
"maaf Bi, aku tidak bermaksud mengerjai mu tadi." Bayu masih merayu bintang yang marah dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
tak ada jawaban dari bintang, seperti nya wanita itu sangat kesal.
"aku sudah memutuskan tentang permintaan mu yang ingin bekerja bi" Bayu melirik ke arah bintang, tak ada pergerakan dari istri nya.
masih berusaha dengan keras.
"apa kamu tidak mau mendengar nya?" Bayu tersenyum saat melihat ada pergerakan dari istri nya.
akhirnya walaupun dengan perasaan kesal, bintang membuka selimut nya. "apa jawaban mu?"
"galak sekali, aku jadi takut." Bayu pura-pura bergidik dan menahan tawa.
"jangan menggoda ku yank!" bintang bertambah kesal saat suaminya masih saja menggodanya.
"baiklah baiklah..." Bayu duduk di samping bintang saat mendapat sorot mata tajam.
"aku mengizinkan mu bekerja bi," ucap Bayu.
seketika bintang memekik senang, "benarkah?"
"ya, tapi kamu tidak bekerja di tempat orang lain." imbuh Bayu.
"maksud nya?" bintang yang masih tidak mengerti lantas menunggu jawaban dari sang suami.
"aku akan membuat kan mu butik, kamu bisa mengelola nya. aku sudah menyuruh Amel juga untuk membantu mu." terang Bayu, ia terkejut saat tiba-tiba istrinya memeluk nya.
"terimakasih, dari dulu aku ingin punya butik sendiri yank." ucap bintang masih memeluk erat leher suaminya.
"eits, ini tidak gratis nyonya" Bayu mencubit hidung bintang dengan gemas.
"terus?" Bintang memicingkan mata, ia tidak mengerti kenapa Bayu melepas kaos nya berbaring dan merentangkan tangan nya.
"aku mau malam ini, permainan kamu yang mimpin. silahkan nyonya, aku akan menerima dengan hati senang." ucap Bayu seketika membuat bintang tersipu malu.
"ta-tapi bagaimana caranya? aku tidak bisa." memang selama menikah, bintang hanya pasrah dan menerima semua kenikmatan yang di berikan oleh suaminya. semua nya Bayu yang memimpin, ia hanya tinggal berada di bawah dan menurut saja jika suaminya minta berganti posisi.
"itu PR untukmu sayang, aku beri waktu 3 menit kalau tidak aku akan merubah keputusan ku."
tepat setelah Bayu mengucapkan itu, bintang langsung naik dan duduk di atas perut suaminya. menunduk malu, bintang sedang merangkai semua yang di lakukan Bayu saat mereka sedang menikmati surga dunia.
Bayu menyunggingkan senyuman melihat sikap berani dan agresif bintang. dengan malu-malu bintang memulai mencium bibir suaminya. sama seperti yang tiap kali Bayu lakukan saat pertama memulai pergulatan.
dengan senang hati menerima perlakuan manis istri nya, Bayu bisa merasakan ciuman bintang kian menuntut. ia tertegun saat melihat bintang melepas baju nya sendiri. dress selutut itu terhempas jatuh di kaki tempat tidur. menampilkan tubuh putih bak porselin itu hanya tertutup bra dan ****** *****.
Glek- Bayu menelan Saliva dengan susah melihat sikap menggoda istri nya. sebenarnya ia hanya menggoda bintang saja tadi. tapi melihat istrinya bersikap seagresif ini membuat pria muda itu tersenyum puas. ia memandang bintang yang sedang menanggalkan bra nya. 2 buah gundukan keajaiban dunia itu terpampang nyata di depan mata. membuat Bayu seketika tidak bisa menahan hasrat nya.
dengan sekali sentakan, posisi sudah berubah. sekarang bintang berada di bawah Kungkungan Bayu.
"kamu yang menggoda ku ya, jangan salahkan aku kalau tidak bisa membuat mu tidur sepanjang malam nanti." ucap Bayu dan langsung menyerang bibir istrinya dengan ganas.
seperti menepati janjinya, masih terdengar Des*ahan dan erangan menghiasi kamar utama apartemen itu. sampai rembulan meninggi, mereka berdua belum selesai dengan permainan nya.
***
Bintang terbangun dengan tubuh yang terasa remuk dan lelah. tak lain itu adalah ulah suaminya semalam. bintang mengedarkan pandangan nya. tak di temukan keberadaan suaminya. samar ia mendengar suara berisik dari dapur. Dengan langkah gontai bintang keluar kamar dan melihat suara berisik apa itu.
