
..,..... Happy reading .........
Menjelang malam Kirana mulai khawatir karena belum ada kabar dari ke dua anaknya.
"Ini sudah hampir malam,tapi anak anak belum ke sini juga.Apa mas Putra langsung membawa mereka pulang ke rumah ya?"Batin Kirana gelisah.
"Atau jangan jangan mas Putra membawa kabur mereka"Batin Kirana lagi.
Lalu buru buru Kirana menghubungi Saka untuk menanyakan apa anak anaknya sudah pulang.
📱"Halo assalamualaikum kak,Ken dan Zia sudah pulang belum?"Tanya Kirana pada Saka.
📱"Waalaikum salam,loh memang Ken sama Zia pergi kemana?"Tanya Saka bingung.
📱"Tadi pagi mas Putra janji sama anak anak untuk mengajak mereka bermain ke mall,tapi sampai sekarang mereka belum juga kembali.Apa mungkin.....mas Putra membawa mereka pergi??!"Ucap Kirana gelisah..
📱"Aku yakin Putra tidak akan melakukan itu,tenangkan dirimu.aku akan mencoba menghubunginya"Ucap Saka menenangkan Kirana.
📱"Baiklah"Jawab Kirana mengakhiri panggilan telepon nya.
Tak berselang lama tiba-tiba pintu ruang kerja Kirana terbuka,dan nampaklah ke dua orang yang sangat ia khawatirkan.
"Bunda"Panggil Ken.
"Ya Allah sayang kenapa baru pulang sekarang?Ini Zia kenapa?"Tanya Kirana langsung mengambil alih Zia dari gendongannya Putra.
"Dia hanya kecapean lalu tertidur di mobil saat perjalanan kemari Na"Terang Putra.
"Kakak pasti juga lelah,lebih baik ayo kita langsung pulang saja.Atau kalian makan malam terlebih dahulu?"Tanya Kirana lagi.
"Ken makan di rumah saja Bun.capek pengen cepat tidur"Jawab Ken.
"Baiklah ayo pulang"Putus Kirana.
"Aku akan mengantar kalian"Ucap Putra sambil membukakan pintu untuk Kirana.
"Syelin aku pulang dulu ya,"Ucap Kirana berpamitan pada salah satu karyawannya.
"Iya kak hati hati"Jawabnya.
Agar Ken tak tertidur,Kirana mengajak Ken berbincang sambil memangku Zia.
"Jadi tadi kakak main apa saja di Playground?"Tanya Kirana.
"Ken nggak main apa apa,cuman ngawasin Zia yang sangat bersemangat lari kesana kemari"
__ADS_1
"Loh kenapa kakak nggak ikut main bersama Zia"
"Sudah ada yang menemaninya bunda.Lagi pula dari pada aku sibuk main aku lebih khawatir dengan diriku sendiri"
"Ah pasti kamu di kerubutin lagi ya sama gadis dan ibu ibu di sana?"
"Loh kok kamu tau Kirana?"Saut Putra.
"Itu sebabnya kakak nggak begitu suka berada di tempat umum.Berasa jadi paling ganteng sendiri ya kakak"Ucap Kirana terkekeh mengacuhkan pertanyaan Putra.
Sebenarnya tanpa ada yang mengetahui setiap kali Kirana bertemu dengan Putra,Kirana tengah menahan ketakutan nya.
Badannya selalu panas dingin untuk menahan ketakutan yang ia rasakan.Itu sebabnya Kirana berusaha untuk tidak melihat wajah terlebih mata Putra agar bayang bayang masa lalunya bersama Putra tak berkelebatan di benak Kirana.
Dan tanpa di sadari banyak orang di sekelilingnya Kirana adalah sosok wanita yang sangat rapuh.Terlebih sejak ke datangannya Putra yang berusaha kembali ke kehidupannya.
Kirana selalu mengalami mimpi buruk di tengah tidurnya.Hingga membuat Kirana mulai tertekan,namun dengan ketegarannya demi melihat anak anaknya bahagia Kirana tetap berusaha tenang dan biasa saja.
Diam diam ia juga menemui psikiater yang dulu pernah merawatnya agar Kirana bisa kembali sembuh.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat,mereka akhirnya sampai rumah.
"Na biar aku saja yang menggendong Zia,kamu pasti lelah dari tadi menggendong nya."Ucap Putra ingin mengambil alih Zia.
"Assalamualaikum papa,mama"Ken mengetuk pintu rumahnya yang tertutup rapat.
"Saka"Panggil Putra namun tak ada jawaban.
"Ini baru jam tujuh,mengapa sepi sekali"Ucap Kirana bingung.
"Assalamualaikum mama,papa, uncle Ken pulang"Teriak Ken tak sabar.
