Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
54


__ADS_3

Keesokan paginya Kirana baru sadar setelah terdengar suara azan terdengar dari handphone miliknya.


"Ach....."Suara Kirana mengerang karena menahan sakit...


Kirana baru sadar semalam ia pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit karena perlakuan Putra.


Melihat ke samping di sana ada Putra yang tidur tertelungkup juga sama sepertinya, tanpa sehelai benangpun yang melekat pada tubuhnya.


Mengingat kejadian semalam membuat hati Kirana semakin sakit...Suaminya sendiri memp****nya.


Menyebutkan nama wanita lain di setiap pelepasannya.


"Hiks......hiks.....hiks...."Tak mampu lagi Kirana menahan sesak di dadanya.Apa salahnya hingga harus merasakan semua ini.


"Tuhan apa yang tlah Kau rencanakan untukku hiks...hiks....hiks..."Ucap Kirana terbata di tengah Isak tangisnya....


Di tengah Isak tangisnya Kirana berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.


"Ach......"terdengar ******* tertahan saat Kirana ingin berjalan menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Melihat tubuhnya yang penuh luka cakar dan lebam membuat hatinya semakin hancur sehancur hancurnya.


Dengan tertatih Kirana berusaha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Perih......bukan hanya perih di tubuhnya yang sekarang Kirana rasakan,namun juga hatinya.


"Tuhan bisakah aku.......aku tak sanggup lagi hiks....hiks.....rasanya sakit sekali"guman Kirana menangis di bawah shower yang mengalir.


"Ibu bapak Kirana tak kuat,Kirana ingin ikut kalian saja hiks.....hiks....hiks...."Ucap Kirana luruh ke lantai.


"Putri tolong kakak,jemput kakak Putri.Kakak ingin bertemu dengan kalian saja,di....hiks...di sini Ki.....Kirana sudah tak ada harganya lagi...hiks....hiks..."


Air mata tak henti-hentinya membasahi pipinya seakan Setok air mata itu mengalir tak ada habisnya.


Tangis dan rasa sakit yang Kirana rasakan membuat Kirana mulai kesusahan untuk bernafas.


Dadanya benar benar terasa sesak dan sulit untuk bernafas.


Pelan pelan Kirana berusaha mengatur nafasnya."Aku tak boleh lemah,i.....ini bukanlah Kirana yang tangguh itu,Kirana yang dulu bisa menghadapi semua rasa sakit.Mengapa sekarang jadi rapuh begini"Batin Kirana berusaha menguatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah satu jam menangis dan bertengkar dengan batinnya sendiri akhirnya Kirana keluar dari kamar mandi.


Entah mengapa padahal sudah berulang kali Kirana menangis,namun matanya sama sekali tidak bengkak layaknya orang yang selesai menangis lama.


Dan Kirana sangat bersyukur akan itu"Setidaknya tak akan ada yang tau kalo aku...."Kirana tak mampu meneruskan kata-katanya.


"Lebih baik aku mengurus yang lain,cukup sudah air mata ini mengalir,jangan lagi da air mata.Kirana yang lemah sudah tiada."ucap Kirana berusaha menguatkan dirinya.


Ia langsung melakukan solat subuh yang terlambat,setelah itu dia merapikan pakaiannya karena hari ini dia akan kembali ke Indonesia.Tak lupa ia juga menutupi tubuh telanjang Putra dengan selimut.


Kirana melakukan semua itu dengan menahan perih dan sakit di setiap inci tubuhnya.Tapi begitulah Kirana,dia akan selalu berusaha terlihat kuat dan baik baik saja di depan semua orang


Padahal hatinya sudah sangat rapuh,mungkin hanya sekali tertiup angin saja sudah dapat menghancurkan wanita itu.


Jam menunjukkan pukul tujuh pagi,Kirana memutuskan memesan makanan lewat servis room.Sambil menunggu sarapannya tiba Kirana memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari tempat tidurnya.


Ok readers tolong bantu Kirana untuk tetap kuat ya,nanti kita fikirkan hukuman apa yang pantas untuk Putra terima.


See you....☺️

__ADS_1


__ADS_2