"Pagi bi, aku bikinin sandwich dan susu untuk mu." ucap Bayu mempersilahkan bintang untuk duduk.
"terimakasih." bintang meminum susu, ia mengecap merasai rasa susu yang seperti nya berbeda.
"susu nya kamu ganti ya yank, kenapa rasanya berbeda?" tanya bintang pada suaminya yang sedang menikmati sarapan nya.
__ADS_1
"iya bi, itu susu untuk persiapan kehamilan. semoga cepat ada hasil ya" ucap Bayu tenang.
tapi berbeda dengan bintang, ia terkejut mendengar perkataan Bayu.
"uhuk uhuk!" bintang yang sedang memakan sandwich tersedak mendengar perkataan Bayu.
Bayu dengan sigap meraih air putih dan membantu istri nya meminum nya.
"hati-hati sayang. apa sudah enakan?" tanya Bayu khawatir.
"sudah yank," jawab bintang pelan. ia menatap suaminya dengan tatapan sulit di artikan.
"baiklah aku berangkat dulu ya " ucap Bayu dan melabuhkan kecupan di dahi istrinya.
"yank" panggil bintang.
"aku nanti mau ketemuan sama Amel. bolehkan?" tanya bintang.
"ya sayang, pasti ada banyak hal yang akan kamu bicarakan kan. tapi aku minta maaf tidak bisa mengantar mu ya. aku sibuk sekali." ucap Bayu dengan nada bersalah.
"tidak apa-apa yank, aku bisa naik ojek online." ucap bintang menenangkan suaminya.
"jangan naik ojek online bi, naik taxi saja. aku akan meminta mama mencarikan sopir pribadi untuk mu." ucap Bayu sebelum keluar dari apartemen.
Bintang hanya bisa melihat punggung suaminya menghilang di balik pintu. ia menatap nanar segelas susu di hadapan nya.
"walaupun minum susu ini sebanyak mungkin aku tidak akan hamil bay, maaf." lirih bintang.
***
"bintang!" pekik Amel saat melihat kedatangan sahabat nya.
"Amel, aku kangen banget." balas bintang memeluk sahabat nya.
"cie pengantin baru, tapi kok muka nya lesu amat."
"sebulan itu masih baru kali bi, masih anget-anget nya." Amel terkekeh geli menggoda sahabatnya.
"pikiran mu Mel Mel.. kurang-kurangin tuh nonton film biru." ejek bintang. yang tahu kebiasaan sahabat nya.
"yeee itu kan bisa jadi referensi saat gue nikah nanti, biar nggak kaku." jawab Amel tak mau kalah.
"nggak guna mel, lagian nantinya lo tinggal pasrah aja. laki-laki yang selalu ambil sikap." bintang menerima minuman dari pelayan restoran. "terimakasih"
"jadi kamu gitu bi, ihh gue nggak bisa bayangin."
"jangan di bayangin nunggu halal dulu." ucap bintang menonyor kepala Amel yang sedang berfikiran mesum.
"siap, bentar lagi gue nyusul."
"serius?" sama siapa? " tanya bintang penasaran.
"sama Ipul, nih 2 Minggu lagi gue lamaran. Dateng ya awas kalau nggak Dateng!" Amel menyerahkan undangan pada bintang.
"jadi beneran, akhirnya Lo nikah sama Ipul Mel. gue udah yakin dari dulu kalau Ipul itu jodoh Lo. eh Lo malah buang-buang waktu sama manusia nggak ada ahlak." omel bintang yang tak lain menunjukan ucapan nya pada mantan pacar Amel.
"hey, mana gue tahu!. gue cape' nyari-nyari keliling Jakarta eh jodoh gue sahabat gue sendiri. tetanggaan lagi."
bintang tergelak mendengarkan perkataan Amel. "karma Mel, Lo kan dulu bilang nggak mau nikah sama Ipul. hahaha"
"udahlah, sekarang sambil makan bahas tugas gue apa aja." ucap Amel.
dan seketika keadaan menjadi serius. Amel dan bintang membahas butik yang akan buka beberapa hari lagi.
__ADS_1
saat tengah asik membahas soal butik, Amel tak sengaja melihat Bayu yang baru masuk restoran bersama seorang wanita. ia melirik bintang yang masih fokus memilih model baju untuk butiknya.