"Ssssssst...kakak,Zia sedang tidur jangan teriak teriak"Bisik Kirana.
"Biar aku coba telfon Saka,mungkin mereka bertiga sedang tidak ada di rumah"Ucap Putra merogoh smartphone miliknya.
📱"Halo Saka kamu ada di mana?"Tanya Putra to the poin begitu telfonnya tersambung.
📱"Aku sedang ada di rumah sakit,Olivia akan melahirkan sekarang,Dion sedang menemaninya di ruang persalinan.Kau sedang bersama Kirana kan?"
📱"Ya aku sedang bersamanya"
📱"Katakan padanya kunci rumah ada di pot bunga lidah buaya.Tak perlu datang kemari karena sudah ada aku dan Dion."
📱"Ok akan ku sampaikan padanya.See you"Ucap Putra menutup telfonnya.
__ADS_1
Lalu Putra menghampiri pot bunga yang tak jauh darinya.
"Saka sedang di rumah sakit mengantarkan Olivia yang akan melahirkan.Kamu jangan khawatir Saka dan Dion tengah bersamanya"Terang Putra tanpa di tanya.
"Bun kita susul uncle ya"Pinta Ken.
"Besok saja ya kak,sekarang Zia sudah tidur.Besok setelah kalian sekolah kakak boleh jenguk mama sepuasnya.Kita bareng bareng ke sana"Bujuk Kirana.
"Huffff baiklah"
"Dan ingat jangan katakan apapun tentang mama Via pada Zia,atau dia akan terus merengek untuk bisa cepat bertemu dengan mama dan adik baru kalian"
"Baiklah"Jawab Ken lesu.
"Terima kasih sudah mengantar kami,kau bisa pulang sekarang."Ucap Kirana tanpa melihat Putra.
"Tak bisakah kamu biarkan aku masuk dulu Na? setidaknya berikan aku minum terlebih dahulu"Pinta Putra.
"Maaf tapi ini sudah malam dan aku juga sangat lelah.Kau bisa membeli minuman di minimarket terdekat kalau kau haus"Ucap Kirana langsung menutup pintunya tanpa mendengarkan jawaban dari Putra.
"Hufffff...Ya Allah sesulit itukah kamu menerimaku kembali Kirana?Bahkan sejak bertemu,kamu tak pernah mau melihat wajahku"Guman Putra lesu sambil berjalan kembali ke mobilnya.
Lalu tak berselang lama Putra teringat akan boneka yang ia belikan untuk Zia tadi.Ia lupa untuk memberikannya pada Kirana.
"Masih ada esok"Batin Putra Masih berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Di tempat lain tepatnya di rumah Kirana,baru saja Kirana menyelesaikan ritual mandinya setelah menemani Ken makan dan menidurkannya.
Kini Kirana tengah duduk di samping jendela sambil menatap keluar jendela.Banyak yang dia fikirkan saat ini.Salah satunya tentang hubungannya dengan Putra.
Kirana mengingat dulu bagaimana Putra memperlakukannya.Sengaja Kirana tak mengingat saat Putra melakukan kekerasan padanya.Dia hanya ingin mengingat bagaimana dulu Putra begitu menyayangi dan memanjakannya.Mereka selalu berlibur bersama setiap kali Kirana mendapatkan libur dari kesibukannya berkuliah,walau hanya di kota sebelah.
Kirana saat itu sudah sangat bahagia.Putra yang selalu memberikan banyak cinta dan sayang,hingga membuat Kirana jatuh cinta dan melupakan awal awal pernikahan mereka yang cukup buruk untuknya.
Kebahagian yang di berikan Putra jauh lebih lama dari pada rasa sakit yang Putra berikan padanya.
Namun mengapa ia malah trauma dengan semua itu?seakan akan selama pernikahan mereka Kirana sama sekali tak pernah merasakan kebahagiaan.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan bukan?,lalu mengapa Kirana tak bisa memaafkannya?Kirana sungguh ingin berdamai dengan masa lalunya dan kembali hidup tenang dengan anak anaknya..
Tapi setiap kali teringat akan bayang bayang masa lalunya yang menyakitkan malah membuat Kirana begitu ketakutan.Kirana tak ingin terus merasakan itu semua,Kirana lelah.Sangat lelah.
"Aku lelah Tuhan,sangat lelah Ya Allah.aku ingin sembuh,dan bisa hidup dengan normal seperti orang pada umumnya tanpa harus merasakan ketakutan lagi...Hiks...hiks...hiks.."Guman Kirana di tengah Isak tangisnya yang pilu.
Ia menekuk lutut nya dan membenamkan kepalanya masih sambil terisak.
__ADS_1