
........... Happy reading ........
Setelah sarapan usai Zia yang begitu bahagia langsung saja menemui putra yang tlah menunggu di ruang tamu.
"Ayo yah kita berangkat"Ucap Zia begitu sampai di ruang tamu.
"Tunggu kakak Ken dan bunda dulu sayang"Jawab Putra membelai pipi caby Zia.
"Papa akan mengantar kita kan?"Tanya Ken sambil berjalan menggandeng tangan Dion.
"Ya memang biasanya yang mengantar bunda dan kamu siapa?"Tanya Dion sambil mengacak rambut Ken gemas.
"Sayang hati hati di rumah ya, kalau ada sesuatu langsung hubungi aku"
"Kamu tenang saja,kan ada Saka yang akan menemaniku"Jawab Olivia tersenyum manis.
Semua interaksi yang di perlihatkan Dion membuat Putra merasa cemburu.
Di sini mereka hidup begitu harmonis dan dirinya malah sedang berjuang untuk mendapatkan hati istri dan anak laki-lakinya.
"Mama,dedek bayi Ken berangkat sekolah dulu ya.Nanti kalau Ken sudah pulang kita bermain lagi"Ucap Ken sambil membelai perut Olivia sayang.
"Zia juga mau mencium dedek bayi mama"Ucap Zia manja.
"Ah mama fikir kakak Zia akan melupakan dedek bayi"
"Bagaimana Zia lupa sama dedek bayi ma,kan Zia yang lebih sering mencium dan menemani mama"Ucap Zia cemberut sambil bergelayut manja di perut Olivia dan tak lupa menciumi perutnya.
"Kalian akan terus bermanja dengan mama kalian atau berangkat sekolah?"Tanya Kirana tiba tiba.
"Ais....bunda selalu saja mengganggu kemesraan kami"Keluh Ken sambil berlalu keluar tanpa melihat Putra yang masih berdiri di dekat pintu.
Sedangkan Olivia hanya terkekeh geli melihat Ken merajuk seperti itu.
"Ma tumben sikap kak Ken kayak gitu?"Tanya Zia heran.
"Entah mungkin dia memang sedang ingin bermanja sama mama,sudah sana kalian berangkat.Nanti kalau kalian terlambat, kalian juga yang susah kan"
"Ya sudah mama Zia berangkat dulu, assalamualaikum"Ucap Zia sambil menyalami tangan Olivia.
"Kakak kamu belum salam sama mama"Teriak Zia.
Dan itu membuat Ken mengepukkan keningnya karena lupa.
__ADS_1
Ken langsung kembali masuk dan nyengir sambil memasang wajah seimut mungkin.
"Maaf mama Ken lupa, assalamualaikum"Ucap Ken langsung menyalami Olivia dan tanpa menunggu jawaban ia langsung berlalu pergi.
"Lihat sepertinya Ken sedang merajuk denganmu"Ucap Olivia melirik Ken yang tlah keluar.
"Biarkan saja,nanti juga membaik sendiri.kamu baik baik di rumah,kak jaga Via jangan kamu ganggu dia terus."
"Tengah saja akan ku pastikan keponakanku keluar hari ini juga"
"Kalau terjadi sesuatu pada istriku,akan ku patahkan lehermu"
Bunda kita berangkat bersama ayah kan?"Tanya Zia saat melihat Kirana keluar rumah di ikuti Dion dan yang lain.
"Zia bisa bersama ayah,bunda akan ikut papa"Jawab Kirana.
"Ken juga"Saut Ken langsung masuk ke dalam mobil milik Dion.
"Bunda marah sama ayah?Kenapa bunda tidak mau semobil dengan ayah?"Tanya Zia.
"Kirana seperti nya Zia tipikal anak yang banyak bertanya.Kenapa tidak kamu turuti saja kemauan nya?Itu akan lebih mempermudah dirimu"Bisik Putra.
Setelah di fikir dikit ucapan Putra ada benarnya,jadi mau tak mau Kirana harus mengikuti Zia agar Zia tak banyak bertanya lagi.
