
Kantor🌁🌁
Siang itu seperti biasa Putra sedang di sibukkan dengan berberapa metting dengan klien dan juga staf perusahaannya.Namun entah mengapa sejak makan siang tadi hati Putra tak tenang.
Ia terus saja kefikiran dengan kirana.Mau menghubungi pun pasti Kirana tak akan mengangkatnya.
"Perasaan apa ini?Mengapa tiba-tiba aku merasa khawatir dengan keadaan Kirana?Tak biasanya seperti ini.Apa terjadi sesuatu dengan Kirana"Gumamnya gelisah.
"Pak bos ada apa?Mengapa dari tadi anda terlihat sangat gelisah?"Tanya Siska hati hati.
"Entahlah tiba tiba aku teringat istriku"Jawab Putra memainkan bolpoin di tangannya.
"Mengapa tidak anda hubungi saja Bu Kirana,atau mungkin sahabatnya.Bukankah sekarang Bu Kirana sedang berada di kampus?!Pasti beliau sedang berkumpul dengan teman-temannya.
"Kau benar.Setelah ini apa ada dokumen atau metting penting lagi?"
"hanya tinggal beberapa dokumen dan kontrak kerja sama yang perlu anda pelajari"Jawab Siska sambil melihat notebook nya.
"ya sudah kumpulkan akan ku pelajari di rumah saja kalo begitu"Jawab Putra sambil bersiap akan keluar dari ruangannya sambil menggenggam smartphone nya.
"Halo Via apa Kirana sedang bersamamu?"Tanya Putra begitu telfonnya terangkat.
"........"
"Oh baiklah kalo begitu,aku minta padamu jangan biarkan Kirana sendiri."Ucap Putra sambil menerima dokumen dokumen yang ia minta tadi dari Siska.
"Terima kasih saya pergi sekarang kalo pekerjaanmu sudah selesai segeralah pulang"Ucap Putra langsung pergi.
Sedangkan Siska menganga lebar"I....ini aku yang salah dengar atau pak bos yang salah minum obat?mengapa tiba-tiba dia begitu perhatian padaku?"Batin Siska menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya.
Namun saat mengingat ucapa Putra tadi senyum Siska langsung mengembang."Aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku agar bisa pulang lebih awal.Jarang sekali aku bisa pulang lebih awal seperti ini"Batin Siska senang.
Kampus🏬🏬
"Vi aku ke toilet dulu ya,perutku tiba tiba sakit"ucap Kirana beberapa saat setelah kelas di bubarkan.
"Mau aku temani?"Tanya Via.
"Tak perlu aku hanya pergi ke toilet bukan ke tempat aneh"Jawab Kirana tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu Kirana buru buru keluar dari kelas untuk menuju ke toilet.
"Haduh kenapa tiletnya pada penuh sih.Ya Allah mana perutku sudah mules mules lagi"Guman Kirana sambil berjalan mencari toilet yang kosong.
Setelah beberapa saat Kirana akhirnya bisa melepaskan rasa sakitnya dan keluar dari toilet.
"Eh perasaan tadi yang lewat sini banyak deh.Kenapa sekarang mendadak sepi?Apa aku terlalu lama di toilet ya?"Guman Kirana celingukan.
"Klunting"Terdengar notif WhatsApp dari handphone Kirana.
"Na kamu di mana kenapa lma banget?"Isi pesan WhatsApp dari Olivia.
Namun saat Kirana akan membalas pesan Olivia, tiba-tiba ada tangan seseorang yang membekap mulutnya dari belakan dan menariknya kebelakang.
"🙀"Kirana kaget dan gelagapan.Ia berusaha melepaskan bekapan tangan dari mulutnya manun sia sia.Ia juga berusaha untuk berteriak namun tak ada seorangpun yang mendengar karena jalan yang mereka lalui begitu sepi.
Terlebih lagi mulut Kirana sedang di bekap.
