
"Mengapa aku sama sekali tak ingat melakukan ini padamu"Guman Putra pelan dengan derai air mata...
Dia benar-benar tak menyangka bisa menyakiti istrinya sebegitu buruknya.
"Bagaimana kau bisa ingat mas,kau...hiks..kau mabuk saat ..... itu...hiks...hiks..."
"Sayang maafkan aku....aku tak sengaja melakukan itu.Ku mohon maafkan aku,aku tak tau apa yang tlah membuatku menyakitimu seburuk ini....A....aku benar-benar tak sadar....sungguh maafkan aku...Bagiku kau adalah cintaku saat ini dan nanti,Dia..."Tunjuk Putra pada Kalista.
"Dia hanya masa laluku yang selalu membuatku kecewa dan bersedih.Dia masa lalu yang dulu memang sangat aku cintai,namun cintaku sama sekali tidak berharga untuknya.Cita citanya,impiannya adalah yang terpenting hingga melupakan pasangannya yang selalu setia menunggu dan selalu mencoba mengertinya.Sudah...sudah cukup!!!!Sekarang aku memilikimu sayang,cintaku sekarang dan di masa depanku."Ucap Putra berderai air mata.
Tangannya perlahan menangkup wajah Kirana yang penuh dengan derai air mata."tolong maafkan suamimu yang bodoh ini"
"Apa apaan ini?"Teriak seseorang dari arah ruang tamu,yang sontak membuat semua orang di sana terkejut dan menoleh,terkecuali Kirana.
"Kau....kau apakan adikku hah???"Teriak orang itu lagi...
"Ban******"Orang itu melihat kondisi Kirana dan langsung menghampiri mereka.
Orang itu langsung memukul Putra membabi-buta.
"Apa yang tlah istrimu lakukan hah?Apa salah adikku hingga kau menyiksa adikku seperti itu bang***"
"Kak Saka hiks....hiks....hiks..."Panggil Kirana.
Ya orang yang sedang memukuli putra membabi-buta itu adalah Saka.
Flashback.
Waktu telah menjelang malam saat Saka baru saja menginjakkan kakinya di bandara.Dia baru saja pulang dari luar negri untuk menyelesaikan syuting film nya.
"Huaaahhh tubuhku rasanya remuk"Ucap Saka sambil merenggangkan tubuhnya...
"Pak langsung ke penthouse ya,saya ingin istirahat"Ucap Saka saat sampai di mobil penjemputnya.
Baru beberapa menit mobil itu berjalan tiba-tiba terdengar notif di smartphone milik Saka.
"Ini notif khusus untuk kamera yang ku sembunyikan di apartemen Putra,apa yang terjadi di sana?Sudah lama notif ini tak berbunyi"guman Saka langsung membuka smartphonenya.
Dan betapa terkejutnya Saka saat melihat apa yang ada di rekaman video itu.
__ADS_1
"Pak tolong percepat mobilnya,saya harus segera sampai penthouse"Ucap Saka panik.
Setelah itu mobil Saka melesat cukup kencang menuju tujuan mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi,mengapa ada Kalista di sana dan...."Ucapan Saka terputus karena melihat Kirana membuka kerudung dan pakaiannya.Lebih terkejut lagi di tubuh Kirana nampak banyak luka lebam juga cakaran...
Mendengar cerita Kirana emosi saka langsung naik ke ubun-ubun,dia benar-benar tidak terima bila Kirana yang tlah di anggap sebagai adiknya di sakiti seperti itu oleh Putra.
Buru buru Saka berlari saat ia tau mobilnya tlah sampai di depan apartemen miliknya.
Yah gedung apartemen itu adalah milik Saka.Itu sebabnya Saka bisa masuk ke apartemen Putra dengan mudah.
Flashback off.
Saka langsung menoleh menatap Kirana, buru buru ia menuju ke kamar putra untuk mengambil apapun yang bisa ia ambil untuk menutupi tubuh Kirana.
Dan Saka kembali membawa sebuah selimut untuk langsung menyelimuti tubuh Kirana yang terekpos.
"Tenanglah aku ada disini,tak akan lagi yang bisa menyakitimu"Ucap Saka langsung menggendong Kirana ala bridal style.
