
..........Happy reading..........
"Bunda apa boleh Ken bertanya?"Ucap Ken tiba-tiba.
Saat ini Kirana,Zia dan juga Ken sedang berada di sebuah taman yang tak jauh dari rumah mereka.
"Tanya apa sayang?"Jawab Kirana membelai rambut Ken.
"Di mana ayah kandung kami bunda?"Tanya Zia tiba tiba.
"A....ayah kalian?"Tanya Kirana kaget.
"Ya ayah kami,papa Dion bukanlah ayah kandung kami.Iyakan Bun?"Tanya Ken berusaha tetap santai.
Kirana mengerutkan keningnya"Dari mana mereka tau kalo kak Dion bukanlah papa kandung mereka.bagaimana ini?"Batin Kirana bingung.
"Bukankah selama ini papa Dion adalah papa kalian?"
"Tapi dia bukan ayah kandung kami"Saut Zia berkaca kaca.
"Bagaimana bisa Zia berfikiran seperti itu?"
"Karena papa Dion adalah suami mama Via bukan suami bunda.Jadi dia bukanlah papa kandung kami"Terang Ken.
Setelah lama diam akhirnya Kirana bersuara.
"Ayah kalian sedang berada di luar negri.Dia sedang sibuk mengurus bisnisnya di sana"Terang Kirana berat.
"Benarkah???? siapa nama ayah bunda?"Tanya Zia berbinar.
"Kau tau nama tengah kak Ken?itu adalah nama ayah kalian."Terang Kirana lagi.
"Putra"Ucap Ken tiba-tiba.
"Jadi yang memberi nama kita adalah ayah?Tapi mengapa ayah tak pernah menjenguk kita?"Tanya Ken.
"Karena ayah kalian sangatlah sibuk"Ucap Kirana asal.
Kirana harus berusaha menutupi ketakutan dan kesakitan setiap kali anak anaknya meminta penjelasan tentang ayah kandung mereka.
Namun sayangnya tatapan mata Kirana yang tak tenang sudah di perhatikan oleh Ken sejak ia mulai membahas tentang ayah kandungnya.
"Ada yang aneh dengan bunda saat membahas tentang ayah."Batin Ken berfikir keras.
"Apa kita bisa menemui ayah bun?"Pancing Ken.
"Kan tadi bunda sudah bilang kalau ayah ada di luar negeri untuk mengurus bisnisnya"Jawab Kirana berusaha tersenyum.
"Kalo begitu kita hubungi saja bunda"Saut Zia senang.
"😳🙀 Mati aku,bagaimana ini"Batin Kirana bingung.
"Emmmm kita coba hubungi nanti malam saja ya?Sekarang pasti ayah kalian sedang sibuk"
__ADS_1
"Ah sayang sekali,padahal aku sudah sangat berharap bisa mendengar suara ayah.Nanti kalo aku sudah bisa bicara sama ayah.Aku akan memaksanya ke sini.aku akan buktikan kepada teman teman ku kalo aku bukan anak haram aku punya ayah,dan ayahku adalah orang kaya"Ucap Zia mendumal.
"Zia siapa yang mengataimu seperti itu?"Tanya Kirana kaget.
"Adalah orangnya Bun,tapi ya sudahlah itu sudah berlalu.Kan sebentar lagi kita akan bertemu dengan ayah Putra"Ucap Zia senang.
"Tapi bagaimana kalau ternyata ayah kita tidak menginginkan kita Zia?Itu sebabnya dia tak pernah menjenguk kita"Saut Ken masih berusaha mencari tau apa yang terjadi di antara ayah dan bundanya lewat ekspresi wajah Kirana.
"Ayah kalian sangat menyayangi kalian.Bunda berani jamin itu Jadi jangan berkecil hati ok."Ucap Kirana berusaha menghibur anak-anak nya.
"Bunda Zia mau es krim lagi,es krim Zia leleh karena terlalu senang membahas tentang ayah."
"Hem ya sudah ayo beli lagi,tapi setelah itu kita langsung pulang ya."
"Ok"Jawab Zia ceria.
Namun tanpa mereka sadari mereka bersisian dengan Putra yang kebetulan lewat.Tapi Putra berada di dalam mobil.
"Kakak kurang ajar,sini kau"Teriak Zia marah karena tiba-tiba Ken menoel pipinya dengan es krim yang baru saja Zia buka.
"Weeek😜. Zia jelek"Ucap Ken sambil berlari mengindari kejaran Zia.
"Hei kalian jangan berlari"Teriak Kirana.
Deg
"Kirana"Guman Putra menengok kanan kiri.karena merasa mendengar suara Kirana.
