
....... Happy reading ........
Hari berganti Minggu dan Minggu berganti dengan bulan.Sudah dua bulan lebih Kirana bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan dari Putra.Karena selama dua bulan terakhir Putra lebih memilih menyibukkan dirinya dengan terapi dan juga perusahaannya yang telah ia tinggal berbulan-bulan.
Dan kini pagi pagi sekali Putra tengah berdiri di depan pintu rumah Kirana sambil membawa banyak mainan untuk ke dua anaknya.
Ting tong.......
Suara bel rumah berbunyi memekakkan telinga orang yang tengah berada di dapur.
"Ck siapa sih pagi pagi begini bertamu"Gerutu Olivia kesal.
"Biar aku yang membukanya"Ucap Kirana beralih pergi menuju pintu utama.
Ceklek......
"Assalamualaikum"Sapa Putra tersenyum senang karena yang membukakan pintu adalah Kirana.Wanita yang selalu ia rindukan selama beberapa bulan terakhir.
"Waalaikum salam,"Kirana menjawab salam Putra sambil melihat Putra dari bawah ke atas.
"Kamu habis borong toko mana pagi pagi begini?"Tanya Kirana saat melihat ada dua bungkusan besar di tangan kanan kiri Putra.
"Ck...Tak bisakah kamu bertanya dulu gimana kondisiku sekarang setelah dua bulan tak bertemu?"Tanya Putra pura pura merajuk.
"Kalau kamu sudah sampai sini berarti kamu baik baik saja kan ?!"Ucap Kirana acuh tak acuh.
"Hais....aku nggak di tawarin masuk nih?"Tanya Putra yang mulai merasa pegal di kedua tangannya.
"Masuk"Jawab Kirana singkat menggeser kan tubuhnya ke samping.
Sambil tersenyum Putra mulai masuk dan duduk di ruang tamu.
"Anak anak sudah bangun?"Tanya Putra saat Kirana mau kembali ke dapur.
"Mereka sedang olahraga pagi bersama kak Dion"
Putra hanya ber_o ria.
"Siapa yang bertamu?"Tanya Olivia saat Kirana kembali.
"Ayahnya anak anak"Jawab Kirana singkat.
__ADS_1
"Apa????Dia berani ke sini lagi??Wah itu orang minta di jadiin kambing guling ternyata"Ucap Olivia mulai emosi.
Rupanya Olivia masih belum terima kalau Putra berada di dekat Kirana atau anak anak.
"Via sudah biarkan saja.Biarkan dia mau melakukan apapun,selama tidak menyakiti anak anak aku tak akan keberatan dia ada di sekitar ku dan anak anak.Lagi pula aku sudah memaafkan nya Vi,aku tak mau terlalu larut dalam masa lalu."Terang Kirana panjang lebar.
"Tapi dia selalu menyakitimu kirana,bahkan saat kau sudah berada jauh dari jangkauan nya."Ujar Olivia masih tak terima.
"Hemmm itu benar,tapi dia sudah meminta maaf berulang kali kan? Allah saja maha pemaaf bagaimana bisa aku tetap berkeras hati?Aku melihat penyesalan di matanya Vi,aku juga tak ingin anak anak menjadi jauh dari ayah mereka karena ku.Kau bisa melihat contohnya"
"Maksudmu?"Tanya Olivia bingung.
"Ken membencinya karena ia tahu aku sakit karena ulahnya Vi.Bahkan yang aku lihat Ken tak mau lagi melihat cermin atau kaca yang memantulkan wajahnya karena wajahnya yang mirip dengan ayahnya.Ken membenci wajah itu karena wajah itu terus membuatnya teringat akan kesakitanku"Terang Kirana.
"Jadi itu sebabnya Ken beberapa bulan terakhir selalu memakai masker atau topi untuk menutupi wajahnya?Bahkan dia juga sekarang jarang bermanja denganmu.Ken jadi lebih pendiam sejak.......Sejak aku pulang dari rumah sakit"Guman Olivia sambil mengingat-ingat sikap Ken beberapa bulan ini.
"Apa terjadi sesuatu saat aku sedang berada di rumah sakit Na?"
"Ken melihat aku yang sedang kambuh Vi"Jawab Kirana menundukkan wajahnya sedih.
"Itu sebabnya Ken jadi berubah"Ucap Olivia menghela nafas.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"Tanya Olivia khawatir.
"Aku tak tau"Jawab Kirana bingung.
"Assalamualaikum...."Teriak Zia ceria.
"Waalaikum salam"Jawab Putra sambil berdiri menyambut Zia dan yang lain.
"Ayah....ayah sudah sembuh???kata bunda ayah berobat keluar negara untuk menyembuhkan tulang rusuk ayah yang patah"Ucap Zia beruntun.
Sambil tersenyum Putra menjawab pertanyaan Zia satu persatu"Ya ayah sudah sembuh sayang,sekarang ayah juga sudah bisa menggendong Zia lagi"Terang Putra sambil berlutut menyamakan tinggu badannya dengan Zia.
