
Bayu yang sedang meeting siang itu menatap keluar jendela kaca sebuah restoran yang tak jauh dari kantornya. melihat lalu lalang kendaraan siang hari yang panas ini Bayu seperti melihat bintang yang naik ojek online sedang berhenti untuk minum dari botol minum nya.
Bayu menoleh saat Mira memanggil. "pak, ini berkas nya."ucap wanita itu.
selesai menandatangani, Bayu kembali menoleh ke arah jalanan tapi sudah tidak melihat bintang. pria itu segera menepis fikiran negatif nya dan kembali fokus pada klien nya.
***
sari yang baru sampai di apartemen bintang langsung melenggang masuk ke dalamlift meninggalkan sang sopir yang berjalan cepat menyusul nya di belakang. telfon dari sang menantu membuat rasa panik nya memenuhi pikiran. dikabari bintang jika dia mengeluarkan darah dan kepala nya pusing membuat wanita tua itu langsung bergegas datang tanpa mempedulikan sendal yang ia pakai tidak sama.
bahkan wanita tua dengan piyama set bergambar burung merak itu lari tunggang langgang ke apartemen sang menantu. dia buru-buru datang dan tak sempat berganti baju, bahkan dia meninggalkan sang suami yang tadi ia pakaikan masker beras merah.
bahkan sari sekarang pun masih memakai masker beras merah juga di wajah nya.
mengetuk pintu apartemen itu, sari tidak sabar dan terus mengetuk pintu itu.
saat pintu di buka dai dalam, dia langsung menangkap tubuh lemas menantu nya.
"Sapto, tolong bantu saya angkat bintang." titah nya pada sang sopir yang baru datang dengan nafas ngos-ngosan akibat mengejar sang nyonya tadi. pria tua itu tidak bisa mengimbangi langkah cepat sari yang seperti dikejar setan.
"apa tidak apa-apa nyonya? nanti kalau pak Bayu marah bagaimana?" Sapto yang takut dengan peringatan Bayu bergidik ngeri.
plak-
sari memukul bahu Sapto dengan kesal.
"astaga bisa-bisa nya masih memikirkan hal konyol itu di saat yang tidak tepat. kamu mau menantu saya kenapa-kenapa?"
"cepat bantu saya!" imbuh sari lagi dan akhirnya Sapto menurut, menggendong bintang dan membawanya ke dalam mobil.
saat sudah berhasil menaruh bintang di kursi penumpang, Sapto menatap sang nyonya. masker yang masih melekat di wajah majikan nya itu sudah retak tak beraturan.
__ADS_1
"nyonya apa tidak sebaiknya cuci muka dulu?" Sapto mengingatkan.
"cepat jalankan mobil nya, jangan pedulikan masker ku ini. menantu ku sedang dalam bahaya kamu masih saja fokus pada hal yang tidak penting!" sentak sari. dia menyandarkan kepala bintang di pangkuan nya.
bintang yang masih sadar merasa terharu, mertua nya sama sekali tidak menyebut atau memikirkan keselamatan bayi nya tapi malah memikirkan keselamatan nya.
di dalam kesadaran yang kian menipis, bintang sempat mengucapkan terimakasih pada Tuhan yang sudah mengabulkan permintaan nya. mertua nya yang dulu kini sudah benar-benar berubah.
***
lari tunggang langgang masuk ke dalam rumah sakit. Bayu di serang rasa panik sejak pulang ke apartemen dan tidak mendapati keberadaan istrinya. Bayu akhirnya bertanya pada petugas keamanan untuk memeriksa cctv.
tapi jantung Bayu seakan berhenti berdetak saat penjaga keamanan mengabarkan berita yang membuat nya dipenuhi rasa sesal.
"maaf pak, Bu bintang tadi di bawa oleh ibu anda ke rumah sakit xx karena pendarahan."
seakan tertimpa dahan besar, dada Bayu terasa sesak mendengar kabar itu. dan tanpa menunggu lama, pria dengan kemeja yang berantakan itu datang kerumah sakit.
