
Setelah melakukan makul yang cukup panjang dan melelahkan otak akhirnya Kirana bisa beristirahat dengan santai.
"Pulang yuk gaes,capek nih abis nguras otak"Ucap Tiara.
"Hayuklah Sonya anterin ayang bebnya Sonya"Saut Soni genit.
"Aku nggak pulang dululah,mau ngerjain skripsi sebentar.Belum terlalu sore ini"Saut Kirana.
"Oh ya udah aku temenin kamu,sekalian aku mau ngerjain tugas dari pak Dion.Tapi aku beli cemilan dulu ya di kantin"Ucap Olivia.
"Ya udah aku tunggu di taman kampus dekat gerbang ya"
"Ya udah kalo begitu kita bubar ya,see you ayang ayangnya Sonya π" lagi lagi suara Soni yang genit dan lemah gemulai terdengar.
Beberapa saat setelah mereka berpisah Kirana sudah sampai di taman yang ia tuju.Langsung saja Kirana mengeluarkan beberapa buku dan juga laptopnya untuk membantunya mengerjakan skripsi.
"Hay lagi Kirana,boleh duduk disini nggak?"Tanya Jovan tiba-tiba.
"Boleh asal nggak ganggu"Jawab Kirana cuek.
"Kamu lagi ngerjain tugas ya?"
"Lagi ngerjain skripsi"
"Oh semangat ya,kalo aku udah selesai tinggal sidangan"
"Selamat kalo begitu"Jawab Kirana singkat lagi.Ia masih saja fokus mengetik di laptopnya.
"Emmm Kirana aku boleh ngomong sesuatu nggak?"
"Kan dari tadi kakak udah ngomong"Jawab Kirana asal.
"Iya sih tapi ini lebih penting"
"Ngomong aja,aku dengerin kok"
"Ya kalo kamu masih sibuk ngetik mana bisa kirana.coba berhenti dulu ngetiknya dan liat aku"Ucap Jovan sengaja menyentuh tangan Kirana.
Yang sontak saja langsung di tepis oleh Kirana.
"Maaf kak bukan muhrim"Ucap Kirana.
"Sepertinya Kirana benar benar menjaga dirinya.Sangat menantang"Batin Jovan tersenyum smirk.
__ADS_1
"Hem kalo boleh jujur sejak pertama kali aku bertemu kamu,hatiku langsung jatuh hati sama kamu Kirana.Senyum dan suaramu selalu masuk dalam mimpiku."
"Lalu"Jawab Kirana berusaha tetap cuek walau dia sudah mulai terganggu dengan ucapan Jovan.
"Aku menyukaimu Kirana"
"Maaf tapi aku sudah punya suami"Jawab Kirana singkat,Ia buru buru merapikan buku dan laptopnya untuk segera pergi dari tempat itu.
"Kirana tunggu aku belum selesai bicara"Ucap Jovan langsung mencekal pergelangan tangan Kirana.
"Kak aku ingin pulang tolong lepaskan"Mohon Kirana mencoba melepaskan genggaman tangan Jovan.
"Maaf Kirana tapi aku belum selesai bicara"Ucap Jovan tersenyum smirk.
Kirana panik dia menoleh ke kanan ke kiri namun tak ada orang yang lewat.Suasana taman yang sangat sepi membuat Kirana semakin ketakutan.
"Kak tolong lepas ini sakit"Ucap Kirana takut.
"Sayang mengapa kau terlihat ketakutan seperti itu?Aku sama sekali belum menyentuh atau menja****"Ucap Jovan semakin menyeringai.
Lalu perlahan Jovan mendorong Kirana sampai sebuah pohon yang cukup besar.kirana berusaha memberontak,tas dan nya jatuh berceceran.Namun kini kedua tangan Kirana malah di pegang erat oleh Jovan.Jangan memberontak.aku hanya ingin merasakan bibirmu yang sepertinya terlihat manis itu sayang"Ucap Jovan lembut namun begitu menakutkan di telinga Kirana.
"Kak lepaskan aku atau aku akan berteriak"Ancam Kirana berusaha berani.
Kirana bingung harus berbuat apa,Jovan semakin lama wajahnya semakin dekat.Kirana panik,ia berusaha keras untuk bisa melepaskan diri dari Jovan.kedua tangannya di pegang oleh Jovan dengan satu tangan,sedangkan dagunya sudah di cengkram kuat dengan tangan Jovan satunya lagi.
Di tengah kepanikannya tiba tiba munculah sebuah ide di benak Kirana.Dan langsung Kirana realisasikannya.
Kirana menendang kuat bagian intim Jovan denagn lututnya yang sontak saja membuat Jovan meringis kesakitan dan langsung melepaskan Kirana.
"Bang***** kau berani bermain main denganku rupanya Kirana"Ucap Jovan murka sambil menahan sakit di area intimnya.
Sedangkan Kirana sendiri sudah berlari kencang menjauhi tempat itu tak lupa ia juga memunguti asal barang barangnya.
"Hufff....huf.....hufff.... Alhamdulillah aku selamat.Ada apa dengan semua laki-laki yang ku kenal?Mengapa semuanya ingin melecehkan ku"Ucap Kirana sedih duduk di halte yang tak jauh dari kampusnya.
"Kring.....kring ..kring..."Tiba-tiba terdengar ringtone handphone Kirana berbunyi.
"Halo assalamualaikum"
"........"
"maaf Via aku sudah ada di halte untuk pulang"Jawab Kirana bohong.
__ADS_1
"..........."
"*Iya maaf aku kelupaan,kamu masih di taman?"
".........."
"Bagaimana kalo malam ini kamu menginap di rumahku.Malam ini aku tidur di rumah"
"......"
"Tentu saja boleh.Aku tunggu di haltenya"
"........."
"Hem ya aku tunggu disini,jangan lari aku sabar nungguin kamu kok*"Jawab Kirana di akhiri sebuah senyuman.
Beberapa saat kemudian Kirana dan Olivia sudah berada di rumah Kirana.
"Ah udah lama ya kita nggak tidur bareng kayak gini lagi."Ucap Olivia.
"Sudah lama banget"Jawab Kirana menerawang.
"Na kamu nggak papa kan?"
"Enggak papa,emang kenapa?"Tanya Kirana mengerutkan keningnya.
"Nggak biasanya kamu tidur di rumah tanpa pak Putra."Selidik Olivia.
"Saat ini aku lagi ingin sendiri aja Vi,anggab saja aku lagi jenuh di tempelin terus sama mas Putra."Ucap Kirana bohong.
"Tapi kamu udah berbaikan kan sama pak Putra?"
"Sudah tapi aku minta dia buat biarin aku tinggal sementara di sini tanpa dia ikut tinggal disini.Aku butuh ketenangan untuk mengerjakan skripsiku Vi,dan itu nggak bisa aku dapetin saat mas Putra ada di apartemen.Dia akan selalu nempel kayak perangko yang bikin aku jadi risih"Terang Kirana bohong lagi.
"Hem bagus kalo kalian udah akur lagi,aku jadi nggak khawatir"ucap Olivia.
Hem ok sampai sini dulu ya readers.Maaf kemarin nggak sempet update karena sedang nggak enak badan.Alhamdulillah sekarang udah jauh lebih baik jadi aku sempetin buat update terbaru.
Untuk permohonan maaf aku usahain nanti malam update lagi,doain ya...πβΊοΈ
Buat semangati author nya tolong like komen n vote nya ya....
See you....π
__ADS_1