Perjuangan Seorang Istri

Perjuangan Seorang Istri
109


__ADS_3

 


....... Happy reading ......


 


Tepat pukul sebelas malam, Putra baru saja pulang setelah bertemu dengan klien nya.


"Aku lelah sekali..."Guman Putra berjalan dengan langkah gontai menuju ke kamarnya.


Ceklek....


Putra tersenyum melihat Ken memeluk perut Kirana begitu posesif.


"Dia benar-benar menjaga bunda dan adiknya"Guman Putra lalu pergi ke ruang ganti.


Tubuhnya sangat lelah,dan malas untuk mandi juga.Jadi ia langsung saja ganti pakaian dan menyusul anak dan istrinya untuk tidur.


Sebelum tidur Putra mencium dahi Kirana dengan sayang.Lalu beralih ke kepala Kenzi.


"Ayah???"Tanya Ken mengerjapkan matanya.Ia terbangun saat merasakan ada yang membelai lembut kepalanya.


"Hemmm.sudah tidur lagi saja"Ucap Putra sambil memeluk Ken.Dan Ken pun langsung tersenyum.


"Aku menyayangimu"Guman Ken sebelum tenggelam ke alam mimpinya kembali.


"Aku juga menyayangimu jagoan"Jawab Putra lalu ikut tidur di samping Ken.


Kini posisi mereka menjadi Kirana berada di sebelah kanan dengan tidur terlentang.Ken di sampingnya sambil memeluk perut Kirana dan terkadang membelainya saat merasakan adiknya bergerak.


Lalu di sebelah Ken ada Putra yang memeluk Ken dengan nyaman.


Namun baru beberapa menit Putra tertidur terdengar seseorang membuka pintu kamar nya.


Ceklek...


"Hiks....hiks....hiks..."Terdengar seseorang sedang berjalan sambil terisak menghampiri Kirana yang masih tertidur.


Sedangkan Putra mulai terusik dengan isakan tersebut.Perlahan ia membuka mata dan melihat Zia berjalan pelan menghampiri Kirana.


Kirana dan Ken juga langsung bangun saat suara tangisan Zia sudah berada di dekat kasur.


"Zia kamu kenapa sayang?"Tanya Putra turun menghampiri Zia.


"Bunda....hiks.."Ucap Zia memeluk Kirana yang baru saja duduk.


Ceplek"Hey pelan pelan kalau mau memeluk bunda, kamu lupa itu perut bunda ada bayinya??"Ucap Ken kesal sambil memukul tangan Zia.


"Hiks.....hiks ....hiks...bunda jangan pergi, kalau bunda pergi yang jagain Zia dari kakak siapa???"Ucap Zia sambil menangis cukup kencang.


"Hey apa maksudmu sayang?Bunda ada di sini,bunda nggak kemana mana,sudah cup cup cup jangan nangis lagi ya..."Pinta Kirana lembut sambil membelai punggung Zia.


"Sayang bunda Kirana nggak akan kemana mana,kenapa kamu menangis?"Tanya Putra membelai kepala Zia.


"Zia bermimpi buruk?"Tanya Ken menebak.


Zia mengangguk"Zia tadi liat bunda pergi...pas Zia panggil bunda cuman menoleh dan tersenyum.. Setelah itu bunda langsung pergi ninggalin Zia sendirian hiks....hiks...hiks..."


"settttttt sudah ya nangisnya...Lihat bunda ada di sini bersama Zia"


"Iya bunda Nana benar,sudah jangan menangis lagi.Lebih baik sekarang Zia tidur lagi."Ucap Putra menenangkan Zia.


"Hiks....Zia hiks...Mau tidur hiks....sama bunda"


"Ya sudah sini tidur sama bunda"Ucap Kirana tersenyum sambil menepuk samping tempat tidur yang tadi di tempati oleh Ken.Mau tak mau Ken kini bergeser dan tak bisa memeluk Kirana lagi.


Malam itu mereka berempat tidur bersama di kamar Kirana dan Putra.


