
...... Happy reading ......
Keesokan harinya seperti biasa Kirana akan sibuk dengan rutinitas nya sehari hari.
Namun saat sedang sibuk mengurus cafenya tiba tiba Saka menghubunginya.
📱"Halo assalamualaikum"Sapa Kirana.
📱"Waalaikum salam ,Na kamu sedang sibuk?"Tanya Saka hati hati.
📱"Ya ini akhir bulan kak,jadi ya begitulah"Jawab Kirana malas.
📱"Emmm tadi rumah sakit menghubungimu berulang kali,tapi tidak kamu angkat,jadi mungkin Putra memberikan no handphone ku"
📱"Ada apa kak?Apa sesuatu terjadi?"Tanya Kirana bingung.
📱"Putra tak mau makan kalau bukan istrinya sendiri yang menyuapi dan mengurusnya"Terang Saka ragu ragu.
📱"Kalau begitu biarkan saja,aku ingin tau seberapa kuat dia menahan lapar karena sifat keras kepalanya itu"
📱"Tapi Na......"Ucap Saka ragu.
📱"Nanti sore aku akan melihatnya.Tolong nanti jemput Ken dan Zia,katakan pada mereka aku akan pulang terlambat hari ini"
📱"Tapi kenapa kamu akan pulang terlambat Na?"
📱"Bukankah aku harus menengok kondisi sahabat baikmu kak?"
📱"tapi ingat jangan sampai anak anak tau kalau aku menjenguk nya"Lanjut Kirana.
📱"Kenapa?"
📱"Banyak tanya ish"Ucap Kirana kesal dan langsung mengakhiri panggilan telepon nya.
Benar saja,sesaat setelah sholat magrib Kirana baru saja masuk ke rumah sakit untuk menjenguk Putra.
Tok.....Tok.....Tok....
Ceklek
"Assalamualaikum"Sapa Kirana.
"Kirana....Wa...waalaikum salam"Ucap Putra kaget sekaligus berbinar.
__ADS_1
"ku fikir kamu nggak akan datang sayang"
"Ku dengar kau tak makan dari tadi pagi?!"Ucap Kirana.
"Tak bisakah kamu berdiri lebih dekat Na?Itu di sana ada kursi"
"Apa maumu mas?"Tanya Kirana to the poin.
"Apa aku salah bila merindukanmu?Bahkan rasa rindu ini sama sekali belum tercurahkan sejak lima tahun terakhir"
"Apa yang kau rindukan? Rindu akan menyakitiku atau rindu aku memohon ampun padamu?"Tanya Kirana tajam.Dan masih tanpa melihat wajah Putra.
Mendengar Jawaban Kirana yang menyakitkan membuat Putra ingat akan masa lalunya yang sering menyakiti Kirana.
"Maafkan aku"Ucap Putra menunduk.
"Aku merindukan senyumanmu yang hanya tertuju pada ku,Aku merindukan pelukan hangatmu.Aku juga merindukanmu saat kamu memanjakan ku.Saat aku sakit atau saat aku memang sedang ingin bermanja dengan mu.Aku merindukan itu semua Kirana.Kembalilah padaku,kita bangun rumah yang indah untuk kita dan anak anak kita...Aku tau selama ini aku hanya bisa menyakitimu, maafkan aku.Sungguh aku sama sekali tak berniat menyakitimu Na"Terang Putra panjang lebar...
"Cukup mas...cukup..!!!Hidupku sudah bahagia tanpa dirimu...Bukankah aku sudah pernah mengatakan,kau bebas menemui anak anak tapi jangan paksa aku untuk dekat dengan mu lagi...A..aku tidak bisa.... Trauma itu....dulu sudah sembuh,namun kehadiranmu membuat semuanya berantakan...Aku sakit ..aku sakit lagi dan itu semua karena kehadiranmu mas"Teriak Kirana menumpahkan kesakitannya yang ia tahan selama ini.
Putra menunduk dalam dan menjawab dengan suara serak karena menahan tangis.
"Aku yang telah membuatmu seperi ini,ku mohon Kirana,biarkan aku juga yang menghapus semua kesakitan mu"Ucap Putra menegakkan pandangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kirana tersenyum sinis di balik air matanya yang sudah mengalir."😏Kau fikir semudah itu menghapus semua ingatan itu?stupid...."
Saat Kirana akan keluar dari kamar inap Putra tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang terjatuh.
Brugk.....
Kirana langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat Putra terjatuh dari kasurnya.Bahkan selang infus di tangannya pun sudah terlepas hingga membuat darah mengotori tangannya.
