
....... Happy reading ......
menit berlalu berganti dengan jam,dan Kirana kini tengah menanti Putra yang masih di tangani di ruang UGD rumah sakit.
"Permisi,keluarga pak Putra??"
"Saya saudaranya dok, bagaimana keadaan saudara saya?"Tanya Kirana.
"kondisi pasien sekarang sudah stabil, sebentar lagi pasien akan di bawa ke ruang rawat.Tapi untuk saat ini benar-benar harus beristirahat secara total karena ada beberapa tulang yang retak."
"Di bagian mana saja dok?"Tanya Kirana lagi.
"Hidungnya patah,lalu ada dua rusuk yang retak dan betis kanannya juga"Terang si dokter.
"Kira kira berapa lama akan sembuh dok?"
"Untuk tulang retak Kira-kira satu hingga dua bulan nona,namun untuk rawat inabnya sendiri bila pasien bisa sembuh lebih cepat maka tiga sampai empat hari pasien bisa pulang"
"Baik dok terima kasih atas penjelasannya."
"Emmm dok kapan saya bisa menjenguknya?"Tanya Kirana lagi saat sang dokter akan pergi.
"Setelah pasien berada di ruang rawat inap Anda bisa menjenguknya nona"Terangnya.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Kirana bisa menemui Putra yang masih belum sadarkan diri.
"Hufffff Olivia benar benar keterlaluan,bagaimana bisa dia menghajar anak orang seperti ini?Bagaimana kalau papa tau kondisi mas Putra??"Guman Kirana memerhatikan Putra dari jarak jauh.
"Aku harus bisa melawat rasa trauma ini demi anak-anak.Mereka pasti ingin tinggal bersama dengan ayah mereka,terutama Zia.Dia pasti sangat sedih bila melihat ayahnya terbaring disini"Batin Kirana lagi.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang Ini waktunya Ken dan Zia pulang dari sekolah,dan selama perjalanan Kirana menuju sekolah ke dua anaknya,Kirana terus berfikir"Apa dia harus memberitahu anak anaknya bila ayah mereka masuk rumah sakit?Kalo tidak di kasih tau maka Zia akan terus bertanya seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi seorang tahanan"
"Hufff Sepertinya aku harus memberitahu anak anak tentang kondisi ayah mereka"Putus Kirana.
"Nona kita sudah sampai"Kata seorang sopir taksi mengagetkan Kirana.
"Pak tolong tunggu sebentar ya,saya ingin menjemput anak saya"Lalu Kirana keluar dari mobil menuju gerbang untuk menjemput anak anaknya.
"Bunda....."Teriak Zia dari halaman sekolah sambil berlari.
Dan Ken menyusul Zia juga dengan berlari,namun bukan untuk menemui Kirana melainkan untuk menghentikan Zia dengan cara menarik tag Zia.Hibgga Zia harus berhenti mendadak.
"Ishh kak Ken apaan sih nanti tasku putus,inikan tas pemberian dari ayah"Ucap Zia cemberut.
Ken terkekeh sambil mencubit bibir Zia yang sedang mengerucut itu.
"Bukankah bunda sudah bilang,jangan berlari saat kau memakai rok.Yang ada kamu nanti terjatuh karena tersandung dengan rokmu sendiri"Terang Ken sambil berjalan.
"Ish rokku pendeklah kak"Jawab Zia masih kesal.
"Hey kenapa wajahnya di tekuk seperti itu?"Tanya Kirana terkekeh karena dia tau Ken pasti menceramahi Zia lagi.
"Kak Ken jelek"Ucap Zia kesal.Dan Ken sahamnya memutar matanya malas.
"Bunda punya obatnya biar Zia tidak cemberut lagi"Ucap Kirana sambil menggandeng Ken dan Zia menuju ke mobil.
"Memang obat apa?"Tanya Zia malas.
"Zia kangen ayah kan?Bagaimana kalau Zia menemui ayah nanti sore?"Tanya Kirana.
"Sungguh"Tanya Zia berbinar.
__ADS_1
"Nah langsung berbinar kan?"Ucap Kirana sambil membukakan pintu untuk anak anaknya masuk.
"Benar kita akan menemui ayah bun?"Tanya Zia semangat.
"Tentu,dengan catatan setelah makan siang Zia dan Ken harus tidur siang.Oh ya apa kalian punya PR?"
"Ya kita punya Bun"Jawab Ken.
"Hemmm kalau begitu kerjakan saat kalian bangun tidur saja ok"
"Ok...😉yeyeye ketemu ayah"Ucap Zia semangat...
🌅🌅🌅
Seperti janji Kirana siang tadi,kini Kirana,Ken dan juga Zia tengah berada di dalam mobil yang di kemudikan Saka.Mereka akan menjenguk Putra yang masih berada di rumah sakit.
"Bunda kita akan menemui ayah di mana?"Tanya Zia.
Sambil tersenyum Kirana menjawab"😊Nanti Zia akan tau,Tapi Zia harus janji sama bunda untuk tidak berisik saat di sana ya"
"Itu akan sulit"Saut Ken terkekeh.
Dengan wajah cemberut Zia mengadu pada Kirana"Bunda lihat kakak,sepertinya dia salah makan obat.Itu sebabnya hari ini dia suka sekali menjahili Zia"
"Obat bukan untuk di makan tapi di minum"Saut Ken lagi.
"Terserah,sehari ini kakak hobi sekali mengangguku😾"Ucap Zia kesal.
"Sudah sudah ken,Zia pasang wajah manismu,jangan sampai ayahmu melihat wajah ini atau ayah akan lari terbirit-birit"Kirana ikut menggoda Zia...
