
Seminggu sudah Kirana meninggalkan apartemen Putra,dan kini ia tengah berada di rumahnya.Ya rumahnya sendiri.
Tiga hari menginap di penthouse Saka membuatnya tak nyaman dan tak enak pada Saka.Jadi setelah kuliah dia meminta izin kepada Saka untuk tinggal di rumah nya sendiri.
Awalnya saka menolak permintaan Kirana,namun setelah mendengarkan penjelasan Kirana mau tak mau saka mengalah dan mengizinkan Kirana tinggal sendiri.
"Ayah ibu aku merindukan kalian"Guman Kirana duduk di dekat jendela kamarnya.
"Putri bantu kakak agar tetap kuat menjalani semua ini"Batin Kirana membelai fotonya dan juga Putri.
Mata Kirana melirik di luar jendela"Mendung ya sangat tebal,sepertinya akan ada hujan deras"Batin kirana.
Saat Kirana tengah melamun sendirian tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Tok....Tok....Tok...."
Kirana bangun dari duduknya menuju ke pintu ruang tamu.
"Siapa sore sore begini ada yang bertamu?"Batin Kirana mengerutkan keningnya.
"Cklek....."
"Cari siapa ya?"Tanya Kirana.
"Maaf apa benar ini rumah mbak Kirana?"Tanya orang itu.
"Ya dengan saya sendiri"
"Maaf saya mengirim pesanan makanan untuk mbak"
"Pesanan?Aku sama sekali nggak pesan apa apa mas"
__ADS_1
"Yang mengirim atas nama pak Putra mbak"Jawab sang kurir.
"Oh.....em buat mas saja,kebetulan saya sudah makan"
"Wah maaf mbak saya nggak bisa menerimanya"
"Em ya sudah kalo begitu saya terima saja,nanti akan saya kasih tetangga yang mau.Terima kasih saya harus bayar berapa ya?"
"Tidak perlu mbak,pak Putra sudah membayarnya.Saya permisi"Ucap kurir tersebut berlalu pergi.
Setelah kepergian kurir tersebut Kirana langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang.
"Halo assalamualaikum mas aku mau tanya kamu kirim makanan ya?"Tanya Kirana langsung to the poin.
"Hem ya sayang,ku fikir kamu belum masak untuk makan malam.kamu pasti capek seharian kuliah,jadi nggak perlu memasak"Terang Putra di sebrang sana.
"Terima kasih,dari mana kamu tau aku ada disini?"
"Maaf aku tadi ngikutin kamu saat kebetulan aku lewat depan kampus."
Kirana menuju keluar rumah dengan menenteng bungkusan yang di berikan oleh kurir tadi.
"Tok ....Tok ....Tok... cklek"
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam eh Kirana ada apa nak?"Tanya seorang wanita paruh baya yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah Kirana.
"Ini bu maaf tadi temen saya kirim makanan cukup banyak,Kirana fikir Kirana tak mungkin bisa menghabiskannya sendiri jadi sebagian lebih baik Kirana kasih ibu saja"Terang Kirana sambil memberikan bungkusan yang ada di tangannya.
"Alhamdulillah terima kasih ya Kirana."Ucap ibu itu langsung menerima bungkusan yang di berikan oleh Kirana.
"Ya sudah kalo begitu Kirana permisi pulang dulu ya Bu"
__ADS_1
"Eh nggak masuk dulu?kita ngeteh ngeteh bareng, kebetulan anak ibu juga belum pulang kerja"
"Aduh maaf Bu tapi saya sedang banyak tugas kuliah,saya harus segera menyelesaikannya atau akan semakin menumpuk dan pada akhirnya dosen akan marah"Terang Kirana.
"Ah benar,dunia perkuliahan memang sangat berat.Dulu anak ibu juga begitu,tapi Alhamdulillah perjuangannya nggak sia sia.Dia lulus dengan IPK yang cukup tinggi"
"Hem...ya sudah kalo begitu saya permisi pulang dulu Bu udah mau hujan juga.Assalamualaikum"
Tanpa di ketahui kirana di sebuah tempat yang tak jauh dari rumah Kirana ada seseorang yang sedang mengamati Kirana dari jauh.
"Bagaimana aku bisa mendekatimu sayang?Bahkan kau tak mau menerima kiriman makanan darimu.Apa hatimu sudah tak bisa memaafkan ku"Batin Putra bersedih.
"Tidak...aku tidak boleh putus asa.Aku harus bisa membuat Kirana memaafkan ku,bagaimanapun caranya aku harus bisa mendapatkan maaf darinya"Ucap Putra bersungguh sungguh.
Lalu Putra memutuskan keluar dari mobilnya untuk menghampiri Kirana.
"Sayang"Panggil Putra saat Kirana akan masuk ke dalam rumah.
"Kamu ngapain disini mas?"Tanya Kirana menengok kanan kiri.
"Aku ingin menemuimu,aku sudah menjelaskannya berulang kali Kirana,tapi mengapa kau tak mau memaafkan ku?aku benar-benar menyesal"Terang Putra menunduk.
"Lebih baik kamu pulang mas,lihat hujan sudah akan turun"Ucap Kirana sambil membalikkan badannya akan masuk rumah.
"Kemana aku harus pulang Kirana,kamu rumahku untuk pulang.Kalo kamu menolakku lalu harus kemana lagi aku harus pulang?"
"Kamu bisa pulang ke rumah orang tua mu"Jawab Kirana langsung masuk rumah tanpa menengok ke belakang.
"Tok.....tok....tok...Kirana kalo aku pulang ke rumah orang tua ku apa yang harus aku katakan pada mereka?Kirana ku mohon apa kau tak melihat aku kacau tanpamu"
"Tok....Tok....Tok...Kirana ku mohon buka pintunya"Ucap Putra luruh ke lantai.Ia bersandar di daun pintu dengan menunduk.
Berulang kali Putra membujuk dan mengetuk namun sama sekali Tak ada sautan dari dalam.
__ADS_1
Putra murung dan sedih, air matanya kembali mengalir tanpa ia minta.
Dulu saat Kalista berulang kali mengecewakannya tak pernah sedikitpun putra menitihkan air mata.Lalu mengapa saat Kirana marah besar padanya air matanya sangat mudah terjatuh.....