Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
106


__ADS_3

Setelah makan malam,pak Bagas, Putra,Kirana,Ken dan Zia berkumpul di ruang tengah.


Ken dan Zia asyik memainkan mainan baru mereka,sedangkan para orang dewasa berbincang-bincang.


"Papa kapan datang?kok nggak kasih kabar Putra?"


"Tadi habis magrib papa datang, Kirana meminta supir untuk menjemput papa."


"Terus kamu kapan datang sayang?"Tanya Putra pada Kirana yang duduk di bawah bersama kedua anaknya.


"Aku datang dua hari yang lalu,karena Zia terkena jetleg parah,jadi Zia harus di rawat dulu."


"Apa????Zia jetleg parah?"Tanya pak Bagas dan Putra secara bersamaan.


"Wah benar-benar anak dan ayah yang kompak"Ucap Ken geleng geleng kepala.


"Zia sudah sehat kakek,ayah."Ucap Zia menenangkan kedua orang tua itu.


"Sudah sudah lebih baik Zia cepat istirahat.Kakek nggak mau Zia malah sakit karena efek jetleg nya"


"Ah tapi Zia masih ingin main,iya kan kak Ken?"


Ken hany mengangguk setuju.


"Dua hari kami sudah cukup istirahat,kekenyangan tidur malah"Ucap Ken.


"Ayah tau kalian sudah kekenyangan tidur,tapi bagaimana dengan bunda kalian?"


"Bunda lelah?"Tanya Zia memeluk Kirana.


"Tidak,bunda mana pernah lelah menjaga kalian?"


"Ais Kirana,tak bisakah kamu sehati denganku sesekali?aku benar-benar ingin hanya berdua denganmu?"Batin Putra lunglai.


"Bunda ayo kita tidur"Putus Ken pengertian.


"Bunda akan tidur dengan Ken malam ini"Lanjutnya.


"Tidak bunda akan tidur dengan Zia,Zia nggak mau tidur sendirian !"


"Bagaimana kalau Zia tidur dengan kakek? kakek juga tidur sendiri"


"Lalu kalau bunda dengan kakak,Zia sama kakek.Ayah sama siapa dong??"Keluh Putra pura pura memelas.


"Ayah sudah besar,tidak perlu di temani"Jawab Ken acuh.


"Benar ayah sudah besar,ayah bisa tidur sendiri.Lagi pula selama kami tinggal di LA ayah memang tidur sama siapa?"Tanya Zia polos.


"Tentu ayah tidur sendiri,"Ucap Putra langsung ,karena tak ingin Kirana salah faham dengannya.

__ADS_1


"Sudah begini saja,Ken dan Zia akan tidur dengan kakek.Dan ayah biar tidur dengan bunda.Selesai"


"Ayo"Ajak pak Bagas pada Ken dan Zia.


Ken yang penurut pun dengan berat hati mengikuti pak Bagas.


Dengan senyum terukir di bibirnya Putra menghampiri Kirana yang sedang merapikan mainan Ken dan Zia.


"Biarkan pelayan yang merapikan itu,sebaiknya kita ikut beristirahat"Ucap Putra membelai kepala Kirana.


Kirana mengerutkan keningnya melihat senyum terukir di bibir Putra.


"Aku merasa ada yang tidak beres dengan senyumanmu itu mas"Ucap Kirana bingung.


"Jangan hiraukan senyuman ku,ayo bangun.Mau jalan sendiri atau aku gendong?"Tanya Putra menarik turunkan kedua alisnya.


Kirana langsung mengerti maksud dari senyuman dan ucapan Putra.Tiba tiba Kirana merasa gugup dan canggung.


"A...aku bisa jalan sendiri.Kamu ke kamar saja dulu,aku mau buat susu dulu"


"Untuk siapa?"


"Untukku,aku tak bisa tidur Kalau tak meminum susu dulu"Ucap Kirana berusaha melarikan diri namun tangan Kirana langsung di cekal oleh Putra.Biar pelayan yang menyiapkannya.


"Pak Adam tolong buatkan susu untuk nyonya ya,"Ucap Putra pada pak Adam.


"I..itu coklat"Jawab Kirana gugup.


Setelah itu pak Adam langsung menuju dapur untuk menyiapkan susu untuk Kirana.


"Ayo kita ke kamar dulu"Ajak Putra.


