Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
86


__ADS_3

...... Happy reading .......


"Kirana"Panggil Putra tiba-tiba saat Kirana akan memasuki ruangannya.


Deg


Kirana membelalakkan matanya,mendengar seseorang memanggil namanya dan ia sangat mengenal suara orang tersebut membuat Kirana mulai teringat akan masa lalunya yang menyakitkan.


Perlahan tubuhnya mulai berkeringat dingin begitu kenangan kenangan masa lalunya mulai bermunculan satu persatu..


Dengan menguatkan diri Kirana mencoba memutar tubuhnya menghadap ke arah orang yang tlah memanggilnya.


"🤯"Tanpa berkata Kirana langsung mengenali orang yang tlah memanggilnya.


Tubuhnya bergetar menghantam pintu saat ia melihat Putra.


"Kirana maafkan aku"Ucap Putra penuh penyesalan.


Saat Putra ingin menyentuh tangan Kirana buru buru Kirana langsung membuka pintu untuk masuk ke dalam ruangannya.Namun tubuhnya yang gemetar membuat ia tak bisa bergerak cepat hingga sebelum pintu tertutup kaki Putra sudah lebih dulu mengganjalnya.


"Kirana ku mohon dengarkan aku dulu,a....aku kesini untuk meminta maaf padamu.Sungguh aku tak berniat menyakitimu.Aku mohon maafkan aku"Ucap Putra penuh penyesalan.


"Pergilah mas,jangan pernah temui aku lagi Kita sudah lama berakhir tolong biarkan aku hidup dengan tenang"Jawab Kirana dengan bergetar sambil berusaha untuk tetap menutup pintu.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Putra mendorong pintu itu dan langsung masuk ke dalam ruangan Kirana.Bahkan tak lupa ia mengunci pintunya.


Kirana saat itu begitu ketakutan.ia berjalan mundur hingga menabrak meja kerjanya.Ia menengok ke kanan ke kiri mencoba mencari keberadaan Ken. karena Kirana takut bila Putra tau dia sudah memiliki anak,maka anaknya akan di rebut oleh Putra.


Namun Kirana ingat bahwa putranya itu tengah tertidur di ruangan khusus untuknya beristirahat.


"Kirana tolong maafkan aku,aku bersumpah tak akan lagi menyakitimu.Kembalilah aku sangat merindukanmu dan anak kita"Ucap Putra bergetar.


Kirana membulatkan matanya mendengar bahwa ia tlah memiliki anak."Dari mana dia tau"Batin Kirana kaget.


"Papa menceritakan semuanya,semua yang tlah kau alami karena ulahku selama beberapa tahun terakhir.Maafkah aku sudah menyakitimu.Sungguh aku sangat menyesal Kirana.Tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk bisa menebus semua kesalahku"Ucap Putra dengan penuh nada penyesalan.


Bahkan tanpa di duga air matanya luruh begitu saja saat ia mengingat bagaimana kejamnya ia menyakiti Kirana.


"Sayang tolong maafkan aku.Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua hiks...hiks ..hiks"Ucap Putra sambil menangis tersedu.


"Ti .. tidak lepaskan ak....aku...ja...jangan sentuh aku....."Ucap Kirana terbata.


Kepalanya mulai pusing dan berkunang-kunang.


"Sayang ku mohon kau bisa menghukum ku,atau memukulku sepuasnya.Tapi jangan pergi lagi"Ucap Putra memelas masih dengan memegang tangan Kirana.


"Tidak lepaskan aku . pergi...."Teriak Kirana ketakutan saat semua traumanya kembali berkelebatan di ingatan.Lalu setelah itu Kirana luruh pingsan.Untung saja Putra berada di dekat Kirana hingga ia bisa secara reflek memeluk Kirana agar tak jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Bunda"Teriak Ken kaget saat melihat Kirana pingsan di depan matanya Saat itu Ken langsung terbangun saat mendengar terikan Kirana.


"Apa yang kau lakukan?Apa yang tlah terjadi pada bundaku?"Tanya Ken beruntun sambil menepuk nepuj pipi Kirana.


"Bunda bunda bangun,jangan membuat Ken takut.Maaf Ken lalai menjaga bunda hiks ....hiks ...hiks..."Ucap Ken menangis ketakutan.Ken baru pertama kali ini melihat Kirana pingsan,karena biasanya saat Kirana sakit tak pernah sekalipun hingga pingsan seperti ini.


"Paman Syiff"Teriak Ken langsung menghampiri pintu dan membukanya.


"Ada apa Ken?"Tanya Syiff pekerja yang paling dekat dengan Ken sambil berlari.


"Hiks ...hiks....cepat panggil dokter dan papa Dion,bunda hiks ..hiks .. pingsan"Terang Ken di tengah Isak tangisnya.


Syiff langsung menerobos masuk dan melihat keadaan Kirana.


"Delia bangun"Ucap Syiff panik.Ia langsung mengambil alih Kirana dari tangan Putra yang masih terpaku menuju kamar khusus yang tadi di gunakan Ken tidur.


Kirana dan Olivia yang baik dan loyal kepada semua karyawannya membuat mereka mudah akrab hingga terjalin pertemanan yang kuat antara atasan dan bawahan.Begitupun Syiff yang sering menemani Ken bermain.


Syiff langsung menghubungi Dion dan seorang dokter kenalannya.


Sedangkan Ken ia masih menangis di sampin kirana sambil meminta maaf karena merasa lalai menjaga Kirana.


Putra yang tadinya masih terpaku melihat Ken dari jarak dekat sekita tersadar saat Syiff menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Maaf tuan sepertinya bos kami sedang tidak enak badan Sebaiknya kembalilah esok bila ingin membicarakan hal penting"Ujar Syiff.


Putra berfikir belum saatnya ia bertemu Dion untuk saat ini.lebih baik ia menunggu Kirana di mobil hingga Kirana pulang nanti agar ia bisa tau di mana Kirana tinggal.


__ADS_2