"sebentar, saya cek dulu ya pak." jawab wanita itu dan memeriksa komputer di depan nya. "ibu bintang arunika dengan diagnosa pendarahan ringan dirawat di ruangan VVIP no 02."
"arah nya kemana ya sus?" tanya Bayu dengan tidak sabaran.
"silahkan naik lift menuju lantai 4, berjalan ke arah kanan. ruangan nya berada di jejeran sana pak."
tanpa basa-basi, calon ayah itu lari masuk ke dalam lift. mengatupkan kedua tangan di dada, Bayu berdoa agar Tuhan mau berbaik hati dan tidak membiarkan istrinya kenapa-kenapa.
ia akan sangat menyesal jika terjadi sesuatu pada bintang, walaupun saat ini pun Bayu sudah sangat menyesal. ini adalah kali kedua bintang pendarahan dan Bayu tidak ada di samping nya. merutuki kebodohan nya yang memilih mempertahankan ego nya. Bayu menyalahkan diri sendiri.
membuka kasar pintu ruangan no 02, Bayu mengejutkan wanita yang sedang terlelap di sofa ruangan itu.
"mama" sapa Bayu pelan, ia berjalan menghampiri sang istri yang meringkuk di atas brangkar.
__ADS_1
belum sampai di dekat sang istri, tangan nya sudah lebih dulu di cekal sang mama.
"jangan ganggu bintang, menantu ku itu baru bisa tidur setengah jam yang lalu." ucap sari dengan suara tertahan karena tidak mau suaranya membangun kan bintang.
"tapi ma, aku hanya ingin melihat bintang sebentar saja. aku tidak akan membangunkan nya." pria dengan kemeja putih berantakan itu menolak.
"lebih baik kamu pulang, tidur dengan nyaman di kasur mu yang empuk itu daripada disini!" usir sari.
"apa maksud mama?" Bayu menggelengkan kepalanya, tatapan nya masih tertuju pada wanita cantik di atas brangkar.
"jangan kamu kira mama tidak tahu apa yang terjadi, 3 hari ini kamu selalu pulang larut malam dan membiarkan istrimu dirumah sendirian dalam keadaan hamil. seperti sekarang ini, lihat jam berapa sekarang?" sari menunjuk jam dinding yang menunjukan pukul 23:55 malam.
"mama kan tahu cabang di Banten akan segera di resmikan, jadi aku sibuk dengan pekerjaan ku ma." jelas Bayu.
"sampai mengabaikan istrimu yang sedang hamil? suami macam apa kamu?." sentak sari, memukul dengan keras bahu sang putra.
Bayu menunduk, perkataan mamanya benar. ia yang selalu mengabaikan bintang dan lebih memilih fokus pada pekerjaan nya.
"tadi mama menghubungi Bu Ita, katanya selama 3 hari ini kalian pisah kamar. kenapa?" tanya sari dengan penasaran.
"aku dan bintang sedang bertengkar." Bayu masih saja menunduk.
"kamu tahu tidak kalau wanita hamil itu butuh perhatian lebih agar dia tidak stress yang berdampak pada kehamilan nya?. jadi sebagai suami kamu itu harus mengalah. walaupun istrimu salah kamu harus mengalah dan menjelaskan kesalahan nya dengan lembut. bukan nya mengabaikan nya sama sekali selama berhari-hari!"
bayu mengangguk.
"kalau tahu kenapa masih dilakukan?" sari kembali melayangkan pukulan di tempat yang sama dengan pukulan pertama nya.
"maaf."
"terlambat Bayu!, kenapa urusan wanita kamu itu tidak bisa meniru papamu!" omel sari, sikap suami nya dan putra nya sangat bertolak belakang.
__ADS_1
"untung saja bintang dan bayi nya tidak kenapa-kenapa. kalau sampai terjadi sesuatu, mama sendiri yang akan membunuh mu!" wanita tua itu masih terlihat kesal.