Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 36, pil kb


__ADS_3

bintang tengah di sibukan menyiapkan segala makanan dan minuman untuk teman-teman arisan mertua nya saat ada seseorang memanggil.


"non sudah, biar bibi saja. non sudah banyak membantu sejak siang. istirahat saja non." ucap asisten rumah tangga yang bernama Bu Yem.


" nggak apa-apa bi, bintang kuat kok." jawab bintang, tangan nya masih sibuk memotong buah-buahan dan menaruh nya ke atas piring.


"biar bibi saja yang antar non." ucap bi Yem, mengambil alih nampan di tangan bintang.


bintang mengangguk dan menyerahkan nampan pada perempuan paruh baya itu. waktu sudah menunjukan pukul 17:00, bintang membuka ponsel nya hendak mengabari sang suami. bintang ingin di jemput. dari tadi pagi kepala nya sudah terasa pusing, ditambah harus membantu melayani para tamu mertua nya membuat tubuh bintang terasa berat.


tak mungkin bintang menolak keinginan mertua nya yang memintanya untuk membantu bi yem karena salah satu asisten rumah sedang pulang kampung.


saat baru saja hendak minum air putih bintang mendekat ketika suara mama mertua nya memanggil.


"bintang!" panggil sari, wanita itu tengah asik berbincang dengan teman-teman arisan nya.


"ya ma" jawab bintang, dia sudah berada di samping mama mertuanya.


"temanku tidak sengaja menumpahkan jus di lantai, kamu bisa bersihkan kan?" tanya sari, ada senyum sinis di bibir berbalut lipstik merah itu.


bintang menatap lantai yang kotor dengan tumpahan jus jeruk di dekat kaki teman nya.


"biar saya saja nyonya." bi Yem menghampiri sari, ia sudah membawa ember berikut kain.


"tidak usah bi Yem, biar bintang saja. bi yem kerjakan pekerjaan yang lain. teman ku meminta buah apel tadi. ayo ambilkan!" titah sari pada pembantu nya.


bi Yem menatap bintang dengan tatapan sendu, minta maaf lewat sorot mata dan menyerahkan ember pada bintang.


walau ragu, akhirnya bintang berjongkok. membersihkan tumpahan jus berwarna orens itu di dekat kaki teman sari.


"jeng, ini kan menantu mu. apa tidak apa-apa disuruh membersihkan lantai yang kotor itu?" tanya Ida salah satu teman sari. ia menatap jijik pada bintang yang tengah memeras kain lap.


"tidak apa-apa jeng, dulu sebelum menikah dengan Bayu. dia sudah terbiasa dengan pekerjaan itu. kalau membutuhkan sesuatu Minta saja pada bintang. mantan SPG seperti dirinya itu sudah sangat cekatan mengambilkan sesuatu." ujar sari, menatap sinis pada bintang yang menunduk.


"aku tunjukan posisimu di dalam keluarga ku. perempuan rendahan seperti mu pantas mendapatkan ini. kalau bukan demi Bayu, aku tidak akan Sudi menerima mu menjadi menantuku." batin sari.


bintang yang masih menunduk merasa sakit hati mendengar ucapan sari, sejak siang bintang sama sekali tidak dikenalkan atau di perlakukan sebagai menantu. keberadaan nya disini hanya sebagai pengganti pembantu yang sedang cuti. menahan rasa sesak dan air mata nya. bintang cepat-cepat membersihkan lantai. dia kembali ke belakang. di dalam kamar mandi, bintang menumpahkan segala rasa sakit karena direndahkan mertua nya sejak tadi.


menatap nanar kaca yang menampilkan wajah nya penuh air mata. bintang tersenyum sinis.


"apa sekarang kau masih merasa kuat hah?" tanya bintang menunjuk pantulan dirinya di cermin.


"apa sekarang mertua mu sudah menerima mu sebagai menantu?" bintang tersenyum sinis, menertawai kebodohan nya sendiri.


"dari dulu, sudah tahu kalau selalu diperlakukan buruk. kenapa masih mau menerima untuk menikahi putranya? kenapa cinta ku untuk Bayu sebesar ini! hingga aku mengabaikan rasa sakit direndahkan mertua ku sendiri." menangis tersedu-sedu,.


masih menikmati rasa kecewa dan sakit hatinya di dalam kamar mandi. mengusap air matanya kasar lalu mencuci muka. bintang membuka pintu saat ada seseorang memanggil.


"ya ma."


"sedang apa kau?" tanya sari ketus.


"aku sedang cuci muka ma. apa ada lagi yang diperlukan?" tanya bintang.


