Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
77


__ADS_3

"Di mana Kirana?"Tanya Putra saat bertemu dengan Saka di pemakaman Bu Irine.


"Gua nggak tau"Ucap Saka langsung pergi.


"Hey aku bisa menuntut mu karena tlah membawa kabur istriku"Teriak Putra.


"Lakukanlah,maka gua juga bisa melaporkan Lo atas KDRT😏"Jawab Saka tersenyum sinis.


"Tenangkan dirimu Putra,ingat kondisimu belum sepenuhnya pulih.Lebih baik kita kembali ke rumah sakit untuk pemulihan mu.Kau juga sudah lama meninggalkan perusahaan,Siska sangat keteteran mengurus semua kerjaanmu"Ucap Kelvin yang dari kemarin setia menemani Putra.


"Lalu bagaimana dengan Kirana?Dia sedang hamil anakku Kelvin.Bagaimana bisa aku membiarkan dirinya sendiri?"Tanya Putra sendu.


"Kau lupa?Kirana bersama dengan Saka,dia akan baik baik saja.Terlebih lagi Kirana begini juga karenamu,dia tidak akan bisa menemuimu untuk saat ini.Fokuslah terhadap pemilihan mu dan juga perusahaan.Kalo semua sudah baik baik saja kau bisa bertemu dengan Kirana lagi."Bujuk Kelvin.


"Baiklah,tubuhku juga sangat sakit semua.Tapi berjanjilah padaku kau akan terus mengabatiku perkembangan Kirana."Pinta Putra.


"Akan aku usahakan"


"Papa"Panggil Putra pada pak Bagas.


"Kabari aku kapan anak ini bener bener bisa keluar dari rumah sakit Kelvin.Aku ingin bicara serius padanya"Ucap pak Bagas datar lalu langsung pergi.


"Baik om"Jawab Kelvin.


"Dia bahkan tak mau melihatku"Ucap Putra menundukkan kepalanya dalam.


"Sudahlah jangan di fikirkan,semua masih dalam suasana berkabung."Ucap Kelvin sambil mendorong kursi roda nya Putra.


Rumah sakit.


Saat ini Kirana tengah tertidur pulas setelah meminum obat,dan Dionlah yang menemaninya.Sedangkan Olivia tengah pulang untuk mengambil beberapa keperluannya.


"Ceklek....Bagaimana kondisinya?"Tanya Saka saat sampai di samping Dion.


"Dia sudah sadar semalam.tapi dia tidur lagi setelah minum obat."Terang Dion sambil memerhatikan Kirana.


"Kita bicara di sofa saja agar tak mengganggu istirahanya Kirana."


"Ada apa?"Tanya Dion.


"Gua baru saja pulang dari pemakaman Tante Irene"


"Maksudmu mertua perempuan nya Kirana?"Potong Dion.


"Ya Lo benar.tante Irene kena serangan jantung sesaat setelah mendengar cerita gua"


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un"


"Gua berencana buat membawa pergi Kirana keluar negeri untuk menjauhkannya dari Putra.Laki laki itu harus di beri pelajaran."Ucap Saka dingin.


"Kamu yakin akan Kirana setuju?"

__ADS_1


"Dia harus setuju demi anaknya"Jawab Saka memandang Kirana.


setelah perbincangan mereka suasana menjadi hening untuk beberapa saat.


"Ceklek...."Terdengar pintu di buka seseorang.


"Eh sejak kapan kamu disini Saka?"Tanya Olivia.


"Baru saja"Jawab saka acuh lalu menutup kedua matanya.Karena jujur dari kemarin ia belum sempat tidur karena harus mengurus banyak hal.


"Pak dosen belum makankan?Nih aku beliin sekalian buat makan siang."Ucap Olivia sambil menaruh sekantung kresek makanan.


"Cuman dua porsi?"Tanya Dion heran.


"Aku nggak tau kalo Saka ada disini.itu buat kalian berdua saja,aku tadi sudah makan di kostan"Ucap Olivia sambil menata barang barang Kirana.


"Hiks....hiks...ampun mas,jangan sakiti aku lagi..."Terdengar Kirana menguman pelan dalam tidurnya.


"Kirana"Panggil Olivia menggoyang goyangkan bahu Kirana.


"Jangan...ampun mas....tolong..."Teriak Kirana.


Teriakan Kirana membuat Dion dan Saka terkaget dan langsung menghampiri Kirana.


"Ada apa Vi?Kenapa Kirana berteriak"Tanya Dion panik.


