Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
59


__ADS_3

Seminggu tlah berlalu,kini Kirana tengah di sibukkan dengan sekripsinya.Begitupun Putra.


Untuk sementara Putra melupakan perubahan sikap Kirana yang tiba-tiba.


Namun tetap saja di balik kesibukannya,Putra selalu kefikiran dengan sikap Kirana yang menjadi pendiam dan selalu mengacuhkan dan menghindarinya.


"Apa lagi yang harus ku lakukan untuk meminta maaf pada Kirana?Sudah seminggu dia selalu mengacuhkan dan menghindariku."


"Hufffff....memberinya kejutan,membelikannya hadiah bahkan membuatkannya sarapan sudah aku lakukan.Tetap saja ia mengacuhkanku."Keluh Putra lagi.


"Aacccchhhh apa lagi yang harus ku lakukan,sebenarnya apa lagi kesalahanku hingga Kirana benar benar murka padaku.Apa yang tlah ku lupakan"Teriak Putra frustasi.


Untung saja dia sedang ada di dalam ruangannya yang kedap suara.Kalo ada karyawan yang mendengarnya mungkin dia sudah di cak gila oleh karyawan karyawannya.


"Malam ini juga aku harus bisa bicara dengannya lagi.dia tak akan bisa menghindariku lagi"Ucap Putra mulai tersulut emosi karena tak tahan dengan sikap Kirana.


Di tempat lain setelah menyelesaikan kuliahnya Kirana pergi ke perpustakaan untuk membuat pengajuan proposal skripsi.


Ia begitu serius dan sangat ingin segera menyelesaikan pendidikan sarjananya


"Eh Kirana Lo nggak pulang udah sore banget ini"Ucap seseorang yang kebetulan satu jurusan dengannya.


"Eh mas Reno"Kirana langsung melihat jam tangannya.


"Waduh terlalu serius membaca sampe lupa waktu.bentar lagi mas aku beresin dulu buku bukunya"Ucap Kirana.


"Ya udah kalo gitu aku duluan ya"


"Iya mas makasih udah di ingetin,kalo tadi nggak di sapa mas Reno entah sampai jam berapa aku di sini"Ucap Kirana berterima kasih.


"Hem ya sama sama"


Setelah itu Kirana langsung membereskan buku-buku yang berceceran di meja lalu pergi.


"Aku malas pulang....Aku butuh rifrees sekarang juga"Batin Kirana.


"Apa aku ke rumah aja ya?Udah lama nggak nengokin rumah.Pasti udah sangat berdebu"Batinnya lagi.


"Baru jam lima ini,lebih baik aku ke rumah sajalah"Ucap Kirana setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


"Eh Na kamu baru mau pulang?"


"Loh Soni kamu masih di sini?"Tanya Kirana balik.

__ADS_1


"Ck kebiasaan deh kalo di tanya malah tanya balik"Ucap Soni cemberut.


"Iya iya maaf aku baru aja selesai dari perpustakaan nyari nyari referensi buat aku bikin pengajuan proposal skripsi"


"Loh emang judulnya udah di setujui kok udah ngajuin proposal?"Tanya Sonya (Soni).


"Udah dong"


"wah hebat,aku ngajuin judul aja sampai dua Minggu lebih baru di terima,kamu baru dua kali ngajuin udah keterima"Ucap Sonya salut.


"Sekarang kamu mau pulang ke apartemen mu?"


"Sepertinya aku mau mampir ke rumahku dulu deh Son,soalnya udah lama aku nggak kesana.Pasti udah berdebu banget itu rumah"


"Kenapa nggak di kontrakkin aja sih?"Usul Sonya.


"Aku belum ada niat untuk ke sana Son, nanti takutnya yang ngontrak malah nggak bisa jaga barang barang peninggalan adik dan orang tuaku"


"Hem iya juga sih,kenapa nggak kamu siapkan aja satu ruangan yang khusus untuk menyimpan barang-barang berharga mendiang orang tua dan juga adikmu"


"Nanti aku fikirkan.Ya sudah aku pergi dulu ya,tu ojolnya udah datang, assalamualaikum"Ucap Kirana lalu pergi meninggalkan Sonya.


