Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 6. teman kecil amel


__ADS_3

"Baik banget si Ipul. kenapa Lo nggak pacaran aja sama Ipul Mel?" ucap bintang.


"Gue sama Ipul pacaran? hahaha ada ada aja Lo Bi. Nih ya dari kecil gue main nya sama Ipul, berangkat sekolah bareng Ipul. ya kali gue pacaran sama Ipul juga. nggak sekalian nikah juga!" Amel masih tertawa. lalu Terdiam sebentar , menggelengkan kepala merasa itu tidak akan mungkin.


lagipula jika benar bisa berpacaran, Amel takut kalau suatu saat putus, hubungan persahabatan nya tidak bisa seperti dulu lagi.


" Nah itu nikah aja sekalian , gue setuju banget tuh!" ujar bintang terkekeh.


"sembarangan banget kalau ngomong" ucap Amel memukul bahu sahabat nya agak keras.


"Mel didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. kita kan nggak tau jodoh kita siapa. siapa tau orang itu sudah berada di dekat kita sendiri." ucap bintang kali ini serius dengan ucapan nya.


*****


hari berganti hari, seminggu telah terlewati dengan baik.


Di cafe atas bukit, tampak orang orang sudah berkumpul duduk di kursi masing masing.


Bintang baru datang bersama Amel. memarkirkan motor nya. lalu menatap keseliling. terlihat teman teman nya sudah saling mengobrol. saling melempar canda'an yang membuat orang sekitar nya tertawa.


Amel dan bintang sedikit terlambat sepertinya.


1 meja terdiri dari 4 orang. tatapan bintang tertuju pada Bayu yang bersebelahan dengan tari. terlihat tangan tari bergelayut manja di lengan Bayu . sedang mencari perhatian laki laki disamping nya sepertinya.


Dengan segera bintang mengalihkan pandangan nya. Dadanya terasa sesak tiba tiba kala melihat pemandangan itu.


"kenapa rasanya sakit melihat Bayu bermesraan dengan tari. kenapa? kenapa rasanya aku cemburu?" batin bintang.


Amel menarik tangan bintang, mengajak nya duduk satu meja dengan Roni dan Rian. karena hanya meja ini yang tersisa rupanya.


"kemana aja sih kalian. kenapa baru datang?" cerocos Roni.


"Motor gue di bengkel. jadi Amel harus jemput gue dulu kerumah. Lo kan tau rumah gue nggak searah kesini." jawab bintang datar.


"kan Lo bisa bilang gue, rumah gue kan nglewati rumah Lo." ujar roni.


"kalau Elo yang jemput bintang bahaya Ron. bisa bisa bintang overdosis akibat gombalan Lo itu." terang Amel terkekeh melihat raut muka roni.


" sialan Lo Mel." sinis Roni. "lagian gue gombal kan sama cewe cewe lain . kalau sama bintang gue serius nih. tapi diabaikan Mulu." ujar Roni memelas, mengerucutkan bibirnya menampilkan wajah seimut mungkin.


"idihh berlebihan banget sih Lo kayak gitu. nggak usah sok imut. ingat umur." cibir Amel.


"tapi serius nih Bi. nanti pulang bareng gue aja ya. biar nggak bolak balik si Amel." ucap Roni masih tak mau menyerah membujuk bintang.


"lihat aja deh nanti." ucap bintang datar .


netra nya sesekali melirik ke arah Bayu yang sedang mengobrol dengan teman teman yang lain. saat bintang menatap Bayu secara kebetulan Bayu pun sedang menatap bintang. pandangan mereka bertemu. dengan segera bintang mengalihkan pandangan nya pada Roni disamping nya.


"kenapa gue ngerasa disini silau banget ya?" celetuk Roni tiba tiba.


Bintang dan Amel saling berpandangan , mengernyitkan dahi. tidak mengerti apa yang dimaksud Roni.


"karena Bintang ada disini dengan sinar kecantikannya." tambah nya lagi. menatap bintang lekat sambil tersenyum.


Amel dan bintang memutar bola matanya jengah.


"ah elah Ron, basi gombalan Lo." ucap Amel.


Bintang tertawa , merasa heran dengan Roni yang dari dulu tidak berubah sikap nya. setiap bertemu wanita tidak ada yang luput dari gombalan nya. tapi tak sedikit juga para wanita yang terperangkap dengan gombalan nya.


"dasar Playboy" bintang memukul lengan Roni.

__ADS_1


Dimeja lain tampak Bayu mengepalkan tangannya dibawah meja. rasa cemburu membuncah di dadanya kala melihat wanita yang dicintai tertawa dengan laki laki lain.


Tari yang melihat Bayu terus menatap bintang pun langsung menggelayutkan tangan nya ke lengan Bayu. mencoba mengalihkan perhatian nya.


tapi dengan segera Bayu menepis tangan nya.


"bisa nggak sih nggak usah terlalu nempel banget tar." ketus Bayu.


"emang Lo mau rahasia Lo gue bongkar?" sinis tari. mau tidak mau Bayu pun pasrah merelakan lengan nya digelayuti oleh wanita lain yang tidak dia sukai.


..


" Halo, selamat malam . kali ini kami akan menemani kalian semua menikmati malam yang yang indah ini. kalau ada yang mau request lagu kami persilahkan, mau menyanyikan nya sendiri atau duet dengan saya juga boleh. silahkan angkat tangan dan maju kesini ." sapa sang vokalis band akustik pada semua pengunjung cafe.


