Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
83


__ADS_3

Kirana mengerutkan keningnya saat melihat ada beberapa goresan di wajah Zia.


"Zia sayang ini wajah kamu kenapa?"Tanya Kirana khawatir saat menjemput Zia di sekolahnya.


"Tadi alergi Zia kambuh Bun,bunda kan tau sendiri kalo Zia nggak tahan kalo alerginya sudah kambuh"Bohong Ken.


"Tapi nggak keliatan alergi tuh"Ucap Kirana heran.


"Setelah kambuh Zia langsung minum obat Bun,jadi udah sembuh.Tinggal bekas cakarannya Zia aja"


"Kamu kebiasaan ih"Ucap Kirana memeluk Zia.


"Lain kali kalo mau makan apapun di lihat dulu ya komposisinya.Ada kandungan kacang nya nggak.Jangan asal makan aja"Lanjut Kirana menoel hidung Zia gemas.


"Ya sudah ayo pulang"


"Bun Zia mau langsung pulang aja."Ucap Zia tiba tiba.


"Loh nggak pengen ke cafe dulu?"Tanya Kirana saat berada di dalam taksi.


"Zia lelah Bun,pengen tidur"Jawab Zia terlihat lesu.Tak seceria biasanya.


Kirana merasa heran dengan sikap Zia yang tak biasanya."Mungkin Zia memang benar-benar kelelahan.


"Ya sudah bunda akan telfon mama Via dulu buat mengabarinya kalau bunda tidak kembali ke cafe."Terang Kirana.


"Bunda Ken ingin tidur siang di peluk sama bunda"Ucap Ken tiba-tiba.Sebenarnya sejak kejadian di UKS tadi Ken dan Zia lebih murung.Namun hanya Zia yang begitu kentara.


"Zia juga mau di peluk bunda"Saut Zia langsung memeluk Kirana dari samping.


"Eh๐Ÿคจ kenapa kalian jadi tiba tiba kompakan manja sama bunda?"Tany Kiranaemeluk kedua anaknya.


"Kita hanya ingin berada di dekat bunda.Sudah lamakan kita tidak tidur bertiga"Saut Ken tenang.


"Hemmm sepertinya baru dua Minggu yang lalu bunda tidur dengan kalian"


"Itu sudah lama bunda"Rengek Zia.


"Hahaha baiklah baiklah kita akan tidur bertiga di kamar bunda.kalian senang"


"Zia dan Ken kompakan tak menjawab Mereka lebih memilih untuk memeluk Kirana lebih erat lagi.


Sedangkan Kirana hanya terkekeh melihat tingkah kedua anaknya.


"Apapun yang terjadi kita tidak akan pernah terpisahkan"Batin Ken memejamkan matanya di pelukan Kirana.

__ADS_1


Dan entah mengapa Ken merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi.Sesuatu yang mungkin akan membuat bundanya bersedih"


Setelah beberapa menit Kirana berkendara akhirnya mereka bertiga sampai di rumah.


Dan ternyata Zia sudah terlelap di pelukan Kirana.


"Ken ayo kita sudah sampai di rumah"Ucap Kirana menepuk bahu Kenzi pelan.


"Sepertinya Zia sudah tertidur.Bunda akan menggendongnya,kamu langsung ganti baju baru ke kamarnya bunda ya"Ucap Kirana sambil keluar dari mobil.


Ken hanya mengangguk sebagai tanda jawabannya.


Saat Kirana keluar kamar,Kirana berpapasan dengan Ken yang akan masuk kamarnya.


"Kamu makan dulu ya sayang"Ucap Kirana berjongkok sambil membelai pipi Ken.


"Ken tidak lapar Bun,Ken sangat lelah."


Hem baiklah kalau begitu ayo kita tidur"Jawab Kirana sambil menggandeng tangan mungil putranya.


"Bunda tidak makan?"Tanya Ken berhenti.


"Bunda juga masih kenyang,nanti kita makan kalo sudah bangun saja"Terang Kirana sambil tersenyum.


