Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
103


__ADS_3

 


....... Happy reading .........


 


Hari ini adalah hari ulang tahun Kenzia,dan mereka merayakannya di cafe milik Kirana dan Olivia.


Hanya acara yang sangat sederhana,namun banyak teman teman sekolah Ken dan zia yang berdatangan.


Dan tak lupa beberapa orang tua teman teman sekolah Ken dan Zia juga datang.Setelah meniup lilin dan potong kue,akhirnya acara di tutup dengan doa dan makan makan.


Untuk anak anak,mereka lebih memilih bermain di taman yang khusus untuk area keluarga.


"Nyonya Delia apa laki laki yang bermain dengan Zia adalah Daddy nya si kembar?"Tanya mama si A.


"ck kau tak lihat wajahnya sangat mirip dengan wajah Ken,bukan begitu nyonya Delia?"Tanya mama si B.


"Dia memang ayah dari si kembar Nyonya"Jawab Kirana santai...


"Tapi setelah dua tahun bersekolah mengapa baru sekarang ini ayahnya muncul nyonya?"Tanya mama si c penasaran.


"Suami saya memiliki sebuah perusahaan di negara I,jadi sangat jarang bisa ke mari,terkadang kami yang mengunjunginya"Ucap Kirana bohong.


"Mengapa nyonya memilih tinggal di sini dari pada tinggal di negara I?Wajah anda juga wajah Asia."Saut mama si A penasaran.


"hemmmmm"Kirana sedikit memikirkan apa yang harus ia jawab sekarang???


"Itu saat Saya sedang hamil,saya mengidam untuk tinggal di sini,entah mengapa saat mengadakan Beby moon saya langsung jatuh cinta dengan tempat ini dan enggan kembali ke sana.Suami saya untuk memindahkan perusahaan juga tidak mudah"Terang Kirana sedikit tak masuk akal menurutnya.


"Ah maaf nyonya saya harus pergi"Ucap Kirana berusaha menghindari pertanyaan pertanyaan para orang tua murid lainnya.


Di tempat lain Putra tengah asyik bermain dengan Zia dan teman teman nya.


"Zia apa dia Daddy mu?"Tanya teman ,ia yang bernama Steffi.


"Ya dia ayahku,tampan bukan?"Ucap Zia bangga sambil memeluk lengan Putra yang sedang memainkan boneka milik Zia.


di sana juga ada Dion dan juga Olivia yang hanya mengawasi anak-anak bermain.


Tiba-tiba Zia memiliki sebuah ide usil...


"Bagaimana kalau kita bermain istana boneka, kalian lihatkan banyak boneka di sini"Ucap


Zia


"Ya kau benar,ayo kita main istana boneka."


"Ok aku akan menjadi pegawai salon yang akan mendandani para boneka,dan kau ayah jadilah bonekaku"Ucap Zia mengedip ngedipkan matanya imut.


"Bagaimana caranya ayah berperan menjadi bonekamu zia?"Tanya Putra tanpa curiga.


"Ayah cukup diam saja,biar aku yang mendandani ayah"Ucap Zia langsung mengeluarkan mainan make up nya.


Putra yang melihat banyak make up langsung membulatkan matanya.Apa dia akan di dandani dengan itu,batinnya ketar ketir.


"Zia mau apa?"Tanya Putra memundurkan kepalanya was was.


"Mendandani ayah tentunya"Ucap Zia dengan tatapan usil.


"Ayah laki-laki Zia,bagaimana bisa ayah memakai itu?"Ucap Putra panik saat Zia mulai duduk di pangkuan nya.Ingin berdiri tapi Zia sudah terlanjur menduduki nya.


"Bunda saja ya yang di rias"Bujuk Putra memelas.

__ADS_1


"Bunda sedang sibuk di dalam ayah,sudah ayah tenang saja ayah pasti sangat tampan setelah memakai ini"Ucap Zia mulai mengaplikasikan make up nya.


Dan dengan pasrah dia menuruti ke inginan princess nya itu.


Saat sudah selesai orang pertama yang menertawakan putra dengan hebat adalan Dion dan Olivia.Bahkan Dion tak lupa memfoto wajah Putra untuk di kirimkan pada Saka"Asti orang itu akan tertawa terpingkal-pingkal saat syuting"


"Astaga Zia aku baru menyadari ayahmu sangat cantik kamu dandani seperti itu hahahahahaha"Ucap Olivia tertawa terbahak bahak.


"Ya mamamu benar ayahmu sangat cantik,kamu pintar sekali mendandaninya Zia,nanti setelah besar papa akan buatkan butik salon untukmu"Ucap Dion ikut menimpali.


