dilihat nya sedang bersama Adit. dia menghela nafas pelan, mengatur emosinya. tidak mau membuat bintang tidak nyaman dan berakhir menjauhi nya lagi.


"sedang apa disini Bi?" tanya Bayu, saat dia sudah berhasil bersikap biasa.


"Aku ... aku ..." belum selesai bintang menjawab Bayu, Adit sudah menghampiri mereka berdua.


"Eh kamu ada disini bay?" tanya Adit saat sudah bergabung dengan mereka berdua.


"aku sedang mencari kado untuk ibu ku disini oh ya kenalkan dia bintang." ujar Adit memperkenalkan bintang pada Bayu.


"Aku sudah mengenal nya." jawab Bayu datar.


Adit menatap bintang seperti bertanya apa yang sebenar nya dan langsung di angguki oleh bintang.


"Wah, dunia ini sempit ya." Bayu tergelak pelan walau sebenarnya ada banyak pertanyaan yang mengganjal dihati nya.


"kami sudah selesai bay," ucap Adit pada Bayu " ayo Bi" Adit meraih tangan bintang menggandeng nya.


tatapan Bayu tertuju pada tangan yang bergandengan itu, dia mengeram kesal di dalam hati.


sedangkan bintang yang di gandeng Adit, terpaksa tidak melepaskan tangan nya.

__ADS_1


agar Bayu bisa melupakannya dan tidak berharap lagi padanya. entahlah sampai saat ini walaupun Bu sari sudah meminta maaf dan tidak melarang nya lagi berhubungan dengan Bayu tetapi bintang merasa sadar diri kalau ia memang tidak pantas untuk Bayu. apalagi melihat Bayu yang sekarang menjadi CEO diperusahaan ayah nya.


"Bayu, aku sudah selesai. kita kemana lagi?" ujar seorang wanita yang tiba tiba menghampiri Bayu dan menggandeng tangan nya.


Deg ...


Bintang menatap wanita itu dari atas sampai bawah.


"cantik sekali, dilihat dari penampilan nya pasti orang berpendidikan dan kaya."


bintang menghela nafas sebentar, menguasai diri nya yang merasa sesak di hati nya.


"Ayo mas Adit " ajak bintang pada Adit.


"Tunggu! bagaimana kalau kita makan bersama." tawar Bayu tersenyum.


"Boleh." ucap Adit menyetujui.


mereka ber empat akhir nya menuju restoran yang berada di mall tersebut. karena meja yang ada di sana bundar. posisi mereka melingkar, di sisi kiri Bayu ada Tere dan disisi kanan nya ada bintang.


makanan yang mereka pesan sudah ada di meja, karena suasana yang tiba tiba menjadi canggung bintang merasa haus. ia ragu saat ingin meraih minuman di depan nya, Adit memesankan bintang minuman yang bersoda. bintang tidak bisa minum minuman bersoda tapi karena merasa tidak enak dan ingin menghargai Adit akhir nya bintang meraih minuman itu.


"Bukan nya kamu tidak bisa minum minuman bersoda ya Bi," ujar Bayu dan ucapan nya berhasil membuat bintang terkejut.


"Uhuk uhuk ... "


Bintang memandang dua minuman yang mereka sodorkan padanya. dia bingung ingin menerima minuman dari siapa.


Bintang meraih minuman dari Adit akhir nya, sedangkan Bayu menatap sendu minuman yang dipegang nya lalu menaruh nya kembali ke meja.


sedangkan Tere yang sedari tadi hanya mengamati tingkah ketiga orang di depan nya hanya tersenyum simpul. seakan tahu apa yang sedang terjadi.


"apa sudah lebih baik Bi?" tanya Adit khawatir.


"sudah mas" jawab bintang dengan tersenyum.


"kamu minum saja minuman itu, biar aku yang minum ini." ujar Adit dan di angguki oleh bintang.


lagi lagi Bayu mengeram kesal di dalam hati. dia mengepalkan tangan dibawah meja. merasa sakit melihat perhatian yang diberikan Adit pada bintang.


Tere yang melihat tingkah Bayu akhirnya ber inisiatif.


"Bay bisa tolong potongkan daging punya ku."


Bayu meraih piring Tere dan dengan telaten memotong kan daging menjadi kecil kecil lalu menyerahkan pada Tere.

__ADS_1


"ah terimakasih" ucap Tere tersenyum. dia mengambil daging itu dengan garpu menyodorkan nya di depan mulut Bayu. dan Bayu melahap nya.


Bintang yang melihat interaksi antara Tere dan Bayu hanya bisa diam dan menunduk. tangan nya meremas ujung kaos nya di bawah meja.


Adit menatap bintang dengan tatapan yang susah di artikan.


"habiskan makanan mu setelah itu kita pulang Bi" ucap Adit tersenyum.


****************


"Kamu sudah lama kenal sama Bayu Bi?" tanya Adit saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil di parkiran mall.


"sudah. Bayu teman kerja ku dulu di tempat kerja ku yang lama." jawab bintang.


"tempat kerja mu yang lama mall ternama itu kan?" tanya Adit dan di angguki oleh bintang.


" jadi Bayu beneran menyamar jadi orang biasa seperti yang disarankan bang Toni dulu. lalu ada hubungan apa dia dengan bintang di masa lalu?"


Adit masih tampak berfikir, sedangkan bintang menatap nanar kala melihat Bayu dan Tere bergandengan mesra menuju mobil Bayu.


Bintang mengalihkan pandangan kala melihat Tere yang tiba tiba mencium Bayu.


"Ayo pulang mas." ajak bintang pada Adit. Adit pun menyalakan mesin dan menjalan kan mobil nya keluar dari parkiran.


___


"kamu apa apaan sih re, jangan pernah menyentuhku selain hanya bergandengan tangan." tegas Bayu memperingati Tere.


"oke oke maaf deh, lain kali nggak gitu lagi" jawab Tere. sebenar nya ia sengaja mencium Bayu karena melihat bintang tadi menatap kearahnya dari dalam mobil.


Bayu menerima ajakan Tere hanya karena menghormati nya karena perusahaan nya dan ayah Tere sedang melangsungkan kerja sama.


Tapi saat di mall dia malah melihat wanita yang dicintai nya sedang berduaan dengan laki laki yang ternyata Adit, teman nya yang ia percaya untuk mengurus cafe nya.


mengingat itu Bayu menjadi kesal lagi.


"kenapa harus Adit! aku tahu Adit itu laki laki baik. dia tidak akan menyakiti bintang. tapi aku masih tidak terima dengan itu!"


"Aarrgh!" kesal Bayu mengacak acak rambut nya.


.


.


.

__ADS_1


terimakasih, tinggalkan like, komen dan juga vote nya ya ❤️


__ADS_2