Kasur Putra memang di pesan sangat besar khusus jaga jaga kalau anak anak ingin tidur dengan kedua orang tua mereka seperti saat ini..


🌄🌄🌄


Keesokan harinya semua orang memulai rutinitas seperti biasa.Karena usia kandungan Kirana yang sudah tinggal menghitung hari lagi Kirana cukup kesulitan untuk bergerak.Bila ia bergerak terlalu gesit sedikit maka nafasnya akan menjadi sesek.

__ADS_1


Itu sebabnya kini Kirana sudah tak bisa membantu Ken atau Zia untuk bersiap.


Terkadang Kirana hanya membantu Putra memasangkan dasinya saja.


"Bunda Ken berangkat sekolah dulu ya"Ucap Ken pamit.


"Zia juga pamit bunda"Saut Zia.


Mereka menyalami Kirana satu persatu sebelum memasuki mobil.


"Sayang hati hati di rumah,jangan terlalu banyak bergerak atau kamu akan sesak nafas lagi.Debay ayah yang anteng di dalam sana ya.Jangan nyusahin bunda"Ucap Putra sambil membelai perut Kirana sayang.


"Aku berangkat assalamualaikum"Ucap Putra dan di sambut Kirana dengan menyalimi tangan Putra dengan takzim.


"Waalaikum salam mas,hati hati di jalan,jangan ngebut ngebut kalau nyetir mobilnya."Pesan Kirana.


Setelah itu Kirana kembali ke kamarnya untuk menunaikan sholat Dhuha.Sejak Kirana hamil,Kirana mulai rajin melakukan sholat Sunnah,mulai dari tahajjud,sholat taubat juga sholat Dhuha.


Menit berganti jam,kini Kirana tengah bersantai di pinggir kolam renang bersama sang papa mertua.


"Na kamu sudah menyiapkan semua keperluan mu kalau tiba-tiba kamu harus melahirkan?"Tanya pak Bagas.


"Sudah di siapkan semua pah sama bibik pah, mendekati hari persalinan Kirana semakin sering ngerasain kontraksi palsu"


"Tapi itu tidak menyulitkan mu kan?"


"Enggak pah,kan ada suster Aisyah yang menemani Kirana."


Ya sejak Kirana hamil delapan bulan,Putra sengaja menyewa seorang suster khusus untuk menjaga Kirana.


Saat Kirana tengah asyik berbincang dengan pak Bagas,tiba tiba Kirana mengerang menahan sakit


"Ach.......huf...huf.."Kirana berusaha mengatur nafasnya.


"Na kamu kenapa?"Tanya pak Bagas panik..


"Kontraksi pah,tolong panggilin suster Aisyah pah"Ucap Kirana meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


"Achhhhhh sakit pah....."Ucap Kirana mengerang.


"Tuan ada apa?"Tanya suster Aisyah panik.


"Nyonya kontraksi lagi??"Tanya Aisyah langsung mengecek perut Kirana.


"Nyonya atur nafas nyonya ya..."


"Tuan asepertinya nyonya akan melahirkan sekarang"Ucap Aisyah panik.


"Hah sekarang?Ya sudah aku panggil pelayan lain untuk menyiapkan semuanya."Ucap pak Bagas buru buru memanggil semua orang untuk menyiapkan semua keperluan Kirana.


Setelah itu Kirana langsung di bantu menuju ke rumah sakit terdekat.


Tak lupa pak Bagas juga menghubungi Putra.


Namun Putra yang saat itu tengah metting bulannan dengan para staf tak mengetahuinya karena ia tak sengaja menstel mode silent.


"Ck kemana anak ini,mengapa malah susah di hubungi saat keadaan genting begini."Guman pak Bagas khawatir Lalu ia beralih menghubungi asisten Putra.


📱"Hallo selamat siang......"


📱"Katakan pada Putra istrinya akan melahirkan"Potong pak Bagas langsung begitu telfonnya tersambung.


Siska yang kaget pun langsung menghampiri Putra.


