
Rena yang sedang mengemasi barang-barang nya ke dalam koper mendengar suara pintu diketuk. ia mengira mungkin Andi. berlari dan bergegas membuka pintu dengan perasaan bahagia. Rena dan Andi resmi berpacaran, ia sadar jika pria yang selalu ada untuk nya ini adalah pria yang tulus.
tapi Rena terkejut saat bukan Andi yang datang tapi Bayu. lebih terkejut lagi saat Bayu berlutut di hadapan nya.
"Bayu apa yang kamu lakukan ?" Rena segera mengangkat tubuh Bayu, membantunya berdiri.
di ruang tamu apartemen, kedua orang itu saling diam.
Bayu berlutut lagi dihadapan Rena, membuat Rena mundur saking terkejutnya.
"aku mohon ren tolong temui bintang. tolong jelaskan padanya kalau kita tidak melakukan apa-apa malam itu. aku mohon. aku tidak mau kehilangan bintang re.." Bayu terisak, frustasi Dengan masalah yang tengah di hadapi.
"kemari, duduk. jangan seperti ini, ini bukan salah mu Bayu. ini semua salah ku." ujar Rena.
melihat Bayu yang berlutut dan menjatuhkan harga dirinya demi tidak mau kehilangan istrinya membuat Rena tersadar, jika Bayu sangat mencintai bintang.
"aku rencana nya mau ke butik istri mu untuk menjelaskan semua. Andi sudah cerita padaku. maaf kan aku Bayu, perbuatan ku membuat hubungan kalian seperti ini. seharus nya sebagai sahabat aku harus mendukung pilihan mu. aku tulus meminta maaf padamu, tolong maafkan aku sebelum aku kembali ke Australia" Rena menunduk.
"serius re?" tanya Bayu tak percaya, gadis nekad di depan nya ini berubah dalam seminggu.
"serius, aku sadar kamu tidak mencintaiku. aku sadar cinta tak dapat di paksakan. aku terbutakan oleh rasa kagum ku sampai aku tidak menyadari kalau rasa kagum itu bukan cinta tapi hanya obsesi ku."
"obsesi karena kamu selalu menjaga ku dulu. dan melihat mu seperti ini, aku semakin sadar tidak ada ruang sedikitpun untuk ku di hatimu." imbuh Rena, cara bicara nya tenang.
Bayu terdiam, tak bisa berkata-kata.
"aku akan bicara dengan bintang sebelum berangkat ke bandara. jangan khawatir bay." Rena menenangkan.
"terimakasih, terimakasih re..." Bayu terisak, dengan begini ia sedikit lega dan berharap bintang melunak.
"kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?" Bayu penasaran apa hal yang membuat Rena berubah drastis dalam seminggu.
"karena seseorang yang sudah menyadarkan ku. dia bilang 'jangan hanya karena dibutakan oleh rasa ingin memiliki orang yang kamu sukai membuat mu tidak menyadari jika di samping mu ada orang yang tulus mencintai mu dan menunggu mu.'" Rena berkata dengan senyum terkembang, bayangan wajah pacar nya terlintas.
"siapa?"
pintu dibuka dari luar, membuat Bayu dan Rena menoleh.
"Andi!"
"siang pak," Andi menyapa ramah seperti biasa.
"kalian pacaran?" tanya Bayu melihat kedekatan Andi dan Rena.
"benar pak, saya mencintai Rena dan akan bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan tempo hari di ruangan Rena." jelas Andi
__ADS_1
Bayu mengernyit heran.
"bay, bolehkah aku minta kamu menghapus video itu. saat itu aku dipengaruhi obat dan Andi hanya menolongku. dia terpaksa melakukan itu bay." Rena memelas.
"maksud nya. apa yang terjadi sebenarnya?" Bayu masih tak mengerti.
Rena dan Andi saling berpandangan, sampai Andi berdehem pelan sebelum bersuara.
"maaf pak, kejadian waktu itu setelah saya selidiki. ada karyawan yang menyukai Rena dan nakal memasukan obat perangsang ke dalam minuman Rena hingga membuat Rena bertingkah agresif. hampir saja Rena masuk ke dalam jebakan nya. untung nya saya datang." Andi menjelaskan. Bayu menyimak.
"saya tidak tahu harus Dengan cara apa saya menghilangkan reaksi obat itu. Rena semakin tak terkendali dan akhirnya saya terpaksa melakukan itu pada rena.dengan berjanji pada diri sendiri akan bertanggung jawab setelah ini. itu yang pertama untuk saya pak, dan untung nya itu yang pertama juga untuk Rena." Andi tersenyum malu-malu saat mengucapkan kata terakhir, begitupun Rena. gadis itu menunduk malu.
Bayu mengerti sekarang, ia lega semua nya tampak terkendali sekarang.
**
sebenarnya Rena malu bertemu dengan wanita yang ia telah sakiti hatinya, bahkan karena perbuatan nya yang gegabah hampir membuat bintang dan Bayu berpisah.
memberanikan diri menemui bintang, Rena masuk ke dalam butik yang tampak ramai di kunjungi pelanggan.
sila, gadis manis itu menyambut kedatangan Rena.
