Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
62


__ADS_3

"Tok.....Tok....Tok...."Suara ketukan pintu membangunkan Putra yang tertidur di depan pintu karena kelelahan menangis.


"Tok...Tok.....Tok...."Terdengar lagi suara ketukan.


"Siapa yang tengah malam begini bertamu"Guman Putra memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Bagaimana kepalanya tidak pusing,ia tertidur setelah lelah menangis dengan posisi masih sama seperti terakhir ia sadar,tidur dengan posisi memeluk lututnya.


"Tok....Tok....tok....,Putra apa kau sudah mati hah?"Teriak orang dari luar.


"Cklek....."


"Astaga buka pintu saja mengapa lama sekali?"Tanya orang itu menyerobot masuk.


"Dimana kau menyimpan kotak P3Knya?"


"Untuk apa kau tiba-tiba datang dan marah marah Kelvin?"


"Kau tak lihat kondisimu heh?Mirip seperti gelandangan yang habis di keroyok oleh preman"Ucap Kelvin...


Setelah itu Putra berjalan tertatih menuju dapurnya,tepat di atas lemari es ia mengambil sebuah kotak Putih.


"Bagaimana bisa kau babak belur seperti ini?"


"Bukankah kau tadi sudah bilang kalo aku di keroyok preman?"


"Bodoh sejak kapan kita bersahabat?Mengapa kau selalu menutupi setiap kali kau punya masalah heh?dasar sok kuat,kalian benar-benar pasangan yang serasi"Ucap Kelvin menggerutu.


"Apa maksudmu?"


"Apa???kau dan Kirana sama sama sok kuat dan keras kepala"


"Kau???"


"Ya sebelum menemuimu aku ke penthouse Saka dulu,malam malam ia menghubungiku untuk membawakan masakan untuk adik kecilnya,dan apa yang ku lihat???Kirana berulang kali menolak untuk makan walau saka sudah membujuknya berkali-kali.Aku sudah tau apa yang terjadi di antara kalian."


"Bagaimana kondisinya?"


"Dia pintar menyembunyikan kesedihannya,itu yang ku tau"


"Huffff...aku tlah sangat menyakitinya"


"Sudahlah fikirkan itu lagi nanti,sekarang kau harus sehat dulu,baru coba dekati dia untuk minta maaf.Untuk sekarang biarkan Susana tenang terlebih dahulu"Saran Kelvin.


"Kau benar,tapi aku benar-benar tak bisa jauh darinya terlalu lama Vin.Di diami dan di acuhkan saja sudah membuatku frustasi,apa lagi harus berjauhan.Aku sudah terlalu tergantung dengannya."Ucap Putra murung.

__ADS_1


'Tapi tunggu dulu tak biasanya kau banyak bicara seperti ini Kelvin.Ada apa denganmu?"Tanya Putra heran.


"Entah"Jawab Kelvin mengendikkan bahunya.


Setelah mengobati Putra,Kelvin langsung kembali ke rumahnya...


Sedangkan Putra sendiri tlah berganti pakaian dan sedang berada di kamarnya.


Ia sedang tiduran di tempat yang biasa Kirana tempat untuk tidur.Bahkan saat ini Putra sedang memeluk guling yang bisa Kirana pakai.


"Sayang baru beberapa jam kita berpisah,aku sudah sangat merindukanmu"Guman Putra kembali meneteskan air matanya.


Keesokan harinya Olivia datang ke penthouse Saka pagi pagi sekali.


"Tok.....Tok....Tok..."


"Cklek,maaf cari siapa ya?"Tanya asisten Saka.


"Saya Olivia,sedang mencari Kirana"


"Kirana istrinya pak Putra kan?dia tak ada di sini"Jawabnya.


"Ada apa Jo?"Tanya Saja yang baru saja bangun.


"Ada orang yang mencari nona Kirana tuan"


"Aku Olivia"Saut Olivia.


"Oh kau kekasihnya Kelvin, Jo antar di ke kamarku,Kirana ada di kamarku,dan tolong jangan berisik.Aku mau tidur"Ucap Saka kembali ke kamar asistennya.