"Kak maaf ya hari ini aku ikut Zia"Ucap Kirana tak enak"
"Ya sudah nggak papa"Jawab Dion sambil membelai kepala Kirana yang tertutup kerudung.
Dan itu membuat Putra langsung mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi.
Putra tak terima ada yang menyentuh miliknya,namun Putra sadar dia belum bisa meluluhkan hati Kirana.Jadi dia hanya bisa diam saja melihat interaksi antara Kirana dan Dion yang menurutnya begitu mesra.
"Lihat saja setelah Kirana membuka hatinya lagi untukku,akan ku pastikan tak ada seorang laki-laki manapun yang bisa menyentuhnya selain aku"Batin Putra bergemuruh.
"Kalau begitu Ken ikut bunda saja."Jawab Ken langsung keluar dari mobil dan mengikuti Kirana.
"Ken duduk besama bunda saja"Ucap Ken langsung masuk ke bangku belakang.
"Hem Zia di depan sama ayah, bunda akan duduk di belakang bersama kak Ken"
Di dalam perjalanan Putra mulai membuka suaranya.
"Ken,Zia bagaimana kalau nanti setelah kalian pulang dari sekolah kita bermain ke mall?"
__ADS_1
"Wah beneran yah??Zia mau,bunda juga ikutkan?"
"Bunda kan harus di cafe Zia"
"Ken akan menemani bunda di cafe"Saut Ken tenang.
"Ya....nggak seru dong, kalau nggak ada bunda sama kak Ken"Ucap Zia cemberut.
"Memang Zia tidak lelah habis sekolah langsung main ke mall?"Tanya Kirana lembut.
"Zia sama sekali tidak lelah bunda,kan ini pertama kalinya Zia bisa jalan jalan sama ayah."Jawab Zia ceria.
"Kakak ikut ya,kan selama ini kalau ke mana mana kita pasti bersama-sama.Masak sekarang enggak"
"Kakak lebih senang bersama bunda dari pada jalan jalan"Jawab Ken.
"Bun bujuk kak Ken dong biar mau ikut,kan kak Ken selalu menurut sama bunda."Pinta Zia.
Kirana memeluk Ken"Kakak pergi ikut Zia ya,bunda hari ini nggak bisa ikut karena bunda harus bekerja sayang.Kalau bunda nggak kerja maka besok kerjaan bunda akan menumpuk sampai bisa buat bunda lembur Ken mau itu?Bukankah uncle Saka sudah mengatakan bahwa Kak Ken harus bisa menjaga Zia?"
"Ken nggak mau bunda lembur dan malah jadi kecapean.Huffff.....Ken akan ikuti Zia untuk menjaganya,bunda tenang saja Zia akan pulang dengan utuh"Jawab Ken terpaksa.
"Kenapa kamu nggak ikut saja Na?Lagi pula bukankah itu cafemu sendiri?libur sehari tak akan membuatnya gulung tikarkan?"Ucap Putra namun tak di gubris Kirana.
Beberapa saat kemudian mereka tlah sampai di sekolahan Ken dan Zia.
"Jadi anak baik dan belajarlah yang rajin ok"Ucap Kirana sambil menyalimi anak anak nya dan memeluknya.
"Dan jangan keluar gerbang sebelum papa Dion atau bunda jemput"
"Siap bunda"
"Siap bunda"Jawab Ken dan Zia berbarengan.
"Tenang saja mulai hari ini ayah yang akan antar jemput kalian"Ucap Putra akan mengacak rambut Ken namun Ken lebih dulu menghindar dan pergi.
"Ayo Na aku antar ke cafe"
"Nggak usah aku sudah pesan taksi online"
Dan benar saja tak berselang lama ada mobil menepi dan menghampiri Kirana.
"Dengan Bu Delia?Saya supir taksi online yang Anda pesan."
__ADS_1
"Oh iya pak,"Kirana langsung pergi tanpa mengindahkan tatapan Putra yang terluka atas penolakannya.