Perjalanan Cinta Bintang

Perjalanan Cinta Bintang
bab 12, obrolan kakak adik


__ADS_3

tok tok tok


terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar nya, Bayu bergegas ke arah pintu membuka nya.


"sudah pulang ternyata." ucap Risa tersenyum.


"sudah. ada apa kak?" tanya Bayu. menatap sang kakak yang tersenyum pasti ada sesuatu yang penting.


"boleh kakak masuk?" yang punya kamar belum menjawab tapi sudah nyelonong masuk dan duduk di kursi dekat jendela.


Bayu pun menghampiri kakaknya. sudah kebiasaan Risa jika masuk kamarnya pasti memilih duduk di dekat jendela. perempuan muda yang tubuhnya sedang melawan penyakit mematikan itu memandangi setiap sudut kamar sang adik. tatapan nya tertuju pada sebuah foto yang ada di samping nya.


"ini pacar mu?" tunjuknya.


"ya." jawab Bayu singkat. dia khawatir Risa akan memberitahu Mama nya tentang hubungan nya.


"jadi mama benar, kalau kamu masih menolak untuk berhenti bekerja karena ada wanita yang kamu sukai." Risa masih memandangi foto gadis yang ada di foto. wajah yang tersenyum ceria di rangkulan adiknya.


deg..


Bayu tersentak, dia langsung merebut foto itu dari tangan kakak nya. menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.


"sejak kapan?" tanya Bayu dingin. menatap datar kakak nya yang malah tersenyum dengan santai nya.


"apanya?" tanya Risa pura pura tidak tahu.


"sejak kapan mama mengetahui aku punya pacar.?" Bayu duduk ditepi ranjangnya. mendesah frustasi. wajah nya sudah terlihat panik saat ini.


" baru baru ini. mama menyuruh ku membujuk kamu agar kamu mau memutuskan hubungan mu itu."


"apa!" Bayu berdiri dan langsung menghampiri kakak nya. " kak aku mencintai nya. aku tidak mau putus dengan nya." ucap Bayu dengan sorot mata memohon.


Risa yang melihat wajah memohon adiknya tergelak dengan keras.


"sejak kapan kamu belajar memelas seperti ini?. apa benar kamu itu adik ku. biasanya adik ku tidak akan takut dengan apapun. kenapa sekarang memelas dan memohon sampai seperti ini?" mengusap kepala adiknya lembut menyalurkan kasih sayang.


"hebat sekali dia, berhasil mendapatkan cinta adiku. siapa namanya?"


"bintang.. bintang arunika." jawab Bayu tersenyum, wajah ceria kekasihnya melintas di pikiran nya.


"nama yang cantik. tapi apakah takdirnya nanti secantik namanya."


"kak..." protes Bayu.


ris tergelak lagi. "aku hanya becanda, astaga kamu ini sensitif sekali."


"aku saja belum memberitahu bintang tentang statusku. tapi malah mama sudah mengetahui lebih dulu. bagaimana ini kak?" memandang wajah kakak nya meminta saran. wanita yang duduk dihadapan nya itu sedang terlihat berfikir.


"dia pasti senang kalau mengetahui ternyata kamu anak orang kaya. putra bungsu pemilik perusahaan HPD grup. yang sebentar lagi mengambil alih jabatan CEO disana."


"tapi bintang ku bukan wanita seperti itu kak. dia tidak pernah memandang seberapa materi yang ku punya. selama hampir dua tahun ini dia tidak pernah mengeluh jika aku ajak makan dipinggir jalan, di cafe hanya sesekali saja. kadang malah dia yang bayar." jelas Bayu pada kakaknya.


"kamu pasti bangga sekali memilikinya kan?" dia tahu, adiknya pasti tidak main main dengan pacar nya. terlihat dari caranya menceritakan tentang pacarnya. membanggakan nya.


risa terlihat ragu akan memberitahu satu hal lagi yang disampaikan mamanya tadi padanya.


menoleh pada adiknya yang kini juga menatap nya. dia tidak tega, dia bingung.


