Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
73


__ADS_3

Siang itu Saka tengah bersantai di balkon setelah berenang."Ah jarang jarang bisa santai seperti ini"Guman Saka membenarkan posisi tidurannya.


"Ah ya hari ini Kirana belum menghubungiku,"Guman Saka saat teringat Kirana.Karena saat Kirana akan pindah saka memperbolehkan asal Kirana mau menghubunginnya tiap hari guna memastikan ia sedang baik baik saja.


"Mungkin dia sedang sibuk menyusun skripsinya"Lanjut Saka.lalu meminum jus buatan pembantunya.


"Pip......Pip......Pip"Terdengar sebuah alarm di smartphone Saka.


"Apa lagi yang orang itu lakukan?Sejak kejadian Kalista datang ke apartemennya mengapa dia selalu berulah"Batin Saka menaikkan sebelah alisnya.


"PiP......Pip.....Pip......"Lagi lagi notif alarm terdengar,itu notif dari kamera tersembunyi yang sengaja di pasang Saka di apartemen Putra saat ia memberi hadiah untuk pernikahan Kirana dan Putra.Karena pak Bagas merasa khawatir dengan keadaan Kirana sebab sejak di tinggalkan Kalista tempramental Putra berubah mudah emosi an dan itu bisa menyakiti Kirana.


"Ck orang ini benar-benar tak bisa membuatku bersantai dengan tenang.Selalu saja teriak teriak tak jelas"keluh Saka sambil mengambil smartphone nya yang berada di kamar.


Saat Saka membuka Vidio yang tersalur di kamera apartemen Putra matanya tiba-tiba terbelalak.Bukan karena adegan yang terlihat di kamera itu,namun lebih ke suara teriakan yang sangat ia kenali.


Kamera yang saka pasang hanya ada di ruang tamu dan jalan menuju kamar Putra.Namun kamera itu bisa menangkap suara yang jaraknya lebih dari dua meter dari posisinya.


"😲Kirana?apa dia sudah baikan dengan Putra?tapi tunggu.............Astaga"ucap Saka langsung berlari keluar menuju apartemen Putra saat tau jeritan Kirana bukanlah jeritan kenikmatan.melain jeritan kesakitan yang menyayat.


"Dubrak......."Terdengar suara debrakan dari pintu apartemen Putra begitu keras...


"Si** mengapa sulit sekali mendobrak pintu ini"Keluh Saka saat beberapa kali ia mencoba mendobraknya namun tak berhasil.Lalu ia buru buru menghubungi pengelola apartemen untuk meminta kunci duplikat apartemen Putra.


Setelah beberapa saat menunggu dengan gelisah tingkat dewa akhirnya menejer apartemen datang menghampiri Saka.


"Mengapa kau lama sekali hah?"Ucap saka marah.Dan langsung membuka pintu apartemen Putra.


Saka langsung berlari menuju arah suara teriakan Kirana.


"Dubrak"Sekali lagi Saka menendang pintu kamar Putra.


"Ba****** kau benar benar keterlaluan "ucap Saka langsung menghampiri Putra berada di atas tubuh Kirana dan memukulinya dengan membabi-buta.


"Suami macam apa kau yang suka menyakiti istrinya hah?"Bentak Saka.


Menejer yang mengikuti saka berusaha melerai saka yang tengah menggila itu.


Putra yang tengah di kelabuti gairah pun tak mampu menghindar dari pukulan-pukulan Saka yang tiba-tiba.

__ADS_1


Tuan tolong berhenti anda bisa membunuhnya.lebih baik kita tolong saja wanita itu"Teriak sang menejer apartemen.


Begitu mengingat Kirana, Saka langsung menoleh ke tempat Kirana yang sudah tak bergerak lagi"Deg.....Kirana"Panggil saka panik.


Ia buru buru menghampiri Kirana,dan lebih paniknya Saka saat melihat darah mengalir dari bagian intim Kirana.


"Cepat siapkan mobil,dan urus dia jangan sampai dia mati di gedung ku"Ucap saka panik namun suaranya begitu dingin saat melihat Putra yang tlah pingsan dengan keadaan telanjang.


Sedangkan Saka langsung melilitkan selimut untuk menutupi tubuh Kirana yang tlah telanjang.


Buru buru ia menggendong Kirana ala bridal style dan turun menuju ke lobi dengan lift khusus..


"Astaga apa sebenarnya yang tertulis untukmu Kirana?Mengapa kau selalu mendapatkan pelecehan seperti ini???"Guman Saka sedih dan juga panik.


