
di sebuah gedung mewah yang tampak megah dengan berbagai hiasan bunga di setiap sudut ruangan. lampu berpencar menerangi seluruh tamu undangan yang datang. dari rekan bisnis,teman, keluarga dan kerabat tampak memenuhi gedung hotel yang di sulap sedemikian megah nya. pernikahan putra bungsu pemilik HPD gruph yang bergerak di bidang perhotelan dan properti memenuhi tajuk berita hari ini.
tak disebutkan dengan jelas siapa wanita beruntung yang sanggup meluluhkan hati putra bungsu pengusaha ternama itu. putra yang terkenal dengan urusan pribadi nya yang sangat tertutup dan misterius itu sanggup membuat orang-orang penasaran dengan sosok nya.
terlihat kedua pengantin berjalan menuju altar pernikahan, menjadi raja dan ratu sehari membuat keduanya dilanda susah tidur sebelum nya. tapi saat acara sudah di depan mata, mereka melakukan nya dengan baik hingga acara berjalan dengan lancar sampai selesai.
saat dimana sebagai pengantin baru pasti melakukan malam pertama, tapi tidak untuk bayu dan bintang. kedua nya terlelap dengan pulas karena kelelahan dengan pesta nya.
bahkan pengantin perempuan sampai melupakan menghapus makeup di muka nya.
tidur di dalam kamar hotel yang sama digunakan untuk resepsi, kamar yang di sulap dengan indah, banyak bunga mawar bertaburan di atas kasur.
Bintang terbangun dari tidur nya saat matahari sudah mulai meninggi, mengerjapkan mata pelan. pengantin baru itu turun dari kasur dan membuka gorden, membuat pria yang tidur di atas kasur merasa terusik. merasa silau dengan cahaya matahari yang masuk menerpa wajah tampan nya.
"bangun bay," bintang mengusap pipi bayu dengan lembut. mencium pipi pria yang belum genap satu hari menjadi suaminya.
Bayu yang merasa terusik lantas menarik tangan bintang hingga membuat tubuh gadis itu terjatuh di pelukan nya.
"bangun bay, sudah siang." ucap bintang yang berada di pelukan sang suami. gadis itu mendongak saat Bayu menarik dagu nya.
"kita sudah menikahkan?" tanya Bayu dengan suara serak nya khas bangun tidur memandangi wajah cantik istri nya lekat.
"iya kan kemarin." bintang mengerutkan kening bingung, berfikir apa suaminya ini lupa kalau mereka sudah menikah.
"terus kenapa masih manggil bay, bay" ucap Bayu mengerucutkan bibir nya, membuat bintang gemas. baru sehari menjadi suaminya, bintang sudah melihat sikap manja Bayu yang selama ini tidak pernah dilihat nya.
"aku baru tahu kalau suami ku bisa bersikap manja seperti ini." bintang tersenyum memainkan bibir suaminya dengan jemari nya.
Bayu memegang jemari bintang, membuat sang istri menghentikan aktivitas nya. tanpa aba-aba bayu menempelkan bibir nya pada bibir tipis sang istri. mengecup nya berulang kali membuat bintang membulatkan matanya. tapi sekejap mata bintang meredup larut dalam ciuman lembut yang di berikan sang suami.
__ADS_1
tak berhenti di situ tangan Bayu bergerilya, memegang gundukan keajaiban dunia. tak terlalu besar dan tak terlalu kecil, pas di kepalan tangan nya. meremas nya dengan lembut hingga membuat sang empu menggigit bibir menahan gejolak di dalam tubuhnya.
"jangan di tahan sayang, aku ingin mendengarkan suara indah mu." ucap Bayu, ciuman nya turun pada leher jenjang sang istri. menggigit nya hingga meninggalkan tanda kepemilikan. membuat bintang memekik tanpa suara.
"mulai sekarang jangan panggil aku dengan namaku, terserah mau memanggil apa. itu PR untuk mu bi, aku akan menerima nya dengan senang hati tanpa protes sedikitpun." ucap Bayu di sela ciuman nya. tampak bintang yang mendengar perintah sang suami mulai berfikir panggilan apa yang cocok untuk suaminya. tapi otak nya seketika bleng saat tangan Bayu kembali bergerilya.
Bayu kembali merem*s gundukan yang sanggup membuat nya terbuai, dengan cekatan tangan Bayu sudah membuka kancing baju tidur yang dikenakan sang istri. melepaskan bra berendra itu dan membuang nya ke sembarang arah.tanpa menunggu lama, pria itu mengecup puncak benda kenyal itu dan ******* nya.
