Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
80


__ADS_3

......... Happy reading......


"Tunggu aku Kirana"Batin Putra tersenyum.Tak apa kalo ia harus mengelilingi LA untuk menemukan Kirana.Asal ia bisa bertemu dengan Kirana dan anak mereka Putra bisa melakukan apapun.


"Kau yakin bisa menemukan Kirana?"Tanya Kelvin menepuk pundak Putra.


"Ya aku yakin, seperti yang di katakan Saka kalau memang kami berjodoh kami pasti bertemu.Setidaknya aku mendapatkan sedikit jalan terang untuk bisa menemui mereka"Jawab Putra tersenyum.


"Baiklah kalo kau sudah sangat yakin,tapi bagaimana dengan perusahaanmu?"


"Untuk sementara kau yang pegang.biar Siska yang mengurus semua"


"Hah kau gila??tidak terima kasih cari saja orang lain"Ucap Kelvin tak suka dengan ide Putra.


"Hanya kau yang bisa ku percaya,dan kau pasti tau waktu untuk mencari Kirana dan anak kami tidak cukup sebentar-sebentar.Kau yang harus mengganti kan ku.Aku percaya padamu"


"Ayo kembali.Malam ini juga aku akan terbang ke LA dan kau kembalilah"Lanjut Putra berlalu dari ruangan itu.


🌍🌍🌍


" Assalamualaikum....Ken, Zia ayo bangun,ini sudah pagi sayangku"Ucap Kirana membangunkan kedua putra putrinya.


"Ah lima menit lagi bunda"Jawab Zia malas.


"Ya Zia benar bunda, Ken juga masih mengantuk"


"Hei ayo bangun,sudah waktunya untuk sarapan ya.Jangan sampai nanti kalian terlambat"Ucap Kirana sambil menggoyang goyangkan bahu Zia.


Tak ada jawaban dari Ken dan Zia.


"Hemmmm baiklah....siapa yang bangun duluan itu yang akan bunda mandikan"Putus Kirana.

__ADS_1


"Sungguh?"Tanya Zia tiba tiba bangun.


"Ya karena Zia dulu yang terbangun jadi bunda akan memandikan Zia"Ujar Kirana sambil memeluk Zia.


"Yeeeeey ayo bunda biarkan kak Kenzi tidur.Dia akan mandi sendiri nanti"Ucap Zia senang dan langsung menuju ke kamar mandi di ikuti Kirana.


"Bunda bagaimana kalau setiap yang bangun pagi duluan dia yang akan bunda mandikan?"Tanya Ken saat mereka tlah duduk bersama untuk sarapan bersama.


"Ah itu tidak adil,kalo begitu caranya pasti kakak terus yang di mandikan bunda"Saut Zia cemberut.Karena pada dasarnya Zialah yang paling sudah di bangukan di antara mereka berdua.


"Bagaimana kalau Ken mandi bersama dengan papa Dion saja"Ucap Dion.


"Aku lebih senang di mandikan bunda papa"Jawab Ken.


"Kalian sudah cukup besar untuk mengurus diri kalian masing-masing.Lalu untuk apa sih ingin di mandikan oleh bunda kalian "Saut Olivia setelah menghabiskan kunyahannya.


"Di mandikan oleh bunda itu jauh lebih menyenangkan dan menenangkan"Jawab Zia dan Ken bersamaan.Lalu mereka saling pandang dan tersenyum.


"Jadi bagaimana bunda?Apa bunda setuju dengan saran kak Ken?"Tanya Zia.


"Tidak mau,kalian sudah besar"Jawab Kirana pura pura acuh.


"Yah....."Zia kecewa.


"Tapi kalau sesekali tidak papa"Ucap Kirana sambil tersenyum.


"Tapi dengan catatan harus bangun sangat pagi untuk ikut bunda,papa dan mama Via solat subuh berjamaah"Lanjut Kirana.


"Apa aku bisa ya bangun sepagi itu"Fikir Zia.


"Tidak masalah untukku"Jawab Ken tenang.

__ADS_1


"Baiklah Zia akan berusaha"Ujar Zia bersungguh sungguh.


"Cepat kalian selesaikan sarapan kalian,papa sudah selesai makannya.Kalo kalian tidak segera selesai papa akan tinggalkan kalian"Ucap Dion sambil mengacak rambut Zia.


"Papa rambut Zia berantakan"Teriak Zia kesal.


"Mama Via lihat apa yang di perbuat papa"Adu Zia dengan mata berkaca-kaca.Karena Zia dari dulu sangat tidak menyukai kalo rambutnya yang sudah di tata rapi di acak acak oleh Dion atau siapapun.


"Hemm kalo mama sedang tidak hamil papamu sudah mama piting sayang karena sudah mengganggu mu.Tapi mama akan memarahinya nanti"Ucap Via sambil merapikan kembali rambut Zia.


Zia sejak bayi sangat di sayangi oleh Olivia,apapun yang dia minta pasti akan di penuhi oleh Olivia.Berbeda dengan Kirana,Karena Kirana sosok yang cukup tegas dalam mendidik anak-anak nya.Walaupun begitu Ken dan Zia tau bunda mereka sangat menyayangi mereka.


Sesampainya di sekolahan Kirana keluar dari mobil untuk mengantarkan ke dua anaknya sampai ke gerbang sekolah.Sedangkan Olivia dan Dion menunggu Kirana di luar mobil sambil memerhatikan mereka bertiga.


"Semoga tidak ada lagi kesedihan yang menimpa Kirana"Ucap Olivia di pelukan Dion.


"Aminn"Jawab Dion.


"Belajarlah yang rajin ya,dan ingat kalian harus baik sama semua orang.Kalaupun ada yang usil pada kalian,lebih baik hindari mereka.Ok"nasehat Kirana.


"Bunda tenang saja aku akan menjaga Zia.Bunda sendiri tau kan siapa yang suka membuat onar di sini"Ucap Ken sambil melirik Zia.


Sedangkan Zia sendiri hanya memutar matanya malas.


"Kalo mereka tidak cari masalah denganku maka aku tak akan membuat onar bunda.Tidak semua orang bisa di tindas begitu saja"Terang Zia.


"Hemmm baiklah baiklah bunda mengerti,tapi bunda mohon kamu jangan memulai terlebih dahulu ok"Ucap Kirana membelai pipi Zia.


"Kami mengerti bunda,kita masuk dulu assalamualaikum"Ucap Ken menyalimi Kirana di susul Zia.


"Waalaikum salam"

__ADS_1


"Kak Ken tunggu aku"Teriak Zia berlari menyusul Ken yang tlah masuk terlebih dahulu.


__ADS_2