
setelah beberapa menit, mobil bayu berhenti di depan penjual sate ayam.
Bintang terkejut saat Bayu membawanya kesini. tempat makan favorit mereka berdua sewaktu pacaran. sketika kenangan-kenangan indah itu bermunculan di kepala bintang.
Bayu mengajak bintang untuk duduk, makan ditempat lesehan seperti ini dengan ditemani suasana jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan membuat suasana menjadi hangat.
"pak, sate nya dua porsi ya" ucap Bayu pada sang penjual sate yang selalu ditemani istri nya itu.
"lho mas Bayu, lama ndak kesini kemana saja to?" tanya bapak penjual sate dengan logat khas Jawa nya.
"maklum pacar saya lagi ngambek pak." jawab Bayu terkekeh saat bintang memelototi dirinya.
"ngambek nya selama itu to mas?" ujar bapak penjual sate lagi.
"kelamaan ya pak, hahaha" Bayu semakin terkekeh saat bintang cemberut dan mencubit pinggang nya.
"ihh kamu apaan sih, malu tau!" protes bintang masih mengerucutkan bibir nya.
"iya iya udah dong jangan cemberut gitu. nanti aku cium di sini lho." ancam Bayu yang masih tergelak menatap bintang memalingkan wajahnya.
sesaat sate pesanan mereka pun datang,
"Rasanya masih sama ya Bi, tapi malah hubungan kita yang sekarang berubah." ucap Bayu menatap lekat bintang yang menoleh kearah nya.
Bintang tertegun melihat raut wajah Bayu yang nampak sedih kala mengatakan itu. tapi bintang tidak bisa menjawab apa apa.
mereka berdua menikmati sate ayam, tanpa ada yang berbicara sama sekali. fikiran mereka berselancar masing masing. entah apa yang kedua nya pikirkan.
malam sudah semakin larut Bayu dan bintang masih menikmati pemandangan jalanan ibukota yang semakin ramai.
Bayu dan bintang duduk di bagasi mobil yang dibuka. menikmati secangkir kopi hangat yang melengkapi malam mereka kali ini.
"emang hubungan kita sudah tidak bisa di selamatkan lagi ya Bi?" tanya Bayu tiba tiba membuat bintang menoleh ke arah nya dengan tatapan sendu.
Bintang menggeleng, ia sebenarnya bingung. disatu sisi dia masih mencintai laki laki disampingnya ini tapi disisi lain dia tahu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa mengimbangi seorang Bayu permadana.
ditambah penolakan keras dari sang calon mertua membuat nya tidak berani melangkah sedikit pun dari tempat nya berdiri.
__ADS_1
kalau ia melangkah lagi bersama Bayu entah apa lagi nanti yang akan Bu sari lakukan pada keluarga nya. Bintang tidak mau itu terjadi.
bukan itu saja, Bintang merasa wanita wanita yang berada di foto yang diterimanya dari nomor tidak kenal membuat nya yakin kalau wanita itu yang pantas untuk Bayu, bukan dirinya. meski dia tahu itu akan menyakiti hati nya. tapi dia bisa apa.
"Kita bisa menjadi teman bay," ucap bintang tersenyum setelah beberapa saat terdiam.
Bayu tersenyum getir, bukan itu yang dia inginkan. dia ingin hubungan nya kembali seperti dulu bahkan dia ingin hubungan yang lebih serius.
Pada akhirnya Bayu mengalah, dia menerima pertemanan yang diajukan bintang. mengingat wanita di samping nya ini sangat keras kepala.
"ahh Oke kita teman sekarang. jadi kamu tidak boleh menghindari aku kalau kita bertemu atau aku mengajak mu jalan jalan." ujar Bayu tersenyum menatap bintang.
"Oke, tidak masalah asal di traktir ya."
mereka akhirnya tertawa bersama. tawa yang terlihat menyimpan begitu rahasia di dalam nya.
"*Aku akan lakukan apa saja asal kamu tidak jauh dari ku bi. termasuk permintaan mu ini."
"maafkan aku bay, aku tidak tahu harus berbuat apa. aku terlalu takut untuk melangkah bersama mu lagi. kamu pantas mendapat kan wanita yang berpendidikan tinggi. yang bisa mengimbangi mu. tapi bukan aku*."
***
"Bisa pak," jawab bintang tersenyum. ia melanjutkan pekerjaan nya.
dia senang bekerja disini, teman teman kerja nya sangat baik. tidak pernah membeda-bedakan saat ia menjadi karyawan baru disini.
"Bi kamu pacaran sama pak Adit ya?" tanya Lilis yang melihat Adit mengajak bintang tadi.
"huss sembarangan kamu Lis. pak Adit cuma minta di temani untuk beli kado ibu nya."
"yah.. ku kira pacaran, padahal aku mendukung seratus persen lho Bi" ucap Lilis kecewa.
"ya kan sa?" sambung nya menatap Sasa yang dari tadi mengamati.
"Iya Bi, kenapa nggak pacaran aja. kalian berdua itu kalau dilihat-lihat cocok banget, aku jadi iri, secara pak Adit itu kan ganteng macho." balas Sasa mengompori suasana.
"kalian apaan sih. nggak jelas banget tau." omel bintang.
__ADS_1
"Emang kamu nggak suka sama pak Adit bi, kalau nggak suka gue tikung nih." seru Sasa.
Bintang tidak menggubris, ia berjalan mengantarkan pesanan ke meja paling ujung.
"silahkan nyonya, selamat menikmati." ucap bintang saat sudah selesai menaruh pesanan ke meja.
"Bintang!" panggil seorang wanita yang memesan pesanan itu.
"nyo-nyonya." bintang terkejut, ia tak menyangka bertemu Bu sari di tempat kerja nya.
"Boleh saya meminta waktu mu sebentar. saya mau bicara." pinta Bu sari tersenyum menatap bintang.
bintang pun duduk didepan Bu sari, dia tahu pasti Bu sari memintanya menjauhi Bayu lagi.
"maaf nyonya, saya dan Bayu sudah tidak ada hubungan apapun. jadi nyonya tidak perlu khawatir dan ..."
"Maaf." ucap Bu sari memotong perkataan bintang.
Bintang tersentak mendengar kata maaf keluar dari mulut wanita yang selama ini menentang hubungan nya dengan putra nya.
"Maaf kan saya bintang, selama ini saya memang salah. tolong maafkan saya." ucap Bu sari memegang tangan bintang didepan nya.
Bintang masih terdiam, dia masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"saya sudah memaafkan nyonya. tidak perlu sampai seperti ini." ujar bintang.
"terimakasih, kamu bisa kembali bersama Bayu. saya tidak akan melarang lagi." ucap Bu sari kali ini membuat bintang terkejut lagi.
"Maaf nyonya, saya memang sudah memaafkan anda. tapi tentang hubungan saya dan Bayu. itu keputusan saya. jadi nyonya tidak perlu seperti ini." ujar bintang seraya berdiri.
"saya permisi nyonya," bintang Menundukkan kepala hormat lalu beranjak pergi.
Bu sari hanya menatap pergerakan bintang sampai gadis itu pergi dari hadapan nya.
.
.
__ADS_1
terimakasih