
Keesokan harinya Kirana mulai masuk kampus lagi,namun sejak kejadian di apartemen Putra Kirana malah jadi pendiam.
Kirana mulai menghindar saat teman temannya mengajaknya makan bersama,Kirana lebih memilih untuk berkutat di perpustakaan untuk mencari referensi skripsinya.
"Kirana"panggil seseorang.
"Olivia kamu ngapain disini?"
"Aku nyariin kamu dari tadi tau"
"Ada apa?"
"Suami kamu nyariin tuh! dia nungguin kamu di parkiran"
"Biarin,aku masih ada yang harus di cari"Jawab Kirana acuh.
"Kalian bertengkar ya?"Tanya Olivia mengerutkan keningnya.
"Nggak"Jawab Kirana singkat masih sibuk dengan buku bacaannya
"Ck kamu nggak bisa bohong sama aku nana.perubahan sikap kamu dari kemarin udah nunjukin itu"Terang Olivia.
"Huffff Vianya Nana....kamu harus tau suami tercintaku dan orang tuanya sudah sangat menantikan seorang bayi hadir di keluarga mereka.Dan bayi itu akan ada saat aku sudah lulus kuliah,jadi katakan padanya biarkan aku selesaikan dulu sekripsiku baru dia bisa menemuiku"Ucap Kirana beralih meninggalkan Olivia untuk mengembalikan buku yang ia baca.
"Apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian"Batin Olivia sedih.
Setelah itu Olivia pergi menemui Putra kembali di parkiran.
"Dimana Kirana?"Tanya Putra saat Oliva menghampirinya.
"Dia masih sibuk menyusun skripsi,katanya selama dia belum menyelesaikan skripsinya anda tak boleh menemuinya"Terang Olivia.
"Bagaimana dia bisa seenaknya memutuskan itu,apa dia tak tau aku sangat merindukannya.Dua hari tak bertemu dengannya hampir membuat ku gila Olivia"Ucap Putra mengusap wajahnya frustasi.
"Sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian?"Tanya Olivia memicingkan matanya.
"Hah???Tidak ada yang terjadi di antara kami.Kamu baik baik saja"Jawab Putra kelabakan.
__ADS_1
"Aku mengenal Kirana jauh lebih lama darimu,jadi aku tau benar kapan dia sedang bahagia dan kapan dia sedang bersedih sepintar apapun dia menyembunyikannya"Ucap Olivia ketus.
"Lalu mengapa wajahmu babak belur macam di keroyok preman heh?dan penampilan ini"Ucap Olivia sambil memerhatikan penampilan Putra dari atas kebawah dan kembali ke atas.
"Acak acakan,aku tau betul suami Kirana tak pernah berpenampilan seperti ini"Ucap Olivia sambil memicingkan matanya.
Tatapan Olivia yang begitu menyelidik membuat Putra bingung dan gugup.
"Anda tak ingin menceritakan apa pun padaku tuan Putra?"Tanya Olivia kembali mendesak Putra.
"Perlu aku ingatkan padamu pak Putra,aku ini bisa karakter dan pemegang sabuk hitam.Ja....di kalo sampai aku dengar apa yang terjadi di antara kalian dari orang lain,aku bisa pastikan kau akan masuk rumah sakit hanya dengan sekali banting"Ucap Olivia mengintimidasi.
Mendapat ancaman seperti itu dari Olivia membuat Putra bergidik ngeri,baru saja kemarin ia di pukuli oleh Saka dan luka lukanya baru saja mengering,.Dan kini dia harus menghadapi Olivia sang pemegang sabuk hitam🤦♂️"Astaga kau benar-benar di jaga ketat Kirana,bagaimana aku bisa mendekatimu😔"Guman Putra murung.Lalu ia masuk kedalam mobil tempatnya bersandar tadi.
Putra memutuskan untuk menunggu Kirana keluar dari kampusnya.
Menjelang sore Kirana baru saja keluar dari kampusnya,wajahnya begitu terlihat lelah setelah seharian mengikuti mata pelajaran dan di tambah membuat skripsi.
"Ah aku lelah sekali,mungkin sebaiknya aku pesan makanan saja untuk kak Saka dan asisten Jo"Guman Kirana pelan.