"silahkan kak, mau cari yang seperti apa?" tanya sila ramah. melihat tampilan Rena di depan nya, gadis itu menebak Rena adalah orang terpandang.
"saya mau bertemu owner nya, bilang saja Rena yang mencari nya." ucap wanita dewasa nan anggun itu.
bintang yang turun dari tangga ditemani sila tertegun saat melihat wanita cantik di bawah tangga.
"ada perlu apa?" tanya bintang datar, jujur saja hatinya masih sakit saat melihat perempuan yang merusak rumah tangga nya. mengingat dia memeluk dan mencium suaminya membuat hatinya terbakar api cemburu.
"ada yang perlu aku bicarakan, apa bisa ? hanya berdua." pinta Rena.
bintang mengangguk dan mempersilahkan Rena duduk di kursi pojok ruangan. tempat nya mengawasi butik.
"bintang, apa kamu baik-baik saja? ah maaf tapi wajah mu pucat sekali." rasa khawatir ini tulus, tanpa dibuat-buat. Rena semakin merasa bersalah. pasti ini semua karena perbuatan nya.
"tidak usah basa basi, katakan saja apa yang mau kamu bicarakan." bintang menjawab ketus. menganggap kekhawatiran Rena hanya pura-pura semata. walaupun kenyataan nya memang dia sedang tidak baik-baik saja. kepalanya pusing, badan nya lemas.
"aku dan Bayu tidak melakukan apapun malam itu, hanya sempat berpelukan dan berciuman tidak lebih. karena setelah itu Bayu tersadar dan menghempaskan ku. memang aku sempat mencegah nya untuk pergi, tapi Bayu semakin marah sampai pada akhirnya kamu datang." ujar Rena panjang lebar.
bintang menyimak, penjelasan Rena sama dengan penjelasan Bayu. meneliti penampilan Rena yang lebih casual dan make-up tipis,wanita itu terlihat sangat cantik. eh tiba-tiba bintang menjadi rendah diri.
"aku minta maaf atas perbuatan ku tempo hari, aku menyesal bintang. tolong maafkan aku."
Rena tiba-tiba berlutut di depan bintang, membuat bintang terkejut bahkan pelanggan dan karyawan nya melihat ke arah nya.
__ADS_1
mereka tampak tertarik dengan kejadian itu, ada yang tampak bodoamat dan kembali ke pakaian di depan nya.
"bangun Rena, tidak enak di lihat orang lain." pinta bintang.
"tidak!, kesalahan ku sungguh besar. tolong maafkan aku. huhu" Rena terisak sambil berlutut.
"aku menyesal tolong maafkan aku, karena aku kamu dan Bayu hampir bercerai."
orang-orang yang tadinya cuek malah berubah tertarik dan kepo dengan kejadian di depannya. seorang wanita meminta maaf sampai berlutut seperti itu pasti kesalahan yang dilakukan sangat parah.
orang yang tak sengaja mendengar percakapan bintang dan Rena tadi lantas berbisik pada teman nya.
"seperti nya dia pelakor, dia meminta maaf karena telah merusak rumah tangga mba bintang." bisik bisik, semua nya malah berpusat pada Rena yang berlutut.
bintang yang merasa tidak nyaman lantas membantu Rena berdiri. "aku memaafkan mu Rena."
huwaaa,,, tangis Rena semakin pecah saat mendapat maaf dari bintang. gadis anggun itu terisak di pelukan owner butik star itu.
"bersaing dengan wanita sepertimu, mana sanggup aku bee.. kamu wanita Yang sangat baik. Bayu beruntung memiliki mu" Rena masih terus terisak.
"aku sudah memaafkan mu. hiduplah dengan baik setelah ini Rena. tolong jangan ulangi lagi. perbuatan mu ini bukan hanya menyakiti ku dan Bayu tapi juga orang tua kami."
Rena mengangguk dan kembali memeluk bintang "terimakasih,"
"aku ke atas dulu ya, badan ku sedang tidak enak." pamit bintang.
berjalan sempoyongan, kepala bintang terasa berat ia hampir jatuh kalau tidak di tangkap Rena tadi.
"bee kamu nggak apa-apa?" tanya Rena panik.
bintang tak menjawab, ia merasai kepala nya yang kian semakin berat. "kepala ku pusing sekali." lenguh nya.
"astaga bintang!" Amel dari belakang terkejut saat melihat bintang tiba-tiba limbung dan pingsan.
"bagaimana ini?" Rena panik, tangan nya memeluk tubuh bintang yang pingsan di pelukan nya.
"darah! darah! mungkin bintang sedang datang bulan." Rena memekik saat melihat darah di belakang dress bintang.
Amel semakin panik dan khawatir "bintang nggak datang bulan Rena. itu pendarahan bintang sedang hamil!"
"apa! bagaimana ini.. bagaimana bisa..." Rena panik dan tak karuan
"sila telfon ambulance cepat!" titah Amel pada sila.
gadis itu tergagap dan langsung menelepon ambulan. pelanggan butik yang sedang berbelanja ikut berkerumun.
__ADS_1
***