
terbangun saat sinar matahari mengenai wajah tampan nya, Bayu membuka mata dan terkejut saat tidak melihat keberadaan istrinya. melompat dari atas tempat tidur, pria dengan rambut berantakan itu keluar kamar dengan tergesa-gesa. saat melewati dapur, Bayu melihat asisten rumah tangga nya yang berkutat di dapur. ya semenjak bintang hamil, Bayu mempekerjakan Bu Ita yang datang pagi dan pulang sore.
"Bu Ita?" panggil Bayu.
perempuan sekitar 45 tahunan itu menoleh saat namanya dipanggil. " iya pak?"
"apa ibu melihat istriku?" tanya nya dengan wajah panik.
"bukan nya tidur dengan bapak, saya baru datang dan belum bertemu non Bintang." jawab Bu Ita jujur.
melihat gelengan dari Bayu, Bu Ita pun lantas ikut mencari. saat ia membuka kamar tamu, Bu itu bernafas lega melihat wanita yang masih tidur dengan membelakangi pintu.
"non bintang masih tidur pak." ucap Bu Ita pada Bayu yang mengekor di belakang nya, menunjuk wanita cantik yang meringkuk di atas tempat tidur.
"ya sudah, ibu kembali saja ke dapur. tolong buatkan juga susu untuk bintang ya. saya tidak sempat, sudah telat ke kantor." titah Bayu pada Bu Ita yang langsung berjalan ke dapur.
"apa mereka berdua sedang bertengkar? kenapa pak Bayu tidak tahu kalau non bintang tidur di kamar tamu?. biasanya pak Bayu sendiri yang selalu membuatkan susu hamil untuk istrinya. tumben hari ini absen." batin Bu Ita, kembali dengan pekerjaan nya yang tertunda.
Bayu sempat mengintip bintang yang masih tertidur sebelum kembali ke kamar nya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.
bintang yang baru bangun saat matahari sudah merangkak naik dan jam dinding sudah menunjukan pukul 09:20. berjalan ke arah dapur dan duduk di kursi, ibu hamil itu meraih sandwich dan memakan nya.
"Bu Ita, tolong buatkan susu untuk saya ya sama dikasih es batu ya Bu." titah bintang pada Bu Ita yang baru selesai menjemur pakaian.
"emm tadi ibu sudah buatkan susu untuk Bu bintang, saya taruh kulkas karena tidak tega membangunkan ibu yang masih tidur. mungkin sekarang sudah dingin, saya ambilkan dulu." Bu Ita berjalan ke arah kulkas dan mengeluarkan segelas susu dari dalam.
"ini sudah dingin, mau ditambah es batu lagi atau tidak usah?" tanya Bu Ita.
"tidak usah Bu, begitu saja." bintang menerima segelas susu dan meminum nya.
"Apa tadi suamiku sarapan dirumah Bu?" tanya bintang.
"tidak non, pak Bayu buru-buru berangkat ke kantor. katanya sudah telat, ada meeting." jawab Bu Ita.
bintang mengangguk dan memilih kembali ke kamar nya untuk mandi. ya ke kamar nya bukan ke kamar tamu, karena semua bajunya ada di dalam kamar nya.
mumpung Bayu tidak ada di rumah, bintang mengambil beberapa potong baju dan dalaman untuk di taruh nya di lemari yang ada di kamar tamu. melihat Bayu yang mengabaikan nya, ia sudah bisa menebak pertengkaran nya akan berjalan selama beberapa hari.
sebenarnya bintang tidak mau bertengkar seperti ini tapi perkataan Bayu kemarin sangat melukai hatinya. walaupun ia tidak dalam keadaan hamil pasti juga merasa sakit hati, apalagi saat hamil seperti ini sakitnya berlipat ganda.
__ADS_1
***
pukul 23:15 Bayu baru sampai apartemen dan langsung masuk ke dalam kamar. apartemen nya sudah sepi, dan ia tahu bintang pasti sudah tidur.
setelah membersihkan diri, Bayu keluar kamar menuju dapur karena tenggorokan nya merasa kering.
bintang yang berada di dapur yang juga mengambil minum mendengar pintu kamar nya dibuka. dengan cepat ia menaruh gelas ke atas meja dan mematikan lampu, wanita hamil itu berjalan cepat masuk ke dalam kamar tamu. untung saja kamar tamu jaraknya tidak jauh dari dapur. jadi saat Bayu sampai di dapur, ia sudah masuk ke dalam kamar. entah kenapa ia tidak ingin berpas-pasan dengan suaminya mengingat suaminya itu dari kemarin mengabaikan nya.
mengatur nafas karena berjalan terburu-buru, bintang mengusap perutnya yang terasa keram. merebahkan tubuhnya di atas kasur, bintang memilih memejamkan matanya. tapi seperti kemarin, ibu hamil itu kesulitan tidur dan akan tidur saat jam menunjukkan pukul 3 pagi.