Zia yang sangat antusias melihat kedatangan ayah nya berbanding terbalik dengan Dion dan Ken.
Dion langsung saja pergi tanpa memperdulikan keberadaan Putra,begitupun Ken.
"Ken ayah membawakan banyak mainan untukmu dan Zia"Ucap Putra saat Ken akan menyusul Dion pergi ke lantai atas.
"Papa bisakah besok kita ke yayasan yatim piatu yang biasa kita datangi tiap tahun?"Tanya Ken tanpa menjawab ucapan Putra.
"Bukankah bulan lalu kita sudah ke sana?"Tanya Dion membalikkan tubuhnya ke arah Ken.
"Kamar yang ku tempati dengan Zia sudah mulai penuh dengan mainan pa,rasanya jadi terlalu sesak.aku ingin menyumbangkannya,pasti mereka akan sangat bahagia.Lagi pula aku menganut paham yang bunda tanamkan,aku membeli apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan.Begitupun dengan penyimpanan.Aku hanya ingin menyimpan barang barang dari orang terdekatku.Orang yang berarti untukku."Jawab Ken panjang lebar.Dan secara tidak langsung Ken menolak pemberian dari Putra.
__ADS_1
"Baiklah,kamu bisa mulai memilah mana yang akan kamu simpan dan mana yang akan kamu sumbangkan.."Ucap Dion kembali berjalan ke kamarnya.
"Kak Ken apa barang barang yang dari penggemarmu akan kamu sumbangkan juga?"Tanya Zia yang sedari tadi memperhatikan pembicaraan antara Ken dan Dion.
"Ya..setiap hari aku pasti mendapatkannya bukan ?!Lain kali berikan itu pada orang yang membutuhkan saja.Aku tak butuh pemberian dari mereka.Dan jangan mau menjadi kurir lagi untuk mereka."Ucap Ken langsung pergi.
Zia mengerucutkan bibirnya kesal"Apa salahnya aku menjadi kurir?toh aku juga nggak rugi...Malah untung karena aku memungut biaya setiap barang yang mereka akan berikan pada kakak."
"Apa maksudmu Zia?"Tanya Putra penasaran.
"Di sekolah kakak adalah idola,dia cerdas,baik dan juga tampan.Banyak gadis yang menyukainya,tapi kakak selalu mengacuhkan mereka.Dia selalu sibuk belajar dan mengawasiku,walaupun begitu tetap saja semakin banyak gadis yang menyukai kakak.Lalu mereka akan menitipkan barang entah itu bekal, coklat,mainan atau sejenisnya padaku untuk di berikan pada kakak.Dan aku memungut biaya dari setiap barang yang mereka titipkan padaku.Jadi uang jajanku aman.Aku bisa jajan sepuasnya tanpa takut uang dari bunda akan habis.Karena uang dari bunda selalu aku tabungkan dan uang dari merekalah yang aku buat jajan dan mentraktir teman teman ku"Terang Zia panjang lebar.
"Apa Zia juga populer seperti kak Ken?"
"Tidak sebanyak kakak.karena menurut mereka aku tak sesempurna kak Ken.Tapi aku tai berkecil hati,karena kata bunda setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing."Terang Zia bijak.
Belum sempat Putra bicara tiba tiba terdengar teriakan dari arah ruang makan.
"Zia cepat mandi atau jatah sarapanmu akan mama habiskan"Ucap Olivia keras.
"Yah aku haus mandi atau mama akan benar-benar menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja.Aku heran sejak mama melahirkan mama jadi monster pemakan segalanya"Ucap Zia lucu.
"Pergilah Nanti setelah makan ayah ingin mengajak mu kak Ken dan juga bunda untuk pergi ke suatu tempat.
"Sudah sarapan?"Tuanya Kirana tiba-tiba.
"Aku bisa sarapan nanti.Emmm Na apa boleh aku mengajak Ken dan Zia pergi jalan-jalan?Ku harap kamu juga bisa ikut"Ucap Putra.
"Kemana?"
"Pantai,apa anak anak pernah pergi ke pantai?"Tanya Putra pelan tak ingin menyinggung perasaan Kirana.
"Baiklah kita pergi nanti setelah sarapan.Ayo ikut sarapan sekalian"Ajak Kirana tanpa menjawab pertanyaan Putra.
"Emmmm sebaiknya aku di sini saja.Aku tak ingin membuat keributan"Jawab Putra.
"Kau takut pada Olivia?"Tanya Kirana menaikkan sebelah alisnya.
"Ah....Bu.. bukan aku takut,hanya tak ingin merusak mood ibu baru rusak.Yang ku tau ibu baru moodnya akan sangat sensitif"
"Baiklah aku akan membawakan makanan mu ke sini.Aku yakin Zia tak akan keberatan menemanimu di sini"
"Itu akan merepotkan mu dan........"
"Zia gadis yang cukup peka dengan sekitar.Tapi terkadang kepekaannya itu tertutupi dengan sifatnya yang ceria dan acuh."
__ADS_1
"Yang dia tau hanya dia yang menginginkan keberadaan mu"Jawab Kirana berlalu pergi.