"ahh.." satu des*han lolos dari bibir tipis sang istri. membuat hasrat nya kian memburu dan membara.
saat tengah menikmati bagian depan istri nya, Bayu dikejutkan dengan suara dering ponsel yang nyaring memenuhi kamar hotel.
memilih untuk mengabaikan nya, Bayu melanjutkan aktivitas nya yang tertunda. tapi bunyi dering ponsel berhasil menghentikan jemarinya yang hendak membuka celana sang istri.
mengumpat kesal, bayu menutupi tubuh istri nya yang setengah polos dengan selimut. lalu meraih benda pipih yang menjadi penyebab kesenangan nya terhenti.melihat wajah kesal sang suami, bintang hanya tersenyum geli.
"ya ma ada apa?" jawab Bayu sesaat setelah mengangkat telefon yang ternyata dari mama nya.
"pagi-pagi mama sudah menelepon pengantin baru, apa itu namanya tidak mengganggu?" gerutu Bayu. seperti nya pria itu sangat kesal terdengar dari nada bicaranya.
"ini sudah siang bay! sudah hampir jam sembilan. kalian melupakan sarapan, cepat turun kami semua sudah menunggu mu di restoran bawah. ronde kedua bisa di lanjut nanti lagi saat sudah di apartemen mu!" omel bu sari pada sang anak dan langsung mematikan telefon nya.
Bayu menaruh ponsel nya kembali di meja lalu menoleh pada sang istri yang sudah duduk sambil memegangi selimut yang menutupi tubuhnya sampai ke leher, mencegah tubuh setengah polos nya terlihat.
"para orang tua sudah menunggu di bawah bi, selesai sarapan kita akan pulang ke apartemen." ujar bayu mendekati sang istri "agar tidak ada yang mengganggu saat aku mengambil mahkota mu" bisik Bayu, hembusan nafas nya ditelinga bintang membuat bulu halus bintang meremang.
pipi bintang memerah seperti udang rebus, dia memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya.
"mau mandi sendiri-sendiri atau bersama?" tawar Bayu, menaik-turukan alis nya sengaja menggoda bintang.
__ADS_1
bintang tersenyum malu," aku akan mandi sendiri, sekarang kamu balik arah hadap kesana" pinta bintang yang membalikan tubuh sang suami agar membelakangi nya.
"kenapa harus hadap sana sih bi," protes Bayu.
"aku mau memakai bajuku dulu, jangan mengintip!" ancam bintang saat suaminya ingin menoleh ke belakang.
"lagian aku sudah melihat nya tadi bi, kamu suruh hadap kesana pun aku sudah hafal dengan tubuh atas mu. mau ku jabarkan ada di mana tahi lalat yang ada di tubuhmu?" Bayu tergelak keras saat pundak nya mendapatkan pukulan dari sang istri.
"ada di dua tempat bi, yang satu di leher dan yang satu nya lagi ada di samping gun..." Bayu menghentikan ucapan nya saat istri nya tiba-tiba menutup mulut nya dari belakang.
"jangan seperti itu bay, aku malu." ucap bintang masih dengan menutup mulut suaminya.
Bayu menepuk-nepuk tangan bintang yang menutupi mulut nya, meminta gadis itu melepaskan tangan nya tanpa suara.
"jangan seperti ini juga sayang, tidak sopan." Bayu memperingati bintang dengan mengangkat tangan bintang yang tadi dibuat gadis itu menutupi mulut nya.
"maaf," lirih bintang, gadis itu tertunduk tangan satunya yang bebas meremas ujung kaos nya.
cup~ bintang baru berani mengangkat pandangan saat Bayu mengecup pucuk kepala nya.
"kamu marah?" tanya bintang takut-takut.
"tidak sayang," jawab Bayu, mengusap rambut bintang dengan lembut. "ayo mandi, kita sudah di tunggu. para orang tua bisa mengomel nanti." ucap Bayu tersenyum, senyum yang meneduhkan hati gadis dihadapan nya.
setelah acara resepsi tadi malam, para orang tua dari pihak mempelai pengantin pria dan wanita memutuskan untuk menginap di hotel. tubuh yang kelelahan dan mengantuk tak bisa membuat mereka langsung pulang kerumah masing-masing.
baru hadir di depan meja restoran, bintang dan Bayu mendapatkan tatapan mata dari semua orang. apalagi saat melihat tanda kemerahan di leher bintang, semua yang ada di meja makan mengulum senyuman.
Risa yang melihat banyak tanda di leher bintang pun bersuara. " langsung gaspol ya bay tadi malam, gila! tidak lelah apa setelah seharian jadi tokoh utama?"
__ADS_1
ucapan Risa seketika membuat bintang malu dan menunduk di tempat nya duduk. ia kesal dengan suaminya yang melarang nya memakai syal untuk menutupi bekas kecupan yang masih terlihat jelas di leher sang istri. sedangkan Bayu tampak biasa saja, pria itu pintar membawa diri dan tidak terkecoh dengan ejekan sang kakak.
"sudah-sudah ayo kita mulai sarapan nya, sudah telat berapa jam ini jadwal sarapan." pak Hardi menengahi kecanggungan.