
tengah malam yang tampak sunyi membuat pikiran Bayu semakin was-was. pria Dengan kemeja yang di kancing kan asal itu menggigit bibir. kesalahpahaman ini membuat hubungan nya dengan bintang tambah memburuk.
45 menit mengendarai mobil, akhirnya Bayu sampai di apartemen nya. memarkirkan mobil dengan asal, pria itu berlari menyusuri lorong sepi apartemen. disaat semua orang sedang beristirahat setelah seharian beraktifitas tapi Bayu sekarang sedang menghadapi situasi yang sangat sulit baginya.
mendorong kasar pintu apartemen nya, Bayu tertegun saat berpas-pasan dengan bintang yang keluar dari kamar membawa koper ditangan kiri nya.
"mau kemana bi?" tanya Bayu, raut wajah panik terlihat jelas di wajah pria itu.
diam saja tanpa menjawab, bintang berjalan melewati Bayu begitu saja.
"kita harus bicara, jangan kabur dari masalah. tunjukan kalau kamu sudah dewasa bi."
bintang menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang. tersenyum sinis, tidak ada raut wajah sedih atau air mata setetes pun diwajah cantik nya.
"nggak ngaca? yang pertama kabur dari masalah itu kamu!" dengan suara keras, bintang menunjuk wajah sang suami.
"kalau kecewa cukup utarakan, bukan nya mencari pelampiasan di luar sana!" teriak nya lagi.
"kamu salah paham" Bayu yang hendak menjelaskan tapi dipotong oleh bintang.
"ya ... dari dulu memang aku yang selalu salah paham. aku yang selalu berfikir positif, percaya dengan semua ucapan mu. sampai malam ini saat aku melihat nya langsung dengan kedua mata ku, aku akan tetap percaya dengan apa yang kamu ucapkan. ya .. aku salah paham bay." suara bintang terdengar pilu dengan linangan air mata yang membasahi wajah.
"bi ..." Bayu mencoba mendekat, tapi bintang mundur dan menghindar.
"dari dulu saat pacaran sampai sekarang, aku tidak di beri kesempatan untuk mengutarakan apa keinginan ku, aku diam. aku terima semua nya tanpa mempedulikan perasaan ku sendiri." ucap bintang Dengan nafas terengah-engah.
"sekarang, apa aku boleh memilih jalan ku sendiri?"
"apa maksud kamu bi?" hati Bayu berdetak hebat, menunggu kata selanjut nya yang keluar dari bibir bergetar istri nya.
"aku mau kita cerai!"
deg
__ADS_1
deg
deg
jantung Bayu seakan berhenti berdetak, tak pernah menyangka kata cerai keluar dari bibir wanita yang di cintai nya. bintang yang selama ini selalu kuat dan bertahan disamping nya. dengan wajah putus asa mengatakan cerai di depan wajah nya.
"tidak! aku tidak mau kita cerai. sampai kapanpun!" sentak Bayu, pria itu mengeram kesal saat bintang lagi lagi tak mau di dekati.
"kenapa?" tanya bintang dengan dingin.
"aku mencintai mu bi, aku nggak bisa kalau harus hidup tanpa kamu." suara Bayu melemah.
"kalau mencintaiku seharus nya bisa menjaga perasaan ku. kalau mencintaiku seharus nya tahu batasan dan mendengar penjelasan ku. kalau mencintaiku seharus nya tidak tidur dengan wanita lain." kalimat terakhir yang di ucapkan bintang terdengar sangat berat. ibu hamil itu menunduk.
tubuh Bayu merosot, berlutut di depan istri nya. kewibawaan seorang pemimpin perusahaan lepas dari tubuh nya.
"kali ini tolong sekali lagi percaya padaku, selama ini aku hanya tidur dengan mu istriku, bintang arunika. hanya kamu, dan akan selalu kamu." Bayu meraih tangan istrinya " saat ini aku belum punya bukti untuk menunjukan kebenaran ku, beri aku waktu. aku akan membuktikan padamu kalau aku tidak melakukan apapun dengan Rena."
"aku tidak mau kita bercerai bi." Bayu memeluk tubuh bintang, menenggelamkan wajah nya pada perut rata istrinya.
Bintang terdiam, wanita hamil itu menatap kosong ke sembarang arah.
"sampai kamu bisa membuktikan kebenaran mu, izinkan aku menenangkan diri. aku akan pergi sementara waktu. jangan temui aku sampai kamu bisa membuktikan itu." ucap bintang.
Bayu mendongak, memegang erat tangan istrinya dengan posisi yang sama.