"sebaik nya kamu cepat katakan dirimu yang sebenarnya padanya. jangan sampai dia tahu kebenarannya dari orang lain." menepuk bahu sang adik. itu bukan tepukan menyemangati tapi memperingatkan.


"sebelum mama akan menjodohkan mu dengan Vera sepulang nya dari luar negri."


deg..


tanpa pikir panjang. Bayu bergegas menyambar jaket dan kunci motor nya. dia akan menemui bintang sekarang. apapun resiko nya. dia akan jujur padanya.


Risa yang berdiri dari tempat duduk nya hanya memandang nanar punggung sang adik yang menghilang dibalik pintu. dia menghela nafas kasar dan keluar dari kamar adiknya menuju kamar mama nya.


"ada apa ris?, apa kamu merasa ada yang sakit ditubuhmu?" tanya Bu sari menatap putri sulung nya itu dengan khawatir.


"tidak ada ma. aku mau bicara soal Bayu." ucap Risa yang mendudukan diri di sisi ranjang sang mama.


"apa Bayu sudah setuju dengan permintaan mama?" tanya Bu sari antusias. ikut duduk disamping putrinya. wajah tersenyum penuh harap itu tercetak jelas. dia yakin Bayu tidak akan menolak jika Risa yang meminta. putranya itu memang lebih dekat dengan kakak nya dibandingkan dirinya.


"apa mama serius dengan rencana mama yang akan menjodohkan Bayu dengan Vera?" Risa menatap wajah mamanya was was.


"sangat yakin. lagipula Bayu dan Vera itu sudah berteman dekat sejak kuliah. pasti mereka ada rasa suka kan." Bu sari sangat yakin dengan itu. tapi dibalik itu sebenarnya dia menginginkan Vera menjadi menantu nya karena dia anak dari kolega suami nya. yang pasti sudah sangat jelas bibit bobot bebet nya. bisa dia pamerkan pada teman teman sosialitanya.


"tapi Risa tidak melihat itu dalam diri Bayu. Bayu tidak mencintai Vera ma. dia mencintai pacarnya." tukas Risa mencoba membujuk mamanya. sebagai kakak dia pasti akan mendukung apapun yang membuat adiknya bahagia.

__ADS_1


"Risa melihat cinta yang sangat besar untuk wanita itu dalam mata Bayu. Risa yakin Bayu tidak akan sembarangan memilih kekasih untuk hidup nya ma." imbuhnya.


"cukup! mama tidak peduli dengan wanita itu. sebaik apapun hatinya. tapi dia dari keluarga miskin. mau ditaruh dimana muka mama kalau punya menantu seperti dia?." ucap Bu sari dengan lantang.


"mama akan lakukan apapun untuk membuat Bayu berpisah dengan wanita itu!" Bu sari meraih hp nya terlihat sednag menelfon seseorang.


Risa yang melihat sikap mama nya hanya menghela kasar. dia tahu pasti mama nya tidak akan menyerah.


"Alex cari tahu semua tentang wanita yang bernama bintang arunika. wanita yang saat ini dekat dengan putraku!"


.


.


bintang yang sudah hampir terlelap seketika terjaga kembali saat terdengar ketukan pintu dari luar rumah nya. saat keluar dari kamar ingin membuka kan pintu tiba-tiba perasaan bintang menjadi khawatir dan takut. takut kalau itu modus dari pencuri atau perampok. saat dirumah sendiri seperti ini kewaspadaan nya bertambah dua kali lipat.


dengan mengendap-endap dia berjalan ke belakang mengambil sapu untuk berjaga-jaga kalau orang diluar itu pencuri. jadi dia bisa langsung memukul nya dan berteriak minta tolong.


berjalan ke arah pintu bintang mulai membuka pintu dengan pelan. saat pintu sudah terbuka bintang melihat laki laki yang memakai hoody menutup kepalanya. dengan segera dia langsung memukul nya.


bugh


bugh


bugh


"rasakan ini, kamu mau mencuri apa dirumah ku. aku tidak punya apa-apa. sana pergi saja dirumah orang kaya pasti uang nya banyak!"