Di sebuah taman yang cukup nyaman nan sejuk.Terlihat seorang laki-laki yang perpenampilan acak-acakan namun masih terlihat casual dan tampan.Bahkan kumis dan janggut tipisnya membuat ia terkesan Maco dan seksi.


"Apa mungkin aku harus mulai mencarinya di sekolah sekolah?"


"Mengingat lamanya kirana pergi,mungkinkah anak kami sekolah di tingkat taman kanak-kanak?"Lanjut Putra berfikir.


"Tapi kalau taman kanak-kanak pasti jam segini mereka sudah bubar"monolog Putra melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul satu siang.


"Sebaiknya aku mencari di taman lain dan besok pagi aku akan mulai mencarinya di sekolah sekolah"batin Putra beranjak dari taman tersebut.


๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ


Malam harinya saat Kirana via Dion dan Ken beserta Zia sedang makan tiba tiba terdengar bel rumah berbunyi


Ting.....Tong.....


"Siapa malam malam begini berkunjung"Ucap Dion heran.


"Ini belum malam sayang"Saut Olivia.


"biar aku yang membukanya"Ucap Kirana berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Bunda teruskan makannya,biar Ken saja yang membukanya."Ucap Ken mencegah Kirana.


"Tidak tidak nanti kalau orang jahat bagaimana?biar bunda saja"


"Kalau dia orang jahat biar aku banting dia"Saut Olivia ikut berdiri.


"Sayang kau lupa dengan perutmu heh?Biar aku saja yang membukanya.Kalian teruskan makan"Putus Dion pada akhirnya.


"Ceklek"....


"Hay bro"Sapa Saka tersenyum.


"Oh kau,ku kira siapa sampai mau membuka pintu saja satu rumah harus berdebat dulu.Ayo masuk ikut sekalian makan malam"


"Apa segitunya?"Tanya Saka mengikuti langkah Dion ke ruang makan.


"Heum"Jawab Dion singkat.


"Hay gaes lihat siapa yang datang"Teriak Saka kencang.


"Uncle"Saut si kembar bersamaan dan langsung turun dari kursi mereka guna menghampiri Saka.


"Hay tampan.....Hay cantik apa kalian merindukan uncle tampan kalian hah?"Tanya Saka mencium pipi Ken dan Zia bergantian.


"Ya kami sangat merindukan uncle.Mengapa uncle sangat lama sekali tak mengunjungi kami?"Tanya Zia cemberut.


"Itu karena uncle harus bekerja untuk membelikan kalian mainan yang banyak"Jawab Saka sambil melirik ke seorang bodyguard di belakangnya yang membawa banyak sekali paper bag.


"Apa itu untuk kami?"Tanya Ken.


"Kata siapa itu untuk kalian?Itu untuk bunda Kirana"Ucap Saka usil.


"Uncle hanya sayang pada bunda"Ucap Zia cemberut lalu melepaskan pelukannya dari Saka.


"Hahahaha kena deh....itu untuk my prince dan princessnya uncle "Ucap saka mencubit pipi Zia gemas.


"Sudah sudah temu kangen nya nanti di lanjut lagi.Sekarang lebih baik kalian teruskan makannya.Dan kau kak Saka ayo sekalian ikut makan bersama"Ucap Kirana memutuskan perbincangan mereka.


Ken,Zia dan Saka lalu saling lirik dan tersenyum"Baik bunda....."ucap mereka bertiga bersamaan yang di akhiri tawa.


Sungguh Saka sangat merindukan kebersamaan ini.Walaupun mereka bukanlah saudara kandung untuknya,namun kebersamaan ini akan selalu membuat Saka rindu untuk selalu bersama.


Dion yang selalu terlihat stay cool, Olivia yang cerewet dan suka mengajaknya berantem, dan Kirana yang bijak beserta kedua anak anaknya yang manis membuat ia selalu merasa sedang berada di tengah-tengah sebuah keluarga.suasana keluarga yang jarang ia dapatkan dari kedua orang tuanya dulu di karenakan ke disibukan masing-masing.


Hay readers sampai sini dulu ya,see you next time....

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya biar author semakin semangat buat up lebih banyak lagi.....๐Ÿ™‚


__ADS_2