
Seperti biasa, saat jam makan siang Bayu menunggu bintang mengantarkan makanan yang ia pesan. Bayu merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja nya melepas penat setelah 6 jam duduk di kursi kerjanya. ia memejamkan mata sebentar, tak lama ada ketukan pintu dari luar. Bayu menoleh ke arah pintu dan menyuruh masuk.
dia terkejut bangun dari acara rebahan nya kala yang mengantarkan makanan bukan bintang tapi orang lain, walaupun seragam nya sama dengan bintang.
"kemana bintang, kenapa bukan dia yang mengantar?" tanya Bayu dingin pada pelayan restoran itu yang ternyata Sasa.
"bintang sedang ada urusan lain pak, saya disuruh menggantikan." Sasa menunduk tidak berani bertatap muka. tatapan dingin Bayu membuat nyali nya menciut.
"baiklah, kamu boleh pergi." titah Bayu dan sesaat Sasa pun sudah keluar dari ruangan nya.
sepanjang perjalanan keluar dari kantor HPD Grup itu Sasa selalu menggurutu.
"apa apaan bintang, katanya bos nya baik dan ramah. hah! ramah apanya? tatapan nya saja membuat ku takut tidak ada ramah-ramah nya sama sekali." gerutu Sasa, ia berjalan dengan kesal. tampak pegawai kantor yang memperhatikan tiap langkahnya tapi Sasa tidak peduli.
"lihat mereka, kenapa terus menatap ku? aku kan bicara apa adanya tentang bos mereka. aku tidak mau menggantikan bintang lagi!" Sasa masih saja terus mengomel.
sedangkan bayu di dalam ruangan kerja nya tampak sedang berfikir kenapa bintang seperti menjauhi nya lagi.
selama beberapa hari, keadaan masih sama. bintang tidak lagi mengantarkan makanan yang dipesan Bayu. Bayu semakin frustasi sendiri. dia menatap kosong pada arah luar jalanan raya.
lamunan nya terhenti kala mendengar pintu ruang kerja nya dibuka dengan kasar.
"Bay hotel yang di Lombok sedang ada masalah, lusa kita akan berangkat kesana dengan Tere juga." ujar Toni sambil menunjukan berkas pada Bayu.
"kenapa bisa begini?" tanya Bayu, ia tiba tiba panik.
"masih belum tahu pasti penyebab nya, tapi tuduhan sementara mengarah pada kontraktor yang memilih bahan tidak sesuai dengan yang kita minta." jelas Toni, laki laki yang usia nya menuju kepala tiga itu tampak serius menjelaskan masalah yang terjadi.
"Berapa korban nya?" tanya Bayu,
__ADS_1
" sekitar tujuh belas orang. semua nya sudah di tangani RS di sana. tidak ada korban jiwa." jelas Toni lagi.
Bayu meremas rambut nya, pikiran nya kalut. belum bisa menyelesaikan apa yang terjadi pada wanita yang dicintai nya, sekarang ditambah dengan masalah di kerjaan nya.
Dia tidak peduli dengan biaya yang akan di gelontorkan, dia memikirkan nasib para pekerja nya. semua pekerja nya pasti tulang punggung keluarga. Bayu tidak bisa membayangkan perasaan keluarga yang sedang menanti sang kepala keluarga dirumah masing masing.
"Tidak usah menunggu lusa, nanti malam kita berangkat!" titah Bayu dan di angguki oleh Toni.
Bayu sedikit lega tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. ia meraih kunci mobil nya dan keluar dari ruangan. tidak mempedulikan Toni yang terus memanggil nya.
mobil Bayu melaju dengan kecepatan tinggi, beberapa menit ia sudah sampai di tempat yang ia tuju. ya, kosan bintang. dia menunggu bintang dengan bersandar pada mobil nya.
sesaat terlihat sang pujaan hati yang ia tunggu datang juga dengan naik ojek online.
saat bintang menyerahkan uang dan helm pada tukang ojek itu, ia terpaku saat melihat Bayu yang tengah menatapnya.