Bayu yang berada di dapur menatap gelas kosong bekas air minum di atas meja.
"apa tadi bintang ke dapur?" gumam nya pelan sambil memutar gelas kosong itu dan menaruhnya ke tempat piring kotor.
setelah meneguk 2 gelas air minum, Bayu kembali ke kamar nya.
***
Bu Ita menatap heran pada bintang yang sudah berpakaian rapi, memakai gaun hamil polos di bawah lutut lengkap dengan cardigan panjang hijau tosca.
"Bu Ita, saya mau ke butik. mungkin pulang nya sore. Bu Ita kalau mau pulang jangan lupa kunci pintu ya." ucap bintang mengingatkan.
melirik jam dinding yang menunjukan pukul 12:20 siang, Bu Ita menghampiri bintang dengan sebotol air putih dan sekotak buah stroberi kesukaan bintang.
"ini di bawa ya non, panas sekali diluar. non bintang pakai taxi kan?" tanya Bu Ita sedikit khawatir. bintang sedang keadaan hamil dia takut majikan muda nya itu kenapa-kenapa. karena jarak apartemen ke butik cukup jauh memakan waktu 45 menit.
"terimakasih Bu." bintang menerima botol dan sekotak stroberry itu.
"non apa sudah izin sama pak Bayu?" tanya Bu Ita cemas, ia ingin memastikan mengingat 3 hari ini suami istri itu masih betah saling diam.
"su-sudah kok Bu. aku berangkat dulu ya." bohong bintang, ia tidak mau Bu Ita nanti mencegah nya karena dia belum izin dengan Bayu.
***
berdiri di pinggir jalan menunggu taxi, bintang menggerutu saat tak kunjung ada taxi yang lewat. ia sudah mencoba memesan mobil online tapi jarak driver yang sangat jauh membuat nya mengurungkan niat nya.
akhirnya ibu hamil itu memesan ojek online.
sampai di butik bintang yang sedang memberi uang pada driver terkejut saat Amel menghampirinya dengan berteriak.
__ADS_1
"aduh bee kenapa nggak naik taxi aja. kenapa harus naik ojek online. ini Jakarta bukan Wonosobo bee, panas. kamu sedang hamil astaga!" omel Amel yang segera memayungi bintang dan menggandeng nya masuk ke dalam butik.
"ahh sejuk nya." ucap bintang saat sudah masuk ke dalam butiknya yang ber AC.
"nih minum dulu." ujar Amel menyerahkan segelas air pada bintang.
"terimakasih tahu aja kalau aku haus Mel." bintang terkekeh pelan.
"tahu lah, lihat tuh botol minum mu kosong. panas lagi, apalagi badan mu ini. astaga ingat perut bee!" gerutu Amel.
"habisnya tadi nggak ada taxi yang lewat, nyari ojek mobil online juga nggak dapat-dapat. jadi naik ojek motor aja deh." jawab bintang santai.
"kenapa nggak minta sopir yang antar sih, mobil sekaligus supir hadiah dari Bayu kan ada!"
"pak Mamat sedang sakit Mel ya kali aku nyuruh orang sakit untuk datang kerja. aku nggak sejahat itu kali."
"ya kalau nggak minta antar Bayu lah!"
"Bayu kan kerja, lagian siang ini dia ada meeting kok." bintang mengetahui Bayu ada meeting dari Bu Ita. karena 3 hari ini tidak bertemu Bayu dan tidak ada satupun pesan masuk di hp nya.
Amel menghela nafas nya dengan kasar, ia kembali meraih paket besar yang belum di buka.
"itu paket yang dari siapa Mel?" tanya bintang ikut duduk di depan Amel.
"ini dari pak Candra Bandung." jawab Amel, membuka paket besar itu.
"yang dari Bu Sarita belum datang?" tanya bintang lagi.
"belum. kamu tahu sendiri kan, pasti paket yang dari Bu Sarita datang nya melebihi batas waktu yang diperkirakan. nggak tahu, entah karena banyak yang ambil dari dia atau apa membuat paket nya datang nya pasti lama." Amel mengeluarkan satu persatu pakaian itu.
"mungkin karena model nya kekinian dan bagus jadi peminat nya banyak. mau berhenti ngambil dia tapi ragu aku." bintang membuka satu bungkusan dan melihat model baju dari Bandung.
"ya sudahlah bee hitung-hitung melatih kesabaran." putus Amel.
***
sampai di apartemen pukul 18:15 bintang langsung masuk ke dalam kamar mandi saat merasa ingin buang air kecil, kepala nya juga terasa pusing.
melepas cela*na dalam nya, betapa kaget nya bintang saat melihat bercak darah disana.
__ADS_1