"Pak lebih cepat atau kau ingin adikku mati di sini hah?"Ucap Saka panik karena darah Kirana tak hentinya mengalir.


Setelah sampai rumah sakit buru buru Kirana di bawa ke ruang UGD.


Sambil menunggu Saka menghubungi pak Bagas.


"Hallo om aku ingin mengatakan sesuatu.bisakah kau datang ke rumah sakit permata?"Tanya Saka.


"Semuanya akan aku jelaskan di sini.Cepatlah datang.aku menunggu om"Ucap saka langsung menutup telfonnya.


"Semoga tak terjadi apa-apa dengan Kirana.Terima kasih Tuhan,untung saja hari ini aku belum pergi ke LA untuk menemui mami,atau............ entah apa yang terjadi padanya bila aku terlambat"Ucap saka gelisah.


Ia terus saja mondar mandir menunggu dokter keluar dari ruang UGD.


"Ck mengapa mereka lama sekali di dalam"Keluh Saka lalu menoleh ke pintu UGD.


"Saka apa yang terjadi mengapa kau mengajak ku bertemu disini?"Tanya pak Bagas khawatir.


"Om Putra berulah"


"Berulah bagaimana Saka?"Saut Bu Irine saat baru sampai karena ia ke toilet dahulu.


Saka yang tak tau kalo Bu Irine memiliki riwayat lemah jantung pun menceritakan kronologisnya dengan jelas.


"Ap....apa?"Ucap Bu Irine kaget hingga ia terhuyun ke belakang hingga membentur dinding rumah sakit.

__ADS_1


"Tante...Tante nggak papa?"Tanya Saka panik.


"Sayang kau baik baik saja? Astaga aku lupa kau.....Ayo kita bertemu dokter dulu.Kita pastikan keadaanmu baik baik saja."Ucap pak Bagas ikut panik melihat istrinya memegang dadanya.


"Tante sedang sakit om?"Tanya Saka lebih kaget.


"Apa itu semua benar Saka?Kau tidak mengarangnya bukan?"Tanya Bu Irine menyelidik dengan menahan sesak di dadanya.


Ibu mana yang tak kaget mendengar berita buruk tentang Putranya.Yang selama ini ia ketahui adalah sang Putra yang selalu menuruti semua kemauannya.Begitu menyayangi dan menghormatinya.Sungguh mustahil itu terjadi.Itu sebabnya Bu Irine begitu kaget dan tak percaya mendapat kabar seperti itu.


"Bahkan aku memiliki semua buktinya Tante"Ucap saka yakin.


"Ceklek.....keluarga pasien"Tiba tiba dokter mengintruksi perbincangan mereka.


"Saya keluarganya"Ucap mereka bertiga kompak.Dan itu membuat sang dokter menjadi bingung.


"Maaf saya kakaknya dan mereka adalah mertuanya"Terang Saka cepat.


"Baiklah begini pak Bu keadaan pasien Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya."


"Untung walaupun mendapat guncangan dan pendarah cukup hebat namun janin yang ada di rahim pasien sangat kuat.Kalo tidak mungkin pasien akan mengalami keguguran."


"Dan tolong katakan pada suaminya bila ingin melakukan hubungan intim,lakukanlah lebih pelan dengan foreplay terlebih dahulu"Terang sang dokter.


"Apa maksud dokter janin?"Tanya pak Bagas mewakili pemikiran semua orang yang ada di sana.


"A..apa kalian tidak tahu kalo pasien sedang hamil?Melihat dari ukuran sang janin kami bisa memperkirakan kalo umurnya sudah lebih dari tiga Minggu"Terang dokter tersebut.


"Astaga dia hampir membunuh darah dagingnya sendiri"Ucap Saka syok...dan terduduk di lantai.


Dan kondisi yang tak jauh bedapun di alami oleh pak Bagas.


Sedangkan Bu Irine sendiri benar benar syok di bandingkan dengan kedua laki-laki itu.


"Manusia macam apa yang tlah ku lahirkan Tuhan?"Ucap Bu Irene sebelum akhirnya ia pingsan yang sontak saja membuat pak Bagas dan Saka menjadi panik.


"Sayang bangun.....sayang..."Ucap pak Bagas panik.


"Suster....dokter....tolong"Teriak Saka meminta pertolongan untuk Bu Irine.

__ADS_1


Setelah itu Bu Irine langsung di larikan ke ruangan lain untuk segera di tangani di ikuti pak Bagas di sampingnya.


__ADS_2