Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
96


__ADS_3

....... Happy reading ......


Keesokan harinya seperti biasa Kirana akan sibuk memasak di dapur,sedangkan Olivia sibuk dengan bayinya.


Berbeda dengan para laki-laki yang masih betah bergelung di dalam selimut mereka,Ken malah sudah rapi dan sibuk membangunkan Zia.


"Zia bangun sudah siang"Ucap Ken mengguncang bahu Zia.


"Ah kakak diamlah aku masih mengantuk..."Jawab Zia malas.


"Dasar pemalas,ayo bangun kau mau tidak sekolah hah? Atau aku perlu mengambilkan segayung air untuk membangunkanmu hah?"Ucap Ken kesal.


Zia masih saja tak bergeming.Ia malah menutup kepalanya dengan bantal.


"Hem baiklah kau sudah menantang ku rupanya"Ucap Ken berlalu pergi...


Namun tak berselang lama Ken kembali dengan segayung air yang berada di tangannya.Sepertinya Ken memang tak main-main mengatakan akan mengguyur Zia agar bisa bangun.


"Astaga kakak apa yang mau kamu lakukan?"Teriak Olivia saat tak sengaja matanya melihat Ken akan menyiram Zia dengan air.


"Zia susah sekali dibangunkan ma,aku lelah membangunkannya,jadi biar dia mandi di sini sekalian saja"Keluh Ken.


Zia tersentak mendengar teriakan Kirana hingga secara refleks bangun dan kelapanya tak sengaja menyenggol gayung yang tengah Ken pegang hingga airnya tumpah semua di kepala Zia...


"Aaaaaaaaccchhh kakak gila aaaaaa....Kenapa Zia di siram"Teriak Zia kesal.


"Kamu yang menyenggol gayungnya Zia,bukan aku mengguyurmu.Aku hanya mau menyipratkan air ini ke wajahmu agar kamu bangun"Bela Ken tak terima.


"Bunda......kakak nakal.."Teriak Zia keras sambil berlari menemui Kirana.


Oweeeeekkkk..suara seorang bayi kini menangis dengan kencang.


"ck...Lihat karena teriakan Zia,Fano jadi terbangun.Cepat bangunkan papamu dan Uncle Saka..Hah baru saja aku bisa menidurkannya setelah semalaman rewel,dan sekarang dia sudah menangis lagi"Keluh Olivia memijat keningnya.


Lalu Olivia segera kembali ke kamarnya untuk menimang bayinya kembali....


Dan setelah beberapa saat kemudian akhirnya Olivia bisa bernafas dengan lega karena bayi Fano kembali tertidur setelah ia kenyang minum susu.


"Heh di mana Kirana dan anak anak"Tanya Olivia saat sampai di ruang makan.


"Mereka sudah berangkat beberapa menit yang lalu.Zia lupa mengerjakan Pr-nya jadi dia akan mengerjakannya di sekolah."Terang Saka.


Baru saja Olivia ingin menyakiti ucapan Saka namun tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi.

__ADS_1


Ting tong.....


"Ck siapa sih yang bertamu pagi pagi begini"Gerutu Olivia akan beranjak dari tempat duduknya.


"Biar aku saja"Ucap Dion.


"Selesai kan sarapanmu pa.Biar aku yang membukanya.


Ceklek...


"Kau...Untuk apa kau kemari?"Tanya Olivia ketus.


"Hay maaf aku kesini mau mengantarkan Zia dan Ken berangkat sekolah"Ucap laki laki itu sesopan mungkin.


"Oh ya maaf aku tak menjengukku saat melahirkan beberapa hari yang lalu.Ini untuk anakmu,aku tak tau dia perempuan atau laki-laki jadi aku....."


"Jangan sok baik Putra...Pergi dari sini sekarang atau aku sendiri yang akan membanting mu ke luar"Potong Olivia kesal.


"Aku akan pergi dengan anak anakku"


"Ck sejak kapan Kenzia jadi anakmu Putra?Dia anaknya Kirana.Jadi jangan sok mengaku ngaku. kau andil apa pada Kirana selama beberapa tahun terakhir hah?Hanya menyumbang benih saja sudah sok.Kau tak tau bagaimana perjuangannya Kirana selama hamil hingga akhirnya mereka lahir ke dunia ini"Ucap Olivia emosi.


"Sayang ada apa kamu teriak teriak?"Tanya Dion dari arah belakang Olivia.