"Bunda....."Keluh Zia semakin merengut kesal lalu di susul gelak tawa dari semua menghuni di dalam mobil.
"Rumah sakit??"Guman Ken bingung.
"Ayo kita turun,bunda gandeng tangan kalian."
"Ken apa mau uncle gendong?"Tawar Saka,dan Ken langsung mengangguk.
"Bunda mengapa kita ke rumah sakit?Kata bunda kita akan bertemu ayah !"Ucap Zia heran.
"Sebentar lagi kita ketemu ayah sayang, ayo"Jawab Kirana sambil menggandeng tangan Zia.
Tok.....Tok.....Tok...
"Assalamualaikum"Ucap Kirana sambil membuka pintu.Kirana masuk di ikuti Zia lalu Saka yang menggendong Ken.
"Waalaikum.............Salam"Jawab Putra terteguh.
Wanita yang di cintai ya dan ke dua anaknya datang untuk menjenguknya.Putra benar benar terharu,ia fikir dia akan sangat bosan berada di rumah sakit ini sendiri.Tapi ternyata fikirannya salah.
"Ayah.....Ayah kok bisa ada di sini?Terus itu kenapa sama wajah ayah?kenapa ada perban sama biru biru begitu?kaki sama tangan ayah juga kenapa di perban?"Tanya Zia beruntun.
Dan pertanyaan Zia yang beruntun itu membuat Putra langsung tersenyum.
"Ayah baik baik saja,tadi pagi ayah kecelakaan.Itu sebabnya ayah seperti ini"Terang Putra lembut.
Mata Zia langsung berkaca-kaca"Mengapa ayah tidak hati hati?Kalau seperti ini lalu siapa yang akan merawat ayah?"cerca Zia.
"Bunda kita Zia mau kesini tiap hari,"Ucap Zia sambil menatap Kirana.
"Itu tidak bisa sayang,ini rumah sakit,tidak baik untuk kalian anak anak.
__ADS_1
Mendengar perkataan Kirana tiba-tiba Putra langsung mempunyai ide"Bagaimana kalau bunda datang kesini setiap hari biar bisa video call an sama Zia?"
"Tidak boleh,bunda sibuk mengurus cafe dan kami"Saut Ken ketus.
"Lalu harus bagaimana?kamu tau kan tangan kanan ayah di perban,kata dokter untuk sementara waktu ayah tidak boleh menggerakkan tangan ayah dulu.Dan lihat tangan kiri ayah juga sedang di infus"Ucap Putra melirik tangan kirinya yang sedang di infus.
Ken langsung memicingkan matanya"Bukankah uncle masih di sini hingga Minggu depan?"Tanya Ken pada Saka.
"Ya,lalu?"
"Uncle bisa mengurusnya hingga uncle kembali bekerja"Putus Ken.
Putra langsung berwajah suram saat mendengar ide dari Putranya sendiri.
"Sepertinya lebih mudah meluluhkan hati Kirana dari pada meluluhkan hati putra tampanku ini."Batin Putra frustasi.
"Uncle kan laki laki bagaimana bisa uncle merawat ayah.Bukan sembuh malah tambah parah ia"Ucap Zia.
"Bagaimana bisa kau berfikiran seperti itu"Batin Ken kesal.
"Uncle Saka kan suka bertengkar dengan mama,uncle juga suka berkelahi dengan kakak.Kalo uncle Saka merawat ayah aku sangsi ayah bakalan sembuh"Ucap Zia seakan tau fikiran Ken.
"Kalau begitu biar di urus perawat saja,mereka lebih berpengalaman untuk mengurus orang sakit sepertinya.Aku yakin semua perawat perempuan tidak akan keberatan kalau harus mengurusnya"Ucap Ken masih kekeh.
"Ach... sepertinya secara tidak langsung putraku ini mengakui bahwa aku tampan"Batin Putra tersenyum.
"Berhenti berdebat,bunda akan menjenguk ayah kalian sesekali.Lagipula kata dokter ayah kalian tidak akan lama berada disini."Ucap Kirana menengahi perdebatan antara kedua anaknya.
Kirana sangat tau kalau Ken dan Zia sudah berdebat maka akan panjang urusannya.
Tok.....Tok.....Tok....."Permisi..."Ucap seorang perawat membuka pintu...
"Ini makan malam untuk pasien,Tolong segera di makan dan setelah itu tunggu beberapa saat hingga makanannya benar benar turun.Baru minum obat"Terang sang perawat.
"Terima kasih sus,ucap Zia.
"Kirana aku bisa minta tolong sama kamu?"Tanya Putra.
"A ...apa?"Jawab Kirana ragu ragu.
"Bisakah kamu menyuapiku??"
"Jangan mencari kesempatan dalam kesepitan"Ucap Ken datar.
"Zia kau sangat menyayanginya bukan?Kau bisa mulai berbakti dengannya sekarang"Ucap Ken lagi.
"Kakak benar,ayah mau Zia suapi?"Tawar Zia.
"Aiiiisssshhhh....gagal sudah aku bermanja dengan Kirana"Batin Putra mengeluh...
Sedangkan Saka sendiri hanya terkekeh melihat perjuangan Ken untuk menjauhkan Kirana dari Putra.
Ken sendiri langsung tersenyum sinis"Selama aku masih ada,jangan harap kau bisa mendekati bundaku"Batinnya.
Hay.....Hay readers....Maaf ya baru up.
Ini aku persembahkan untuk readers yang masih setia menunggu up terbaruku...Aku tulis 1300 kata lebih loh untuk kalian😁.
Jangan lupa vote,like n komennya ya...
See you......
__ADS_1