Sari memperhatikan wajah bintang yang sembah, ia tersenyum sinis saat menyadari jika gadis itu selesai menangis. merasa puas usaha nya berhasil.

__ADS_1


"sekarang kau tahu posisimu kan. semua teman ku saja dari kalangan orang terpandang. bagaimana bisa kau dengan percaya diirnya masuk ke dalam keluargaku." ucap sari,.


"aku sampai kapanpun tidak akan bisa menerima mu sebagai menantuku. apalagi mempunyai cucu dari rahim wanita rendahan seperti mu. jadi, terus minum pil KB itu. jangan sampai kau hamil!" ketus sari memperingati menantunya yang kian Menundukkan kepala.


"ya ma" sahut bintang, tangan nya meremas ujung kaos nya.


dari 2 Minggu sebelum menikah, sari melemparkan beberapa tablet pil KB padanya. memintanya untuk minum. sari tidak mau jika bintang hamil. ia menyetujui pernikahan Bayu dan bintang hanya karena ia tidak mau kehilangan putra nya.


bintang awalnya menolak, tapi sari mengancam nya. akan membuat ayah dan ibunya kehilangan pekerjaan. karena bintang tahu sari tidak pernah main-main dengan ucapan nya. terpaksa ia menuruti keinginan sari. meminum pil KB itu dari sebelum menikah sampai sekarang.


"sebelum pulang, bantu bi Yem membersihkan semua sisa acara tadi!" tegas sari dan berlalu pergi meninggalkan bintang yang terpaku ditempatnya berdiri.


****


pukul 8 malam, akhirnya semua sudah kembali seperti semula. bintang sedang berada di depan gerbang rumah mertua nya, menunggu ojek online yang ia pesan. karena Bayu tidak bisa menjemput nya.


"bintang" panggil Hardi , ia membuka jendela mobil. pria paruh baya itu baru saja pulang dari luar kota.


"papa." bintang tersenyum.


"kamu mau pulang?, biar di antar sopir saja." ucap Hardi.


"tidak usah pa. bintang sudah memesan ojek online. sebentar lagi pasti datang."


"baiklah kalau gitu. hati-hati ya. papa masuk dulu." ujar Hardi.


bintang mengangguk menatap mobil sedan mertuanya masuk ke dalam pekarangan.


bintang bersandar pada gerbang, kepala nya semakin berdenyut tak karuan. perutnya bergejolak, ingin muntah.


Niat itu ia urungkan saat ojek online pesanan nya sudah datang.


"sayang, kamu sudah pulang?" tanya bintang.


baru saja melangkahkan kaki mendekat ke arah suaminya. bintang tersentak saat tiba-tiba Bayu melempar dengan kasar beberapa tablet padanya. salah satu tablet itu bahkan mengenai pelipis nya, hingga berdarah.


bintang menunduk, menatap beberapa tablet pil KB yang ia beli beberapa hari lalu. ia sengaja menyetok agar tidak terlupa jika pil KB nya habis.


"sejak kapan meminum pil-pil itu?" tanya Bayu dengan suara berat dan dingin.


bintang mendongak, menatap Bayu yang kini sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


setelah pulang dari kantor, Bayu mencari-cari pil yang di maksut Rena. dan ia menemukan pil itu di dalam laci paling ujung seperti sengaja di sembunyikan oleh istrinya. dengan emosi yang membara, Bayu meremas pil itu saat tidak hanya satu tapi ada 5 tablet pil KB yang di temukan nya.


"JAWAB!" teriak Bayu, suaranya menggema di udara.


bintang semakin menciut dan kian menunduk. tak berani beradu pandang dengan suaminya. tatapan tajam Bayu seperti menusuk langsung tepat pada hatinya. baru kali ini Bayu berteriak padanya.


"2 Minggu sebelum kita menikah." jawab bintang lirih.


mendengar jawaban bintang, Bayu meremas rambutnya. ia lampiaskan emosinya memukul tembok di belakang nya.


"sial!" buk buk buk. dengan nafas terengah-engah Bayu memukul tembok itu dengan membabi buta.


bintang yang melihat tindakan konyol Bayu lantas mendekat. memegang lengan Bayu agar menghentikan tindakannya yang bisa saja membuat luka.

__ADS_1


"maafkan aku yank, jangan seperti ini. tangan mu bisa terluka." ujar bintang, ia sendiri melupakan pelipis nya yang mengeluarkan darah segar menetes ke pipi.


bintang terhuyung ke belakang saat Bayu menghempaskan tangan nya dengan kasar. belum selesai Bayu mencengkram kedua lengan bintang dan memojokan nya ke tembok.