"Diamlah cantik,hri ini juga kita akan bersenang-senang"Ucap seseorang dari belakang telinga Kirana
Kirana membelalakkan matanya begitu mendengar penuturan orang itu Ia berusaha mengingat ingat siapa orang yang memiliki suar itu.Karena sepertinya tidak asing di telinganya.
"😯ka....kak Jovan?Apa yang kau lakukan?Lepaskan aku"Ucap Kirana panik.
"Diam dan nikmati saja"Jawab Jovan dingin dengan tatapan yang menakutkan bagi Kirana.
Kirana berusaha lepas dari Kungkungan Jovan,namun kedua tangan Kirana langsung di genggaman oleh Jovan dan di taruh di atas kepala Kirana.
"Lepaskan aku"Ucap Kirana ketakutan.
"Tak akan pernah ku lepaskan,karena apa?Karena kau tlah melukai juniorku.Hadi kau harus memuaskannya sebagai bayarannya"Ucap Jovan sambil memajukan wajahnya untuk men***** bibir Kirana.
"Namun Kirana melengos hingga ciuman Jovan hanya mengenai pipi Kirana.
"Ku mohon lepaskan aku hiks....hiks..."ucap Kirana sambil berlinangan air mata.
Kirana berusaha untuk melukai junior Jovan agar ia bisa melarikan diri.Namun sayang Jovan lebih gesit dari yang ia perkirakan.
"Kau ingin melukainya lagi heh?tak akan ku biarkan"Ucapnya sambil merapatkan tubuhnya dengan kirana.Kedua kaki Kirana bahkan sudah di himpit oleh kaki Jovan.
__ADS_1
Kirana begetar ketakutan saat Jovan mulai menggosokkan j******nya pada k******* Kirana.
Walau terhalang celana namun Kirana benar benar bisa merasakan milik Jovan yang tlah menegang.
"Lepaskan aku"Ucap Kirana sudah lemas karena tubuhnya bergetar hebat.
Ia benar benar ketakutan dan tak bisa berbuat apa.
Kirana ingin berteriak namun mulutnya lebih dulu di sumpal oleh bibir Jovan.
Diam atau kau akan merasakan akibatnya"Ucap Jovan begitu dingin.Matanya sudah di penuhin dengan kabut gairah hingga tak memperdulikan tubuh Kirana yang bergetar hebat.
Bahkan kaki Kirana sudah tak mampu menahan berat badannya hingga Jovan harus memeluk pinggang Kirana agar tak terjatuh.
Kerudung Kirana sudah berantakan namun ia tak mau di lecehkan.Sekuat tenaga ia tetap melawan hingga membuat Jovan semakin geram dan akhirnya menampar pipi Kirana dengan keras hingga mengakibatkan bibirnya robek dan mengeluarkan darah segar.
"Tolong"Ucap Kirana lemas.
Ia luruh ke rerumputan saat Jovan melepaskan genggaman tangannya.
"😏Berhenti berharap sayang.karena aku sudah memastikan tak akan ada yang bisa mendengarkan teriakan mu.Yang ada hanya de******mu"Ucap Jovan tersenyum smirk.
Lalu ia mulai merangkak menindih tubuh Kirana.
Wajahnya yang sudah dekat mulai memajukan wajahnya untuk mencium bibir Kirana.
Dengan tenaga terakhirnya Kirana berusaha teriak sekencang mungkin.
"Tolooooooooooong"Langsung di bungkam oleh bibir Jovan dengan sangat kasar.
"Bug.......k"Tiba tiba ada seseorang yang memukul wajah Jovan sangat keras.
"Br*******k beraninya kau menyakitinya"Ucap laki-laki itu langsung memukul Jovan membabi-buta.
Wah siapa ya kira kira yang menyelamatkan Kirana?
Ada yang mau tau?Cus tinggalkan jejak, like komen n vote nya jangan lupa....🙏☺️
See you......😉
__ADS_1