"Pak bos nyonya akan melahirkan"Ucap Siska ngos-ngosan karena ruangan metting cukup jauh jaraknya dari ruangannya.


Putra yang mendapat kabar dari Siska langsung pergi tak menghiraukan tatapan para karyawan nya.


"Gimana kondisi Kirana pah?"Tanya Putra ngos-ngosan karena begitu ia sampai di rumah sakit Putra langsung berlari menuju lantai empat tempat persalinan Kirana.


"Mereka masih di dalam"Jawab pak Bagas khawatir..


Ceklek...

__ADS_1


"Maaf apa ada suami pasien?"Tanya seorang suster.


"Saya suaminya sus"Jawab Putra langsung.


"Mari masuk tuan,temani istri anda untuk persalinan"


Setelah itu Putra langsung masuk dengan memakai baju khusus.


"Sayang,kamu baik baik saja?"


"Aku disini bersamamu"Ucap Putra begitu khawatir melihat wajah Kirana yang sedang menahan sakit.


"Mas sakit......"Ucap Kirana tertahan.


"Tenanglah aku disini bersamamu,"


"Nyonya tarik nafas dalam lalu keluarkan,"Pinta sang dokter.


"Kita mulai ya,nyonya tolong mengejang,tarik nafas dalam lalu tekan"


"Haaaaaah....achhhhhhhhhhhh"Teriak Kirana sambil menggenggam tangan Putra erat.


"Lagi nyonya,anda pasti bisa"


"Ya kamu pasti bisa sayang,ayo berjuang untuk anak kita"Ucap Putra memberi semangat.


"Ya Allah andai aku bisa menggantikan rasa sakitnya..."Batin Putra meringis melihat Kirana terus merasakan kesakitan.


Satu jam tlah berlalu,akhirnya Kirana berhasil melahirkan ke dua anaknya dengan lancar.Dan jenis kelaminnya semuanya adalah laki-laki.


Putra langsung sujud syukur setiap kali mendengar suara tangis anak anaknya.


"Sayang terima kasih,terima kasih karena sudah berjuang sangat keras.Aku mencintai mu...Aku mencintaimu"Ucap Putra menciumi semua wajah Kirana dengan sayang.


Kirana kehabisan tenaga untuk menjawab semua ucapan Putra,ia hanya tersenyum lemah menanggapi.


Putra keluar dari ruang persalinan untuk menunggu Kirana di bersihkan oleh suster.


Namun saat suster akan membersihkan Kirana,ia begitu terkaget-kaget.


"Dok...dokter pasien mengalami pendarahan hebat "Teriak suster tersebut.


"Cepat siapkan kantung darah"


"Kita harus melakukan operasi, pendarahannya tidak mau berhenti"


"Dok..."Panggil Kirana lemah.


"Iya nyonya..."


"Saya sudah tidak kuat lagi,andai saya harus pergi katakan pada suami dan anak saya,saya sangat mencintai mereka"


"Nyonya tenanglah,anda pasti baik baik saja"Ucap sang dokter menyemangati.


"Kabari kondisi terkini pasien pada suaminya"Pinta dokter pada seorang perawat.


Ceklek....


"Di mana istri saya suster??"Tanya Putra begitu melihat sang suster datang sendiri.Karena ia kini tengah menunggu Kirana di ruang inap yang sudah di sediakan untuk Kirana setelah persalinan.


"Maaf Tuan, istri anda mengalami pendarahan parah.Ada infeksi di dinding rahimnya hingga dokter mau tak mau harus mengangkat rahim pasien"


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya "Pinta Putra khawatir.


Kirana baru saja selesai berjuang melahirkan kedua putra mereka,kini di harus berjuang lagi.


"Ya Allah tolong selamatkan istriku"Doa Putra.


"Ada apa Putra?"Tanya pak Bagas saat sampai kamar Kirana.


"Kirana mengalami pendarahan hebat dan rahimnya harus di angkat"Ucap Putra khawatir.


"Semoga Kirana baik baik saja"Guman pak Bagas juga ikut khawatir.

__ADS_1


__ADS_2