"kenapa bi? kamu tidak mau punya anak dariku?" tanya Bayu dengan frustasi. mengeraskan cengkraman nya.


bintang yang ketakutan dan merasa sakit di lengan nya hanya bisa terdiam, air matanya jatuh tanpa permisi.


"maafkan aku.." ucap bintang. "aku.. aku bisa menjelaskan nya."


"sakitttt..."


"menjelaskan apa?. menjelaskan kalau kamu tidak mau punya anak dariku?" sindir Bayu.


melihat bintang yang meringis, Bayu mengendurkan cengkraman nya.


"pantas saja saat aku membahas anak ekpresi mu selalu ketakutan. jadi 3 bulan ini kamu membohongiku! menyembunyikan pil-pil itu!" ucap Bayu, menatap nanar beberapa tablet pil di lantai.


"untung saja Rena memberitahuku. jika tidak, pasti kamu akan tetap terus membohongiku. mempermainkan perasaan ku! apa yang ada di otak mu?"


deg...


bintang tersadar, saat pesta ulang tahun mertuanya, pantas saja ia tidak menemukan pil KB nya. ternyata Rena yang mengambilnya.


"maaf.." hanya itu yang sanggup bintang katakan. ia tidak mungkin memberitahu Bayu kalau mama nya lah yang menyuruhnya meminum pil KB itu. bintang tidak mau membuat Bayu dan mama nya bertengkar. jadi dia memutuskan untuk menjelaskan pada Bayu nanti saat pria itu sudah tenang. sekarang yang bisa di lakukan bintang hanya pasrah atas semua kemarahan sang suami.


"maaf? gampang sekali kamu meminta maaf setelah mempermainkan perasaan ku!"


"ya Tuhan, wajah Bayu saat marah seram sekali. aku takut.."


"maaf sayang, aku bisa jelaskan. aku hanya ingin menunda beberapa bulan saja. punya anak butuh kesiapan yang matang kan." bintang terpaksa berbohong. berharap Bayu mau memakluminya.


"hahaha, alasan macam apa itu? kamu mau membual lagi?" tawa Bayu sangat menyeramkan, bintang bergidik ngeri di buatnya.


"buang pil-pil itu!" tegas Bayu.


"BUANG!" Teriak Bayu saat bintang tak kunjung membuang pil itu.


dengan ragu, akhirnya bintang mengambil pil itu.


"sayang, biarkan aku meminum pil ini beberapa bulan lagi. aku mohon. sampai aku siap." pinta bintang lirih.


mendengar permintaan bintang yang berani walau setelah kemarahan nya tadi bahkan kemarahannya belum reda, Bayu merebut pil itu. mengeluarkan satu persatu pil itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"berani kamu minum lagi pil itu di belakang ku, jangan harap aku memaafkan mu!" ujar bayu yang langsung pergi meninggalkan bintang.


bintang mengikuti langkah cepat Bayu, saat di depan pintu kamar. Bayu membanting pintu dengan keras tepat di depan wajah bintang.membuat bintang takut dan mengurungkan niat nya untuk ikut masuk ke dalam kamar.


bintang memilih untuk tidur di sofa panjang depan tv. kepala nya yang sejak tadi pagi pusing sekarang semakin menjadi. melirik pintu kamar nya dengan sendu, bintang menghempaskan tubuhnya.


"kalau aku tahu Bayu akan Semarah ini, aku tidak akan mau menuruti keinginan mama. tapi aku juga takut jika mama mengusik ayah dan ibu." gumam bintang. ia tidur miring sambil memeluk tas nya. meratapi hidupnya yang tidak kunjung mendapat kebahagiaan.


sampai tengah malam, Bayu yang tadi sudah terlelap kini terbangun saat merasakan ranjang dingin nya kosong. pria itu duduk dan menatap sekeliling. istrinya tidak ada.


dengan panik Bayu berlari keluar kamar, ia takut bintang kabur karena tadi kemarahan nya memang sangat keterlaluan. apalagi saat ia membanting pintu dengan keras, bintang pasti ketakutan.

__ADS_1


saat hendak menuju pintu, mata Bayu menangkap sosok yang terbaring di sofa. meringkuk memeluk tas nya.


ingin sekali Bayu mengajak bintang masuk ke dalam kamar, tapi niat itu ia urungkan karena rasa kecewa nya lebih mendominasi. akhirnya Bayu memilih membiarkan istrinya tidur di ruang tv.


__ADS_2