"Mari saya antar nona"Ucap Jo masuk.


"Wah begini ya tempat tinggalnya seorang aktor internasional"Guman Olivia geleng geleng kepala karena kagum.


"Tok....Tok....Tok....Nona Kirana ada nona Olivia"Ucap asisten jo sedikit kencang.


"Sudahlah jangan teriak teriak biar aku langsung masuk saja,mungkin dia masih tidur"Ucap Olivia.


"Cklek"Nampak kepala Olivia menyembul dari balik pintu.


"Na kamu belum bangun ya?"Tanya Olivia sambil menuju ke kasur...


"Wah hebat sekali...pagi pagi buta aku udah gedor gedor apartemen orang,dan orang yang membuatku harus bangun pagi-pagi buta malah masih tertidur sangat nyenyak hebat sekali"Ucap Olivia langsung duduk di samping Kirana tidur..


"Hay nona cantik ayo bangun,ini sudah pagi,tak biasanya kau jam segini masih tidur"Ucap Olivia menggoyang goyangkan lengan Kirana yang terbungkus oleh selimut.

__ADS_1


"Emmmhhh ada apa Via?Kenapa kau pagi pagi sekali sudah berada di sini?"Tanya Kirana belum sadar.


"Eh....kau yang membuat ku pagi pagi buta sampai sini malah tak ingat"Ucap Olivia merenggut.


Lalu perlahan Kirana bangun dari tidurnya guna mengumpulkan kesadarannya.


"Astaga apa yang kau pakai ini Kirana?"Tanya Olivia kaget saat melihat baju yang Kirana pakai adalah sebuah kemeja laki-laki.


"Ah ini kemeja kak Saka"Ucap Kirana sambil merenggangkan tubuhnya.


Olivia memicingkan matanya"Kau berutang banyak cerita padaku Kirana"Ucap Olivia.


"Ini"Tunjuk Olivia pada baju yang di kenakan Kirana.


"Ini"Tunjuk Olivia lagi pada wajah kirana.


"Dan mengapa kau bisa berada di sini"Ucap Olivia melihat sekeliling kamar yang di tempati Kirana saat ini.


Kirana tak langsung menjawab pertanyaan Olivia.Ia diam beberapa saat untuk mencari jawaban yang pas agar Olivia tak banyak bertanya lagi.


"Hem baiklah baiklah akan ku ceritakan,tapi nanti ya setelah aku mandi"Ucap Kirana sambil berlalu menuju ke kamar mandi sambil membawa baju yang tlah di bawakan Olivia dari apartemen Putra.


"Sepertinya ada masalah besar di antara Kirana dan juga Pak Putra.Ya sudahlah nanti juga Kirana akan cerita,walaupun aku sangsing Kirana akan menceritakan semuanya dengan gamblang"Guman Olivia.


"ini sudah pagi,sebaiknya aku sekalian buatkan sarapan untuk penghuni rumah ini"Ucap Olivia langsung keluar dari kamar Kirana.


"Maaf di mana dapurnya?"Tanya Olivia saat berpapasan dengan asisten Jo.


"Nona mau apa? Kalo butuh sesuatu akan saya ambilkan"


"Aku ingin memasak sarapan untuk tuan dan temanku"Jawab Olivia masih celingukan.


"Maaf nona tapi tak ada bahan makanan di sini"


"Apa rumah ini tak pernah di tempati hingga tak ada bahan makanan sama sekali?"


"Tuan sering keluar kota bahkan negara untuk mengurus bisnis juga syuting nona"Terangnya.


"Lalu sekarang bagaimana?"


"Saya akan pesankan makanan saja nona"


"Ah itu sudah biasa,lebih enak dan higienis bila memasak sendiri"


"bagaimana kalo belanja di minimarket di lantai bawah nona,disana mungkin ada bahan bahan untuk nona masak"

__ADS_1


"Hem ya sudah kalo begitu aku akan turun untuk membelinya,bila Kirana mencariku katakan padanya aku ke lantai bawah sebentar."Ucapnya dan di angguki oleh Jo.


__ADS_2