"Ayo Bi . sudah lama Lo nggak pernah nyanyi lagi. gue kangen lihat Lo nyanyi lagi." pinta Amel pada bintang.


"nggak mau gue malu." ucap bintang menolak permintaan Amel.


" please lah bi. demi gue. hitung hitung Lo menghibur gue yang lagi patah hati gini." ucap Amel memelas, menampilkan wajah sesedih mungkin hingga bintang tak kuasa menolak.


"iya iya , sudah jangan sedih." ucap bintang seraya berdiri mengangkat tangan nya.


"semangat Bi." ucap Roni menyemangati.


bintang tersenyum lalu berjalan ke arah panggung. semua mata menatap ke arah nya tak terkecuali Bayu.


setelah berdiskusi dengan sang vokalis. bintang berdiri diatas panggung menatap lurus ke depan. dia agak gugup karena sudah lama tidak bernyanyi di atas panggung.


menarik nafas perlahan dan mengeluarkan nya dengan cara yang sama.


"Hai semua. saya bintang lagu ini saya persembahkan untuk sahabat saya di sebelah sana." ucap bintang tangannya menunjuk ke arah Amel . Amel melambaikan tangan tersenyum ke arah bintang.


we broke up a Mont ago


your friends aran't mine, you know, i know


you've moved on, found someone new


one more girl who brings out the better on you


and i thought my heart was attached


for all the sunlight of our past


but she's so sweet, she's so pretty


does she Medan you forget about me


oh, i hope your happy, but not like how you where with me


om selfish, i know, i cant let you go


so find someone great but don't find no one better


i hope your happy but don't be happier..


setelah slesai bernyanyi , terdengar tepuk tangan membahana dari pengunjung cafe dan juga teman teman nya.


kecuali tari yang dari tadi memasang wajah tidak suka. apalagi saat melihat Bayu yang tatapan nya tak pernah lepas dari bintang.


malam sudah semakin larut, bintang terpaksa membonceng Roni karena Amel terlebih dulu pamit pulang setelah mendapat telfon dari ibunya.

__ADS_1


diparkiran saat bintang hendak naik ke motor Roni tiba tiba tangan nya ditarik oleh Bayu.


"Bintang pulang bareng gue!" ujar Bayu menatap tajam pada Roni. lalu menggandeng tangan bintang berjalan ke arah motor nya.


Roni mengernyitkan dahi nya heran dengan kelakuan Bayu yang tiba tiba.


" jadi Lo suka sama bintang, oke gue ngalah hari ini. tapi hari selanjutnya jangan harap."


gumam Roni tersenyum sinis menatap kepergian Bayu.


"makasih bay" ucap bintang pada Bayu setelah mereka sampai di depan rumah nya.


"mau mampir dulu nggak?" tambahnya.


"boleh"


mereka berdua duduk di teras rumah bintang.


"Sejak kapan kamu bisa nyanyi bi?" tanya Bayu menatap lekat bintang yang duduk disamping nya. dia sudah menahan rasa penasaran nya sejak tadi.


"dulu sebelum kerja di swalayan, Gue nyanyi di cafe bay. karena belum ada kerjaan." ucap bintang. netra nya menatap langit. teringat masa masa dimana dulu dia merasa dicintai oleh seseorang, selalu didukung atas apa yang sudah menjadi pilihan bintang.


tapi akhirnya cinta itu kandas karena sang mantan pacar memilih mengikuti kemauan orang tua nya.


"kenapa berhenti?" tanya Bayu. ingin tahu.


"karena kalau gue masih nyanyi, gue nggak bakalan bisa ngelupain seseorang haha." bintang tersenyum getir. Entah mengapa hatinya sudah tidak merasa sakit lagi jika membicarakan mantan pacarnya itu.


"siapa?" tanya Bayu serius, menatap bintang yang kini juga tengah menatap nya.


"mantan pacar gue" jawab bintang tersenyum getir.


"apa tadi pas nyanyi kamu juga masih keinget dia?"


dadanya merasa sesak, pertanyaan yang dia lontarkan sendiri sebenarnya juga melukai perasaan Nya. semburat cemburu terlihat jelas di wajah tampan nya itu.


"Tidak! entah kenapa gue sudah nggak ngerasa sakit lagi saat inget dia. lagipula tadi gue nyanyi karena Amel yang maksa gue." ucap bintang.


"syukurlah" gumam Bayu.


merasa lega mendengar jawaban dari bintang. seketika fikiran fikiran negatif langsung lenyap berterbangan entah kemana.


" Bi gue mau ngomong serius sama Lo" ucap Bayu memegang tangan bintang menatap nya dengan lembut.


bintang terdiam, menunggu apa yang mau di ucapkan Bayu.


"gue,, gue su..." belum menyelesaikan kalimat nya, Bayu dikejutkan dering telfon dari sakunya.


Bayu pun mengangkat telfon yang ternyata dari mama nya.


"apa! bagaimana bisa ma? oke Bayu kerumah sakit sekarang."


" ada apa bay?" tanya bintang yang juga ikut panik melihat Bayu yang terlihat sangat khawatir.


"bi gue harus kerumah sakit sekarang. Kaka gue pingsan. maaf bi." ucap Bayu langsung berlari ke arah motor nya . melajukan motor nya dengan cepat.


bintang yang tidak tau harus apa hanya menatap kepergian Bayu dengan bertanya tanya pada dirinya sendiri.


"tadi Bayu mau bilang apa ya?" batin bintang dalam hati.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2