Putra kesal di ejek habis habisan sama Olivia dan juga Dion,bahkan beberapa saat kemudian telfon putra berdering.


Saka tiba-tiba menghubunginya,namun saat di angkat pertama kali suara yang tertangkap di telinga Putra adalah tawa Saka yang membahana.


"Kau sangat cantik Putra...hahahahaha,aku tak menyangka tlah memiliki sahabat secantik dirimu....Aku akanendaftarkanmu menjadi model,aku yakin karirmu akan melejit hahahha"Ucap saka di sela sela tawanya.


Putra kesal dan langsung mematikan telfonnya.Putra melihat Kirana yang sudah terduduk di lantai hampir menangis karena menahan tawa...


"Sayang lihat mereka menertawakan ku,Zia mempermalukan ku",Adu Putra merajuk...


"Itu wujud cinta Zia padamu mas"Jawab Kirana yang sudah bisa meredakan tawanya.


Dan begitulah hari itu berakhir,Bakam hanya Ken dan Zia saja yang bahagia merayakan ulang tahunnya,namun Olivia,Dion dan Kirana juga terhibur dengan ke usilan Zia...Putra malu,namun ia tetap bahagia.karena bisa melihat banyak tawa dari orang yang dia sayangi.


Setelah hati itu,seperti biasa setiap pagi Putra akan berkunjung ke rumah Kirana untuk mengantar jemput kedua anaknya dan juga Kirana.Terkadang Putra juga menghabiskan waktunya di cafe milik Kirana.


Di sana ia juga bisa mengerjakan pekerjaannya lewat email yang di kirimkan oleh Siska.Andaikan harus mendatangi sebuah metting,Putra akan melakukannya lewat Vidio call atau metting zom.


"Sayang"Panggil Putra pada Kirana,ya sejak Kirana membiarkan Putra menggenggam tangannya.Putra mulai berani memanggil Kirana dengan sebutan sayang di depan semua orang.Ia ingin membuktikan bahwa ia bersungguh-sungguh mencintai Kirana.


"Untuk sementara aku tak bisa mengantar jemput kalian"


"Kenapa yah?Apa ayah akan meninggalkan kami lagi?"Tanya Zia kaget.


"Bukan begitu sayang,ayah tidak akan meninggalkan kalian lagi.Ayah bersumpah untuk itu,hanya maut yang akan memisahkan kita."


"Biarkan dia pergi Zia,sepertinya dia sudah bosan dengan kita"Ucap Ken datar namun ada rasa sakit di hatinya yang tidak ia mengerti"


"Kakak berbicaralah dengan baik,sebenci apapun kamu,Zia sangat menyayangi ayah,dan bunda juga sudah memaafkan ayah.Coba buka hatimu,bunda tau di lubuk hatimu yang terdalam kamu merindukan kehadirannya.Jangan bohongi dirimu sendiri"Kirana menasehati.


Ken tak menjawab ucapan Kirana,ia hanya diam sambil memalingkan wajahnya.


"Sayang sudahlah,aku mengerti perasaan Ken,andai aku di posisi Ken aku pasti juga akan melakukan hal sepertinya.Bahkan mungkin aku bukan hanya membencinya.Tapi menyumpahinya agar cepat mati,andai bisa aku akan berusaha mencelakainya."Ucap Putra membela Ken.


"Tapi tetap bunda tidak menyukai sikap kakak yang seperti ini"


"Nah kita sudah sampai"Ucap Putra memutuskan perdebatan kecil mereka.


"Perusahaan ayah sedang ada masalah yang cukup besar,itu sebabnya ayah harus segera kembali untuk membenahinya.Ayah janji saat semua sudah terkendali ayah akan segera kembali ke sini"Ucap Putra memeluk Zia...


"Ayah janji akan cepat kembali?"Tanya Zia yang sudah menangis...


"Hey princess nya ayah jangan menangis,nanti yang ada ayah tidak bisa konsentrasi di sana.Ayah akan usahakan untuk segera selesai"Ucap Putra membersihkan air mata Zia dengan lembut.


"Kakak maafkan ayah kalau mungkin sampai sekarang ayah belum bisa menjadi ayah yang baik untuk kakak.Tapi ayah janji kakak tidak akan kecewa bila kakak mau membuka hati kakak untuk memaafkan ayah.Ayah titip bunda sama Zia ya"Ucap Putra sambil memeluk Ken erat...


"Ayah menyayangi mu"Ucap Putra dalam pelukan Ken,namun Ken tak membalas pelukan Putra.


Ken terlalu terkejut bisa merasakan pelukan hangat dari ayah kandungnya...Ayah yang selama ini dia tunggu.


