Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 8, gosip di toilet


__ADS_3

"Mel lihat bintang nggak?" tanya Bayu pada Amel yang sedang duduk menikmati makan malam nya.


"Di toilet, kenapa emang?" tanya Amel ketus.


"kalau Lo cuma mau main main sama bintang mending nggak usah deh. habis Lo sama gue!"


ucap Amel sambil menyodorkan garpu nya didepan wajah Bayu dengan tatapan tidak bersahabat, seperti ingin menusuk. Bayu bergidik ngeri sendiri melihat Amel.


"maksud lo apa sih Mel?, nggak ngerti gue" tanya Bayu sembari duduk dikursi tempat yang bintang duduki tadi.


"sikap baik dan perhatian Lo selama ini sama bintang itu maksud nya apa? kalau cuma sekedar teman itu berlebihan banget sih. Lo cuma mau baperin sahabat gue!" masih menatap tajam Bayu.


"Gue ngelakuin itu karena gue emang sayang sama bintang." ucap Bayu serius.


Amel menatap lekat Bayu, mencari keseriusan atas ucapan nya.


lalu dia memutar bola matanya, jengah.


" kalau Lo sayang sama bintang kenapa Lo pacaran sama tari?"


"Gue nggak ada hubungan apa apa sama tari. percaya sama gue!"


"bay Lo nggak dengar ya semua orang disini tuh ngira Lo pacaran sama tari. gosip udah nyebar kemana mana kok. di grup juga rame tuh." ucap Amel menyendokan nasi lalu memakan nya.


Bayu langsung membuka ponsel nya di baca nya chat grup di aplikasi warna hijau dengan logo telepon itu.


Bayu menghela nafas kasar, meremas rambut nya.


"sial!, gue nggak sempat buka hp beberapa hari ini." gumam nya.


sedangkan bintang yang masih berada di toilet pun terlihat kesal saat mendengar pembicaraan antara teman kerja nya itu.


"Eh Lo tau nggak katanya Bayu sama tari pacaran." ucap teman 1.


"udah gue tebak, selama ini mereka emang terlihat dekat banget sih." timpal teman 2.


"Lo tau darimana?" tanya teman 3 penasaran.


"si Afi yang cerita sama gue. berati fix kan mereka berdua pacaran." jawab teman 1.


"lagian serasi kok, ganteng sama cantik. siapa coba laki laki yang nggak tergoda sama tari?, udah muka cantik, body oke." ucap teman 2.


"bukan nya akhir akhir ini Bayu lagi dekat dengan bintang ya." tanya teman 3.


"Halah mana cocok si Bayu sama bintang. nggak selefel kali. dia cuma jadi perusak hubungan orang aja. nggak nyadar banget!" cibir teman 1.


Bintang yang mendengar dirinya di anggap perusak hubungan orang pun merasa emosi, membuka pintu toilet dengan kasar.


brakk...


tiga orang yang bergosip tadi pun menoleh, melihat bintang yang keluar dari toilet dengan wajah penuh amarah.


tambah kesal lagi saat dirinya hendak menghampiri Amel tapi tatapan nya beralih pada laki laki di depan amel.


berhenti sejenak saat ia melihat Bayu yang menatap nya dia melanjutkan langkah nya.


Bayu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, tatapan nya beralih pada bintang yang berjalan ke arahnya.


Bayu menatap gelagat aneh bintang, wajahnya terlihat kesal.


"gue pulang duluan ya Mel." ucap bintang seraya meraih tas nya yang berada di kursi sebelah Bayu.


"tapi makanan Lo belum habis bi." ucap Amel menahan tangan bintang yang hendak pergi.


"gue udah kenyang" ucap bintang lalu berjalan ke arah parkiran. saat hendak melajukan motor nya tiba tiba Bayu berdiri tepat di depan motor bintang.


"tunggu bi gue mau ngomong sama Lo." ucap Bayu menghadang bintang.


"minggir! , gue mau pulang." bintang yang sejak tadi memang sedang kesal karena mendengar gosip teman kerja nya di toilet pun tanpa sengaja berteriak.