Beberapa menit kemudian Kirana tlah sampai di rumahnya dulu sebelum ia memiliki suami.


"Ya Allah halaman rumahnya kotor banget"Batin Kirana saat sampai di depan rumahnya yang memiliki pagar kayu bercat putih.


"Eh iya Bu,kabar saya Alhamdulillah baik.Saya lagi sibuk susun skripsi,jadi agak repot"


" Wah sebentar lagi jadi sarjana ya, selamat kalo begitu.Kok Dateng sendiri sih Kirana?Bukannya kamu sudah punya suami ya?lalu suaminya mana?"


"Emm suami saya lagi banyak kerjaan Bu di kantor,jadi nggak bisa nganterin.Maaf Bu saya harus segera masuk mau bersih bersih"Ucap Kirana.


"oh iya nak Kirana,silahkan silahkan saya juga mau masuk ke rumah udah mau magrib, assalamualaikum"ucap ibu itu pamit pergi.


"Sepertinya aku hanya bisa membersihkan kamarku saja saat ini.Hari sudah menjelang magrib"Ucap Kirana langsung beralih ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu ia mulai membersihkan kamarnya,dan tepat adzan magrib Kirana tlah selesai membereskan kamarnya.


Karena Kirana terlalu lelah akhirnya setelah solat magrib Kirana tertidur.


Jam menunjukkan pukul delapan malam.Dan kini Putra berada di apartemennya.


Putra dengan gelisah menunggu Kirana pulang,ia mondar mandir di ruang tamu sudah layaknya setrikaan.

__ADS_1


"Kirana kamu di mana?mengapa sampai jam segini kamu belum juga pulang.Tak biasanya dia seperti ini"Guman Putra gelisah.


"Di hubungi bolak balik juga nggak aktif, sebenarnya kamu di mana sayang"Batin Putra.


"Lebih baik aku menghubungi Olivia, mungkin tau di mana keberadaan Kirana sekarang"Guman Putra langsung mencari no kontak Olivia ..


"Tut.....Tut....Tut....Halo Olivia apa kau tau di mana Kirana sekarang"tanya Putra langsung to the poin saat panggilannya terangkat.


"Waalaikum salam......"


"Ah maaf assalamualaikum"


"Waalaikum salam,ada apa pak Putra?"


"Kau tau di mana Kirana sekarang?"


"Lah seharusnya Kirana sekarang sudah ada di rumahkan?Memang Kirana tak izin dulu kalo mau pulang telat?Tak biasanya Kirana seperti itu"Jawab Olivia beruntun.


"Hey aku saya bertanya padamu! mengapa kau malah tanya balik hah?"Ucap Putra emosi.


"Slow dong pak...terakhir saya ketemu Kirana pas dia mau ke perpustakaan untuk mencari buku referensi untuk membuat proposal nya.Setelah itu saya tidak tau."


"Kamu ini bagaimana sih,kamu saya kuliahan di sana untuk menjaga dan menemani Kirana,bukan keluyuran seenak jidatmu"Teriak Putra kesal.


"Oh atau kamu mau saya berhenti membiayai kuliah dan biaya kehidupan mu iya?"


"wezzzzz....selow pak,anda berani ancam saya makan akan saya pastikan Kirana akan marah besar padamu karena kau sengaja membayar ku untuk jadi penguntitnya dan membuat banyak laki-laki yang ingin dekat dengan Kirana jadi urung"


"Kau.......!!!!😡🤬"


"Aku tak tau dimana Kirana,mungkin saja sekarang dia sedang bersama pak Dion. Karena setauku pak Dion adalah dosen pembimbingnya."Ucap Olivia langsung mematikan handphone milik nya.


"Si****l"Umpat Putra kesal...Emosinya kini benar-benar sudah di ubun-ubun bila yang di ucapkan Oliva menjadi kebenaran.


"Aku minta no handphone nya Dion"WhatsApp Putra.


Beberapa saat kemudian terdengar notif di smartphone Putra"Klunting"


Langsung saja Putra melihat smartphone nya.


Disana tertera no handphone Dion...


Ok readers sampai sini dulu ya update terbaru nya....

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya ya ☺️


See you...😉


__ADS_2