Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 2. senang


__ADS_3

Sehabis makan siang dengan Bayu, bintang kembali berkutat dengan pekerjaan nya.


plak-


bintang terkejut ketika bahu nya di tepuk dengan keras oleh seseorang.


"Aduh.. sakit tahu Mel, Lo apa'an sih ngagetin tahu nggak!."


gerutu bintang sembari mengusap usap bahu nya yg lumayan sakit karena tepukan Amel.


"Lo darimana saja bi?, gue cari cari dari tadi kok nggak ada. dan parah nya gue lihat Lo masuk kesini bareng sama Bayu. gila... Lo pacaran sama Bayu ?." cerca Amel yang sangat ingin tahu hubungan antara sahabat nya dan Bayu.


mendengar rentetan pertanyaan dari Amel, bintang memutar bola matanya. jengah.


"makan siang tadi di traktir sama Bayu. kenapa memang nya?." akhirnya pun menjawab juga.


" apa?" teriak Amel , matanya melotot tidak percaya.


"sstt, nggak usah teriak Mel. nanti kalau si tari denger habis gue!" ucap bintang seraya menutup mulut Amel dengan tangan nya.


"ya maaf, gue cuma heran saja . tumben Lo Nerima ajakan laki laki. biasa nya kan menghindar. " ucap Amel.


"eh jangan jangan Lo sudah move on dari mantan Lo yang kaya itu ya?" tanya Amel penasaran.


bintang memang agak menghindari kontak intens dengan laki laki. itu dilakukan nya semata mata hanya karena ingin melindungi diri nya dan menjaga jarak hati nya. kecewa di masa lalu mungkin menjadi penyebab nya.


bintang hanya terdiam. bertanya tanya pada dirinya sendiri. apa iya dia sudah move on dan ikhlas atas masa lalu nya.


menghembuskan nafas kasar dan berkata


" mungkin iya Mel. gue juga sudah nggak peduli lagi sih." ucap bintang meyakinkan diri nya sendiri.


"ya bagus lah. jangan terjebak di masa lalu bi . karena yang ada didepan Lo itu masa depan. Lo berhak bahagia tanpa Adi."


ujar Amel menyemangati.


bintang hanya mengangguk. sesaat mata bintang terfokuskan oleh beberapa teman kerja nya yang sedang berkumpul.


"itu lagi pada ngapain Mel, ada gosip terbaru apa lagi.? kok gue nggak tau."


" oh itu lagi pada bahas acara kumpul kumpul buat Minggu depan. Lo mau ikut ?." jawab Amel


" kemana memang nya?" tanya bintang yg matanya masih menatap lurus sekumpulan teman kerja nya.


" cafe atas bukit yang lagi firal itu. bagus loh tempat nya . kita bakal disuguhkan pemandangan kota S dari atas bukit waktu malam hari. kesukaan Lo kan ngeliat bintang di tempat terbuka kayak gitu." ucap Amel.


" wah asik, gue ikut !" kata bintang dengan antusias.


"oke nanti gue bilang sama Andre. ngomong ngomong yang milih tempat itu si bayu loh."

__ADS_1


kata Amel melirik sahabat nya yg juga tengah menatap nya.


bintang hanya terdiam sembari mengangguk. entah apa yang ada dipikiran nya saat ini.


***


Tak terasa malam pun tiba. jam menunjukan pukul 22.00. swalayan sudah sepi menandakan akan segera tutup.


hanya terlihat beberapa pengunjung yang masih menyelesaikan pembayaran. mungkin karena mendapat antrian paling terakhir tadi.


para karyawan terlihat sedang membereskan sisa pekerjaan mereka begitupun bintang.


setelah semua selesai, bintang melangkahkan kaki nya ke ruang khusus karyawan. membuka loker lalu mengambil tas nya.


berpamitan pada teman teman nya lalu berjalan menuju parkiran. menyalakan motor , melajukan nya bergegas pulang.


Jalanan masih tampak ramai lalu lalang pengemudi yang mempunyai tujuan masing masing. entah ada yang terburu buru pulang menuju rumah nya karena tidak sabar bertemu sanak keluarga atau mungkin ada juga yang baru saja berangkat bekerja. mengais rezeki yang Tuhan titipkan pada umat nya.