Orang itu menarik Kirana menuju ke tempat yang cukup sepi setelah itu dia membalikkan tubuh Kirana dan langsung memeluknya
erat.
"Sayang maafkan aku ku mohon maafkan aku,aku tak sengaja menyakitimu.Aku janji padamu kalo sampai aku melakukan itu lagi,maka bunuh saja aku.Sunggu aku tak sanggup berjauhan denganmu Kirana.Maafkan aku,aku sama sekali sudah tidak mencintainya.Hanya kau yang ada di hatiku sekarang hiks ......hiks.....hiks...."Ucap Putra beruntun di akhiri Isak tangis.
"Ma....sss"Panggil Kirana bergetar.
"Ku mohon Kirana jangan hindari atau menjauh dariku lagi Kirana,hidupku berantakan dan hancur tanpamu hiks....hiks ..."Ucap Putra luruh memeluk kaki Kirana.
Belum juga Kirana menjawab ucapan Putra tiba-tiba ada seseorang yang dengan kasarnya melepas pelukan Putra dari Kirana.
"Untuk apa kau menemui adikku lagi"Ucap laki-laki itu tajam.
"Sa.... Saka maafkan aku,aku tak akan melakukan itu lagi,, sungguh aku tak sadar saat itu,andai aku menyakiti Kirana lagi bunuh saja aku🙏"Ucap memohon.
"Cih jangan berharap gua akan maafin Lo semudah itu"Ucap Saka langsung mengajak Kirana pergi.
__ADS_1
"Ayo Na jangan mudah luluh hanya dengan mendengarkan mulut manisnya itu."Ucap Saka menggenggam tangan Kirana.
"Tapi kak...."Ucap Kirana terputus.
Setelah kepergian Kirana dan Saka, Putra langsung luruh ke tanah.
"Apa yang harus ku lakukan"Ucap Putra putus asa.
"Sedang apa anda disini pak Putra?"Tanya Dion tiba tiba.
Dion mengerutkan keningnya melihat penampilan Putra yang berantakan tak seperti biasanya.
"Ada apa dengan anda?"Tanya Dion lagi sambil memegang bahu Putra.
"Aku tlah membuat kesalahan fatal yang membuat Kirana sangat marah padaku"Terang Putra menunduk.
"Saya tidak tau apa yang tlah anda perbuat pada Kirana,namun masalah antara anda dan Kirana membuat Kirana jadi tidak bisa fokus dengan pelajaran dan skripsinya."Terang Dion.
"Saya tau saya salah pak Dion,dan saya sudah sangat menyesal.Tapi sepertinya untuk mendapatkan maaf dari Kirana itu akan sangat sulit"
"Itu urusan anda pak Putra,saya harap anda segera menyelesaikan masalah anda dengan Nana agar Nana bisa kembali segera fokus dengan kuliahnya."Ucap Dion berlalu pergi.
Dion tak tau apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka,tapi Dion cukup sedih karena Kirana tak mau membagi masalahnya dengannya ataupun dengan sahabat sahabatnya.
"Aku harus menghubungi Olivia untuk membicarakan masalah ini"Guman Dion.
Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah namun cukup besar untuk di tempati seorang diri tengah terjadi perdebatan yang sengit.
"Kelvin aku sudah mengatakan padamu sudahi saja sandiwara ini,aku lelah terus berpura pura kau tau.Kau sangat bisa memanfaatkan situasi untuk mempersulitku"
Kelvin langsung memicingkan matanya"Apa maksudmu memanfaatkan situasi untuk mempersulitku?Bukankah dari awal kau sudah berjanji bila aku menolongmu menjadi pacar pura pura mu maka kau akan melakukan apapun untuk ku.Dan aku hanya memintamu menjadi pacar pura pura ku dan menjadi asisten pribadiku selama tiga bulan.Ini baru saja berjalan dua bulan dan kau terus saja mengeluh wah hebat sekali"Ucap Kelvin tak mau kalah.
Hay readers maaf ya kemarin nggak update,hari ini Alhamdulillah kepalaku sudah sembuh,jadi sengaja aku update lebih banyak lagi untuk yang setia menunggu update terbaru ku.
Jangan lupa like,komen juga vote nya ya🙏☺️
See you......😉
__ADS_1