"Jangan bawa istriku...uhuk...uhuk"Ucap Putra terbata karena di hajar habis oleh Saka.
Setelah kepergian Kirana dan Saka Kalista mendekati Putra yang masih terbaring lemah.
"Putra ayo bangun aku akan mengobatimu"Ucap kalista sedih.
"Pergi dari sini...untuk apa kau datang lagi hah?"Bentak Putra walaupun dengan keadaan lemah.
"Kau sudah pergi meninggalkanku,mengapa sekarang datang dan menghancukan rumah tanggaku.Mengapa kau selalu senang menyakiti perasaanku Kalista???pergi sekarang juga"Bentak Putra lagi.
Putra langsung berusaha bangun dan menuju ke pintu"ku mohon pergilah dan jangan pernah kembali lagi"
"Putra....hiks...hiks....hiks..."ucap Kalista ingin tetap tinggal,namun tatapan mata putra membuat Kalista urung.Dengan langkah gontai dan derai air mata Kalista pergi meninggalkan apartemen Putra.
Lalu Putra langsung menutup pintu apartemennya.Ia bersandar di daun pintunya dan perlahan luruh ke lantai.
"Hiks....hiks....hiks.....ach........"Teriak Putra.
"Maaf....maafkan aku tlah menyakitimu Kirana,aku menyesal.... sungguh aku sangat menyesal.Aku sangat mencintaimu hiks...kau harus tau itu.Hiks...hiks...maafkan aku"Ucap Putra menenggelamkan wajahnya di antara dua kakinya.
__ADS_1
Di tempat lain yaitu penthouse milik Saka Kirana di baringkan di tempat tidur milik Saka.
"Istirahatlah aku akan meminta pembantu menyiapkan makanan untukmu"Ucap Saka akan pergi keluar kamar,namun langsung di cegah oleh kirana.
"Kak"
"Ada apa?"Tanya Saka lembut.
"Ini di mana?"tanya Kirana memerhatikan seluruh kamar.
"Ini kamarku,untuk sekarang kau tinggallah di sini dulu,nanti setelah tenang kau bisa memutuskan kemana kau akan tinggal.Tapi aku tak akan mengijinkan mu untuk kembali padanya setelah apa yang tlah ia perbuat pada mu"
"Lalu kak Saka akan tinggal di mana? Mengapa harus di kamar kakak?Tak adakah kamar lain?"Tanya Kirana beruntun.
"๐Walau dengan keadaan seperti ini kamu masih bisa banyak bertanya ya"Jawab Saka terkekeh.
"Di penthouse ini hanya ada dua kamar,satu kamarku dan satunya lagi di tempati oleh asistenku"
"Lalu kakak akan tidur di mana?"
"Aku bisa tidur di mana saja,asal kamu tau saja kalo gedung apartemen ini adalah milikku"Ucap Saka sombong.
"Sudahlah istirahatkan dirimu,untuk malam ini pakai apa yang ada dulu ya,aku tak sampai hati meminta asistenku untuk membelikan baju untukmu"
"Terima kasih kak,kakak tak perlu repot-repot,aku akan meminta Olivia datang ke apartemennya mas Putra untuk mengambil pakaianku"
"Hem baiklah,sekarang istirahatlah dulu,nanti kalo makanannya sudah ada akan aku antar kesini."
"Tak perlu kak,aku tidak lapar"Ucap Kirana murung.
"Aku tadi melihat plastik makanan tergeletak tak jauh dari pintu apartemen,ku fikir itu milikmu yang tak sempat kau makan,sudahlah Kirana kau tak perlu sungkan padaku, bukankah kita adalah saudara?aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri jadi jangan pernah sungkan atau menolak pemberianku lagi"Ucap Saka membelai rambut Kirana.
Lalu Saka beralih pergi dari kamarnya untuk memesankan makanan untuk mereka makan.Sekaligus untuk menghubungi Kelvin guna memberi tahu kejadian yang menimpa Kirana.
Makasih buat para readers yang udah mau mampir ke kisahnya Kirana,maaf ya mungkin ceritanya masih acak-acakan....tapi insyaallah setelah tamat aku akan mulai revisi...
Jangan lupa like dan komennya,syukur syukur ada yang mau vote buat dukung author hehehehe
See you......,๐
__ADS_1