Saat di kamar Kirana langsung menuju ke kamar mandi untuk solat isya"


"Aku juga belum solat isya,tunggu aku ya kita solat bersama sama"Ucap Putra saat melihat Kirana keluar dari kamar mandi.


Setelah solat tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Biar aku saja yang membukanya"Ucap Putra mendahului Kirana.Saat itu Kirana baru saja ingin melepas mukenahnya.


Saat Kirana sedang menyimpan mukenahnya, tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Kirana dari belakang.


Deg.....


"Mas....kamu nga... ngapain??"Tanya Kirana dengan detak jantung yang menggebu-gebu.


"Aku kangen kamu Na,sangat...Akhirnya perjuangan dan penantian ku terbayar juga."Ucap Putra di balik punggung Kirana.


"Maaf sudah menyusahkan mu"

__ADS_1


Putra langsung melepaskan pelukannya dan memutar Kirana menghadapnya.


"Kamu jangan bilang begitu,aku memang pantas di hukum dan di tinggalkan saat itu.Tapi ku mohon sekarang jangan lagi meninggalkanku,hukum dan pukul aku setiap kali aku membuat kesalahan padamu.Tapi jangan tinggalkan aku lagi,aku belum tentu sanggup untuk menahannya lagi"Ucap Putra panjang lebar menatap mata Kirana dengan tatapan nanar dan ketakutan.


"Lalu bagaimana kalau aku lebih dahulu di panggil oleh Nya?"Tanya Kirana menatap Putra dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jangan tanyakan itu,sungguh aku belum sanggup Kirana.Aku akan terus meminta Allah untuk memanjangkan umur kita hingga anak anak dewasa dan memiliki pasangan masing-masing"Ucap Putra kembali memeluk Kirana dengan erat.


Dengan perlahan Putra melepas pelukan mereka lalu meraup wajah Kirana dengan kedua tangannya.Putra terus menatap Kirana dengan tatapan penuh kerinduan yang sangat dalam.


Entah siapa yang memulai tiba tiba mereka sudah saling berc*****n melepaskan rasa rindu mereka yang membelenggu.


Saling ******* dengan lembut,yang awalnya Kirana malu malu membalas perlakuan Putra.Namun dengan lembutnya Putra terus memancing dan membuat Kirana melayang.


Dan yah kalian bisa menebak sendiri apa yang terjadi selanjutnya hihihi🤭🤭🤭


🌄🌄🌄


Esok paginya Kirana bangun terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan menunaikan solat subuh.Karena waktu yang sudah mepet akhinya Kirana membangunkan Putra dan meminta Putra mandi di kamar lain.


Putra tak menolak,namun ada akal licik yang sedang terselip di benaknya setelah solat nanti..


"Aku ke dapur dulu mas mau bikin sarapan"Ucap Kirana sambil memakai jilbabnya.


"Sayang ke sini dulu deh"Kata Putra pura pura serius.


"Ada apa?"Tanya Kirana menghampiri Putra yang sedang duduk di pinggir kasur.


Dan tanpa Kirana duga, Putra langsung menarik Kirana hingga Kirana terjatuh di pangkuannya.


"Allahu Akbar mas"Ucap Kirana kaget.


"Aku masih merindukanmu sayang"Ucap Putra sambil menciumi leher Kirana yang tlah tertutup jilbab.


"Mas ini sudah pagi,aku harus membuatkan sarapan untuk semua"Ucap Kirana merasa geli.


"Ada pelayan sayang...Kenapa kamu pusing, sekarang layani dulu suamimu ini"Ucap Putra tangannya sudah mulai bergerilya.


"Mas........ah...nanti anak anak datang ke sini"Ucap Kirana berusaha menepis tangan Putra.


"Ada papa yang mengurus mereka,Lagi pula aku belum puas bercocok tanam"


"Ya Allah mas,belum puas katamu??kamuenggarapku hingga hampir subuh, kalau bukan jam alarm ku berbunyi aku pasti belum bangun sekarang"Protes Kirana kesal.


"Belum puas konon"Gerutu Kirana dalam benaknya.


"Kamu lupa sayang??Aku berpuasa bertahun-tahun untuk menunggumu.Ayolah satu kali saja ya??"Pinta Putra memelas.


"Hais..... kalau menolak suami tidak dosa sudah aku jorokin kamu keluar balkon mas"Ucap Kirana mengalah dengan setengah hati, karena jujur tubuh Kirana masih pegal-pegal.Dan sekarang malah di ajak bertani lagi...

__ADS_1


__ADS_2