
.......... Happy reading....
Flashback end:
Hari hari tlah berlalu dengan ceria karena selalu di isi dengan keceriaan Zia.Zia yang selalu ceria dan selalu bisa meremaikan suasana.Zia juga sosok yang berani dan ramah.Itu juga menjadi penyebab dia di sukai banyak teman-teman nya dan membuat Kirana tak pernah jemu untuk bermain dengan anak bungsunya
Berbeda dengan Ken,dia lebih kalem dan tenang,tapi cenderung pendiam.Walaupun begitu dia sangat peka terhadap ibu dan adiknya.Banyak gadis yang seumuran dan bahkan lebih besar dari nya menyukai ketampanan dan keimutan ken.Terlebih lagi Ken sosok yang cerdas dalam segala hal.Dari mata pelajaran hingga olahraga.Hanya saja dia sangat cuek dan datar pada orang yang tidak begitu dia kenal.
"Bunda nanti Ken tidur sama bunda ya?"Tanya Ken saat selesai mengerjakan Pr-nya.
"Tidak bisa,aku yang tidur sama bunda,kamu laki-laki kak.Jadi harus tidur sendiri"Saut Zia tak terima.
Saat ini mereka tengah berkumpul bersama di ruang keluarga.Ada Dion yang sibuk menilai pelajaran murid didiknya,juga Olivia yang sibuk memakan cemilan sambil memerhatikan pertengkaran kecil antara Ken dan Zia.
Ya sejak pindah ke LA mereka memutuskan untuk tinggal bersama.Awalnya Olivia tak mau serumah dengan Dion karena Olivia yang tak begitu menyukai Dion.Namun dengan pertimbangan kondisi Kirana yang belum pulih dari traumanya memaksa mereka harus tinggal bersama demi menjaga keselamatan Kirana dan calon bayinya.
"Lebih baik Ken tidur dengan mama saja"Saut Olivia.
"aku ingin tidur dengan bunda"Ucap Ken sekali lagi.
"Kalo gitu Zia saja yang tidur sama mama"Usul Olivia.
__ADS_1
Ya sejak kecil Zia dan Ken terbiasa memanggil Olivia sebagai mama dan Dion sebagai papa mereka karena sejak kecil Dion dan olivialah yang membantu Kirana mengurus mereka berdua.
"Tidak mau,kalo kak Ken tidur dengan bunda aku juga harus tidur dengan bunda.Tidur dengan mama tidak enak.Nanti saat aku sudah pulas pasti akan di pindah papa ke kamarku."Ucap Zia cemberut.
"Itu karena Zia tidurnya tidak bisa diam.Kalo Zia tiba tiba menendang perut mama bagaimana?Kan kasian dedek bayinya"Terang Dion.
"Memang Zia kalo tidur nggak bisa diem ya?"Tanya Zia pada Kirana.
"Terkadang"Jawab Kirana terkekeh.
"Jadi itu sebabnya bunda nggak mau tidur sama Zia ya"Ucap Zia murung.
"Ya sudah aku nggak jadi tidur sama bunda"Putus Ken pelan.Ia cukup kecewa karena tak bisa mendapatkan pelukan dari bundanya.
"Emmm bagaimana kalo kita tidur bertiga saja"Saran Kirana.
"Tentu,asal Zia kalo tidur bisa diam"
"Ok,Zia Sa.....yang bunda"Ucap Zia langsung memeluk Kirana.
🌏🌎🌍
"Pah aku sudah mengikuti semua keinginan papa,lalu kapan aku bisa bertemu dengan Kirana dan anakku pa?"Tanya Putra saat menemui pak Bagas di sebuah pesantren.
"Sepertinya Kirana sudah melupakanmu Putra,jadi lebih baik lupakan dia dan lanjutkan hidupmu"Ucap pak Bagas datar sambil membaca buku.
__ADS_1
"Apa maksud papa?Bagaimana bisa aku melupakan istriku?Aku sangat mencintai Kirana.Terlebih sekarang ada buah cinta di antara kami"Ucap Putra tak terima.
"Kalo kau sangat mencintainya mengapa kau menyakiti Kirana hingga ia harus mengalami trauma Putra? Karena mu Kirana harus menjalani hidup yang begitu sulit,kini dia sudah hidup bahagia.Jadi jangan usik lagi kehidupannya."
"Trauma??"Tanya Putra bingung.
"Kau harus tau Putra setelah kejadian itu Kirana tak pernah lagi bisa tidur dengan tenang.bayang bayang perbuatan kejammu selalu menghantuinya lewat mimpi.Coba bayangkan bagaimana tersiksanya wanita itu?Dia harus mengonsumsi banyak obat saat dia sedang hamil anakmu"Ucap pak Bagas.
"😞😧Aku tau aku sudah sangat menyakiti Kirana,tapi sungguh pa aku tak sengaja.Aku melakukan itu di luar kendaliku.A....aku berjanji tak akan menyakitinya lagi.Andai itu terjadi aku sendiri yang akan menghukum diriku dengan melompat jurang"
"Kau fikir dengan melakukan itu masalah akan selesai?Setelah semua ini mengapa kau tak berubah juga Putra?Tanyakan pada Saka,dia yang memutuskan apa kau bisa menemui Kirana kembali atau tidak."Ucap pak Bagas pada akhirnya.
Lima tahun tlah berlalu dan setiap kali Putra memiliki kesempatan,ia akan menemui pak Bagas untuk menanyakan keadaan Kirana atau kapan ia bisa menemui Kirana.Berulang kali juga Putra mendapatkan penolakan namun ia tak pernah putus asa.Baginya satu satunya cara agar bisa bertemu Kirana dengan mendapatkan maaf dari pak Bagas.
Namun kini ia harus bisa bertemu dengan Saka juga.Putra harus bisa mengambil atau membujuk Saja untuk memberi tahu dimana Saka menyembunyikan keberadaan Kirana dan anaknya.
"Hallo Siska urus semua pekerjaanku hari ini.Saya harus menemui seseorang terlebih dahulu.Nanti malam antarkan dokumen dokumen yang harus saya pelajari dan tanda tangani ke mansion"Ucap Putra datar dan langsung menutup telfonnya tanpa mendengarkan jawaban dari Siska.
"Astaga Tuhanku....Bu Kirana cepat kembalilah...jangan karena rasa sakit hatimu kami yang harus menjadi korban"Monolog Siska dramatis setelah mendapat telepon dari Atasannya.
"Hallo sayang maafkan aku,sepertinya aku harus lembur malam ini"Ucap Siska menghubungi suaminya.
"......."
"Aku tak bisa resign seenaknya.Aku terikat kontrak,tapi tenang saja tahun depan kontrakku dengan perusahaan ini akan berakhir.Aku bisa tenang di rumah mengurusmu dan anak kita tanpa harus di pusingkan kerjaan yang menumpuk dari pak Putra"Terang Siska pada suaminya.
__ADS_1
"Ya sudah aku harus segera menyelesaikan kerjaanku atau pak Putra akan memunculkan taring dan tanduknya"Ucap Siska bergidik ngeri...