"Diam"Ucap Olivia.


"Breng***** kau memang ingin aku pukul heh?!"


Olivia langsung menghampiri Putra dan langsung meninju perut Putra dengan sangat keras.Tidak hanya di situ saja, Olivia juga memukul wajah Putra dan mensleding kaki Putra hingga terjatuh tanpa Putra bisa melawan karena kecepatan Olivia saat menyerang.


"Aku sudah menantikan sangat lama untuk bisa menghajarmu...Kau sudah berulang kali menyakiti sahabatku,jadi sekarang kau harus merasakan sedikit rasa sakit yang Kirana rasakan."Ucap Olivia menggebu-gebu sambil terus memukul dan menendang Putra tanpa ampun.


"Astaga Via cukup kau bisa membunuhnya"Lerai Dion mencoba menenangkan Olivia.


"Biar saja biar dia mati,..."Ucap Olivia yang sudah kepalang emosi tingkat tinggi.


"Astaga Olivia apa yang kau lakukan?"Ucap Saka kaget saat melihat Olivia memukuli putra yang sudah tak berdaya.Dia meringkuk mencoba melindung wajahnya dan juga tubuhnya dari pukulan dan tendangan Olivia.


"Diam atau kau tak akan bisa masuk ke rumah ini lagi"Ucap Olivia dengan tatapan tajam.


"Astaga singa betina sedang mengamuk,Dion cepat bawa istrimu masuk atau putra akan benar benar mati."Ucap Saka panik.


"Kau fikir aku sedang apa dari tadi bodoh?"Tanya Dion ikut kesal sambil terus berusaha memeluk Olivia dari belakang.

__ADS_1


"Sayang sudah cukup berhenti,jangan seperti ini lagi.Dia bisa benar-benar akan mati"Bujuk Dion lagi.


Olivia tiba-tiba berhenti dan berbalik menghadap ke arah Dion.Dengan tatapan tajam Olivia berkata"Masuk ke rumah atau kau tak akan bisa menyentuhku dan putramu selama sebulan kedepan"


Dion langsung menciut saat Olivia sudah mulai mengancam.Dia tau betul bagaimana Olivia kalau sudah sangat marah.


Jadi sebelum Olivia benar benar kalap lebih baik dia mengalah dan pergi.


"Cepat hubungi Kirana "Perintah Dion pada Saka.Dan tanpa fikir panjang Saka langsung menghubungi Kirana.


📱"Hallo assalamualaikum....."


📱"Na cepat pulang Putra habis di hajar oleh Olivia"Potong Saka sebelum Kirana sempat bertanya.


📱"Loh bagaimana bisa?"Tanya Kirana bingung.


📱"Jangan banyak bertanya,cepat pulang atau Putra benar benar akan mati."Ucap Saka.


Kirana langsung meminta sopir taksi untuk memutar balik sesaat setelah Saka mematikan telfonnya.


"Allahu Akbar Olivia apa yang kau lakukan"Teriak Kirana kaget.


Kirana langsung buru-buru menghampiri Olivia yang masih menggila.


"Olivia cukup,apa kamu gila hah?"Tanya Kirana berusaha menjauhkan Olivia dari Putra.


"Kau yang gila karena masih membela manusia tak punya hati ini."Teriak Olivia marah.


"Kak cepat seret Olivia ke dalam rumah"Titah Kirana pada Saka.


Kirana benar benar sudah panik karena Putra sudah tidak merintih ataupun bergerak.(Anggap saja ini Putra ya readers)



"Putra bangun..."Ucap Kirana tanpa berani menyentuh nya.


"pak tolong bawa ke dalam mobil,kita harus segera membawanya ke rumah sakit"Ucap Kirana bergetar.


Entah bergetar karena ketakutannya pada Putra atau takut akan kondisi Putra.


Setelah mengangkat putra ke dalam mobil,mereka langsung melaju menuju ke rumah sakit.


Keadaan Putra sudah pingsan dan sangat mengenaskan.darah terus keluar dari kepala dan juga hidungnya.tubuhnya pun penuh dengan luka yang sudah mulai membiru.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar Kirana membelai kepala Putra"Bertahanlah mas"ucap Kirana...


Dalam benak Kirana kenangan kenangan menyakitkan itu mulai bermunculan saat kepala Putra berada di pangkuannya.Namun Kirana berusaha melawan semua ketakutannya demi bisa menyelamatkan Putra.


__ADS_2