Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
67


__ADS_3

...... Happy reading......


"Hufff huffff huffff maaf mbak mau bertemu siapa ya?"Tanya Siska saat sampai di belakang kalista.


"Saya mau bertemu dengan Putra"Jawab Kalista datar.


"Maaf apa sudah ada janji?"


"Saya calon tunangannya untuk apa harus buat janji"


"Maaf tapi setau saya pak Putra sudah menikah, untuk apa beliau bertunangan lagi kalo kehidupan rumah tangganya baik baik saja"


"Hey jaga bicaramu,siapa kau berani mencampuri urusan bosmu hah?Minggir saya mau lewat"Ucap Kalista ketus sambil mendorong Siska menjauh.


"Eh maaf mbak tapi sekarang pak Putra sedang tidak bisa di ganggu"Ucap Siska kembali mencoba menghalangi Kalista untuk masuk.


"Itu berlaku untuk orang lain dan bukan untukku"Jawab Kalista langsung mendorong Siska menjauh.


"Sayang aku bawa makan siang untuk mu"Ucap kalista setelah membuka pintu.


"Siska"Teriak Putra.


"Ma....Maaf pak tapi saya sudah berusaha menghadangnya,dan memberi penjelasan kalo anda sedang tidak ingin di ganggu.Tapi wanita ini terus bersikeras."Terang Siska ketakutan.


"Keluar"Ucap Putra dingin.


"Ba...baik"Siska langsung buru buru pergi dari ruangan Putra.


"Ya Allah selamat,nadanya dingin banget berasa lagi ice bath challenges"Batin Siska menggosok kedua lengannya sambil bergidik.


"Hey sudahi dulu kerjaannya,nanti di sambung lagi.Ayo sekarang kamu makan dulu, kesehatanmu jauh lebih penting dari kertas kertas itu"Ucap Kalista sambil menata makanan yang ia bawa di meja tamu...

__ADS_1


"Putra ayo makan"Ucap Kalista setelah beberapa saat putra sama sekali tak bergerak dari kursi kebesarannya.


"Untuk apa kau kemari lagi?"Tanya Putra datar.


"Ya untuk memberikan ini sayang"Jawab Kalista menunjuk makanan yang tlah tertata rapi.


"Setelah kau menghancurkan rumah tangga ku masih berani kau menampakkan wajahmu di depan ku Kalista?๐Ÿคจ"


"Bukan aku yang menghancurkannya Putra,tapi menurut pengakuan istrimu itu,kau yang menghancurkannya.Kau mempe****** lalu meneriaki nama wanita lain saat kau berada di atasnya.Itu yang membuatnya hancur Putra.Lalu untuk apa kau menangisi itu?Dia bahkan sudah membuangmu.Aku datang kesini untuk mengambil milikku yang tertinggal Putra."Jawab Kalista panjang lebar sambil menghampiri Putra.


Untuk sesaat Putra membenarkan ucapan Kalista namun ia segera menyingkirkan rasa sedihnya dan menutupinya dengan wajah yang datar.


"Ambil milikmu yang tertinggal dan pergilah jauh dariku"Ucap Putra kembali menyibukkan diri.


"Kau tak ingin tau apa milikku yang tertinggal?"Tanya Kalista duduk di depan meja kerja Putra.


"Hati dan cintaku tertinggal disini Putra,dia berada bersamamu,aku ingin mengambil milikku yaitu kau Putra"Ucap Kalista mengharap.


"Kebenaran apa maksudmu?"Tanya Kiran tak mengerti.


"Keberan bahwa kau sudah tak memiliki hak apapun atas diriku,cintaku,hatiku bahkan tubuhku sejak kau meninggalkanku tepat di hari pertunangan kita.Semua sudah ku berikan sepenuhnya pada istriku Kalista.Kau sudah tak memiliki tempat lagi disini.Berhenti membodohi dirimu sendiri dan pergilah menjauh"Ucap Putra dingin.


"Ta....tapi aku yakin di hatimu masih ada namaku Putra, kalo tidak mengapa kau melampiaskan rasa kesalmu padanya dan meneriaki namaku?"Tanya Kalista mencari pembelaan.


"Itu hanya rasa kecewaku yang tak terlampiaskan padamu dan salahnya aku melampiaskan emosiku pada belahan jiwaku.Jika dia marah atau membenciku itu sudah menjadi resiko ku karena tlah menyakitinya.Berhentilah mencampuri kehidupanku atau aku bisa saja menghancurkan karirmu hanya dalam waktu beberapa detik saja setelah kau keluar dari ruangan ku"Ucap Putra tajam sekaligus dingin.


Yang sontak saja membuat Kalista menciut"Aku tau kau lebih mencintai karirmu dari pada aku ya kan,jadi pergi dan selamat kan karirmu."Ucap Putra datar dengan tatapan yang mampu membuat kalista merasa di kulit hidup hidup.


,๐Ÿœ๏ธ๐Ÿœ๏ธ๐Ÿœ๏ธ


Di tempat lain Dion dan Olivia tengah bersama untuk membicarakan sesuatu tentang Kirana.

__ADS_1


"Saya kemari bertemu dengan Putra di parkiran,penampilannya berantakan kayak orang yang nggak terurus,apa kau tau penyebabnya?"Tanya Dion.


"Bahkan satu Minggu setelah Kirana pulang dari London aku merasa merek memang sedang bertengkar.Karena tengah malam Kirana WhatsApp aku minta di ambilin pakaiannya dan juga beberapa barang penting untuk di antar ke penthouse Saka."


"Siapa Saka?"Tanya Dion mengerutkan keningnya.


"Dia kakak angkat Kirana,kau ingat orang yang cekcok denganmu saat ulang tahun Kirana?itu orangnya"


"Laki-laki arogan sepertinya menjadi kakak Kirana?Ah yang benar saja."


"walaupun dia arogan tapi setauku dia begitu menjaga dan menyayangi Kirana"Jawab Olivia.


"Hemmm jadi apa Kirana sekarang sedang memiliki masalah?"


"Sepertinya begitu,masalah yang cukup besar hingga dia harus meninggalkan suaminya dan pindah ke penthouse Saka.Terlebih saat aku mengambil pakaian Kirana aku melihat wajah Putra babak belur dengan penampilan yang memperihatinkan"


"Apa Kirana menceritakan sesuatu pada mu?"


"Dia hanya bilang kalo dia sedikit cekcok dengan Putra, namun saat Saka datang Saka merasa tak terima karena melihat perbuatan Putra yang menurutnya sudah sangat menyakiti kirana.Itu sebabnya Saka memukuli Putra habis habisan"


"lalu apa yang Putra perbuat hingga membuat Saka marah besar dan Kiran yang pergi meninggalkan apartemen nya."Ucap Dion bingung.


"Sepertinya Putra sudah sangat menyakiti Kirana,karena yang aku tau Putra dan Saka adalah sahabat dekat.Tak mungkinkan seorang sahabat memukul sahabatnya sendiri tanpa alasan yang pasti...Putra pasti melakukan kesalahan yang cukup fatal"


"Hemm kau benar, walaupun aku tak memiliki teman yang cukup dekat aku yakin Saka memiliki alasan yang jelas unyuk menghajarnya."


"Dari yang aku lihat hingga kini sepertinya putra sangat mencintai Kirana"


"Dari mana kau tau?"


"Tatapan matanya pada Kirana juga penampilannya sekarang membuatku yakin kalo putra tak bisa hidup tanpa Kirana.Kau sebagai laki-laki pasti bisa melihat dan merasakan itukan pak dosen?"

__ADS_1


Dion tak menjawab,ia masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka..."


__ADS_2