"aw ..Aw.. sakit bi.. hentikan aw."


"eh, sepertinya aku kenal suara ini." gumam nya setelah menghentikan tangan nya.


"ya jelas kamu kenal. aku ini pacarmu!" teriak Bayu kesal. dia membuka jaket nya lalu menatap bintang. kedatangan nya kemari karena ingin mengatakan kebenaran malah mendapat pukulan dan parah nya dituduh pencuri.


bintang tersentak, menyembunyikan sapunya dibelakang punggung nya.


dia tersenyum canggung menatap Bayu. merasa bersalah.


"eh maaf bay. aku tidak tahu kalau itu kamu. kamu sih pakai jaket dan topi seperti itu. aku kan jaga jaga saja kalau ada pencuri." elak bintang membela dirinya sendiri. "lagian kamu ngapain malam malam kesini? nggak pake ngabarin juga."


"apa? coba kamu cek hp mu. aku sudah mengirimkan pesan berulang kali saat menunggu disini." Bayu menghela nafas lalu mengeluarkan nya dengan kasar.


"ngapain kamu di situ terus. sini!" masih kesal karena dipukul tadi.


dengan perlahan bintang mendekati Bayu.


"ya ampun bi. kamu jalan nya pelan banget." omel Bayu saat melihat bintang yang ragu ragu berjalan sangat perlahan ke arah nya.


"a..aku kan takut kamu marah. lihat muka kamu tuh kesal banget pasti sama aku." lirih bintang.


deg..


Bayu tersadar, kalau dari tadi dia sangat kesal.


menatap bintang, tatapan nya berubah menjadi lembut sekarang.


"kesini duduk sini sayang." ucap nya selembut mungkin. tapi itu malah membuat bintang bergidik ngeri.


"kenapa kamu masih di situ?"


"kamu nakutin bay, tadi kesal sekarang lembut banget." ucap bintang tangan nya mencengkram kuat sapu yang masih saja dipegang nya.


"astaga bi,, salah terus aku. kesini bi aku mau ngomong serius." pinta Bayu sebenarnya pikiran nya sedang kacau saat ini sejak mendengar kalau mama nya mengetahui hubungan nya.


bintang pun mendekat pada Bayu Duduk di kursi sebelah nya. masih memegang sapu.


"bawa sini sapunya, kamu pegang terus dari tadi. aku ngeri sendiri kalau nanti kamu mukul aku lagi." Bayu tergelak sembari tangan nya menerima sapu dari tangan bintang.


bintang hanya tersenyum canggung. melirik pundak Bayu.


"itu sakit?" tanya nya menunjuk bahu sang kekasih yang tertutupi oleh jaket nya.


Bayu pun refleks ikut melirik pundak nya.


"lumayan. sepertinya kamu mukul Dengan kekuatan tenaga penuh ya Bi." sindirnya.


"maaf" bintang menunduk merasa bersalah. jemari nya saling meremas dipangkuan.


Bayu tergelak melihat kelakuan bintang.

__ADS_1


"aku becanda bi, jangan merasa bersalah gitu. aku nggak apa-apa sayang."


bintang mendongak, senyum senang bercampur lega menghiasi wajah cantiknya yang sudah mulai terlelap tadi.


"beneran nggak sakit?" tanya bintang


Bayu menggeleng, tangan nya meraih tangan bintang menggenggamnya erat. tatapan nya menatap dalam kedua mata bintang.


"aku mau jujur sama kamu bi. tapi kamu jangan marah ya." ucap Bayu memohon.


bintang refleks melepas tangan nya dari tangan Bayu. matanya tiba-tiba berkaca-kaca siap meluncurkan cairan bening dengan bebas.


