
Esok harinya seperti biasa Sebelum berangkat ke kampus Kirana akan bersih bersih rumah.Semenjak kembali menempati rumahnya Kirana sama sekali pernah memasak.Entah mengapa dia sangat malas sekali memegang peralatan dapur.
Awalnya Kirana cukup heran tak biasanya dia malas memasak,tapi setelah di fikir fikir untuk apa masak kalo yang makan cuman dia.Begitulah kira kira fikir Kirana.
"Tok....Tok....Tok...."Terdengar sebuah ketulan pintu saat Kirana akan mandi setelah selesai bersih bersih.
"Siapa pagi pagi begini bertamu"Guman Kirana mengerutkan keningnya sambil berjalan menuju pintu.
"Cklek"
"Assalamualaikum"Ucap salam seseorang.
"Waalaikum salam mas ngapain kesini🤨?"Tanya Kirana
"🙂mau ngapelin istri aku dong,kamu pasti belum sarapan kan?ini lihat aku bawa makanan buat kita sarapan bareng"Jawab Putra sambil memperlihatkan plastik kresek yang ia bawa.
"Maaf tapi aku udah ada janji sama Teman di kampus.Aku harus segera berangkat"
"Tapi......kamu belum sarapan Na"Ucap Putra khawatir.
"Aku akan sarapan di kampus,maaf mas aku belum mandi.Sebentar lagi jam mata kuliah nya akan segera di mulai.Aku tak mau terlambat"ucap Kirana langsung menutup pintu nya.
"Hufffff...sabar Put....perjuanganmu tidak akan mengkhianati hasil"Ucap Putra berusaha menyemangati diri sendiri.
"Ok aku akan tunggu di mobil saja"Batin Putra berjalan ke mobilnya.
"Eh maaf mas siapa ya kok dari tadi berdiri di depan rumahnya Kirana?"Tanya tetangga Kirana yang sedang menyapu halamannya.
"Oh maaf Bu saya suaminya Kirana,saya sedang menunggunya untuk mengantar kuliah"
__ADS_1
"Loh Kirana udah nikah to?Kok saya baru tau ya?"Ucap ibu itu sambil menggaruk tengkuk belakangnya.
"Kita nikah secara sederhana Bu,hanya ada keluarga dekat saja"
"Kapan nikahnya nak?"Tanya ibu itu kepo.
"Kami sudah nikah selama tiga tahun Bu"
"Oh sebelum Putri adiknya Kirana yang meninggal ya?"
"Iya kurang lebih begitu"
"Ceklek"Tiba tiba terdengar suara pintu dibuka."Eh Bu Sofi ada apa ya?"Tanya Kirana setelah mengunci pintu rumahnya.
"Ah kamu Kirana nikah kenapa nggak bilang bilang?"
"Selamat ya,kapan punya momongannya,kata masnya kalian menikah sudah tiga tahun"Lanjut Bu Sofi
"oh kalo begitu kamu harus lebih bersabar ya mas"Ucap Bu Sofi sok akrab
"Maaf Bu saya harus segera berangkat kuliah"Potong Kirana saat Bu Sofi akan bicara lagi.
Putra buru buru langsung membukakan pintu untuk Kirana saat tanpa di paksa Kirana mau berangkat bersamanya.
Saat di mobil Putra terus saja tersenyum senang.
"Makasih ya sayang udah mau aku antar ke kampus"Ucap Putra senang namun tak ada jawaban sama sekali dari Kirana.
Kirana lebih memilih menatap keluar jendela dari pada memperdulikan ucapan Putra.Karena jujur dia terpaksa melakukan itu agar tetangganya yang terkenal suka kepo itu tak curiga atau semacamnya.
__ADS_1
Saat Putra ingin menggenggam tangan Kirana tiba tiba Kirana langsung menarik tangannya agar tak di sentuh oleh Putra.
"Maaf mas jangan membuatku mengingat malam itu lagi"Ucap Kirana menyembunyikan tangannya dengan nada sendu.
"Sebenarnya aku sudah ingin memaafkanmu mas,tapi mengapa rasanya berat"Batin Kirana sedih.
Sedangkan Putra sendiri juga merasakan sakit yang sama,sudah sebulan ia berjuang mendapatkan maaf dari Kirana.Namun sikap Kirana tetap saja menutup diri seperti sekarang.
"Makasih atas tumpangannya"Ucap Kirana saat sampai di depan kampusnya dan langsung keluar dari mobil.
Tak biasanya Kirana merasa lelah dan malas datang ke kampus.Padahal biasanya dia akan merasa bersemangat dan senang karena bisa bertemu teman-temannya dan melupakan sesaat masalahnya.
"Hay Kirana"Sapa seseorang.
"Oh Hay kak"Jawab Kirana dengan senyum terpaksa.
"Hey kenapa kau acuh begitu,kau juga keliatannya lesu begitu.Butuh bantuan?"
"Tidak terima kasih aku harus segera pergi ke kelas"Jawab Kirana halus lalu pergi.
"Gadis yang unik,sayang dia udah punya suami,ah bibir dan suara membuatku ingin selalu mendengar dan merasakannya"Batin orang itu tersenyum devil.
"Hey Jovan sedang apa kau senyam senyum sendiri heh?Sepertinya Lo sedang dapat mangsa baru ya?"Tanya laki laki itu.
Ya ternyata laki-laki yang menyapa Kirana adalah Jovan,yang kata Tiara adalah playboy cap Kampak.
"Ya Lo benar.lo tau anak jurusan bisnis yang katanya udah menikah muda itu"
"Gua nggak tau,lagi pula Lo bisa mendapatkan wanita yang masih perawan kenapa malah nyari yang udah jebol sih?"
__ADS_1
"Itu tantangannya bro...kalo yang perawan mah gua gombalin dikit aja udah klepek-klepek. Yang ini beda bro...."Ucap Jovan membayangkan wajah Kirana yang sedang tersenyum.
"Ah terserah Lo aja lah ayok masuk keburu ada dosennya,gua lagi males masuk ruang BK"Ucap temannya langsung ngeloyor pergi.