Deg..


dia menoleh , menatap sekeliling terlihat teman kerja nya saling berbisik bisik.

__ADS_1


bintang menghela nafas kasar. tatapan nya beralih pada Bayu.


"ya udah Lo mau ngomong apa?" kali ini ucapan nya lebih lembut daripada tadi. lalu turun dari motor melepas helm dan berdiri tepat didepan Bayu.


"Gue mau jelasin yang Lo lihat tadi. ikut gue."


Bayu tiba tiba menarik tangan bintang mengajak nya ke taman kecil di samping swalayan.


bintang yang ditarik Bayu pun hanya bisa menurut. mengikuti kemana Bayu akan membawanya.


mereka berdua duduk dikursi taman.


hening, yang katanya mau memberi penjelasan malah terlihat diam saja.


"kok diem, tadi mau ngomong apa?" tanya bintang memecah keheningan.


Bayu lantas menatap bintang,


"yang Lo lihat tadi pagi nggak sama dengan apa yang Lo pikirin bi."


"yang gue pikirin? emang apa yang gue pikirin?" bintang mengernyitkan kening nya.


"iya juga, kenapa gue ngotot mau ngejelasin ke bintang. toh bintang belum tentu punya perasaan yang sama dengan gue." batin Bayu dalam hati.


tapi tetap saja mulut tak sejalan dengan hatinya.


"ya gue mau jelasin aja biar nggak ada salah paham." ucap Bayu lidah nya kelu, dia menggigit bibir masih ragu dengan apa yang sedang dipikirkan nya.


"Gue nggak peduli bay, bukan urusan gue juga kan." ucap bintang netranya menghadap pada air mancur didepan nya.


"jauhin gue ya, gue nggak mau jadi perusak hubungan Lo sama tari." ucap bintang menoleh pada Bayu.


"Gue nggak ada hubungan apapun sama tari." ucap Bayu.


" mau Lo pacaran atau nggak sama tari, tetap saja. gue pulang ya." ucap bintang seraya berdiri dari tempat nya duduk.


Bayu meraih tangan bintang yang hendak pergi.


" Gue udah Suka sama cewe lain."


"siapa?" tanya bintang lirih. baru saja dia lega karena tidak ada hubungan apapun antara Bayu dengan tari. sekarang di hantam lagi dengan pengakuan Bayu yang sudah mencintai orang lain.


Bintang menggigit bibir menundukkan kepalanya mencoba siap dengan apapun jawaban Bayu.


Bayu berdiri dari duduk nya, menghadap bintang. menyentuh kedua pundak bintang dengan lembut.


"Kamu!" ucap Bayu.


bintang mendongakan kepala nya, menatap Bayu. bertanya lewat sorot mata indah nya.memastikan pendengaran nya tidak salah.


"kamu bi." ucap Bayu lagi seakan memastikan keraguan bintang.


"aku cinta sama kamu, sudah dari pertama aku kerja disini."


deg...


dada bintang semakin bergemuruh.. dicubit nya lengan nya sendiri. sakit.. ternyata ini bukan halusinasinya.


"Bi.." panggil Bayu dengan lembut. merai jemari bintang.


"ya.."


"Aku sudah dari lama perhati'in kamu. dari kamu belum mengenalku tapi aku sudah mengenal mu. aku cinta sama kamu. jadilah kekasih ku bi, aku janji akan selalu bahagiakan kamu." ucap Bayu tulus ..menatap bintang dengan tatapan kasih sayang.


tanpa disadari. bintang pun mengangguk tersenyum menatap Bayu.


Bayu yang melihat itu refleks langsung memeluk bintang.


"terimakasih bi, jadi mulai sekarang kita pacaran ya." ucap Bayu lembut. bintang yang masih berada dipelukan Bayu hanya mengangguk.


.


Malam semakin larut, Bintang menarik selimut sampai ke bahu nya. mulai memejamkan mata tetapi sesaat ia terjaga kembali. pikiran nya masih dipenuhi bayangan saat ia menerima pernyataan cinta dari Bayu. laki laki yang beberapa bulan terakhir ini selalu membuat jantung nya berdebar tak karuan. senyum samar muncul dari bibir tipis nya.