"Kau bodoh atau apa hah?"Ucap Kirana marah sambil berjalan menghampiri Putra.Kirana langsung memencet tombol yang berada di dekat ranjang guna memanggil perawat.
"Tolong jangan tinggalkan aku lagi,aku.....tak akan bisa menerima itu lagi.Hiks.....hiks.....hiks jangan tinggalkan aku lagi...Hukum aku,pukul aku tapi jangan meninggalkan aku lagi"Ucap Putra menangis...
Sesaat Kirana terteguh melihat Putra yang begitu memelas dan menangis.Entah mengapa hatinya merasa sedikit sakit melihat Putra yang memohon dengan derai air mata itu.
Ini pertama kalinya Kirana melihat Putra yang arogan,kasar dan pencemburu akut menangis.Pelan pelan Kirana berjongkok mencoba membantu Putra untuk bangun.
Namun apa yang terjadi saat Kirana menyentuh lengan Putra, tiba-tiba tubuh Kirana mulai bergetar.Di hadapannya kini mulai terlintas satu persatu kenangan lamanya yang membuat Kirana trauma dan ketakutan.
Kirana langsung melepaskan tangannya dari lengan Putra.Perlahan Kirana bangun dan memundurkan langkahnya.
__ADS_1
Putra yang melihat gelagat Kirana yang tiba-tiba berubah menjadi heran...
Kirana mulai menggeleng gelengkan kepalanya ketakutan...
"Tidak.....Jangan sakiti aku lagi.....Ampun aku...biarkan aku pergi...."Ucap Kirana panik..
"Kirana..."Panggil Putra berusaha berdiri.
"Tidak...jangan sentuh aku....kau...kau mencintainya...me...mengapa terus menjerat dan menyakitiku....biarkan aku pergi...."Racau Kirana panik sekaligus ketakutan.
Putra mulai mengerti sekarang, trauma Kirana kini tengah kambuh.Ia harus segera menolong kirana...Dengan langka tertatih Putra terus berusaha menghampiri Kirana.
"Kirana maafkan aku.....ku mohon maafkan aku"
"Tidak....jangan mendekat....Jangan sakiti aku ...lagi....kembalilah padanya....jangan sakiti aku lagi ...aku tidak mau...."Teriak Kirana panik dan langsung berlari keluar ruangan.
"Kirana"Teriak Putra kencang hingga membuat bekas luka di bibirnya kembali terbuka dan berdarah.
Rasa sakit di tubuh dan kakinya sudah tidak dia indahkan lagi.Dalam benaknya hanya ingin memeluk Kirana yang sedang ketakutan karenanya.
Kirana terus berlari dan meracau,tak jarang ia juga menabrak berberapa orang yang berpapasan dengan nya....
"Tuan berhenti anda belum di perbolehkan bangun dari tempat tidur"Teriak seorang perawat yang biasanya mengurus kebutuhan Putra selama di rawat di rumah sakit...
Perawat itu terus mengejar Putra yang mulai melangkah turun...
"Tuan...."Panggilnya lagi...
Sedangkan Putra yang di panggil malah sama sekali tak menoleh atau berhenti.Mata dan telinganya hanya tertuju pada sosok Kirana yang berlari kencang di hadapannya..
Namun saat Kirana hampir mencapai jalanan,ekor mata Putra tiba-tiba melihat sebuah truk kontainer yang melaju cukup kencang ke arah Kirana.
Putra panik dan langsung berlari sekencang mungkin"Kirana berhenti.......Awas......."Teriak Putra.
Brugk..............
Kirana dan Putra terguling ke terotoar saat Putra datang mendorong dan memeluknya dengan erat.Putra datang tepat waktu sebelum truk itu melintas.
Jarak di antara mereka kurang dari beberapa detik saja.Andai Putra tak tepat waktu mungkin Kirana dan Putra kini sudah terbaring di ruang UDG.
Kini Putra baru merasakan sakit di seluruh tubuhnya.Mungkin kini bukan hanya tulangnya yang retak,namun juga patah.sedangkan Kirana sendiri tengah pingsan di atas tubuh Putra,.
Di selala kesakitannya Putra tersenyum saat mengetahui Kirana berada di dalam pelukannya.Putra yakin Kirana baik baik saja..
__ADS_1
Dan perlahan Putra pingsan dengan senyuman di wajahnya.
Tangannya tak lepas dari pinggang Kirana sebelum orang orang datang dan menolong mereka....