"dari kapan?" tanya bintang dengan suara yang mulai bergetar karena menahan tangis nya.


Bayu memicingkan mata, otak nya tampak berfikir keras.


"sejak kapan selingkuh!!" bintang mulai meninggikan suaranya.


"apa!?" Bayu tidak bisa bilang apa apa dia terkejut kenapa bintang menuduhnya berselingkuh. padahal tidak ada wanita manapun yang di cintai nya selain wanita didepan nya ini.


"jawab! sejak kapan kamu selingkuh?" ucapan nya lolos bersamaan dengan air mata nya.


Bayu memegang tangan bintang mencoba menenangkan kan tapi tangan nya dihempaskan dengan kasar oleh bintang yang malah menangis tersedu-sedu.


Bayu mengehela nafas sebentar, menatap bintang.


"siapa bilang aku selingkuh. aku cinta nya cuma sama kamu bi." mencoba meyakinkan wanita didepan nya itu dengan rambut sedikit berantakan.


"tadi kamu mau jujur sama aku. kamu selingkuh kan. terus kamu milih selingkuhan kamu pasti kan. makanya kamu nyuruh aku jangan marah." Masih dengan suara terisak nya.


Bayu tergelak dia berdiri dari duduknya mencondongkan tubuhnya ke arah bintang. mengangkat dagu wanita yang masih terisak itu. menatap nya tapi bintang malah memalingkan wajahnya.


"lihat aku bi." pinta Bayu, bintang pun menatap mata Bayu. tatapan mereka bertemu.


"aku nggak selingkuh, nggak ada wanita lain bi.cuma kamu wanita satu satunya dihati aku."


Bayu terdiam sebentar, dia memantapkan hatinya untuk memberitahu bintang.


"kamu tahu arti huruf P di belakang namaku?" tanya Bayu lembut.


bintang menggeleng masih menatap Bayu. bulir air mata masih membasahi pipi mulus nya.


"huruf P itu artinya permadana, Bayu permadana itu nama asli ku bi."


bintang tampak berfikir sebentar, otak nya mencari cari sepertinya nama itu tidak asing ditelinga nya.


deg..


bintang berdiri dari duduk nya saat tersadar nama permadana itu nama perusahaan besar di kotanya.


"kamu.." bintang tidak meneruskan ucapan nya. dia menutup mulut nya seketika.


"iya, aku putra bungsu dari Hardi permadana." tukas Bayu. "maaf selama ini aku nggak jujur sama kamu. karena aku lebih nyaman orang orang mengenalku sebagai Bayu yang biasa seperti ini tanpa embel-embel permadana putra bungsu pemilik perusahaan besar HPD Grup."


"bi.. apa kamu mau maafin aku?" tanya Bayu yang melihat bintang malah diam saja dari tadi.


bintang pun hendak beranjak masuk kedalam rumah. baru sampai didepan pintu tangan nya sudah di tarik Bayu.


"jawab dulu pertanyaan ku bi." ucap Bayu memohon.


"pulang lah bay. aku butuh waktu untuk sendiri." ucap bintang tanpa menoleh pada Bayu. menghempaskan tangan Bayu lalu masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.


Bayu tertegun, dia menatap nanar pintu yang sudah tertutup itu. dia bisa merasakan kalau bintang masih berada dibelakang pintu nya. terdengar Isak tangis pelan.


"bi,, aku benar-benar minta maaf. aku akan menunggu mu sampai kamu siap bicara lagi dengan ku. aku cinta sama kamu bi. aku pulang .." pamit Bayu.


bintang yang masih menangis dibelakang pintu tambah mengeraskan tangis nya saat terdengar motor Bayu berlalu menjauh dari rumah nya.


"hiks .. hiks .. kenapa ini terjadi lagi. aku takut hiks hiks aku takut kalau Bayu juga akan meninggalkan ku seperti Adi dulu." Isak nya..


.


.


.


tolong tinggalkan like dan komen untuk mendukung dan menyemangati author ya.


terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2