Sesampainya dirumah bintang langsung masuk ke dalam kamar nya, merebahkan tubuh diatas kasur. melepaskan penat karena seharian bekerja.


saat menatap langit langit kamar nya, senyum tersungging di wajah cantik nya. mengingat janji dengan Bayu yang mengajak nya ke pantai besok.


entah karena lelah atau saking senang nya. bintang terlelap dalam tidur nya.


***


pagi hari di rumah bintang agak berbeda dari biasanya karena pemimpin rumah sudah kembali dari tugas luar kota nya.


" ini bi." ucap ibu Rumi ibunya bintang. meletakan satu baskom kering tempe yang baru jadi di atas meja. terlihat asap masih mengepul menandakan masih panas.


" ayah pulang jam berapa tadi malam?" tanya bintang pada ayah nya yang duduk diruang tamu sambil menikmati kopi dan pisang goreng.


" jam tiga bi." jawab pak Sofian ayah bintang.


"oh" ucap bintang singkat melanjutkan pekerjaannya. memasukan nasi kuning beserta teman teman nya kedalam box kertas.


" sepertinya suasana hati mu sedang bahagia ya Bi. apa anak gadis ayah satu satu nya ini sudah punya pacar lagi?"


tanya pak Sofian ingin tahu. penasaran dengan tingkah anak nya yang sejak tadi selalu tersenyum memandang ponsel nya.


" lagi seneng yah, karena nanti sore mau jalan ke pantai sama teman laki laki nya. iya kan bi?." ucap Bu Rumi.


bintang tersenyum malu malu dan berkata


" iya yah . boleh kan?"


"boleh, asal tidak pulang terlalu malam dan janji harus jaga diri." ucap pak Sofian lembut.


" cie yang sudah punya pacar." ucap Bu Rumi menggoda anak nya.

__ADS_1


" enggak kok Bu. masih temen." ucap bintang


"masih? berarti akan gitu?" tanya ibu Rumi terkekeh melihat anak nya yang salah tingkah sejak tadi.


" apa'an sih Bu. ayah lihat ibu tuh suka banget godain anak nya" ucap bintang seraya menghampiri ayah nya mengadu.


"sudahlah Bu. lihat anakmu ini wajahnya sudah seperti udang rebus." ucap pak sofian terkekeh.


ibu Rumi hanya tersenyum menatap kedekatan suami dan anak nya itu.


***


Sekitar pukul 15.00 sore bintang tampak sudah siap. menatap cermin merapikan dandanan dan juga rambut nya.


Dengan makeup yang natural bintang sudah terlihat sangat cantik. rambut nya dibiarkan tergerai berbeda saat dia sedang bekerja rambutnya disanggul dengan rapi.


"Tin tin" terdengar bunyi klakson motor didepan rumahnya. bintang bergegas keluar rumah membukakan pagar untuk Bayu.


"sudah sampai bay, nggak nyasar kan?" tanya bintang, karena ini kali pertama Bayu datang kerumah nya.


"enggak kok bi , aman" ucap Bayu setelah melepaskan helm di kepala nya.


"kenalan dulu sama orang tua ku bay" ucap bintang mengajak Bayu menghampiri kedua orang tua nya yg sedang duduk di teras rumah.


"sore Om Tante. saya Bayu teman kerja nya bintang." sapa Bayu ramah. kemudian mencium tangan kedua orang tua bintang bergantian.


"sore juga." jawab pak Sofian. sedangkan ibu Rumi hanya terdiam menatap lekat wajah Bayu.


mengingat ingat sepertinya merasa pernah melihat Bayu sebelum nya.


Bayu menatap bingung ibu Rumi yang malah terdiam.


Bayu memeriksa badan nya, menelisik apa ada yang salah dengan dirinya .tapi tidak ada yang aneh sepertinya.


Bintang yang melihat ibunya diam saja lantas menyenggol lengan sang ibu seraya berbisik


"Bu.. ibu."


" Eh iya nak Bayu, mau berangkat sekarang?" tanya ibu Rumi tergagap.


"iya . kami pamit ya Tante." ucap Bayu.


"titip bintang ya . jangan malam malam pulang nya." ujar Bu Rumi.


"iya Tante" jawab Bayu.


"ingat nak Bayu. laki laki itu yang dipegang omongan nya . jadi laki laki yang baik itu yang menepati janji nya." pesan pak Sofian tegas.


Bayu mengangguk mengerti akan pesan pak Sofian.

__ADS_1


mereka berdua pun berangkat .


bersambung...


__ADS_2