"Aku nggak tau,mungkin Kirana bermimpi"Ucap Olivia mencoba membangun kan Kirana.


"Ampun mas jangan sakiti aku,aku....aku minta maaf....aacchh sakit...


"Hiks.....hiks.....hiks...."Kirana menangis sesenggukan dengan tatapan yang kosong namun terpancar ketakutan di wajahnya.


"Kirana sadar lihat aku"Ucap Olivia panik sambil menggoyang goyangkan tubuh Kirana.


"gua akan memanggil dokter"Ucap Saka langsung pergi.


"Nana sadar nggak ada yang akan menyakiti kamu"Ucap Dion mencoba menenangkan Kirana.


"Tidak...dia ..dia akan mencariku...


dia....dia akan menyiksaku lagi"Ucap Kirana ketakutan sambil matanya menatap ke segala arah.


"Dion bagaimana ini hiks...hiks...."Ucap Olivia takut.


"Maaf permisi biarkan dokter memeriksanya"Ucap seorang perawat tiba tiba.


"Sebaiknya kita keluar dulu Vi"Ucap Dion memegang lengan Olivia.


"Tapi Kirana..."


"Dia akan baik baik saja."Potong Dion sambil menarik Olivia keluar ruangan.

__ADS_1


Di luar ruangan Dion, Olivia dan juga Saka menunggu dengan cemas...


Beberapa saat kemudian dokter keluar.


"Bagaimana kondisi Kirana dok?"Tanya Saka langsung.


"Untuk saat ini pasien baik baik saja,saya sudah menyuntikkan obat penenang.Dia sedang tidur.tapi nanti saat kondisinya memungkinkan lebih baik periksakan pasien ke dokter psikiater.Saya khawatir pasien mengalami trauma"Terang sang dokter.


"Baik dokter kami akan segera mengurusnya."


"Bisakah kami menengoknya sekarang dok?"Tanya Olivia cemas.


"Silahkan.Kalo begitu saya permisi dahulu."


"Gua harus pergi dulu,ada yang harus gua urus."


"Ok hati hati."Jawab Dion lalu kembali menyusul Olivia masuk ke dalam.


🌕🌕🌕


Sembilan bulan kemudian Kirana sembuh dari traumanya dan melahirkan sepasang anak kembar yang sangat lucu.Laki laki dan perempuan.


"Kau beri mereka nama siapa Na?"Tanya Olivia menggendong bayi laki-laki.


"Emmmm yang laki-laki aku kasih nama Kenzia putra Kirana.Kalo adiknya Zia putri kirana"Ucap Kirana sambil mengendong bayi perempuannya.


"Kenapa harus ada nama bajingan itu Nana?"Tanya Dion tiba tiba.


"Ah kakak mengagetkan saja.karena dia memang ayah mereka.Tapi disini aku mau tekankan.Putra Kirana,itu artinya dia anakku.Hanya anakku"Jawab Kirana menekankan kalimat di akhirnya.


"Kau yakin nama itu tak akan mempersulitmu di masa depan?"Tanya Dion.


"Tidak akan.andai itu terjadi aku pasti bisa melewatinya"Jawab Kirana yakin.


🌍🌎🌏


Di belahan bumi yang lain sejak menghilangnya kirana,Putra berubah menjadi laki-laki yang dingin dan datar.Bahkan cenderung kejam terhadap orang lain terutama karyawannya.Tak ada toleransi,bila ada kesalahan kecil maka ia akan langsung memecatnya.


"Sembilan bulan tlah berlalu,pasti sekarang putra kita sudah lahir kan Kirana?"Guman Putra menerawang jauh lewat jendela kantornya.


"Aku merindukanmu Kirana,sangat merindukanmu"Ucap Putra menyayat hati.


"Halo Dev bagaimana pencarian kalian?"Tanya Putra datar.


"........"


"Terus awasi papa dan Saka,aku yakin mereka akan pergi menemui istriku"


"......."


Lalu putra menutup telfonnya.Dev adalah orang yang selama ini di bayar Putra untuk mencari keberadaan Kirana.

__ADS_1


Karena Putra sendiri tak mampu melakukannya sebab setelah kepergian Bu Irine pak Bagas menyerahkan semua aset perusahaanya untuk di urus Putra.


Pak Bagas lebih memilih untuk menepi dari dunia bisnis dan tekun belajar mendalami ilmu agamanya.Ia berharap dengan begitu kelak di akhirat dia bisa di pertemukan lagi dengan Bu Irine.


__ADS_2