"tetap disini. kalau kamu tidak mau tidur dengan ku, aku akan tidur di kamar lain. tapi tetap disini sayang. jangan tinggalkan aku."
"tidak bisa bay, aku kecewa padamu. kali ini tidak mudah memaafkan kesalahan mu. kamu tahu, kesalahan mu kali ini meruntuhkan hati dan kepercayaan ku. biarkan aku pergi, aku mohon." kali ini bintang menatap mata suaminya dengan dalam. tatapan nya menyiratkan rasa sakit hati, kecewa melebur menjadi satu.
"maafkan aku, aku minta maaf sayang. jangan pergi." Bayu terus saja memohon.
melihat Bayu yang seperti ini, bintang mengelus kepala suaminya. "aku tinggal di butik, jadi kamu tidak perlu khawatir. temui aku saat kamu sudah mendapatkan bukti itu. aku tidak menerima kunjungan mu dengan tangan kosong."
__ADS_1
bintang melepaskan genggaman tangan nya, melangkahkan kaki nya keluar dari apartemen.
Bayu, pria itu hanya bisa menyaksikan kepergian sang istri Dengan pasrah dan sendu. pintu tertutup perlahan, Bayu menangis menyesali perbuatan nya. harus nya ia tidak pergi ke klub. harus nya dia mendengar kan penjelasan istri nya. harus nya dia bisa mengontrol amarah nya.
tapi semua itu hanya menjadi penyesalan yang datang saat semua nya sudah berantakan seperti ini. tak tentu arah, pria itu bangun dan masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang sangat berantakan.
**
sampai pagi menjelang, Bayu tak bisa tidur. baru memejamkan mata sebentar, pria itu terbangun lagi dan begitu terus sampai pagi. seperti tak punya semangat hidup, pria itu menatap nanar apartemen yang hening dan sepi. tak ada ucapan selamat pagi seperti biasa. hanya bayangan istrinya yang melintas sekilas.
sama seperti bintang, wanita itu bangun dengan hari yang berbeda. membuka jendela lantai atas ruko nya. pemandangan jalan raya yang sudah nampak ramai menjadi pemandangan pertama yang dilihat nya pagi ini. tak ada wajah tampan suaminya seperti biasa. menunduk dan mengelus perut rata nya, bintang meminta maaf pada janin yang menempati rahim nya.
"maafkan mama, harus nya ini menjadi hari yang sangat bahagia untuk papa mu. maaf, sementara mama akan merahasiakan mu. mama masih kecewa." tanpa sadar, air mata luruh lantah jatuh di pipi ibu hamil itu.
berlari ke kamar mandi, rasa mual seperti biasa menghinggapi ibu hamil itu.
Bayu yang tidak fokus bekerja memilih untuk mengecek cctv yang ia pasang diam-diam di butik istrinya.
tapi ia mengernyit heran saat tidak terlihat gambar apapun selain warna hitam dilayar ponsel nya.
"kenapa gelap, apa cctv nya rusak?" Bayu menghela nafas kasar, harapan mengobati rindu dengan melihat aktivitas istrinya lewat cctv pupus sudah.
Bayu menoleh saat pintu di ketuk dari luar, muncul Andi yang datang dengan raut wajah di tekuk dan kemudian berlutut di depan Bayu.
"saya minta maaf pak, tolong jangan sebarkan video saya dengan Rena. saya akan mengundurkan diri sebagai rasa bersalah saya. tapi saya mohon, jangan sebar video saya. ibu saya sedang sakit, saya tidak mau membuat nya sedih." ucap Andi. pria itu mengatupkan kedua tangan di dada.
Bayu bangun dari duduk nya, mendekat di hadapan Andi. pemimpin perusahaan hpd grup itu mengepalkan tangan.
"itu hak mu mempunyai hubungan dengan Rena, mau mencium nya, mau meniduri nya itu bukan urusan ku dan aku tidak peduli. kalian melakukan nya dengan sadar, aku tidak punya hak untuk menghakimi atau marah padamu soal hal itu. tapi kesalahan mu hanya satu, kamu melakukan nya di dalam kantor ku. kamu menodai perusahaan yang dengan susah payah di bangun oleh papa ku. kamu sadar itu!"
Andi semakin tertunduk tidak berani menatap sang atasan. ia sadar telah salah, melakukan hal menjijikan itu di dalam kantor. tapi di sisi lain, perasaan nya dengan Rena tulus. pria itu diam-diam tertarik oleh Rena sejak pertama bertemu.
dibutakan dengan rasa cinta nya yang terpendam, pria itu larut saat Rena tiba-tiba mendekatinya.
__ADS_1