Bintang menghela nafas sebentar lalu masuk kehalaman kos nya. saat hendak melewati Bayu, tangan nya di tarik oleh laki laki itu.
"aku sibuk," jawab bintang tanpa menoleh pada Bayu. tangan nya memegang erat tali tas nya.
"mau sampai kapan seperti ini? mau kamu sembunyi dimanapun aku pasti akan menemukan mu." ujar Bayu mengangkat dagu bintang, memaksanya untuk menatap nya.
"kamu sudah punya pacar seperti Tere, kenapa masih kurang kerjaan mencari ku!" ketus bintang.
"Bukan kah kamu sudah tahu kalau Tere itu hanya rekan bisnis ku. aku tidak ada hubungan apapun dengan nya selain pekerjaan." ada sedikit rona kebahagiaan di wajah tampan laki laki itu saat mengetahui bintang masih punya rasa cemburu padanya.
"Aku tidak peduli! aku mau kamu jauhi aku!" tegas bintang menghempaskan dengan kasar tangan Bayu yang masih menggenggam tangan nya. bintang berjalan cepat menjauhi Bayu tapi sesaat Bayu bisa mencegah nya.
Berdiri dihadapan bintang seperti ini, Bayu bisa melihat jelas wajah gadis itu.
__ADS_1
"Apa mau mu sebenarnya?" akhirnya Bayu mengalah. dia lelah bermain kucing kucingan seperti ini.
"kamu mau aku pergi?" tanya Bayu tatapan nya tidak pernah lepas dari bintang. " disaat mama sudah merestui hubungan kita, sudah tidak ada yang mencegah hubungan kita. tapi kenapa sekarang kamu seperti ini. kenapa kamu selalu menghindari ku?"
"rasanya semakin aku kejar, kamu semakin jauh Bi." ujar Bayu suaranya terdengar frustasi.
"Aku mencintai orang lain."
Degh ...
apa ini,rasanya seperti ada ribuan panah melesat tepat di dada Bayu. Hanya dengan empat kata itu bisa membuat hati Bayu pecah berkeping-keping.
"siapa?" tanya Bayu dingin, ia berharap bintang hanya salah ucap tadi. " Adit ?" imbuhnya lagi.
"siapapun itu bukan urusan mu." ucap bintang, dia menatap ke arah lain tidak berani menatap Bayu.
"Kamu bahagia dengan nya?" tanya Bayu lagi, ia ingin memastikan.
"tentu saja" jawab bintang dengan tersenyum menatap Bayu. butuh waktu lama ia berani menatap mata laki laki di depan nya ini.
hati Bayu semakin teriris saat melihat senyum yang di tunjukan bintang. senyum yang menandakan kebahagiaan. Bayu menghela nafas dengan kasar. dia kalah sekarang. beberapa bulan hatinya sangat yakin kalau bintang tidak akan berpaling darinya ternyata salah. nyatanya gadis di depan nya ini sudah mencintai orang lain.
"Baiklah, jika kamu bahagia. aku akan pergi dari hidup mu." ucap Bayu, matanya terasa panas dan berkaca-kaca.
Bayu mengulurkan tangan nya, dengan ragu bintang menggapai uluran tangan itu.
"berjanjilah padaku, kamu akan selalu bahagia Bi. agar aku bisa tenang, hari ini semua nya selesai. aku akan pergi." ucap laki laki itu, ia mengusap kasar air mata yang jatuh membasahi pipi nya.
Bintang terdiam, menatap kepergian Bayu. sesaat mobil putih itu sudah keluar dari gerbang. Bintang tersentak ia tersadar dari diam nya. lalu ia berlari keluar gerbang, tapi telat mobil putih itu semakin jauh dan tidak terlihat.
__ADS_1
tanpa sadar air mata itu sudah lirih membasahi pipinya. dia menatap sendu ke arah jalan yang dilewati Bayu.
"Maaf kan aku, aku harus melakukan ini. agar kamu bisa menikah dengan orang yang pantas untuk mu. aku mencintai mu Bayu. akan tetap seperti itu."