__ADS_1


Hati nya saat ini merasa sangat bahagia setelah seharian merasa kesal karena diliputi rasa cemburu yang tidak jelas itu. Merasa lega karena cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan. entah jam dinding sudah menunjukan pukul berapa akhirnya dia terlelap juga.


jalan hidup yang penuh rahasia ini, sesaat merasa kesal, sesaat merasa sedih dan sesaat lagi merasa bahagia. tidak ada yang tahu.


mungkin hari ini bisa merasakan kebahagiaan yang bertubi-tubi tapi tak ada yang tau besok atau hari hari selanjut nya akan seperti apa.


semoga Tuhan selalu meliputi dengan kebahagiaan.


***


Bintang terbangun saat mendengar gedoran dari luar pintu kamar nya. samar dia mendengar ibu nya memanggil.


mengerjapkan mata sebentar lalu meraih hp di samping nya melihat tampak layar depan yang sudah menunjukan pukul delapan.


"apa! udah jam delapan!" teriak bintang yang langsung meloncat dari kasur nya bergegas ke kamar mandi.


setelah selesai berpakaian dan menyisir rambut asal, bintang meraih tas nya lalu keluar menuju pintu.


ibu Rumi yang melihat anak nya terburu buru pun menghampiri.


"kamu kenapa bi, kayak di kejar maling saja." ucap Bu Rumi sambil meletakan sepiring nasi goreng dimeja makan.


"bintang udah telat Bu." jawab nya sambil memakai sepatu.


"ini kan hari Minggu bi kamu berangkat kerja?"


tanya Bu Rumi heran.


"apa!"


tubuhnya melemas lalu menghempaskan ke sofa ruang tamu dengan kasar.


"kenapa gue bisa lupa kalau hari ini hari Minggu. huh .." mendengus kesal dalam hati.


"tolong panggilkan ayah mu di depan ya Bi, kita sarapan" pinta Bu Rumi pada anak nya.


bintang keluar rumah menuju teras terlihat sang ayah sedang merapikan tanaman pagar menggunakan gunting pemotong rumput. rumah bintang memang tidak besar tapi halaman depan cukup luas yang di tanami tanaman dan bunga yang berjejer rapi menyusuri pagar. rumah ini adalah peninggalan nenek nya yang sudah meninggal.


"Ayah" panggil bintang menghampiri ayah nya.


"ya kenapa bi?" menoleh menatap ke arah putrinya. mengernyitkan kening heran kenapa anak nya memakai seragam kerja nya. padahal ini hari Minggu yang ia tahu ini hari libur kerja anaknya.


"kamu berangkat kerja? kenapa memakai seragam?"


"eh hehe bintang tadi lupa kalau hari ini hari Minggu yah" ucap nya nyengir tanpa dosa memperlihatkan deretan giginya yang putih.


pak Sofyan menggelengkan kepala nya.


"ayo sarapan dulu yah. ibu udah manggil tuh."


"kamu duluan ayah mau cuci tangan dulu." ucap pak Sofyan berjalan ke arah keran di pojok kanan rumah nya.


sampai hari menjelang siang bintang hanya bermalas-malasan di kamar nya.


meraih hp nya lalu menelepon seseorang.


"Halo.. ya kenapa bi" terdengar sahutan dari seberang telepon setelah panggilan tersambung.


" Mel ke pantai sore ini yuk. udah lama kita nggak ke pantai berdua."


"oke deh gue juga nggak ada acara sih hari ini."


"ya sudah, sampai ketemu nanti ya"


Tut ..Tut.. panggilan dimatikan sepihak.


Amel yang berada dirumah nya mengumpat kesal.


"dasar.. kebiasaan banget. orang belum selesai ngomong udah dimatiin!" marah melemparkan hp nya ke atas kasur.


.


.

__ADS_1


.


. terimakasih..


__ADS_2