"Kau bisa bela diri?"Tanya Ken tiba-tiba.


Putra langsung menoleh saat mendengar pertanyaan dari Ken.

__ADS_1


"Kamu bertanya pada ku kak?"Tanya Putra kaget.


"Aku tak akan mengulangi pertanyaan ku"


Putra kembali berlutut menyamakan tinggi badannya dengan Ken.


"Ayah pernah belajar bela diri,tapi hanya besiknya saja..."Terang Putra bingung sekaligus bahagia.


"Kalau begitu belajarlah mulai sekarang,dunia tidak sebaik yang kamu bayangkan hingga yakin bisa menjaga kami tanpa bisa bela diri.Kalau kamu kalah denganku,bagaimana kamu bisa menjaga kami dari dunia luar"Ucap Ken masih dengan wajah datarnya...


"Apa....apa ini artinya kamu sudah memaafkan ayah nak?"Tanya Putra berbinar..


"Tergantung,bila kau bisa membuat bunda bahagia dan tak menyakitinya lagi,mungkin aku bisa memikirkannya"Jawab Ken pura pura acuh.


Ucapan Ken benar benar membuat Putra maupun Kirana bahagia.... Saking bahagianya Putra langsung menggendong Ken dan memutar mutar tubuhnya di pinggir jalan.


"Ayah"Teriak Zia kencang.


"Zia juga mau gendong"Ucap Zia merentangkan tangannya dengan mata berkaca-kaca.


Dan ya Putra langsung terkekeh melihat tingkah laku Zia yang menggemaskan.


"Biar aku yang menggendongnya"Ucap Kirana ingin mengambil alih Ken dari gendongan Putra.


""Tidak,aku masih sanggup menggendong mereka berdua,bahkan bila aku harus menggendongkmu juga aku masih mampu"Ucap Putra sombong.


"Ck sombong sekali anda"Saut Ken.


"Turunkan aku,"Pinta Ken.


"Kamu yakin tak mau ayah gendong bersama Zia?"Tanya Putra.


"Aku tak ingin di tertawakan mereka"Ucap Ken sambil melirik beberapa anak dan orang tua mereka yang sedari tadi memerhatikannya.


Lalu Ken memaksa turun dari gendongan Putra.Dan mau tak mau Putra menurunkannya.


Akhirnya setelah mengantarkan Ken dan Zia dengan sedikit perdebatan dan drama mengharukan.Kini Putra sedang menemani Kirana di ruangannya.


"Jadi.....Sekarang Ken sudah merestui kita,apa perlu kita melakukan resepsi pernikahan lagi?"Tanya Putra memeluk Kirana dari belakang,namun terhalang kursi yang di duduki Kirana.


"Jangan seperti ini mas"Ucap Kirana menggerakkan tubuhnya risih.


"ada apa?aku hanya memelukmu,itupun masih terhalang"Tanya Putra heran.


"Aku masih tak nyaman dengan ini"Guman Kirana pelan.


"Hufffff...baiklah,agar kamu bisa terbiasa bagaimana kalau setelah kelulusan anak anak kalian pindah ke Indonesia?kembali ke rumah kita"


"Apartemen maksudmu?"


"Bukan,tapi ke mansion papa,papa ingin kalau kita rujuk,kita tinggal disana.Papa sangat ingin berkumpul dengan cucu dan mantunya."


"Kita bicarakan ini setelah kamu kembali dari Indonesia,Kapan kamu berangkat?"


"Nanti malam,bisakah kita menghabiskan waktu berdua hari ini?jangan terus mengacuhkan ku dengan kertas kertas menyebalkan itu"


"Kamu cemburu dengan mereka mas?"Tanya Kirana menaikkan sebelah alisnya..


"Aku bisa cemburu dengan siapa saja,lagipula kamu lebih mementingkan dia dari pada aku"Ucap Putra kesal...


Kirana hanya terkekeh mendengar melihat kekesalan Putra.


"Ayolah sayang,mereka tak akan kemana-mana jika kamu tinggalkan sebentar"Ucap Putra merengek bak anak kecil meminta permen.

__ADS_1


"Mereka tidak kemana-mana tapi akan menumpuk besok,dan aku harus lembur agar bisa selesai tepat waktu"Kirana mencibir.


"Hah baiklah baiklah aku mengalah,tapi waktumu hanya satu jam untuk mengurus mereka,lebih dari itu akan ku pastikan kamu akan ku culik dan ku bawa ke Indonesia"Ucap Putra mengalah lalu duduk di sofa yang tak jauh dari tempat Kirana.


__ADS_2