Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 44, kedatangan mertua.


__ADS_3

"Mama.." ucap kedua nya bersamaan.


bintang yang terkejut refleks mundur dan bersembunyi di balik punggung sang suami. ketakutan yang ia rasakan dulu saat di ancam sari kembali memenuhi kepala. ibu hamil itu berpegang erat pada kaos polos yang melekat di tubuh suaminya.


Bayu menyadari ketakutan istrinya, dengan lembut ia mengusap tangan bintang. mencoba berbicara kalau semua akan baik-baik saja.


"Ada apa ma?" tanya Bayu dengan wajah datarnya. kedatangan sang mama tak membuatnya senang. sejak pertengkaran besar terakhir kali itu menjadi hari terakhir pertemuan nya dengan sang mama.


sari yang ditatap putranya dengan tatapan muak menunduk sedih, wanita tua itu menoleh pada sang menantu yang masih nyaman di belakang punggung sang suami.


"apa sikapku sangat keterlaluan? sampai-sampai bintang takut seperti itu padaku."


"kalau tidak lekas bicara kami akan masuk. mama membuat istriku ketakutan." ujar bayu dengan dingin. tidak ada raut kebahagiaan sama sekali.


"tunggu! mama mau bicara sama kalian berdua. mama kesini mau minta maaf. mama sudah menyadari kesalahan mama." ucap sari tulus. 2 bulan putra nya tak mau menemui nya sama sekali. bahkan sampai ia rela datang ke kantor pun sang putra juga tidak mau bertemu.


melihat teman-teman sosialita nya yang terkadang membawa cucu mereka beserta menantu membuat hati sari tercubit. menyadari kesalahannya yang sangat keterlaluan.


"minta maaflah dengan istriku ma. istri ku lah yang selama ini menderita karena ulah mama!" sentak Bayu, pria itu sedang menahan emosinya.


"yank, bawa mama masuk. tidak enak di lihat penghuni apartemen yang lain." bisik bintang.


***


duduk berhadapan di ruang tamu yang terhubung dengan ruang menonton tv, suasana menjadi hening. wanita tua itu meremas jari-jari nya saat memperhatikan ada yang beda dengan menantunya. perut dibalik kaos polos berwarna putih itu tampak buncit dan menyembul keluar.


memperhatikan sorot mata sang mertua yang tertuju pada perut nya membuat bintang refleks menutupi nya dengan bantal. tapi Bayu menyingkirkan bantal itu dan menaruh nya di belakang punggung.


"tidak perlu di tutupi, biarkan saja terlihat. kehadiran anak ku tidak punya salah apapun sehingga harus disembunyikan dari dia."


degh..


sari menunduk dalam, perkataan menyakitkan sang putra menembus hatinya yang kini menyesalkan hal besar.


"maafkan mama..." sari memulai pembicaraan.


"mama salah, maafkan mama. selama ini keegoisan telah membutakan hati mama. mama bertindak keterlaluan, hingga tak menyadari itu semua hampir membuat pernikahan kalian hancur. mama menyesal." terisak dengan uraian air mata yang menggenang.


bangkit dari duduk nya dan berjalan ke hadapan sang menantu, wanita tua itu tiba-tiba berlutut.


bintang yang terkejut refleks berdiri dengan cepat meminta sang mertua untuk bangun.

__ADS_1


"ma, bintang sudah memaafkan mama. tidak perlu seperti ini. bangun ma."


mendengar ucapan sang menantu membuat sari menangis histeris, bintang menoleh pada sang suami yang menatap nya dengan cuek seakan tak peduli jika mamanya sampai rela mengorbankan harga dirinya demi kata maaf dari sang putra dan menantu.


"sayang.." panggil bintang, bisa ia lihat Bayu mendengus kesal.


"bangunlah ma, istriku sudah memaafkan mu. jangan membuatku terlihat sebagai anak durhaka di hadapan istriku." titah Bayu tegas.


sari bangkit dibantu dengan bintang. wanita tua itu menggenggam erat tangan sang menantu.


"terimakasih bintang, mama selama ini salah menilai mu. keraguan mama tidak beralasan. apa yang kurang dari dirimu sehingga mama membencimu." sari mengusap pipi bintang lembut. memperhatikan lebih dekat wajah sang menantu yang selama ini tidak ia anggap.


"kamu mirip sekali dengan ibumu dulu, Rumi pasti bangga memiliki putri seperti mu." ucap sari.


"Sudah berapa Minggu?" tanya sari, memandang lekat perut sang menantu.


"16 Minggu ma." jawab bintang, rasa takut nya kian memudar melihat tatapan tulus sang mertua.


"apa sudah terlihat laki-laki atau perempuan?" tanya sari.