"nah yang ini menurut Lo gimana Mel?" tanya bintang, tapi Amel tak menyahut. pandangan Nya mengarah pada pintu masuk. saat bintang hendak mengikuti arah mata Amel. Amel segera mencegah.
"oh ini kayak nya kurang bagus deh bi, coba cari lain lagi. yang itu aja bi yang baru ngetrend sekarang. model Korea- Korea gitu." ucap Amel memaksa bintang menoleh padanya.
Amel bernafas lega saat bintang terkecoh dan tidak jadi melihat ke arah Bayu dan seorang wanita itu.
"jadi anak muda sekarang suka yang model unnie Korea ya." ucap bintang
"i-iya bi, yang model itu." jawab Amel terbata.
"oke, kita pilih dari desainer yang ini saja. gue ke toilet bentar ya" bintang langsung berdiri dari duduk nya.
"eh tunggu bi" telat. bintang sudah melihat ke arah meja di pojok ruangan.
bintang tertegun di tempat nya berdiri. melihat suaminya mengobrol dan tertawa riang dengan seorang wanita. wanita berambut pirang yang seperti bule itu sanggup membuat amarah bintang membuncah.
Amel yang telat mencegah bintang hanya bisa pasrah melihat sikap bintang selanjutnya.
dengan cepat bintang berjalan menghampiri Bayu yang sedang mengobrol dengan Rena.
"sayang, kamu disini?" panggil bintang lembut, seketika membuat Rena dan Bayu menoleh padanya.
"bintang, .." Bayu yang terkejut dengan kedatangan istrinya mengumpat di dalam hati. ia menoleh ke belakang istrinya. ada Amel yang berdiri mematung dengan cemas.
"kamu ketemuan sama Amel disini?" Bayu bertanya dengan sikap tenang, tidak mau terlihat panik dan membuat istrinya salah paham.
Amel yang masih memantau keadaan terkejut saat dugaan nya ternyata salah. ia mengira bintang akan mengamuk. tadi ia sudah bisa membayangkan saat bintang menjambak rambut Rena.
sekarang bintang dengan senyum manis nya menyapa Rena.
"Bintang, istrinya Bayu" bintang memperkenalkan diri, sengaja menekan kan kata istri agar wanita di hadapan nya ini tahu posisinya.
"aku Rena, Bayu sudah menceritakan banyak hal tentang mu bintang." Rena menerima uluran tangan bintang dengan tersenyum ramah.
Bintang terdiam ia menoleh pada suaminya, jika suaminya sudah menceritakan Soal dirinya berarti wanita ini bukanlah orang sembarangan.
bintang merasa malu sendiri saat menerima perlakuan baik dari Rena. sejak tadi tidak sekalipun bintang merasa di anggurkan saat Bayu dan Rena membahas pekerjaan. ia selalu di ajak juga mengobrol walaupun. tidak mengerti sama sekali tentang pekerjaan itu.
Bayu dan bintang menatap mobil Rena yang kian menjauh.
"Rena baik sekali ya, cantik dan pintar." ucap bintang, tatapan nya masih tertuju pada jalanan .
Bayu menoleh pada istrinya, "dari dulu dia memang seperti itu bi. saat pertama bertemu aku mengira dia akan berubah karena tinggal lama di luar negeri. ternyata tidak, dia masih sama hanya penampilan nya saja yang berubah." terang Bayu.
Bintang bisa melihat sorot mata Bayu yang sulit di artikan. mengira apa mungkin dulu Bayu pernah memiliki perasaan pada Rena.
"kenapa memandangku seperti itu bi?" tanya Bayu.
"tidak apa-apa," jawab bintang "berarti Rena yang kedepan nya membantu mu yank?" tanya bintang.
"iya bi, sejauh ini dia profesional. aku sudah banyak mengerti dan paham soal perusahaan." jawab Bayu tenang.
"ohh.."
"jawaban apa itu, kenapa hanya ohh? kamu cemburu pada Rena bi?" tanya Bayu tersenyum menelisik.
"nggak tuh!" bantah bintang.
"tapi kelihatan loh, kamu cemburu sama Rena. apalagi saat kamu mendatangi meja ku tadi." Bayu masih saja menggoda bintang.
"nggak tuh, aku nggak cemburu!" bintang berjalan cepat dan masuk ke dalam taxi yang ia pesan. di belakang nya bayi mengikuti bintang dan masih saja terus menggoda dengan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"kamu cemburu kan bi, ngaku saja"
begitulah.