"Pak berhenti di sini"Lalu Putra turun dari mobil dan mulai mencari keberadaan Kirana.
"A...apa aku hanya berhayal?"apa mungkin tadi itu hanya halusinasi ku saja?"Batin Putra bingung.
"Sayang kau berada di mana"Batin Putra melihat ke segala arah.
"Maaf nona apa kau pernah melihat wanita ini?"Tanya Putra saat bertemu dengan pejalan kaki yang tak sengaja ia temui.
"Tidak"Jawab wanita itu berlalu pergi
Di tempat lain ternyata Kirana dan ke dua anaknya sudah sampai di rumah.
"Mama Via di mana uncle Saka?"Tanya Ken saat sampai di rumah.
"Mungkin dia sedang tidur"Ucap Olivia.
"Ada apa kamu mencari uncle Ken?"Tanya Saka tiba-tiba dari arah kamarnya.
"Ayo ikut denganku uncle"Ucap Ken pelan.
Sedangkan Kirana dan juga Zia sudah masuk kamar mereka masing-masing.
"Ada apa Hem?"Tanya Saka bingung melihat gerak gerik Ken yang aneh.
"Apa uncle menyayangiku?"Tanya Ken membuka pembicaraan saat sampai di luar rumah.
__ADS_1
"Ya pasti uncle sangat menyayangi mu.Memangnya ada apa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"Tanya Saka mengerutkan keningnya.
"Kalau begitu jawab semua pertanyaan Ken dengan jujur"
"Pertanyaan apa?"
"Dimana ayah kandungku berada?"
"Tanya Ken to the poin.
"A....ayahmu?"
"Ya,apa terjadi sesuatu dengan bunda dan ayah?Mengapa hingga kini ayah tak pernah menjenguk kami?Dan mengapa di rumah ini tak ada satupun foto bunda dan ayah?"
"Pertanyaan mu terlalu banyak, uncle bingung mana dulu yang harus uncle jawab"Ucap Saka bingung.Bingung bagaimana harus menjawab semua pertanyaan Ken, karena Saka tak mungkin membohongi Ken.
"Kau tau nama ayahmu?"Tanya Saka
"Nama tengahku adalah nama ayahku."Jawab Ken serius.
"Dari mana kau tau?"
"Bunda yang memberitahu"Jawab Ken singkat.
"Berarti Kirana sudah menceritakan tentang Putra"Batin Saka.
"Apa saja yang bundamu ceritakan?"
"Tidak banyak.Itu sebabnya sekarang aku bertanya padamu uncle.Kau bukan hanya uncle ku,tapi juga sahabatku.Di antara sahabat tak boleh ada kebohongan.Itukan yang pernah uncle katakan?"Tanya Ken mendesak.
"Ah kau benar aku pernah berkata begitu."Jawab saka sambil berfikir bagaimana menjawab semua pertanyaan Ken.
"Jadi apa yang terjadi?"Desak Ken.
"Aku memang masih kecil uncle,tapi bukan berarti aku bodoh.Kau sendiri tau seberapa tinggi IQ kan?Aku bisa membaca expresi bunda saat menceritakan tentang ayah.Dan itu sangat terlihat kalau ada sesuatu di antara mereka"Terang Ken panjang lebar.
"Huffffff tapi berjanjilah kau akan tutup mulut Jangan beri tahu siapapun apa yang kamu dengar.ok?"Ucap Saka menyerah.
Lalu Ken mengangguk dengan yakin.
"Ayahmu melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal Dia menyakiti Kirana hingga membuat Kirana memutuskan untuk pindah ke sini."
"Seberapa sering ayah menyakiti bunda?"
"Setauku tidak sering,namun sangat menyakitkan untuk kirana."
"Lalu apa ayah mencari kami?Dia tau keberadaan kami?"Tanya Ken antusias.
"Dia mencari kalian,ayahmu sangat menyesal,namun keadaan memaksa dia untuk lebih fakus dengan perusahaannya.yang ku dengar dia sekarang ada di negara ini untuk mencari kalian"Ucap Saka menerawang.
"Sungguh??Ini kabar buruk atau kabar baik?"Guman Ken.
"Mungkin kabar baik untuk kalian,tapi akan jadi kabar buruk untuk bunda kalian.Selama ini Kirana sudah sangat berjuang untuk melupakan masa lalunya yang menyakitkan.Entah bagaimana nanti bila dia bertemu dengan ayah kalian"Ucap Saka masih menerawang jauh.
__ADS_1
Saka takut kedatangan Putra kali ini akan membangkitkan trauma yang sudah Kirana tutupi selama ini.