"sebenarnya sudah bisa dilihat tapi kami berdua memutuskan untuk tidak mengetahuinya, bagi kami laki-laki atau perempuan sama saja. dia hadir di saat hubungan kami diujung perpisahan, dia istimewa ma." bintang mengusap perutnya lembut.


"apa mama boleh mengusap nya?" sari menoleh pada sang putra yang tampak tak suka.


"sudah cukup, walaupun istriku sudah memaafkan mu tapi aku masih belum bisa. silahkan keluar dari apartemen ku ma."


degh


dua wanita itu memusatkan pandangan ke arah yang sama, Bayu dengan wajah datarnya duduk bersila di sofa tak menggubris tatapan sedih sang ibu.


"sayang" bintang mendekat, bergelayut manja di lengan sang suami. "jangan seperti ini, sudahlah mama sudah meminta maaf dan menyesali nya. kita maafkan ya." rayu nya.


"dulu juga seperti itu kan, minta maaf dan pura-pura merestui tapi nyatanya malah menyuruhmu diam-diam meminum pil KB dan memintaku menikah lagi. kalau dimaafkan lagi, apa setelah nya terjamin tidak akan terjadi hal seperti ini lagi?" ucap Bayu Dengan muak, membuang pandangan ke arah lain saat mata berembun sang mama menatapnya.


sakit pastinya mendengar anak kita berbicara seperti itu, tapi sari tak bisa mengelak. ini semua memang kesalahan nya. wajar saja putranya marah sampai seperti ini.


"ya mama memaklumi, kesalahan mama tak mudah dimaafkan. tapi kali ini mama benar-benar menyesal dan mau berubah. kalau ada sesuatu yang kalian perlukan, jangan sungkan menghubungi mama. mama pulang dulu." pamit sari meraih tas dan berjalan ke arah pintu.


"ma.." bintang merasa tidak enak, melihat kesedihan yang terpancar di wajah cantik sang mertua.


"tidak apa-apa bintang. mama pulang dulu, jaga kandungan mu baik-baik."

__ADS_1


tubuh sari menghilang seiring pintu yang tertutup dengan perlahan. bintang menoleh pada sang suami, entah kenapa ia menjadi kesal.


"kamu keterlaluan bay, mama sampai berlutut seperti itu pastinya sudah menyesali semua nya. tinggal memaafkan saja apa susah nya?" ucap bintang bersungut-sungut.


melihat Bayu yang diam saja membuat bintang mendengus kesal, ibu hamil itu kembali menyalakan tv dan memakan cemilan yang tersedia di meja. mengabaikan sang suami yang tampak bingung memandang nya.


"kenapa menjadi marah padaku? aku hanya tidak bisa memaafkan mama begitu saja. sesekali perlu diberi pelajaran kan." mendekat ke arah istrinya, Bayu menghembuskan nafas kesal saat bintang menepis tangan nya.


"memang nya mama murid SD perlu diberi pelajaran?" ucap ibu hamil itu dengan mulut yang penuh cemilan.


"hahaha bumil sedang ngambek ya, lucunya." Bayu mentoel pipi bintang yang mengembung karena mengunyah makanan terlalu banyak.


"nggak lucu!" sentak bintang.


"lucu kok, istriku ini kan memang yang paling lucu sedunia." Bayu tersenyum saat mendapat lirikan maut dari istrinya.


lirikan bintang berpindah pada hp di atas meja saat terdengar bunyi dering telefon.


"siapa?" tanya bintang.


"tidak tahu, ini lagi mau di cek." ucap Bayu cuek,meraih hp diatas meja.


"siapa?" tanya bintang lagi, mood ibu hamil itu berubah sat melihat ekspresi diwajah suaminya.


"nggak tahu, nomer baru nggak ada namanya." menunjukan hp di depan wajah sang istri. Bayu tahu bintang menyembunyikan curiga.


"angkat saja siapa tahu penting."


Bayu mengangguk, menggeser layar hp dan menaruhnya di telinga.


"ya, halo"


"halo Bayu, ini aku Mira masih ingat kan? teman kuliah mu dulu. kita satu kelompok saat persentasi."


mendengar suara wanita, bintang menajamkan pendengarannya.


Bayu terkekeh melihat tingkah istrinya, yang tadinya ngambek kini tengah menempel ikut menguping pembicaraan.


"ya aku ingat, Mira. ada apa?"


"aku keterima menjadi sekertaris mu yang baru, dan aku terkejut ternyata atasan ku itu kamu."

__ADS_1


degh..


Bayu merasa hawa ruangan menjadi dingin, ia lupa mengatakan masalah sekertaris yang mengundurkan diri mendadak pada istrinya. dan Bayu menyuruh Andi untuk mencarikan yang baru.


__ADS_2